"Pelan-pelan, Kak. Aku tidak akan memintanya," ucap Daniel memberikan satu gelas air minum pada Jayden.
Ini adalah momen yang paling Daniel tunggu, susah sekali mengajak Jayden pulang ke mansion utama karena kesibukannya. Tapi saat mendengar dirinya akan segera bertunangan, pria itu benar-benar datang. Meski berkurang satu orang, Juliet.
"Kamu mau kemana, baby?" tanya mom Jean pada Daniel.
"Aku melupakan sesuatu, Mom." Daniel langsung berlari menuju ke kamar sambil memegang perutnya.
"Dasar kebiasaan," gerutu Jayden. Setelah berhasil meredakan dadanya yang terasa panas. Entah karena tersedak atau karena ucapan Daniel, duda tampan itu mendongak dan menatap wajah kedua orangtuanya bergantian.
Dad Darren dan mom Jean yang baru saja mendapatkan tatapan tajam dari putranya saling menatap sekilas lalu kembali menikmati makan malam mereka. Keduanya hanya mengumpat kebodohan mereka dalam hati.
"Kenapa baru mengatakannya sekarang?" Jayden meletakkan gelas kosongnya di atas meja. Wajahnya terlihat serius, bahkan senyuman yang ia perlihatkan sejak tadi menghilang seketika.
"Mengatakan apa?" tanya dad Darren. Pria itu berpura-pura, seakan tentang masa lalu Jayden dan juga Jingga. Karena dad Darren menganggap apa yang terjadi dulu hanyalah kisah cinta monyet dua orang anak kecil.
"Kalau calon tunangan Daniel itu Jingga!" tangan Jayden terkepal erat, rahangnya mengeras.
"Kalau kami mengatakannya, apa yang akan kamu lakukan? Dia hanya masa lalu mu, ingat itu!" tegas dad Darren. Semua yang berada di mansion itu tau seperti apa watak seorang Jayden, sesuatu yang sudah di klaim menjadi miliknya harus ia dapatkan.
Mirip sekali bukan dengan dad Darren Karena sejatinya, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Pepatah yang tepat untuk menggambarkan kedua pria itu.
"Aku tahu, Dad. Dia memang bagian dari masa laluku, tapi mulai hari ini dia adalah masa depanku!" tegas Jayden tanpa mau di bantah.
"Baby, apa yang kamu katakan? Mommy benar-benar tidak mengerti," tentu saja mom Jean tidak tahu apapun, karena saat kejadian itu ia sedang fokus mengurus Daniel yang kebetulan di rawat di rumah sakit.
"Jangan pernah berniat untuk merusak kebahagiaan adikmu, Jayden. Jika itu terjadi kamu akan berurusan dengan Daddy!" tegas dad Darren menekan ucapannya.
"Aku tidak peduli!" setelah mengatakan itu, Jayden mengakhiri makan malam yang membuatnya muak, karena harus mendengar sebuah kenyataan dimana gadis yang berhasil membuat aset kebanggan nya bangun akan bertunangan dengan adiknya sendiri. Jayden bahkan tidak mempedulikan teriakan mom Jean yang sejak tadi terus memanggil namanya.
"Kemana kakak pergi, Mom. Padahal aku ingin menanyakan sesuatu padanya mengenai..." ucapan Daniel terhenti saat melihat dad Darren juga beranjak dan pergi ke ruang kerjanya. "Mom, ada apa dengan mereka?"
Yang ditanya hanya bisa menghela nafas kasar dan memijat pelipisnya karena tiba-tiba kepalanya merasa pusing. "Antar Mom ke kamar," pinta mom Jean.
"Baiklah, Mom."
.
.
.
Hingar bingar suara musik di sebuah Club malam terasa memanjakan telinga. Bahkan tubuh serasa ikut bergerak menikmati alunannya. Terlihat seorang pria yang sedang duduk di sebuah ruangan dengan wajah ditekuk.
"Sudah lama menungguku?" tanya Noah yang kemudian ikut duduk di samping Jayden.
Berbeda dengan Zayn, pria itu tengah asik bersama dengan dua orang wanita yang sejak tadi menggodanya. "Aku ingin bersenang-senang dulu dengannya," ujar Zayn kemudian berlalu meninggalkan mereka.
"Aku pikir dia tidak doyan wanita," ejek Noah menaruh beberapa es batu ke dalam gelas dan segera menuang wishkey sebelum meminumnya. "Karena terlalu lama bersama mu, aku rasa Zayn..."
"Jadi benar kalau Jingga keponakanmu?" potong Jayden lalu duduk menyamping, menatap serius Noah. Ia berharap jika informasi yang baru saja di dapatkan itu salah. Karena jika terbukti benar, Noah tidak akan pernah mengijinkan dirinya memacari keponakannya.
"Kenapa kamu menanyakan itu tiba-tiba? Jangan bilang kalau kamu tertarik padanya," bukan tanpa alasan Noah mengatakan hal itu, saat Jingga terpuruk dialah yang menemani dan menghibur gadis itu.
"Dia adalah satu-satunya gadis yang berhasil membuatnya bangun dari tidur panjangnya," jelas Jayden membuat Noah menganga tak percaya.
Tentu saja Noah tak percaya, dulu saat gadis itu masih jelek dan gendut bahkan jauh dari kata sempurna, Jayden menolaknya. Sekarang, saat Jingga berubah total, Jayden mengatakan kalau dialah satu-satunya gadis yang berhasil membuat aset kebanggaannya bangun. Dasar sinting!
"Jauhi Jingga! Lagipula, dia akan segera bertunangan dengan Daniel."
"Kamu juga tahu mereka akan bertunangan?"
"Ya, tentu saja. Karena aku yang..." lagi-lagi ucapan Noah terpotong saat mendengar suara teriakan pengunjung. Terdengar bunyi tembakan yang membuat mereka semua berhamburan lari keluar.
"Sial!" Jayden mengambil senjatanya dan berjalan keluar di susul oleh Zayn dan juga Noah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
💞🍀ᴮᵁᴺᴰᴬRiyura🌾🏘⃝Aⁿᵘ
hubungan yg cukup rumit antara jay..daniel dan jingga
2023-03-22
2
🍊 NUuyz Leonal
sepertinya mereka saling mengenal dari awal
2023-03-09
0
ᥫᩣ 🕳️ Chusna
walh cinta masalalu
2023-03-07
1