Bab 12 Preman Pasar

"Jingga!" teriak Anita yang baru saja masuk dan menghampiri dirinya.

Jingga memutar bola mata malas lalu meninggalkan sahabatnya begitu saja tanpa mempedulikan teriakannya. Sejak kejadian malam dimana dirinya bertemu dengan Jayden di club malam, Anita belum menghubunginya sama sekali sampai sekarang.

"Maafkan aku, please." Anita memohon dengan kedua tangan menarik telinganya. "Jangan marah, malam itu aku--"

"Kekasihmu mengajakmu pergi menghabiskan malam bersama, lalu dengan teganya kamu meninggalkan ku begitu saja."

Jingga merasa sangat kesal. Akibat taruhan yang dibuat oleh Anita, dirinya mau tidak mau harus menari di atas panggung. Memperlihatkan kemolekan tubuhnya di hadapan para pria hidung belang.

Dan saat itu juga, Anita menghilang bersama kekasihnya tanpa menunggunya. membiarkannya seperti orang bodoh di sana.

Tentu saja Jingga melakukan itu karena terpaksa, Anita merengek dan memohon sambil menangis. Karena seharusnya dirinyalah yang melakukan itu, bukan Jingga.

"Sahabat macam apa kamu?" gerutu Jingga seraya membuka pintu mobilnya. Ia berniat pulang ke mansion utama untuk menemui kedua orangtuanya dan memberi kabar kalau pertunangannya dengan Daniel akan dilakukan besok malam.

"Oke aku mengaku salah, tapi kamu tidak boleh menyalahkan aku sepenuhnya. Tomi juga ikut andil. Dia yang mengajak kita ke sana bukan?" Anita mencoba membela diri. "Tomi menyukaimu sejak dulu."

Jingga menutup pintu mobilnya dan membiarkan Anita tetap berada di luar.

"Aku tidak peduli, semua salahmu. Kamu yang mengenalkan aku pada Tomi. Padahal kamu tahu kalau aku sudah memiliki kekasih."

Anita merasa sangat bersalah, ia tidak mau Jingga pergi begitu saja sebelum memaafkan dirinya.

"Jadi apa yang harus kulakukan supaya kamu mau memaafkan aku," ujar Anita.

"Tidak ada."

"What? Jauh-jauh aku datang kemari demi meminta maaf tapi kamu malah mengabaikan ku. Ayolah Jingga, kita sudah bersahabat sejak lama." Anita terus merengek seperti bocah dan menarik lengan bajunya di balik kaca mobil yang sedikit terbuka.

"Lepaskan, Nit! Aku sedang terburu-buru."

"Kumohon..." pinta Anita dengan mata berkaca-kaca.

Jingga menghela nafas panjang. Ia tidak tega melihat Anita yang seperti ini padanya.

"Masuklah, aku akan pergi ke mansion utama." ucap Jingga mulai mengendarai mobilnya keluar dari kawasan rumah sakit.

"Serius? Makan enak dong hari ini." ucap Anita dengan senyuman lebar lalu duduk di samping Jingga.

Jingga tidak merespon ucapan Anita dan menatap lurus ke depan. Selama berada di dalam perjalanan pikirannya tertuju pada Jayden dan juga Daniel.

"Bisakah kamu memberiku saran, Anita." celetuk Jingga. Saat ini ia butuh seseorang yang mau memberinya nasehat. Apalagi memutuskan untuk segera menikah bukanlah hal yang main-main.

"Katakan saja," jawan Anita sambil mengunyah santai permen karet yang ada di dalam mulutnya.

"Bagaimana jika orang yang pernah menyakiti hatimu dan orang ingin kamu lupakan datang ke kembali dalam hidupmu? Bahkan selalu menganggu pikiranmu. Dia juga pria pertama yang sudah mengambil ciuman pertamaku..."

Uhuk!

Permen yang Anita kunyah tersangkut di tenggorokan, gadis itu tersedak. Matanya memerah dan sedikit mengeluarkan air.

"Pelan-pelan, Anita! Kamu ini kenapa sembrono begini sih." Jingga mendekat dan mengusap punggung sahabatnya.

"Aku baik-baik saja. Dan tidak akan mati hanya karena permen karet. Aku sedikit shock dengan cerita gila mu baru saja."

Berbeda dengan Jingga, ia segera menepikan mobilnya dan duduk menghadap Anita, menatap serius sahabatnya.

"Kenapa diam saja, bukankah kamu ahli soal urusan cinta?" tanya Jingga. Tentu saja gadis itu terlihat polos karena selama hidup, ia baru berpacaran sekali dan itupun dengan Daniel yang sekarang akan segera menjadi suaminya.

"Pilihan sulit, tapi aku yakin pria itu hadir dalam hidupmu pasti karena sebuah alasan."

"Alasan? Maksudmu?"

"Takdir. Apa kamu percaya dengan hal itu?"

Jingga tersenyum kecut. Mana ada takdir yang mempertemukan dirinya dengan pria yang pernah membuatnya hatinya terluka. Jika memang ada, mungkin takdir ingin agar Jingga melupakan semua yang berhubungan dengan Jayden.

"Siapa pria brengsk yang sudah berhasil mengambil keperawanan bibirmu, katakan!"

"D-dia..."

Suara ketukan kaca mobil membuat keduanya menoleh.

"Jayden!" lirih Jingga memejamkan matanya sekilas melihat pria tampan tersebut duduk di sisi mobilnya.

Memakai kemeja abu dengan corak hitam, ditambah lagi celana jeans putih yang sobek di bagian lututnya. Memperlihatkan hampir sebagian otot perutnya.

"Dasar preman pasar! Tukang pamer!" umpat Jingga.

"Dimana Jayden? Pria yang sudah membuat mu menangis itu tidak mungkin ada di sini 'kan?" Anita yang mengerti kemana arah tangan Jingga menunjuk, langsung menganga tak percaya. "Jadi pria tampan dan keren yang ada di luar itu, Jayden?"

Jingga mengangguk lemas. Baru saja ingin kabur darinya, tiba-tiba pria itu muncul seperti jalangkung.

...----------------...

Terpopuler

Comments

🍊 NUuyz Leonal

🍊 NUuyz Leonal

visual nya sungguh menggoda iman😍😍😍😍

2023-03-10

1

🍊 NUuyz Leonal

🍊 NUuyz Leonal

kata kata uhukk sepertinya khas sekali 🤭🤭🤭🤭

2023-03-10

0

ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •

ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •

uhukkk lemes liat pesona jayden😳

2023-02-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!