"Kamu sudah bangun?" tanya Jayden seraya menatap gadis manis yang berada di sampingnya. Tatapan matanya tertuju pada bibir mungil Jingga yang sudah menjadi candunya selama ini.
"K-kamu kenapa ada di kamarku!" seru Jingga shock melihat Jayden.
"Kamu yakin ini kamarmu?" Jayden mengusap perlahan pipi Jingga, namun dengan cepat gadis itu menepisnya.
"Sayang, jangan membuatnya bangun lagi. Aku tahu kamu masih lelah karena semalam." ujar Jayden sengaja menggoda Jingga. Apalagi, saat ini gadis yang sudah resmi menjadi seorang wanita itu tak sadar jika sedang memamerkan bagian atas tubuhnya.
Jingga yang mengerti dengan tatapan Jayden, melihat tubuhnya sendiri yang ternyata polos tanpa sehelai benangpun. Banyak tanda kepemilikan yang jayden tinggalkan di sana.
"Oh sial!" Jingga menarik selimut untuk menutupinya. "Dasar brengsek! Apa yang sudah Kakak lakukan padaku?!
Jayden tersenyum sinis. Sungguh wanita yang berada di hadapannya ini sangat menggemaskan jika sedang marah. Dan ia sangat menyesal kenapa baru mencintainya sekarang. "Kenapa masih bertanya, tentu saja melakukan hubungan suami istri." jawab Jayden tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Kalimat yang baru saja Jayden ucapkan membuat Jingga mendelik.
Jingga melihat ke sekeliling. Dimana saat ini mereka berada di sebuah kamar dengan nuansa abu, dan berada di atas ranjang yang sama. Matanya langsung tertuju pada pakaian keduanya yang berceceran di lantai.
"Ini tidak mungkin!" lirih Jingga, ia menunduk dan memeriksa keadaannya di balik selimut. Dan memang benar bagian bawah miliknya terasa sangat sakit dan perih.
"Apa yang tidak mungkin? Kamu sudah resmi menjadi istriku sekarang. Tentu saja kita--"
Plak!
Satu tamparan keras dari Jingga membuat Jayden terdiam, lalu beralih menatap wanitanya dengan tatapan tajam. "Kamu berani menamparku, hum?!" Jayden mendekati Jingga yang sedikit mencondongkan tubuhnya ke belakang.
"Ke-kenapa aku tidak berani. Pada pria brengsek yang sudah berani meniduri kekasih adiknya sendiri." Jingga beranjak menuju ke kamar mandi, melilitkan selimut ke tubuhnya.
"Aku belum menyuruhmu untuk pergi, Jingga Alfred!" teriak Jayden yang tidak terima karena diacuhkan oleh istrinya sendiri. "Aku suamimu!"
"Aku tidak peduli!" Jingga tak menghiraukan teriakan Jayden dan terus melangkah masuk menuju ke kamar mandi.
Brakk!
"Dasar keras kepala! Sudah sejauh ini pun dia sama sekali tidak mau menerimaku." gumam Jayden yang juga ikut turun dari tempat tidur, melangkah keluar menemui Zayn.
.
"Hiks...aku kotor sekarang." Jingga menangis dibawah kucuran air shower. Dan terus mengumpat dirinya sendiri. "Kamu benar-benar bodoh karena sudah percaya padanya, Jingga! Apa yang harus aku katakan pada Ayah dan Bunda, juga Daniel..."
Sedangkan di bawah, sedang terjadi perdebatan sengit. Dimana Jayden dan Noah hampir terlibat baku hantam. Kabar hilangnya Jingga sudah sampai ke telinga keluarga Alexander, terutama Noah.
"Lepaskan aku, Zayn! Aku ingin sekali menghabisi pengecut ini!" teriak Noah, tidak terima atas apa yang Jayden sudah lakukan pada sepupunya. "Kamu ini pria atau wanita, hah?!"
"Tentu saja aku pria, bodoh! Dan aku berhasil menjadi pria sejati berkat, Jingga." Jayden duduk dengan begitu santainya seraya menyeruput teh hangat.
"Sinting! Menyesal aku sudah menganggap mu sebagai sahabat! Kamu boleh melakukan nya pada wanita manapun, asal jangan Jingga, sialan!" Noah tersulut emosi, mendengar Jayden sudah menikahi Jingga saat gadis itu dalam posisi tak sadarkan diri.
"Daddy sudah tahu kalau Jingga hilang karena ulah mu." sela Zayn.
"Sial!" Jayden mengeraskan rahangnya lalu menghubungi seseorang. "Jangan sampai Daddy menemukan tempat ini." perintah Jayden pada salah satu anak buahnya.
"Percuma saja kamu menyembunyikan Jingga. Daddy akan tetap menemukan keberadaan kita, Jay. Bersiaplah untuk menanggung segala resiko dari perbuatan yang sudah kamu lakukan!"
"Kita lihat saja nanti. Aku pastikan mereka tidak bisa merebut Jingga dariku." Jayden melirik Noah.
"Apa kamu sengaja ingin membuat kedua keluarga mengibarkan bendera perang?!" Noah tidak ingin masalah ini bertambah serius. Apalagi ia tahu kedua orang tua JIngga sangat membenci Jayden.
"Jalan satu-satunya adalah mencetak bayi, agar mereka mau merestui hubungan kami." Jayden tersenyum seraya berjalan menaiki anak tangga.
"What?" Noah dan Zayn saling tatap dan kemudian melihat punggung Jayden yang sudah menghilang dari pandangan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Khairul Azam
apa sih ini?? gak jelas
2025-02-05
0
niktut ugis
bingung dg alur ceritanya Thor
2024-02-25
0
Qaisaa Nazarudin
Whaat resmi menjadi Wanita ??😱😱😱 apa maksudnya? Jay memperkosa Jingga,, Astaga Jay benar2 Gila 🤦🏻♀️🤦🏻♀️🤦🏻♀️
2023-09-25
1