Bab 5 Namanya Jingga

"Niel, kita mau kemana?" tanya Jingga sedikit bingung. Pasalnya, jalanan yang mereka lewati saat ini bukan arah menuju ke apartemennya melainkan ke pusat kota. "Kamu tidak berniat membawa ku menemui orang tuamu sekarang, bukan?" gadis itu tiba-tiba merasa gugup dan berkeringat. Jujur saja, sebenarnya Jingga belum siap bertemu dengan kedua orang tua Daniel.

"Kamu akan segera tahu saat kita sampai nanti," Daniel meraih tangan Jingga, menggenggamnya erat lalu memberikan kecupan berkali-kali. "Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat."

Jingga mengernyitkan alisnya bingung. Tidak biasanya Daniel mengajaknya tanpa memberitahu kemana mereka akan pergi. "Atau jangan-jangan kamu berniat membawaku ke hotel dan memintaku menyerahkan keperawanan ku," reflek Jingga menyilangkan kedua tangannya di depan dada, menutupi kedua aset yang sejak tadi sedikit terekspos.

Tuk!

"Aduh, sakit!" Jingga mengusap keningnya sambil cemberut kesal.

"Sebenarnya pikiran mesum apa yang ada di dalam otak kecilmu itu, hum?" Daniel terkekeh pelan. Ia memang sangat mencintai Jingga, tapi tidak pernah terpikir sedikitpun untuk merusak gadisnya. Ya, meski saat berada di dekatnya seperti ini hasrat liarnya muncul. Jangan lupakan kalau Daniel juga pria normal.

"Ck! Siapa tahu ada setan lewat lalu kamu khilaf," kata Jingga dengan wajah polosnya. Sungguh sangat menggemaskan di mata Daniel.

Belum sempat Daniel menjawab kalimat Jingga, mobil Lamborghini Gallardo miliknya sudah memasuki kawasan pusat perbelanjaan terkenal yang berada di Jakarta.

"Mall? Kamu mengajakku ke mall?" tanya Jingga sedikit kesal. "Kamu tahu 'kan. kalau aku tidak suka pergi ke tempat ramai seperti ini. Kenapa masih saja mengajakku datang kemari?"

Daniel tak bergeming. Pria itu memilih diam dan fokus memarkirkan kendaraannya. Setelah itu mendapat tempat parkir yang luas dan pas, ia mematikan mesin mobilnya dan duduk menyamping menatap Jingga.

"Bagaimana, apa hotelnya terlihat bagus? Maaf uangku tidak cukup untuk memesan hotel mewah, tempat untuk kita berbulan madu, sayang," ejek Daniel lalu menarik Jingga ke dalam pelukannya.

Awalnya Jingga ingin memberontak. Namun dia urungkan saat mendengar ucapan Daniel. "Aku tidak akan pernah menyentuhmu, jika kamu tidak menginginkannya. Ingat itu."

Perlakuan Daniel yang lembut dan hangat seperti inilah yang membuat Jingga luluh. Bahkan emosi yang baru saja meledak-ledak entah sudah hilang kemana.

"Dasar menyebalkan," Jingga mencubit dada Daniel sedikit kuat, membuat pria itu meringis menahan sakit. "Maaf karena sudah berpikir yang buruk tentangmu." gadis di luar sana juga pasti memiliki pikiran sama seperti Jingga. Bukan sok jual mahal, ia hanya waspada saja.

Karena bagi Jingga, mahkotanya hanya akan di serahkan pada calon suaminya kelak.

Daniel mengurai pelukannya. "Jangan mengikat rambutmu lagi saat sedang bersama denganku," ucapnya seraya melepas kancing kemejanya satu persatu.

"Niel, apa yang kamu mau lakukan?!"

Astaga, lagi-lagi Jingga berpikir kotor. Padahal ini bukan pertama kalinya gadis itu melihat kekasihnya bertelanjang dada dan memperlihatkan aset indah tubuhnya.

"Mikir apa sih?"

"Hah?" Jingga merasa sedikit malu, karena saat ini Daniel memakaikan kemeja yang baru saja ia lepaskan ke tubuhnya. Menutupi kedua benda kenyal miliknya yang sedikit terekspos. "Thanks..."

.

.

.

"Mom, Dad! Kalian ada dimana?" teriak Jayden dengan suara beratnya. Membuat seisi mansion langsung menunduk ketakutan dan tak berani menatap wajahnya.

Julukan pria sombong, arogan dan kejam sudah melekat pada diri Jayden sejak lama. Jadi, jangan heran jika kedua orangtuanya berniat menjodohkan dirinya dengan beberapa wanita agar bisa meluluhkan sikap jeleknya itu.

Karena itulah, tidak ada satu pun wanita yang mau dekat dengannya. Tapi sebenarnya bukan karena itu, Darren dan Jean tidak tahu saja kalau putra kesayangannya itu menderita kelainan, alias impoten.

"Baby, berhentilah berteriak karena ini bukan hutan!" pekik Jean berjalan mendekat ke arah Jayden dan menarik kuat telinganya.

"Stop, Mom! Jangan lakukan lagi, sakit!" Darren mengusap telinganya yang terasa panas dan seakan ingin lepas dari tempatnya. "Lalu, mulai sekarang berhentilah memanggilku, baby! Aku bukan anak kecil lagi."

"Rasakan itu, dasar anak nakal! Apa kamu baru akan datang kemari jika mendengar Mommy mu ini mati, hah?!" mom Jean memasang wajah sedih dengan kedua mata berkaca-kaca menahan tangis.

"Maafkan aku, Mom," Jayden menarik tubuh mom Jean kedalam pelukannya. "Aku sibuk, jadi mengertilah."

Dor!

"Shiit!" umpat Jayden dalam hati.

"Lepaskan istriku!" dad Darren menarik tangan mom Jean lalu melirik sinis ke arah Jayden. "Cari istri dan peluk dia sepuasnya!"

"Oh, God!" inilah yang paling Jayden tidak sukai saat datang berkunjung ke mansion utama. Niatnya untuk melepas rindu pada mommy nya, malah mendapat tatapan tajam dari daddy nya. "Dasar posesif! Bucin akut!" gumamnya dalam hati.

"Duduklah, baby. Mommy sudah memasak masakan kesukaanmu."

"Mom..." mohon Jayden agar wanita itu berhenti memanggilnya baby.

"Mommy akan berhenti memanggilmu baby kalau kamu sudah menikah lagi!" ancaman mom Jean berhasil membuat nyali Jayden menciut. Apalagi jika sudah membahas tentang pernikahan, ia lebih memilih diam dan mengiyakan.

"Yes, akhirnya sebentar lagi Mommy akan berhenti memanggilku dengan sebutan menyebalkan itu," celetuk Daniel yang tiba-tiba datang dan memeluk erat mom Jean. "Karena aku akan segera bertunangan dan menikahi gadisku."

Ehem!

Lirikan maut dan deheman dad Darren membuat Daniel seketika menjauh dan duduk di samping Jayden. Pria tua yang masih terlihat gagah dan tampan itu selalu saja cemburu buta pada kedua putranya sendiri.

"Siapa gadis beruntung yang berhasil mendapatkan hatimu, hum?" tanya Jayden seraya menikmati sup hangat yang ada di depannya.

"Namanya gadis itu, Jingga." jawab Daniel dengan senyuman lebar yang menghiasi kedua sudut bibirnya.

"Uhukk..." Jayden tersedak sup yang baru saja masuk ke dalam mulutnya mendengar Daniel menyebut nama Jingga.

...----------------...

🤣 Sabar ya Jay...

Terpopuler

Comments

💞🍀ᴮᵁᴺᴰᴬRiyura🌾🏘⃝Aⁿᵘ

💞🍀ᴮᵁᴺᴰᴬRiyura🌾🏘⃝Aⁿᵘ

nah...gimana tu jay...apa kamu mau merebut wanita yg dicintai adikmu...
apa kamu akan tega jay

2023-03-22

3

🏘⃝Aⁿᵘ𝐀⃝🥀му𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜ˢ⍣⃟ₛ

🏘⃝Aⁿᵘ𝐀⃝🥀му𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜ˢ⍣⃟ₛ

ampun dah si bapak masa iya cemburu sama anak sendiri 🤣🤣🤦

2023-03-11

1

🍊 NUuyz Leonal

🍊 NUuyz Leonal

wkwkwkwk 🤣🤣🤭🤭
hayoo loh Jay 🤣🤣🤭
keselek kan
rivalmu adikmu

2023-03-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!