Bab 8 Ciuman Pertama

"Dasar tidak waras! Seenaknya saja menyatakan cinta hanya karena beberapa kali bertemu. Dan lagi, bukankah dia tahu kalau aku ini calon tunangan adiknya," gerutu Jingga yang tak habis pikir dengan pemikiran Jayden.

Setelah selesai membersihkan diri, Jingga berjalan keluar dan bermaksud untuk beristirahat. Matanya terasa lelah, ditambah lagi besok ada tugas yang menantinya.

"Lho kemana pria aneh itu pergi," gumamnya sambil celingak celinguk mencari keberadaan Jayden. "Baguslah, ternyata dia cukup tahu diri untuk segera pergi dan--" Jingga segera memalingkan wajahnya saat melihat Jayden berdiri membelakanginya dan hanya mengenakan boxer pendek berwarna hitam.

"Hei, apa yang kamu lakukan?! Pakai celana mu dengan benar!"

Jayden menoleh ke asal suara lalu meletakkan ponselnya. Ia baru saja mengambil sebuah foto dan berniat menunjukkannya pada dokter Wiliam besok pagi.

"Pakaikan untukku," ucap Jayden.

"Tidak mau!"

Jingga yang hanya mengenakan handuk mandi segera berlari keluar dari kamar nya. "Dasar pria gila! Mataku suci ku hampir saja ternoda," Jingga mengusap dadanya, beruntung karena saat Jayden ingin mendekat ke arahnya ia berhasil kabur dari sana. Kalau tidak entah apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Lebih baik aku tidur di kamar ini. Untung saja masih ada beberapa pakaian lama ku di dalam lemari." Jingga mengikat rambutnya kemudian mengambil satu set baju tidur dan memakainya meski terlihat kekecilan dan pas dengan ukuran tubuhnya.

"Oh God! Sempit sekali!" tentu saja sempit, baju tidur pendek miliknya terlihat ketat hanya di bagian dada saja. Kedua benda kenyalnya seakan tumbuh begitu cepat. "Padahal dulu tidak sebesar ini," Jingga terkekeh pelan menertawakan dirinya sendiri yang terlihat seperti orang bodoh.

Hingga terdengar suara ketukan pintu, seketika membuat senyuman Jingga luntur seketika.

"Apa lagi yang kamu butuhkan?" tanya Jingga mengintip sedikit di balik pintu. Jingga tidak mau Jayden melihat tubuh seksi yang selama ini dia sembunyikan.

"Ponselmu, sejak tadi terus berdering. Membuatku tidak bisa tidur," jawab Jayden menyodorkan ponselnya pada Jingga.

"Terima kasih."

"Tunggu!"

Jayden menahan pintu kamar Jingga agar tidak segera di tutup. Ada sesuatu yang ingin pria itu tanyakan padanya.

"Aku ingin bicara," suara serak khas seorang pria terdengar menggema. Membuat bulu kuduk Jingga merinding.

"Besok pagi saja aku--" kalimat Jingga terpotong saat Jayden memaksa masuk dan mendorong pintu kamarnya.

"Hanya sebentar tidak lama," Jayden menelan saliva nya berkali-kali saat melihat penampilan Jingga yang begitu berbeda.

Kulit putih mulus dengan balutan baju tidur yang berwarna senada membuat kecantikan Jingga semakin terpancar. Ditambah lagi dada dengan ukuran 36b yang begitu menggoda.

"Oh shiit! Lagi-lagi gadis ini berhasil membuat juniornya bangun," gumam Jayden dalam hati.

Jingga yang mengerti arti tatapan Jayden mengambil bantal untuk menutupi dadanya. "Lima menit!" ucap Jingga.

"Dengar, aku serius. Jadilah wanitaku!"

"Empat menit!"

Jayden berdecak kesal, semua kalimat yang ia ucapkan di batasi oleh Jingga. "Putuskan Daniel, menikahlah denganku!"

"Dua menit!"

"Kamu yang sudah berhasil membuat milikku bangun dari tidur panjangnya."

"Waktumu habis, Tuan. Silahkan keluar karena aku sangat mengantuk." Jingga mendorong pundak Jayden, supaya pria itu segera pergi.

"Jingga, dengarkan aku--"

"Aku mencintai Daniel, jadi tolong berhentilah untuk mphh..." sebuah ciuman kasar bahkan tanpa ada kelembutan mendarat di bibir Jingga. Gadis itu memberontak, memukul dada Jayden berulang kali.

Bukannya di lepaskan, Jayden semakin memperdalam ciuman mereka. Semakin agresif dan mulai menuntut. Membuat Jingga terpaksa menggigit bibir Jayden hingga ciuman keduanya terlepas.

Plak!

"Pergi dari apartemenku sekarang juga!" emosi Jingga tidak bisa lagi di bendung. Niat baiknya di salah artikan oleh Jayden.

Dan yang paling gadis itu sesali, Jayden lah satu-satunya pria yang sudah berhasil mengambil ciuman pertamanya.

Jayden mengusap pipi nya yang terasa panas akibat ulah Jingga. Ia tersenyum puas karena sudah berhasil mendapatkan keperawanan bibir Jingga. "Ciuman mu sangat payah," ejeknya sambil mengusap bibirnya yang berdarah.

"Keluar! Atau aku akan menghubungi Daniel dan mengatakan betapa brengsekk nya dirimu!" ancam Jingga seraya menunjuk wajah Jayden.

"Baiklah aku pergi," Jayden memakai kacamata yang entah ia dapat dari mana. "Tapi setelah ini, ku pastikan kamu akan menjadi milikku seutuhnya," Jayden pergi tanpa peduli kalau saat ini ia hanya mengenakan celana dan bertelanjang dada.

"Argh!" Jingga mengacak-acak rambutnya frustasi. Ia berjalan ke arah cermin dan menyentuh bibirnya yang terlihat bengkak karen ulah Jayden. Tanpa sadar air matanya jatuh menetes di pipi. "Maafkan aku, Niel..."

...----------------...

Ayang Jayden🤣.

Terpopuler

Comments

Dyah Oktina

Dyah Oktina

kamu emang nakal ya jay.. itukan calon nya adikmu daniel

2025-03-20

0

Nenk Jelita

Nenk Jelita

wowww.,.
roti sobexxxxx🤭🤭🤭😂

2023-10-25

0

Asngadah Baruharjo

Asngadah Baruharjo

ayang beb Jayden 😀😀😀

2023-09-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!