Ustad Farid menutup sambungan telponnya dan segera mengantongi kembali ponselnya.
Sekarang mereka menatap motor yang terparkir di sana, sejak masih banyak motor dan sekarang hanya tinggal motor itu saja,
"Sekarang bagaimana?" tanya ustad Farid, ia tidak tahu harus melakukan apa dengan motor itu tentunya selain mendorongnya.
"Kamu kan laki-laki, ya kamu dong yang harusnya cari ide!?" Anin sendiri tidak mau kalah.
Ustad Farid segera menatap Anin kesal,
"Kenapa menatapku seperti itu? Jangan berpikir macam-macam ya," ucap Anin sambil menutup dadanya dengan menyillangkan kedua tangannya di depan dada, "Jangan di pikir penampilanmu yang kayak gini, kayak alom, kayak ustad gini bikin aku percaya kalau kamu orang baik-baik ya, aku tidak mudah terpedaya!"
"Ampun deh nih anak, jangan sembarang ya kalau ngomong. Ya udah kalau gitu kamu pulang sendiri saja sana, nggak usah barengan sama saya!" ustad Farid tidak kalah kesalnya, ia tidak menyangka di pertemukan dengan gadis yang cerewetnya melebihi Zahra.
"Okey, siap. Lagi pula siapa juga yang mau pulang sama orang asing!"
Ya Allah apa memang semua gadis Jawa cerewet begitu? Katanya gadis Jawa kalem, tapi ..., ustad Farid sampai menepuk keningnya.
"Ehhhh, ehhhh mau ke mana?" segera ustad Farid menahan Anin dengan menahan tali tasnya membuat langkah Anin terhenti.
"Ya mau pulang lah, maksudnya ke kontrakan teman aku!"
"Astaghfirullah hal azim, enak banget kalau ngomong," keluh ustad Farid tanpa melepaskan tas Anin.
"Apa lagi sihhhh!????" tanya Anin dengan wajah kesal.
"Trus nih motor gimana?"
"Ya kamu lah yang dorong!"
"Enak aja, ini motor temen kamu!"
"Tapi itu motor sepupu temen kamu!" Anin tetap tidak mau kalah.
"Astaghfirullah hal azim, terserahlah!"
akhirnya ustad farid hanya bisa menyerah, ia segera melepaskan jagang Doble nya dan mulai mendorongnya.
Anin sesekali tersenyum, ia berjalan lebih dulu berharap bisa menemukan kendaraan umum.
Beruntung sekali, karena saat sampai di jalan depan, sebuah angkot melintas di depannya, dengan cepat ia melambaikan tangannya hingga membuat angkot itu berhenti.
"Kamu mau ngapain?" teriak ustad Farid yang masih jauh di belakang dan Anin pun menoleh ke belakang dan menjulurkan lidahnya.
"Sial!" umpat ustad farid tapi segera ia beristigfar,
"Astaghfirullah hal azim, ya Allah beri hamba kesabaran!" ucap ustad Farid sambil mengusap dadanya, kembali mengatur nafas untuk melanjutkan mendorong motor.
"Nggak pa pa lah, di tinggal sama dia, mengurangi kadar emosiku kan. Kalau terus sama dia bisa-bisa beneran jadi darah tinggi. Belum lagi nanti kalau ketemu sama sepupunya Wahid lagi, jangan-jangan sama. Jadi aku harus menyimpan stok sabar yang lebih banyak!"
Ustad Farid memilih berlalu melewati Anin begitu saja tanpa berkomentar apapun, tapi hal itu malah membuat Anin curiga.
Anin mengerutkan keningnya bingung sambil bertanya-tanya dalam hati,
Ehhhh tunggu, kalau aku naik angkot, trus motor Ayu gimana? Gimana kalau dia penipu, trus bawa lari motor Ayu?
"Mbak, jadi naik nggak?" pertanyaan dari sopir angkot segera menyadarkannya.
"Ehhh maaf mas, nggak jadi mas!"
"Lain kali kalau marahan sama cowoknya nggak usah bawa-bawa sopir angkot, kalau gini kan jadi saya yang rugi!" gerutu sopir angkot angkot sambil kembali melajukan angkotnya meninggalkan Anin yang tercengang.
"Hahhh, apa tadi? Marahan sama pacarnya?" gumam Anin tidak percaya sambil berkacak pinggang.
"Hei pak, jangan sok tahu ya, aku sama dia bukan_!" teriak Anin yang jelas tidak mungkin di dengar oleh sopir angkot, Anin segera tersadar jika yang mendengarkan ucapannya orang yang tengah mendorong motor.
Ustad Zaki yang mendengar teriakan Anin tersenyum dan mengejek Anin dengan memiringkan jari telunjuk di keningnya.
"Hei, aku bukan orang gila ya!?" teriak Anin lagi sambil mengejar ustad Farid yang sudah lebih dulu di depan, tapi sepertinya ustad Farid tidak peduli dengan hal itu, ia memilih kembali berjalan.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
...Happy reading 🥰🥰🥰...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Maulana ya_Rohman
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2023-11-15
0
Ayuk Vila Desi
kalem seng kalem rid...
2023-10-16
0
Maulana ya_Rohman
pert3muan yang kocak😂😂😂😂
2023-08-19
0