Bab 13 Penolakan Jingga

Melihat Jayden yang terlihat begitu tampan membuat mata Anita tidak berkedip sama sekali. Bahkan pria yang ada di hadapan mereka saat ini terlihat menggoda di matanya.

"Kamu yakin dia duda?" tanya Anita berbisik lirih. Karena mereka bertiga saat ini sudah berada di cafe dan duduk saling berhadapan.

"Ya, itu yang Daniel katakan. Kenapa? Apa kamu tertarik padanya?" ketus Jingga. Entah kenapa ia merasa kesal dengan penampilan Jayden yang seakan sengaja menarik perhatian wanita.

"Aku harap kamu tidak lupa dengan ucapan mu tadi pagi." Jayden mengambil ponselnya dan menunjukkannya pada Jingga. Ia terlihat senang sekali melihat raut wajah gadis kecilnya yang terlihat gugup namun menggemaskan. "Pukul tujuh malam."

Ck!

Jingga melipat kedua tangan di bawah dada dan memalingkan wajahnya. Tentu saja Jingga ingat, sejujurnya Jingga tidak ingin datang dan lebih baik menghindar. Karena tidak mau Daniel tahu kalau diam-diam ia bertemu dengan Jayden.

Ucapan Daniel tadi pagi membuat Jingga mengerti kalau kekasihnya itu sudah mulai curiga.

"Bukankah sudah aku katakan kalau--" ucapan Jingga terhenti saat jayden merebut ponsel yang ada di genggaman tangannya. "Hi, kembalikan!" teriaknya.

"Akan kuberikan setelah kamu berjanji akan menemui ku," senyuman licik terukir dari bibir Jayden.

Sedangkan Anita hanya diam dan bengong melihat apa yang mereka berdua lakukan. "Kenapa aku merasa mereka berdua adalah pasangan kekasih yang sesungguhnya," gumam Anita dalam hati lalu memutuskan untuk pergi dari sana.

"Kamu mau kemana, Nita? Tunggu aku!" dengan cepat pergelangan tangan Jingga ditahan oleh Jayden. Membuat gadis itu terpaksa tinggal.

"Sebaiknya kamu selesaikan urusanmu dengan pria tampan ini," Anita mencolek dagu Jayden. "Dan berikan kunci mobilmu, besok aku kembalikan saat pesta pertunangan mu dan daniel di langsungkan."

"Apa? Pesta pertunangan?!" seru Jayden.

Anita mengangguk cepat.

"Apa tidak ada yang memberitahumu, Tuan? Daniel mempercepat hari pertunangan mereka karena takut kehilangan Jingga," jelas Anita membuat Jingga menepuk kuat jidatnya.

"Dasar mulut ember," gerutu Jingga. Sudah payah ia menyembunyikannya dari Jayden, Sahabatnya itu malah tidak bisa menjaga rahasia.

Belum bertunangan dengan adiknya saja Jayden sudah berani menyentuhnya, apalagi nanti. Mungkin Jayden akan berbuat nekad dari ini.

Jayden menatap punggung Anita yang mulai menjauh, lalu beralih menatap Jingga.

"Jadi kamu benar-benar ingin menikah dengan bocah itu?"

"Daniel! Namanya Daniel, dia bukan bocah!" bela Jingga. "Lagipula apa peduli mu, Kak!" Jingga mengambil ponselnya dan beranjak dari duduknya.

"Aku peduli, Jingga! Karena kamu adalah satu-satunya perempuan yang sudah berhasil membangunkannya!" Jayden menunjuk malu aset kebanggan miliknya yang sejak tadi sudah berdiri tegang.

Jingga melotot tidak percaya dengan sikap Jayden yang tidak tahu malu dan terang-terangan menunjukan benda itu padanya.

"Kamu tahu 'kan apa yang harus dilakukan agar bisa membuatnya tertidur kembali." Jayden menaik turunkan alisnya untuk menggoda Jingga. Tapi yang pria itu lakukan sama sekali tidak membuat hati Jingga luluh.

"Pergi dari hadapanku, Kak! Sama seperti dulu saat kamu mengusir dan menolak ku saat ini juga aku meminta padamu untuk mphh..." lagi-lagi Jayden mencium Jingga tanpa meminta ijin pada gadis itu. Dan ini sudah ketiga kalinya.

Jayden mellumat bibir tipis itu dengan lembut, hingga membangkitkan sesuatu yang aneh pada tubuh mereka berdua. Ingin sekali Jingga menolak, sayangnya gadis itu malah menikmatinya bahkan tubuhnya menginginkan lebih dari itu. Seolah sudah terbiasa dengan perlakuan Jayden yang tiba-tiba seperti ini.

Ciuman keduanya terlepas.

Jayden membiarkan Jingga meraup udara di sekitarnya untuk sesaat sebelum ia kembali menyesap bibir yang sudah menjadi candu baginya.

"Cukup, Kak!" Jingga mendorong dada Jayden sedikit kuat agar pria itu menjauh darinya.

"Kamu menyukainya, bukan?"

"Tidak!"

"Mulutmu berkata tidak tapi tubuhmu--'

"Berhentilah melakukan ini, Jayden!" luka hatinya bertambah saat mendengar kalau Jayden pernah menikah dengan seorang wanita. Sejak dulu Jayden memang tidak pernah melihatnya sama sekali.

Apa karena Jingga kecil yang gemuk dan banyak lemak Jayden membuangnya? Dan sekarang saat dia sudah berubah, Jayden mengejar dirinya. Menyebalkan!

"Aku mencintaimu, menikahlah denganku, Jingga. Jadilah satu-satunya wanita yang ada dalam hidupku. Untuk sekarang dan selamanya," dengan wajah datar dan dingin Jayden mengucapkan kalimat yang sejak dulu ingin Jingga dengar.

"Tapi maaf tuan Jayden Alfred! Aku sudah tidak tertarik lagi padamu," tegas Jingga membuat rahang Jayden mengeras.

Untuk pertama kalinya Jayden menyatakan cinta pada seorang gadis dan di tolak. Bahkan pada mantan istrinya sekalipun, Jayden lah yang berkali-kali mendengar kalimat menggelikan tersebut.

Saat Jayden tersadar, Jingga sudah berhasil kabur dari sana dan meninggalkannya sendirian. "Shiit!"

...----------------...

Terpopuler

Comments

🍊 NUuyz Leonal

🍊 NUuyz Leonal

gantian lah Jay 😁🤭
kamu terlalu sering di kasih penyataan cinta
sekarang giliran kamu yang menyatakan cinta

2023-03-10

3

🍊 NUuyz Leonal

🍊 NUuyz Leonal

aset mu coba di simpan tempat aman Jay 🤣🤣🤣

2023-03-10

1

ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •

ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •

sabar ya jay, perjuanganmu baru akan dimulai

2023-02-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!