Bab 3 Lima Tahun Yang Lalu

Lima tahun yang lalu...

Tepat pukul tujuh lewat sepuluh menit, Jayden mengucap janji suci pernikahan dengan seorang model terkenal asal London, Bianca Arabella.

Pertemuan mereka yang tidak di sengaja membuat keduanya saling jatuh cinta tanpa sebuah alasan.

Hingga saat malam pertama mereka tiba, Bianca tercengang mendengar pengakuan Jayden. Dunia nya seakan runtuh saat itu juga. "Apa kamu bilang? Impoten?" Bianca menganga tak percaya, lalu mengatupkan bibirnya.

"Ayolah sayang, katakan kalau kamu sedang bercanda," wanita itu melepas semua yang menempel pada tubuhnya lalu naik ke pangkuan Jayden.

"Aku sedang tidak bercanda, Bianca. Itulah kekurangan terbesarku." Jayden mendorong pundak Bianca, meminta agar istrinya itu menjauh. Karena akan percuma saja, yang ia lakukan tidak akan pernah bereaksi apapun pada aset kebanggan nya.

Bianca mundur ke belakang, kembali memakai gaun yang tercecer di lantai dengan kesal. Malam pertama yang seharusnya ia habiskan dengan panas di atas ranjang, malah di tampar dengan kenyataan yang begitu pahit.

"Kenapa kamu tidak mengatakannya sejak awal?" Bianca memakai anting di kedua telinganya, tak lupa ia memoles bibirnya dengan lipstick berwarna merah menyala. Kecantikannya sungguh membuat para kaum pria meleleh, begitu juga Jayden.

Jayden menghela nafas panjang. Ia melangkah mendekati Bianca dan memeluk wanitanya dari belakang. "Aku selalu mencoba untuk mengatakannya padamu, tapi kamu tidak pernah memberiku kesempatan itu," pria itu begitu menyesal karena malam pertamanya menjadi berantakan.

"Oke baiklah," Bianca mengurai pelukan Jayden lalu meraih ponsel yang berada di atas meja rias. Karena sejak tadi benda pipih itu terus berdering, membuatnya terganggu.

"Jadi kamu tidak marah padaku?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja aku tidak marah. Kita bukan anak kecil yang sedang bertengkar karena sebuah permen. Kamu dan aku sudah sama-sama dewasa. Penyakitmu itu pasti ada obatnya, sayang," Setelah membuka pesan yang dikirim oleh seseorang, raut wajah Bianca yang tadinya masam berubah merona.

"Aku sangat mencintaimu. Kamu memang berbeda dari semua wanita yang aku kenal, Bian," Jayden memeluk Bianca dengan erat. Cukup lama, sampai ponsel Bianca kembali berdering.

Jika sedang bersama, Bianca selalu menonaktifkan ponselnya. Namun, hari ini Jayden merasa ada yang aneh. Bahkan Bianca sama sekali tidak membalas ucapan cintanya.

"Malam ini aku ada pemotretan mendadak, jadi bolehkan aku pergi?"

"Di malam pertama kita?"

Bianca mengangguk. Tangannya mengusap lembut leher Jayden lalu turun ke dada dan bermain-main di sana. "Aku akan kembali sebelum pukul lima pagi," bisiknya lirih.

Mau tidak mau, Jayden menuruti semua permintaan Bianca. Pria itu sudah berjanji, saat mereka menikah tidak akan melarang apa yang Bianca ingin lakukan. Meski Jayden sangat membenci pekerjaannya sebagai model majalah dewasa.

"Aku akan mengantarmu," ucap Jayden mengambil kunci mobil yang berada di atas meja.

"Tidak! Em...maksudku, asisten pribadiku sudah dalam perjalanan menuju kemari. Aku tidak mungkin mengabaikannya, sayang." Bianca mencium bibir Jayden dan mellumatnya sekilas. "Percayalah, aku hanya milikmu."

"Pergilah," Jayden melepaskan Bianca yang langsung melangkahkan kaki jenjangnya keluar dari sana. Seringai tipis dan terlihat mengerikan terukir dari bibir pria itu. "Ikuti kemana wanitaku pergi," perintahnya pada Zayn.

.

"Ah...percepat sayang. Ini sangat nikmat," suara lembut menggoda seorang wanita memecah keheningan malam, memenuhi setiap sudut kamar hotel dimana saat ini mereka berada.

"Kamu menyukainya, hum?" pria yang diketahui bernama Mike itu kembali memberikan kepuasan yang tak terbayangkan oleh Bianca sebelumnya. Kenikmatan yang tidak pernah ia dapatkan dari pria manapun.

Bianca bahkan tidak di berikan kesempatan untuk menjawab ucapan Mike. Karena saat ini, jari tangan kanan Mike sudah memenuhi rongga mulutnya.

"Lalu kenapa kamu memilih menikah dengan pria impoten itu. Bukankah aku yang selalu memberimu kepuasan di atas ranjang?" Mike memukul kuat bagian belakang Bianca dan meremas kedua benda kenyal yang sejak tadi bergerak ke sana kemari. "Jawab sayang, kenapa kamu diam saja!"

"Karena aku hanya memperalatnya saja demi karir modelling ku. Dia adalah aset terbesar yang aku miliki, Mike." jawab Bianca sedikit terbata, memang benar awalnya ia begitu mencintai Jayden. Namun, seiring berjalannya waktu perasaanya itu semakin menghilang. Apalagi saat Jayden menolah untuk menyentuhnya.

Prok...Prok...Prok...

Suara tepuk tangan dan langkah kaki yang semakin mendekat, membuat mereka berdua menoleh dan menghentikan kegiatan panasnya. Dengan cepat Bianca menendang Mike, hingga membuat pria itu jatuh terjengkang ke lantai.

"Sa-sayang, k-kamu kenapa bisa ada di sini," Bianca menarik selimut dan menutupi tubuh polosnya. "Dia yang menggodaku agar mau tidur dengannya," bohongnya. Padahal selama ini, Bianca lah yang selalu menggoda Mike dan mengajaknya menghabiskan malam panas bersama.

"Kenapa harus kamu, Bian. Kenapa?!" teriakan Jayden menggema, membuat wanita itu tersentak kaget. "Mulai malam ini kamu bukan lagi istriku!"

"Tidak, Jayden. Maafkan aku," Bianca berlari lalu berlutut di kaki Jayden. "Aku mencintaimu, sayang."

Dor!

.

.

.

"Bangun, Jayden!" teriak Zayn mencoba membangunkan Jayden yang duduk sambil tertidur tadi terus mengigau memanggil nama Bianca.

"Sial!" Jayden mengusap wajahnya frustasi. Ingatan masa lalu yang ingin dia lupakan selalu hadir saat matanya terpejam. "Cari informasi tentan gadis berkacamata yang menabrak ku tadi."

"What? Kamu baru saja bermimpi tentang Bianca, tapi kenapa malah menyuruhku mencari wanita lain. Aneh sekali," Zayn kembali duduk dan menyilang kan salah satu kakinya. Matanya tertuju pada sesosok pria yang berjalan ke arah mereka bersama seorang gadis. "Bukankah itu Daniel, adikmu? Sepertinya dia baru saja menyelesaikan tugasnya."

Jayden menoleh ke kanan, dimana Daniel sedang asik mengobrol dengan seorang gadis yang sedang ia cari. "Akhirnya kamu datang juga gadis ceroboh," gumamnya. Entah kenapa saat melihat Jingga ada getaran aneh yang menyelimuti hati Jayden.

Terpopuler

Comments

Mariana Frutty

Mariana Frutty

2024-06-14

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Apa Jay membunuh Bianca ya?

2023-09-25

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Kenapa dia harus marah?Karena kamu bukan orang pertama Jay buat dia.. Disini juga salah kamu udah tau imponten kenapa gak nolak utk menikah,Mana ada cewek kayak bini kamu mau dgn suami yg gak bisa muasin hasratnya…🙄

2023-09-25

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!