Kedatangan keponakan Bagas

Bagas turun dari Atas setelah sarapan selesai.

"Hari ini keponakan-keponakan saya akan datang." ucap Bagas kepada semua orang yang berkumpul.

"Oohh pantesan saja tuan Bagas tidak ke kantor, ternyata keluarga nya mau datang." batin Ajarin.

"Untuk kamu! Jangan sampai mereka tau kalau kamu adalah istri saya!" ucap Bagas.

"Baik Tuan." ucap Bagas.

Tiba-tiba aba-aba dari luar kalau keponakan Bagas sudah datang.

"Oh iya Non Ajarin harus bersikap baik yah kepada Keponakan Tuan." ucap Bibik.

"Aku yakin mereka semua pasti sama seperti tuan Bagas." batin Ajarin.

Mereka berbaris menunggu Keponakan Bagas masuk.

"Huff walaupun sudah menjadi istri tetap saja akan berbaris dengan para pelayan." Sindir Kina.

Kepada Ajarin yang berdiri di samping nya.

Ajarin hanya diam saja. Dia melihat Tiga Pria dan Juga satu wanita yang mengikuti Bagas masuk ke dalam.

Mereka terlihat sangat tampan dan cantik.

Ajarin sangat pangling melihat mereka berempat.

Mereka terlihat sangat sopan kepada Bagas. Mereka juga bersikap baik kepada paman nya itu.

"Non Ajarin pasti bingung kan siapa saja nama mereka." ucap Bibik. Ajarin yang sedang membuat teh mengangguk.

"Iyah Bik."

"Nama perempuan itu Adalah Yolanda dan yang kedua Tian. Mereka saudara kandung dari kakak pertama Tuan Bagas.

"Dan yang dua pria kembar itu adalah Yopi dan Yoga. Mereka saudara kembar dari kakak kedua Tuan Bagas." ucap Bibik.

"Oohh mereka cantik dan tampan yah bik." ucap Ajarin. Bibik tersenyum.

"Ya sudah kalau begitu non antar saja Minumannya ke depan." ucap Bibik. Ajarin mengangguk tanpa menolak.

Ajarin datang dia membawa minuman. "Loh ini pelayan baru Paman? aku baru melihat nya di sini." ucap Yolanda.

Bagas mengangguk. "Dia masih sangat muda paman. kasian sekali dia bekerja di sini." ucap Yopi.

"Hei perkenalkan nama mu kepada mereka." ucap Bagas.

"Ba-baik Tuan." ucap Ajarin.

"Perkenalkan nama saya Ajarin, saya bekerja di sini baru Satu bulan lebih." ucap Ajarin.

"Nama yang sangat bagus, sangat cocok sama Kamu." ucap Yolanda.. Mereka memperkenalkan nama mereka satu-satu jadi Ajarin bisa lebih hapal.

"Paman tidak biasanya merekrut pelayan yang masih muda." ucap Yoga.

"Dia membutuhkan uang, itu sebabnya dia mau bekerja di sini. Untuk apa kalian sangat penasaran dengan itu?" ucap Bagas.

"Maaf paman." ucap mereka. Ajarin Kembali lagi ke dapur.

"Ternyata Keponakan Tuan Bagas ramah yah bik " ucap Ajarin sambil membantu memotong bawang.

"Tuan Yoga, Yopi dan Non Yolanda Sangat ramah, mereka ceria berbeda sekali dengan Tuan Tian." ucap Bibik.

"Pria yang berbaju Hitam itu Bik?" Tanya Ajarin.

"Iyah, sifat nya sama persis seperti Tuan Bagas, dia dingin, kejam dan Cuek. Dia juga sangat mirip dengan Tuan Bagas dan paling di percaya tuan Bagas." ucap Bibik.

"Oohh mereka berkerja dengan tuan Bagas?" tanya ajarin. Bibik mengangguk.

"Mereka di urus oleh Tuan Bagas dari Mulai lahir." ucap Bibik.

"Seriusan bik? Kemana orang tua mereka?" tanya Ajarin.

"Orang tua mereka sudah meninggal karena perdebatan di bidang pekerjaan sehingga musuh melepaskan peluru dan mengenai orang tua mereka." ucap Bibik.

Ajarin kaget, dia seperti syok mendengar itu."

"Dulu Tuan Tian masih berumur 5 tahun." ucap Bibik.

"Tuan Tian saja masih muda waktu itu, berarti yang lain nya masih bayi?" tanya Ajarin." Bibik mengangguk.

"Tidak terasa sudah siang waktu nya untuk makan siang bersama.

Ajarin Menata makanan di atas meja, kebetulan Yolanda berjalan ke dapur.

"hei siapa nama kamu tadi?" ucap Yolanda kepada Ajarin.

"Ajarin Non."

"Kamu masih sangat muda sekali, kenapa kamu datang ke sini?" tanya Yolanda.

"Kenapa kamu masih bertanya hal yang sama Yolanda? Kenapa kamu sangat perduli dengan kehidupan dia?" ucap Yopi.

Yolanda menghela nafas panjang.

"Aku hanya penasaran saja." ucap Yolanda.

"Kurangi rasa kepo kamu, ayo periksa makanan sudah Siap apa belum. Paman dan Kak Tian sudah berjalan ke sini." ucap Yopi.

Makanan sudah siap mereka makan bersama.

"Masakan kali ini terlihat membosankan." ucap Yoga. Bagas langsung menatap Yoga.

"Aku bosan makan-makanan ini terus." ucap Yoga.

"Banyak menu di sini, kamu jangan banyak protes." ucap Tian.

Yoga melihat ke arah tumis kangkung.

"Sayur apa ini? Kelihatan nya berbeda dan aneh." ucap Yoga.

"Ini Tumis kangkung Tuan. Ini masakan Non Ajarin." ucap Bibik.

"Kamu pinter masak?" tanya Yolanda kepada Ajarin yang berdiri di sana.

Ajarin mengangguk.

"Selain Ini apa saja yang kamu masak?" tanya Yolanda.

"Ini adalah masakan Non Ajarin..." ucap Bibik sambil menunjuk kan semua nya yang di masak oleh ajarin.

"Tunggu deh bik, Bibik ngomong apa tadi? Non Ajarin?" ucap Yolanda.

"Bukan Non, maksud saya menjelaskan nya kepada non." ucap Bibik. "Oohh." ucap Yolanda.

"Rata-rata ini di masak oleh Ajarin non." ucap Bibik.

"Wahh kamu sangat muda namun kamu sangat pintar memasak. Semua nya terlihat sederhana namun mengunggah selera." ucap Yolanda.

Tian dan Bagas hanya diam saja.

Ajarin memerhatikan Bagas dan Tian sama sekali tidak menyentuh makanan yang dia masak. Sementara Yang lain sangat lahap dan meminta Ajarin Memasak lagi.

Mereka sangat suka membuat Ajarin senang.

Setelah selesai semua nya Ajarin Pun Masuk ke ruangan jahit nya.

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.

"Iyah.." ucap Ajarin. Namun yang masuk adalah suami nya.

"Tuan Bagas." ucap Ajarin kaget dan langsung berdiri. Bagas mendekati Ajarin.

"Ada apa Tuan? ada yang bisa saya bantu?" tanya Ajarin.

"Kamu ikut saya." ucap Bagas.

"U-untuk apa Tuan?"

"Ikut saja jangan banyak tanya." ucap Bagas. Ajarin mengikuti Bagas keluar dan berjalan ke kamar nya.

"Tu-tuan mau apa?" tanya Ajarin Karena Bagas membuka baju nya. Dia terlihat berkeringat wajah memerah.

"Saya salah minum obat." ucap Bagas. Ajarin terdiam.

Bagas menarik tangan Ajarin dan melemparkan nya ke tempat tidur.

"Tuan tunggu dulu, ini masih siang, saya juga belum mandi." ucap Ajarin.

"Saya tidak mau tau, saya tidak bisa menahan nya lagi." ucap Bagas dan menarik sekali saja baju pelayan Ajarin sudah terbuka.

Bagas terdiam sejenak melihat tubuh Ajarin.

"Ternyata kamu sudah melakukan perawatan." ucap Bagas.

"Ma-maaf Tuan."

Bagas tidak menunggu lama dia pun melakukan Aksinya.

Ajarin hanya bisa berpasrah diri kepada Bagas karena Bagas setiap bermain pasti melukai Ajarin tanpa sadar atau sadar.

"Paman Kemana yah?" ucap Yopi kepada Yoga.

"Kita dari tadi bersama, aku juga tidak tau."

"Apa kakak melihat nya?" tanya Yoga kepada Tian.

"Paman sedang istirahat." ucap Tian.

"Waktu yang sangat bagus, aku mau berbicara dengan pelayan muda itu." ucap Yoga.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!