"Apakah Jas ini sudah selesai?" tanya Bagas.
"Sudah Tuan. Saya baru saja menyelesaikan nya."
Bagas langsung mencoba nya.
Dia berdiri di depan cermin.
"Maaf Tuan." Ajarin berdiri di depan Bagas dan merapikan kerah Bagas dan juga mengancing bagian lengan.
"Bagaimana tuan? Apa Cocok dengan selera tuan?"
Bagas tidak menjawab dia menatap Ajarin.
"Saya ingin kamu membuat jas lagi yang lebih bagus dari ini, jangan lama!" ucap Bagas.
Bagas keluar dari ruangan itu.
Ajarin menghela nafas panjang dia duduk di kursi.
"Huff aku selamat." batin Ajarin.
Namun tiba-tiba Bagas kembali. Ajarin langsung berdiri.
"Iyah pak ada yang bisa saya bantu?" tanya Ajarin melihat Bagas.
"Apa yang Kamu lakukan di sana?" tanya Bagas. Ajarin bingung dia diam saja.
"Siap kan pakaian saya!" ucap Bagas. Ajarin mengangguk.
"Bik..." sapa Ajarin baru saja turun ke dapur meninggalkan Bagas mandi.
"Iyah Non."
"Non tidak apa-apa kan? Tuan Bagas tidak marah-marah sama Non kan?" tanya Bibik.
"Enggak kok bik." ucap Ajarin. Bibik menghela nafas panjang.
Mereka masak untuk makan malam Bagas.
Bagas tak kunjung turun akhirnya Ajarin Mambawa ke kamar makanan nya.
"Tok!! Tok!! Tok!!" Ketukan pintu kamar. Bagas yang sedang bekerja membuka kan pintu.
"Ada apa? Kamu mengganggu saya saja!" ucap Bagas dengan kesal.
"Saya minta maaf Tuan, saya membawa makan malam untuk Tuan." ucap Ajarin.
Bagas menghela nafas panjang.
"Apa tidak ada yang memberi tau kepada kamu kalau saya tidak turun berarti saya tidak lapar dan saya tidak suka makan di kamar.'" ucap Bagas.
"Seperti nya bagus kecapean, saya berniat membawa nya ke sini agar tuan tidak ke bawah lagi." ucap Ajarin.
"Saya tidak lapar dan saya tidak berselera Makan."
"Saya dengar dari pak Farel Tuan tidak Makan seharian." ucap Ajarin.
"Bukan urusan kamu." ucap Bagas.
"Tuan tetap harus makan, kalau tuan tidak makan pasti sakit."
"Saya tidak mau makan! Apa kamu tidak mengerti apa yang saya katakan?" tanya Bagas kesal.
Ajarin menghela nafas.
"Saya pernah memiliki keluarga yang mengidap penyakit lambung, dan tidak beberapa lama beliau meninggal." ucap Ajarin.
"Karena keluarga kamu miskin sehingga tidak bisa makan itu sebabnya sakit." ucap Bagas.
"Nah itu dia Tuan..Tuan Harus bersyukur dengan makanan yang ada di depan tuan.. Banyak orang di luar sana yang ingin makan." ucap Ajarin.
"Kamu jangan mencoba menasehati saya!" ucap Bagas.
Ajarin terdiam. "Baiklah Tuan, kalau tuan tidak mau makan saya akan membawa nya keluar." ucap Ajarin.
Namun tiba-tiba perut Bagas bunyi. Bagas Memegang perut nya, Ajarin yang mendengar itu tersenyum tipis.
"Tuh kan, Tuan lapar." ucap Ajarin.
"Letakan saja di sini. Saya makan agar saya tidak mati seperti yang kamu maksud." ucap Bagas. Ajarin tersenyum.
Ajarin menunggu Bagas sampai selesai makan. Ajarin kaget karena tidak biasa nya Bagas makan banyak.
Dia kaget semua nya sudah habis, dia menyimpan piring ke dapur.
Di malam hari Ajarin baru saja selesai mandi, seperti biasa dia akan melakukan tugas nya di Malam hari untuk melayani Bagas.
Dia keluar dari kamar mandi dengan pakaian seksi.
Walaupun masih sangat malu namun tidak ada pilihan lain.
Ajarin keluar dari kamar mandi berjalan ke arah kasur perlahan. Ajarin melihat Bagas sudah tidur dia sangat senang dan sangat lega sekali melihat bagas tidur.
"Huff akhirnya." Dia duduk di Sofa sambil memerhatikan Bagas tidur dengan Sangat nyenyak sekali.
Ajarin mendekati nya. Membenarkan Selimut Bagas.
Ajarin Terus memerhatikan wajah Bagas. "Wajah Tuan kalau sedang tidur seperti ini seperti orang yang sedih. Orang yang lelah." batin Ajarin.
Ajarin ketiduran di samping teman tidur sambil memegang selimut Bagas.
Pagi-pagi Bagas terbangun karena mimpi buruk. Dia bangun namun melihat Ajarin tidur sambil menahan selimut nya agar tidak lepas dari badan nya.
"Kenapa dia tidur di sini?" ucap Bagas.
"Heh! Hei!" Bagas membangun kan nya namun tetap saja Ajarin tidak bangun.
Jama enam..
Ajarin bangun dia kaget mendapati diri nya sudah di atas tempat tidur.
"Loh kenapa aku bisa di sin? Bukan nya tadi malam aku ketiduran di lantai?" tanya nya sendiri.
"Kamu sudah bangun?" ucap Bagas yang baru saja selesai dari kamar mandi.
Ajarin kaget dia langsung cepat-cepat turun dari tempat tidur.
"Saya minta maaf Tuan, saya telat bangun. Saya akan menyiapkan pakaian Tuan dan sarapan." ucap Ajarin.
"Tidak perlu! Saya hari ini tidak akan kemana-mana, saya akan bekerja dari rumah." ucap Bagas.
"Baiklah Tuan." ucap Ajarin. Setelah beberapa lama akhirnya dia pun selesai mandi dan langsung turun ke bawah.
"Non Ajarin sudah bangun, minum jamu ini dulu Non." ucap Bibik.
"Ini kamu apa Bik?"
"Humm ini jamu untuk ketahanan tubuh, kesehatan badan dan juga Menjaga kewanitaan kita." ucap Bibik.
"Ini bagus di minum setelah kita melakukan nya dengan suami." ucap Bibik.
"Tuan Bagas pasti sangat kasar, badan non pasti sakit-sakit." ucap Bibik.
"Oohh minuman yang sebelumnya Bibik kasih ke aku?" tanya ajarin. Bibik mengangguk.
"Tapi badan ku baik-baik saja bik."
"Tapi tetap saja Non harus minum agar Non sehat."
"Tadi malam juga kami tidak melakukan nya Bik." ucap Ajarin.
"Hah?" Bibik kaget.
Kok Bibik kaget sih?"
"Enggak non, enggak kok"
"Ada apa Bik?" tanya Ajarin.
"Tidak mungkin Tuan tidak melakukan nya, semua wanita nya selalu mengeluh karena setiap malam tuan melakukan nya dan sepanjang malam." ucap Bibik.
"Tapi tadi malam seperti nya Tuan Bagas kelelahan bik." ucap Ajarin.
"Tidak mungkin.. Seperti nya Tuan lagi ada masalah." ucap Bibik.
"Pasti memikirkan masalah pekerjaan nya Bik." ucap teman Bibik. "Bisa jadi, tidak perlu Tuan sekacau dan seperti ini. Ini pasti karena pekerjaan nya." ucap Bibik.
"Loh emangnya kalau boleh tau pekerjaan Tuan Bagas kenapa Bik?"
"Non tidak berhak tau, dan jangan sesekali Non bertanya kepada Tuan " ucap Bibik.
"Kenapa Bik?"
"Tugas non hanya melayani Tuan Bagas, tidak berhak untuk mengikuti semua urusan Tuan."
"Oohh begitu yah Bik, saya minta maaf." ucap Ajarin.
Bagas turun dari Atas setelah sarapan selesai.
"Hari ini keponakan-keponakan saya akan datang." ucap Bagas kepada semua orang yang berkumpul.
"Oohh pantesan saja tuan Bagas tidak ke kantor, ternyata keluarga nya mau datang." batin Ajarin.
"Untuk kamu! Jangan sampai mereka tau kalau kamu adalah istri saya!" ucap Bagas.
"Baik Tuan." ucap Bagas.
Tiba-tiba aba-aba dari luar kalau keponakan Bagas sudah datang.
"Oh iya Non Ajarin harus bersikap baik yah kepada Keponakan Tuan." ucap Bibik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
Ismi Rianti
hmm masih dirahasiakan istri kawin dasar lelaki ingin enak sendiri jaga istri nya satu pada hal banyak bos kesepian
2023-07-04
0