Bab 2 Bertanggung Jawab

"Jadi bagaimana, dia normal 'kan?" tanya Jayden pada dokter yang selama ini menangani permasalahan yang ada pada dirinya. Sejak kejadian semalam, dimana aset kebanggaannya bangun, Jayden tidak bisa tidur dengan tenang dan penasaran.

Pagi sekali pria itu mengunjungi dokter Wiliam untuk memastikannya.

"Katakan, kenapa kamu diam saja!" bentak Jayden, membuat dokter Wiliam hanya bisa menggeleng dan menghela nafas. Seperti biasa, itu adalah jawaban yang sama, yang ia berikan selama lima tahun terakhir ini.

"Oh sial!" umpat Jayden. Ia membenarkan resleting celananya dan duduk di hadapan dokter Wiliam.

Tangannya gatal dan ingin sekali menghabisi pria botak yang berada di depannya saat ini. Mengingat dia adalah dokter ahli andrologi terbaik, Jayden mengurungkan niatnya.

"Dia masih belum menunjukan pergerakan sama sekali, Tuan. Lalu bagaimana bisa anda mengatakan hal itu?" dokter Wiliam malah memberikan pertanyaan pada Jayden, membuat putra pertama Darren Alfred itu semakin kesal.

"Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan nya. Jika ada, resep yang selama ini saya berikan sudah pasti memberikan efek pada aset anda," imbuhnya.

"Jadi kamu tidak percaya padaku? Kamu pikir aku berbohong, begitu? Dia benar-benar berdiri tadi malam meski belum sempurna!" Jayden mengusap wajahnya frustasi. "Seharusnya semalam aku memotret dan melemparkannya ke wajah menyebalkan mu itu."

Jayden berdiri dari tempat duduknya dan melangkahkan kaki menuju pintu keluar. Lebih baik pergi dari sana sebelum emosinya semakin tak terkontrol. Konsultasi yang selama ini pria itu lakukan tidak pernah membuahkan hasil apapun.

Bagi Jayden, satu detik waktu yang berlalu adalah uang. Jadi jangan salah kalau dia begitu arogan dan sombong karena sejak kecil ia di didik untuk memanfaatkan waktu.

"Maafkan saya, Tuan," dokter William menundukkan kepala. Tidak ada yang berani mendongak dan menatap wajah Jayden jika pria itu sedang dalam mode marah.

"Ini terakhir kalinya aku datang menemui mu. Jika ucapan ku terbukti benar, awas saja kamu! Habis sisa rambutmu aku gunduli!" ancam Jayden dengan seringai tipis di sudut bibirnya.

Dokter William reflek menyentuh kepala bagian belakangnya dan mengusapnya perlahan. Ia menelan saliva nya dengan susah payah, karena semua kalimat yang keluar dari bibirnya tidak pernah main-main.

Ada beberapa dokter spesialis yang Jayden habisi karena salah bicara, beruntung dokter Wiliam adalah dokter kepercayaan daddy nya. Kalau bukan, dipastikan nasibnya akan berakhir tragis.

"Begini susahnya mencari uang, semua yang aku katakan selalu salah di mata nya," dokter William membereskan peralatannya dan pergi untuk memeriksa pasien yang berada di rumah sakit lain.

"Bagaimana, semuanya baik-baik saja, bukan?" tanya Zayn yang sejak tadi menunggu Jayden di lobby. Ia bisa melihat raut wajah sahabatnya dan bisa ia tebak, kalau saat ini Jayden sedang kecewa.

"Ah, pasti jawaban si botak itu sama. Tidak ada pergerakan sama sekali," ucap Jayden dan Zayn bersamaan, lalu keduanya kembali berekspresi datar.

"Lupakan tentang ini. Malam ini kita tidak boleh datang terlambat. Kalau tidak bersiaplah untuk menerima perjodohan dengan Anna," Zayn merogoh ponselnya. Menunjukan sebuah foto seorang gadis seksi dan juga memiliki wajah di atas rata-rata. "Bagaimana menurutmu?"

"Biasa saja, aku sama sekali tidak tertarik," Jayden memakai kacamata hitamnya dan memasukkan satu tangannya ke dalam saku celana. Terlihat begitu gagah dan keren, apalagi saat ini ia memakai kemeja santai berwarna putih dengan dua kancing bagian atas yang terbuka.

"Terserahlah," Zayn masuk terlebih dahulu ke dalam mobil, meninggalkan Jayden yang sibuk dengan ponselnya sejak tadi.

Brugh!

Tanpa sengaja seorang gadis menabraknya, membuat ponsel yang berada di tangannya terjatuh ke lantai. "Maaf. Aku sedang terburu-buru jadi tidak sengaja menjatuhkannya," gadis itu membungkuk, mengambil ponsel milik Jayden lalu mengulurkan padanya.

"Maaf kamu bilang? Lihat karena ulah gadis ceroboh sepertimu, ponsel mahal ku hancur!" teriakan Jayden membuat semua yang berada di sana menoleh ke arahnya. "Apa yang kalian lihat, hah!" seketika mereka kembali ke aktifitas masing-masing dan menganggap tidak sedang melihat apapun.

Jingga mengepalkan tangannya erat. Jika bukan karena ada pasien yang harus di tangani, mungkin saja ia akan meladeni Jayden. Bila perlu menghajarnya saat ini juga karena sudah berani mengatainya ceroboh.

"Maaf, aku tidak punya waktu untuk berdebat denganmu. Permisi."

"Kamu pikir bisa semudah itu lepas dariku, gadis bar-bar," Jayden melepas kacamatanya dan menarik pergelangan tangan Jingga.

"Lepaskan aku, Tuan. Ada pasien yang membutuhkan bantuan ku saat ini," kata Jingga mencoba melepaskan genggaman tangan Jayden.

"Aku tidak peduli, karena ulah mu aku kehilangan dua ratus milyar. Jadi, kamu harus bertanggung jawab," Kali ini Jayden tidak akan membiarkan Jingga lolos dari genggamannya begitu saja. Terlebih lagi Jayden menyadari siapa gadis yang berada di hadapannya saat ini.

"Nyawa pasien ku lebih penting dari pada uang anda, Tuan." Jingga menghela nafas panjang menatap Jayden yang sepertinya tidak ada niatan untuk membiarkannya pergi. "Oke baiklah, aku akan bertanggung jawab setelah ini. Jadi bisakah kamu melepaskan aku, sekarang?"

Jayden menaikkan salah satu alisnya, sesaat kemudiaan ia mengangguk dan melepaskan cengkraman tangannya. "Baiklah, aku akan menunggu pertanggung jawabanmu. Dan jangan pernah berpikir kamu bisa kabur dariku," ujar Jayden berbisik lirih di telinga Jingga.

Gadis itu mendorong dada Jayden dan segera pergi dari sana tanpa mengatakan apapun lagi.

"Shiit! Lagi-lagi gadis berkacamata itu berhasil membuatnya bangun," gumam Jayden dalam hati, ia tersenyum tipis melihat punggung Jingga yang sudah menghilang dari pandangannya.

...----------------...

Siap2 pak dokter habis di gunduli hehe...

Visual Jingga Alexander, 20tahun.

Terpopuler

Comments

Dyah Oktina

Dyah Oktina

kena karmanya jingga saat kecil kamu sakitin hatinya tuh... rasain..🤭

2025-03-19

0

Asngadah Baruharjo

Asngadah Baruharjo

Bambang Jayden

2023-09-21

1

🏘⃝Aⁿᵘ𝐀⃝🥀му𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜ˢ⍣⃟ₛ

🏘⃝Aⁿᵘ𝐀⃝🥀му𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜ˢ⍣⃟ₛ

mau dong Jay dibagi fotonya... 🙈🙈🤣🤣

2023-03-10

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!