"Kota?" tanya Ajarin.
"Iyah Non, di sini hanya transaksi bisnis nya saja. Dan juga penyimpanan perempuan simpanan nya." ucap pelayan.
"Apa sebelum nya Tuan Bagas juga sudah memiliki perempuan di sini?" tanya Ajarin.
"Sudah ada Tiga orang Termasuk Non Ajarin. Namun yang di nikahin hanya satu yaitu non Ajarin saja." ucap Pelayan.
Ajarin bingung kenapa hanya dia yang di nikahin sementara pelayan lain nya sudah tau apa jawaban nya.
Ajarin bernafas lega karena Bagas sudah kembali ke kota.
"Oh iya Non harus belajar menjahit." ucap Bibik.
"Menjahit? Untuk apa bik?"
"Ini pesan dari Tuan Bagas Non. Sebelum dia kembali Non sudah harus bisa menjahit dan praktek di depan nya." ucap Bibik.
"Starla tidak tau apa maksud dari suruhan Bagas, dia hanya bisa mengikuti nya saja.
Walaupun dia tidak ada bakat dia bahkan tidak pernah menyentuh mesin jahit.
Satu hal lagi Non juga harus belajar bagaimana tata Krama di rumah ini.. Masih banyak yang harus non pelajarin." ucap Bibik.
Bibik memberikan daftar nya. Melihat nya saja sudah membuat Ajarin penat. Namun tidak ada pilihan lain.
Dia lebih baik seperti itu dari pada harus bertemu dengan Bagas setiap hari.
Hari ini dia harus bersih-bersih terlebih dahulu di lantai atas karena itu sudah tanggung jawab dia. Bagi nya itu tidak lah terlalu berat.
Sudah selesai dia duduk sejenak memijat kaki nya.
"Kenapa aku merasa di bagian itu ku sangat sakit sekali, bahkan lebih sakit dari sebelumnya." ucap Starla.
Dia mengeluh kepada Bibik dan Bibik langsung memanggil dokter khusus di rumah itu.
"Kamu harus istirahat jangan banyak bergerak terlebih dahulu." ucap Dokter.
"Kalau boleh tau saya kenapa yah Dok?"
"Kamu masih terlalu dini, Tuan Bagas terlalu kasar. Tapi kamu tenang saja Obat yang saya berikan sangat ampuh karena ini bukan kejadian yang pertama kali." ucap dokter.
Ajarin lega mendengar nya.
"Pesan saya kepada kamu agar menjaga kebersihan tubuh mu agar Tuan Bagas tidak menyiksa mu berlebihan. Kamu adalah perempuan yang sangat muda datang ke sini saya khawatir kamu tidak kuat melayani Tuan Bagas." ucap dokter.
"Kalau boleh tau tuan Bagas sudah umur berapa Dok?"
"Banyak orang tau Tuan baru berumur 28 tahun namun nyatanya dia sudah berumur 32 tahun." ucap dokter.
Ajarin tidak menyangka kalau umur suami nya itu ternyata sudah tua.
"Apa Tuan Bagas belum menikah sebelum nya dengan orang lain? Apa dia tidak memiliki anak?" tanya Ajarin.
"Saya tidak menjawab pertanyaan kamu, karena tuan sangat menjaga privasi itu." ucap dokter.
Ajarin mengerti. "Ingat non jangan bergerak atau beraktivitas berlebihan." ucap Dokter.
Ajarin mengangguk. Tidak beberapa lama dokter pun pergi.
Ajarin berbaring sejenak di kasur agar sakit nya hilang. Namun sudah lama berbaring dia masih merasakan sakit.
"Ibu.. apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku sudah terjebak di sini, bahkan aku sudah menikah dengan pria yang tidak aku cintai ibu." ucap Ajarin.
"Bagaimana kabar ibu di sana? Aku sangat merindukan ibu. Maafin aku selama ini hanya bisa menyusahkan ibu. Maafin aku membuat ibu menderita." ucap Ajarin.
"Dan sekarang aku sudah jauh dari Akbar Bu, aku tidak tau harus bagaimana lagi. Aku tidak tau kapan aku akan bertemu dengan Akbar lagi." ucap Ajarin.
Air mata nya keluar.
"Aku tidak boleh menangis, aku harus semangat, aku tidak boleh lemah aku bisa menghadapi kehidupan ku yang tidak tau kapan bahagia nya." ucap nya.
Di Tempat lain Bagas sedang marah-marah karena omset perusahaan nya menurun drastis.
Bagas menghajar semua anggota nya Tampa ampun sampai tangan nya Terluka.
Dia kembali ke rumah nya di malam hari.
"Akhirnya kamu pulang." ucap Perempuan yang sudah menunggu nya di ruang tamu.
Bagas melihat perempuan yang duduk anggun cantik di ruang tamu.
"Ada apa?" tanya Bagas.
"Mamah masuk rumah sakit." ucap Perempuan itu.
"Bagaimana bisa?" tanya Bagas.
"Aku tidak tau."
"Bagaimana kamu tidak tau? Kamu di sini kenapa kamu tidak tau apa yang terjadi sampai mamah masuk ke rumah sakit?" tanya Bagas.
"Ingat yah aku di sini bukan mau menjadi pembantu kamu jadi baby sitter orang tua kamu. Aku adalah istri kamu." ucap perempuan itu.
Bagas langsung meninggalkan perempuan itu dan pergi ke rumah sakit menyusul mamah nya.
"Di mana Orang tua saya?" tanya Bagas.
"Di dalam tuan, belum bisa di jenguk." ucap ketua pengawal di rumah utama.
"Apa yang terjadi kepada mamah?"
Semua nya tidak ada yang berani menjawab nya.
"Kalian semua tidak ada gunanya!"
Bagas marah di rumah sakit pribadi nya itu.
Tidak beberapa lama istri nya datang.
"Mamah sudah tua seharusnya dia jangan merepotkan anak nya lagi." ucap Perempuan itu.
Bagas Menatap wajah istri nya.
"Apa maksud kamu?"
"Aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya memikirkan kebaikan kedepannya." ucap Perempuan itu.
"Kebaikan apa? Kebaikan untuk kamu sendiri kan?" ucap Bagas.
"Kamu kenapa sih marah-marah terus sama aku? Empat hari kamu tidak pulang itu salah kamu dong, sudah jelas ibu kamu sakit namun kamu malah pergi." ucap perempuan itu.
"Aku bekerja Cindi! Kalau aku tidak bekerja siapa yang akan melakukan nya, aku sudah percaya kan orang tua ku sama kamu." ucap Bagas.
"Aku juga memiliki urusan pribadi Sayang, aku tidak mungkin mengurus mamah kamu terus."
"Sebaik nya kamu pergi saja, jangan menunggu aku emosi." ucap Bagas.
Cindi dengan senang hati langsung pergi. Yang penting dia sudah menunjukkan wajah nya di sana.
Cindi istri Bagas sudah hampir delapan tahun. Bagas sangat mencintai dia. Itu sebabnya Bagas tidak bisa meninggalkan Cindi walaupun sebenarnya Cindi tidak mau memiliki anak dari dia.
Cindi Percaya kalau Tidak memiliki anak akan awet muda. Dia tidak ingin memiliki anak sampai kapan pun dia ingin hidup berdua saja dengan suami nya.
Bagas berusaha membujuk Cindi memiliki anak karena Mamah nya sangat ingin memiliki cucu dan Bagas juga harus memiliki penerus.
Namun Cindi sama sekali tidak mau, dia lebih memilih mengurus perusahaan nya sendiri sampai tua nanti.
Bagas sudah lelah dengan istri nya dua tahun akhir-akhir ini pertahanan Bagas untuk setia runtuh dia mulai bermain perempuan.
Dalam satu tahun dia memiliki perempuan yang dia tiduri bergantian.
Dia seperti pria yang tidak memiliki hati memperlakukan perempuan sesuka hati nya.
Dia menginginkan anak dari perempuan yang dia tiduri namun satu pun tidak ada yang berhasil. Dia memeriksa ke dokter namun dia baik-baik saja.
Ternyata perempuan yang tidur dengan Bagas hanya menginginkan uang saja dan juga tubuh Bagas. Mereka diam-diam memasang KB agar tidak Hamil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
Ismi Rianti
kalau pria harus jujur sejujurnya wanita mana yang suka melihat pria tidak jujur
2023-07-04
0