Bab 15

"Beneran nggak kasihan ustad?" entah sudah berapa banyak kali Wahid menanyakan hal itu semenjak mereka berangkat ke Blitar.

"Apaan sih Hid? Kalau kamu kasihan ya temani dia!" ucap ustad Farid dengan sedikit kesal.

"Pumpung kereta belum berangkat Lo, ustad! Anin kan cewek, bepergian sendiri lagi. Bagaimana kalau nanti ada penculik? Atau di kereta ada yang bertindak tidak senonoh? Atau ada yang mau copet dia?"

Mendengar pertanyaan Wahid yang bertubi-tubi membuat kepala ustad Farid semakin pusing, ia memilih diam.

Saat hendak melintas di tol Pasuruan, mulai bertanya lagi pada Wahid tentang di stasiun kereta terdekat,

"Ada apa ustad?"

"Jawab saja kenapa sih!?"

"Kalau dari sini sih stasiun Tanggulangin!"

"Kita ke sana dulu!"

Akhirnya wahid pun harus putar balik, ia terlebih dulu menuju ke stasiun Tanggulangin.

"Aku turun di sini, nanti kalau sudah sampai di stasiun Blitar aku wa!" ucap ustad Farid sebelum turun dan mengambil tasnya, "Assalamualaikum!"

"Waalaikum salam!"

Wahid hanya tersenyum melihat kepergian ustad Farid, ia tidak menyangka jika ternyata ustad Farid juga khawatir dengan Anin. Ia yakin saat ini ustad Farid sengaja naik kereta karena ingin menemani Anin.

Ternyata sedari tadi ustad Farid diam untuk memesan tiket kereta secara online, jadi saat kereta singgah di stasiun ia tinggal menunjukan bukti pemesanan pada petugas kereta.

Beruntung saat ia naik tidak terlalu banyak penumpangnya hingga ia bisa berpindah dari gerbong yang satu dengan gerbong yang lain.

Hingga akhrinya langkahnya terhenti tepat di gerbong empat, ia melihat seorang gadis tengah duduk bersama seorang pria dan tertidur di bangkunya.

Kebetulan sekali tempat duduk di depannya tidak ada penghuninya.

Ya Allah ceroboh sekali ternyata dia ..., batinnya saat melihat tasnya yang dibiarkan menggantung begitu saja. Terlihat seorang pria yang duduk di sampingnya hendak membuka tas gadis itu.

"Pak maaf, dia istri saya. Bisa kita tukar tempat duduk? kebetulan saya duduk di nomor 14B, gerbong ini juga!" ucap ustad Farid membuat pria itu terkejut dan segara berdiri.

"Ahhh iya, silahkan!"

Ternyata ucapan ustad Farid membangunkan gadis itu, tapi saat ingin protes ustad Farid sudah lebih dulu duduk di sampingnya dan menjadikan tas ranselnya sebagai skat.

"Ustad Parid!?" ucap Anin kemudian dengan wajah kesal bercampur terkejut.

"Tidur saja lagi!" ucap ustad Farid sambil melepas jaketnya, tapi segera ia hentikan kegiatannya dan menoleh pada gadis di sampingnya itu,

"Eh tunggu, coba ulangi sekali lagi!"

"Apanya?" Anin semakin bingung, sepertinya ia masih meras dalam mimpi.

"Namaku?"

"Ustad!"

"Iya, lanjutnya?"

"Parid!"

Astaghfirullah hal azim, serius kan tadi ...., ustad Farid masih tidak percaya.

"Dengarkan ya, nama saya Farid bukan Parid. Pakek Ef bukan Pe!"

"Ya Allah ustad, ribet banget sih!" keluh Anin tapi kemudian ia tersadar akan sesuatu juga,

"Oh iya, ini beneran ustad kan? Kenapa bisa di sini? Mas Wahid nya kemana?"

"Iya," jawab ustad Farid singkat sambil menyillangkan kedua tangannya di depan dada sambil memejamkan matanya.

"Sengaja menemani Anin ya?" tanya Anin lagi yang masih penasaran membuat ustad Farid kembali membuka matanya,

"Pengen naik kereta saja, kata orang-orang pemandangannya di daerah Malang bagus!"

"Serius nggak bohong?" Anin ternyata masih tidak percaya dengan jawaban dari ustad Farid.

"Memang wajah aku terlihat sekali kalau pembohong? Perasaan dari kemarin kamu bilang saya pembohong ya!"

"Ya kan ustad Parid orang asing bagi Anin, wajah dong kalau Anin waspada!"

"Parid lagi, Parid lagi!" keluh ustad Farid sambil menggelengkan kepalanya, "Yang kayak gitu Yadi dinamakan waspada!" gumamnya lagi pelan tapi masih bisa di dengar oleh Anin.

Memang aku kenapa? Oh iya kayaknya aku tadi dengar dia ngomong kalau aku ini ..., batin Anin sambil menatap ustad Farid tidak percaya dengan apa yang baru ia dengar.

"Kenapa menatapku seperti itu?" ternyata meskipun tidak memperhatikan, ustad Farid tahu kalau Anin tengah menatap ke arahnya.

"Tadi kayaknya Anin dengar _!" Anin menghentikan ucapannya, "Ahhh nggak deh lupakan!"

Anin pun segera memilih untuk mengalihkan pandangannya, ia memilih menatap ke luar jendela kebetulan di luar tengah hujan jadi kaca jendela yang ada di sampingnya terlihat titik-titik air hujan.

Dan ustad Farid pun memilih kembali memejamkan matanya, ia sebenarnya paling malas berdebat dengan gadis di sampingnya itu hingga ia pun memilih untuk pura-pura tidur.

Selama perjalanan akhrinya mereka hanya memilih untuk saling diam, perdebatan mereka seperti sudah selesai di awal.

Hingga hingga akhirnya kereta berhenti di stasiun Blitar,

"Ustad, ustad, ustad Parid." Anin berusaha membangunkannya.

"Hmmm," jawab ustad Farid santai tanpa berniat membuka matanya, "Farid, bukan Parid!" ucapnya lagi.

Masih aja ...., batin Anin sambil menghela nafas karena ia terus di protes karena selalu salah dalam pelafalan nama sang ustad.

"Ini sudah di stasiun Blitar, ustad Parid nggak turun?" tanya Anin mencoba mengesampingkan rasa kesalnya.

"Siapa bilang aku turun di sini!" ucap ustad Farid dengan santainya, ia memang terlihat membuka matanya tapi hanya memeriksa ponselnya.

Ya nggak ada yang bilang sih, tapi kan tujuannya di sini...., batin Anin kesal. Dan akhrinya ia pun memilih. untuk diam dari pada semakin kesal dan benar saja pria di sampingnya benar-benar tidak berniat turun hingga kereta kembali berjalan.

Masa bodo ahhh ...., Anin kesal sendiri dengan tingkah pria di sampingnya. Hingga tiba-tiba ustad Farid melayangkan pertanyaan padanya.

"Siapa yang jemput?" pertanyaan yang super singkat bagi Anin.

Kamu nanyaaaa ...., batin Anin kesal. Meskipun begitu ia hanya bisa tersenyum pada pria itu,

"Di tanya itu jawab, bukan senyum!" protes ustad Farid.

Pengen banget nyambel orang ..., batin Anin.

"Mas!"

"Oh!"

Gitu doang tanggapannya, kirain mau ngapain ...., batin Anin kesal. Ia pun memilih kembali fokus ke luar jendela. Terlihat hujan sudah mulai reda hingga ia bisa melihat hamparan persawahan yang hijau tanpa terhalang rintik-rintik hujan.

Hingga akhrinya kereta berhenti di stasiun Tulungagung, dan ternyata ustad Farid ikut turun bersama Anin.

"Ustad juga mau ke Tulungagung?" tanya Anin.

"Itu kayaknya melambai sama kamu!" ucap ustad Farid tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan Anin. Ia memang melihat seseorang tengah melambaikan tangannya dan memanggil Anin.

"Iya, itu mas ku!" ucap Anin, Anin pun segera menghampiri pria itu.

Anin pikir, ustad Farid akan ikut bersamanya tapi nyatanya pria itu malah memilih duduk di kursi tunggu tanpa berniat menatap ke arah Anin dan mas nya.

"Wong lanang mau sopo (Pria tadi siapa)?" tanya mas Anin dan Anin pun menoleh pada ustad Farid tapi ternyata bahkan pria itu tidak menatap ke arah mereka.

"Ohhh kebetulan ae mas, barengan mudune (Ohhh kebetulan saja mas, turunnya)!"

"Oh tak kiro lek calon mu (Oh saya kira calon kamu)!"

"Apaan sih mas, ya nggak lah. Sudah yuk mas, pulang!"

Anin dan mas nya akhirnya meninggalkan stasiun tapi sebelum itu ia kembali menoleh ke belakang dan ternyata ustad Farid masih dalam posisi yang sama.

Memang siapa aku, dia memang bukan siapa-siapa, kita hanya kebetulan bertemu ...., batin Anin. Tapi ada rasa kecewa dalam.lubuk hatinya yang paling dalam saat bahkan ustad Farid tidak memperhatikannya.

"Anin, ayo!" ternyata masnya sudah berada jauh di depan.

"Iyo mas, sek!" Anin pun sedikit berlari mengejar mas nya.

Bersambung

Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya ya

Follow akun Ig aku ya

Ig @tri.ani5249

...Happy Reading 🥰🥰🥰 ...

Terpopuler

Comments

Ayuk Vila Desi

Ayuk Vila Desi

🤭😂😂🤭😂

2023-10-16

0

Ayuk Vila Desi

Ayuk Vila Desi

jadi inget Zahra kan

2023-10-16

0

Ayuk Vila Desi

Ayuk Vila Desi

Alhamdulillah

2023-10-16

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!