Bab 18 Aku sudah menunggumu

"Kenapa lama sekali, aku sudah menunggumu!" ucap Jayden saat Jingga masuk ke dalam ruangannya. Hampir tiga jam Jayden duduk dan menunggu kedatangan Jingga.

"Kamu ini kenapa lagi, bukankah semalaman kita sudah bersama?!" tanya Jingga meletakkan tas nya di atas meja dan duduk. Ia memutar bola mata malas saat melihat wajah Jayden. Apalagi kalau mengingat perlakuan pria itu tadi malam padanya.

Jayden mendekati Jingga dan duduk di pinggir meja seraya mengulurkan tangannya. "Ganti perban ku!" pintanya.

"What?"

"Cepat ganti, Jingga. Kamu tidak lupa 'kan dengan hutangmu karena sudah menjatuhkan ponselku waktu itu?" ancam Jayden.

Jingga menghela nafas kasar. Pria yang berada di hadapannya ini selalu saja bisa membuatnya tidak bisa berkutik. "Tapi berjanjilah, setelah aku mengganti perban mu, kamu harus pergi!"

Pria itu mengangguk.

"Aku tidak janji." Jayden mengeluarkan satu botol wine dari dalam paper bag yang sengaja dia beli sebelum datang kemari. "Temani aku minum juga."

"Kak, ini rumah sakit. Tolong jangan berbuat seenaknya sendiri."

"Ck! Aku hanya ingin mengajakmu minum sedikit."

"Aku tau ini pasti akal bulus mu." ucap Jingga seraya mengganti perban Jayden. Padahal sebelum pria itu pergi dari rumahnya tadi pagi, Jingga sudah menawarkan diri untuk mengganti perbannya. Tapi Jayden menolak.

Dan sekarang pria itu datang dan membuat keributan hanya demi menunggunya. Benar-benar tidak waras!

"Jangan melihatku seperti itu, kamu bisa jatuh cinta lagi padaku." ledek jayden sambil menuang wine ke dalam gelas dan memberikannya pada Jingga.

"Apa kamu tidak melihat aku sedang apa?!" ketus Jingga.

"Mengganti perban ku." jawab Jayden.

"Kalau kamu tahu, kenapa masih menyodorkan gelas itu padaku!"

Jayden tersenyum tipis, bahkan sangat tipis sampai Jingga tidak melihatnya. Sungguh ia menyukai Jingga yang sedang marah seperti ini, terlihat sangat menggemaskan. Apalagi saat ini sisi liar Jayden di bawah sana mulai meronta tak karuan hanya dengan sentuhan Jingga.

"Minumlah, setelah ini aku tidak akan pernah lagi datang dan mengganggumu. Aku juga akan merestui hubunganmu dengan Daniel." lirih Jayden dengan wajah yang sengaja ia buat sesedih mungkin agar JIngga iba padanya.

"Apa maksud ucapan mu?" Jingga membersihkan sisa darah yang sudah mengering dengan kapas lalu mengoleskan salep di sekeliling luka.

"Aku akan pergi ke London."

Deg!

Mendengar kalimat Jayden yang tiba-tiba membuat Jingga menghentikan aktifitasnya dan mendongak menatap duda tampan itu. Seharunya inilah yang Jingga inginkan bukan, Jayden menjauh darinya dan tidak muncul lagi di hadapannya.

Tapi, kenapa rasanya sedikit sesak.

Sama seperti dulu, lagi-lagi Jayden meninggalkannya. Kalau dulu Jingga di tolak saat mengungkapkan cinta, sekarang ia seakan di campakkan karena Jayden sudah mengambil kesucian bibirnya.

"Karena sudah selesai pergilah, aku ada urusan lain."

"Minum ini, Jingga. Tenang saja aku tidak menaruh racun di dalamnya."

Dengan terpaksa, Jingga menghabiskan satu gelas wine yang diberikan oleh Jayden. Berharap agar pria itu segera keluar, sebelum Daniel datang dan melihat mereka berdua.

"Kamu lihat, aku sudah menghabiskannya. Sekarang keluarlah."

Jingga beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah pintu. Namun, ia merasa kepalanya terasa pusing dan pandangannya mulai kabur.

"Astaga, apa yang terjadi padaku," gumam Jingga menyandarkan tubuhnya di dinding.

"Kamu tidak apa-apa, baby." seringai tipis terukir di bibir Jayden.

"Sial apa yang kamu taruh di dalam minumanku, Kak!"

Jayden menggidikan bahunya kemudian memapah Jingga yang mulai hilang kesadaran dan akhirnya gadis itu pingsan.

"Masuklah, Zayn! Bawa gadisku pergi dari sini!" perintah Jayden pada Zayn yang sejak tadi berada di luar untuk mengawasi keadaan sekitarnya.

"Kamu gila, Jay!" bentak Zayn. Bagaimana bisa, sahabatnya ini rela melakukan cara licik untuk mendapatkan seorang gadis yang jelas-jelas adalah calon tunangan adiknya sendiri. "Jika Daddy tahu, tamatlah riwayatmu!"

"Berhenti bicara dan cepat bantu aku, bodoh!" Jayden membopong Jingga sedangkan Zayn dan beberapa anak buahnya membereskan ruangan gadis itu agar tidak ada yang curiga.

"Apa kamu sudah memastikan kalau semua aman, Zayn." tanya Jayden membawa Jingga masuk ke dalam lift darurat.

"Tenang saja, semuanya beres!"

.

.

.

Malam pun tiba, pesta pertunangan Jingga dan Daniel hanya menunggu waktu saja. Para tamu undangan dan rekan bisnis keluarga Alfred juga sudah datang.

Namun, sejak tadi Daniel terlihat mondar mandir dan gelisah karena Jingga belum datang. Ponselnya juga di nonaktifkan, membuat pria itu bertambah khawatir.

"Bagaimana, apa Jingga sudah bisa dihubungi?" dad Darren menepuk pundak Daniel.

"Belum, Dad. Aku takut jika terjadi sesuatu padanya."

"Sayang, mintalah anak buah mu untuk mencari keberadaan Jingga. Perasaanku tidak enak." Jean memeluk Daniel dan berusaha menenangkan putra nya. "Kalau sampai pertunangan ini gagal, keluarga kita pasti akan sangat malu. Apalagi Luna dan Devan sama sekali tidak hadir."

Dad Darren mengepalkan tangannya erat, rahangnya mengeras. Sudah bisa dipastikan kalau ini adalah perbuatan Jayden. Jika itu terbukti benar, dia tidak akan pernah mengampuninya sama sekali.

Ditambah lagi, dad Darren juga baru tahu kalau keluarga JIngga tidak menyetujui pertunangan mereka karena sakit hati di masa lalu.

"Aku akan pergi mencarinya Dad, Mom."

"Tidak! Biarkan aku saja, kalian tetaplah di sini! Pastikan jika para tamu undangan tidak kecewa." dad Darren pergi bersama anak buahnya.

Terpopuler

Comments

🍊 NUuyz Leonal

🍊 NUuyz Leonal

ini gimana ceritanya keluarga jingga tak merestui hubungan jingga dan dan Daniel tapi malah mau tunangan

2023-03-10

2

jaran goyang

jaran goyang

moga ada gadis yg meggntkn... biar gk malu kluarg al.....


🙏💪💪💪💪💪❤❤❤❤❤❤❤

2023-02-23

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!