kepergian ibu Ajarin

Ajarin tidak bisa mengatakan apapun. Kata-kata yang keluar dari mulut nya sama sekali tidak ada gunanya.

Justru dia selalu di sudut kan, selalu di salah kan dan membuat orang tua nya semakin marah.

Ajarin langsung meninggalkan dapur agar dia tidak ribut lagi.

Akbar berhenti makan.

"Pergi saja kalian! pergi semua nya." ucap ibu nya marah.

Akbar menyusul kakak nya yang duduk di teras rumah.

Dia tidak mengatakan apapun dia hanya diam duduk di samping Ajarin yang sudah terisak-isak menangis.

Keesokan harinya...

Ajarin melihat ibu nya baru saja selesai berbelanja dia melihat banyak nya kantong belanjaan di tangan ibu nya.

Tidak mengatakan apapun karena dia masih marah, walaupun ibu nya tetap tidak perduli kepada nya.

"Ya Allah apa yang harus aku lakukan?"

"Aku tidak pernah melihat pria yang mau di nikah kan kepada ku, kenapa ibu sangat tega. Aku adalah darah daging nya." batin Ajarin.

"Tapi aku tidak boleh menyerah, aku harus mencari pekerjaan dan mengganti semua hutang bapak." ucap Ajarin.

Dia memutuskan untuk pergi dan mencari pekerjaan.

Seiring nya waktu berjalan hari ke hari Ajarin tidak juga mendapatkan pekerjaan tetap, dia berusaha bekerja dari rumah ke rumah hanya khusus menjadi asisten rumah tangga.

Namun uang nya tidak seberapa, namun dia sangat yakin kalau dia bisa membujuk ibu nya dengan cara memberikan uang itu.

"Ibu.." ucap Ajarin duduk di depan ibu nya yang baru saja beli handphone baru.

"Ada apa?" tanya ibu nya dengan judes.

"Aku mau memberikan ini kepada ibu, gaji ku Selama bekerja tiga Minggu ini. Aku mohon bisa merubah pikiran ibu untuk tidak memberikan aku kepada bos Bapak." ucap Ajarin.

Ibu nya melihat uang itu.

"Hanya enam ratus ribu? Ini bisa untuk apa?" ucap Ibu nya melempar kan uang ke wajah Ajarin.

"Aku mohon Bu, jangan berikan aku kepada Orang itu." ucap Ajarin.

"Jangan mencoba-coba membuat Ibu emosi Ajarin! Jangan jadi anak durhaka." ucap ibu nya.

Ajarin terdiam. "Kamu jangan sama seperti mendiang Ayah mu! Tidak bisa di andalkan!" ucap Ibu nya langsung marah.

Namun tiba-tiba ibu nya sesak nafas dia memegang dadanya.

"Ibu kenapa?" tanya Ajarin panik. Ibu nya tidak menjawab. Karena Ajarin sudah sangat khawatir dia langsung meminta Warga membantu nya membawa ke rumah sakit tapi tidak satu pun yang mau.

Dia menghubungi Bapak tiri nya dan tidak beberapa lama bapak nya datang.

Setelah sampai di rumah sakit ternyata Ibu Ajarin terkena serangan jantung.

Ajarin dan Akbar sangat sedih sekali mereka hanya bisa menangis menunggu dokter keluar.

Sementara Bapak nya hanya diam. Dia juga sibuk dengan handphone di tangan nya.

Tidak beberapa lama dokter keluar. Jawaban dokter membuat Ajarin dan Akbar menangis karena Ibu nya Struk parah.

Untuk beberapa hari harus di rawat di rumah sakit.

Mereka seperti tidak habis pikir dengan apa yang sudah terjadi kepada ibu nya.

Dua hari sudah Ibu Ajarin di rumah sakit. Ajarin selalu di rumah sakit menjaga ibu nya namun tidak ada kemajuan ke pada ibu nya.

Dia menunggu bapak nya namun tidak juga datang.

Ajarin melihat ibu nya yang sudah tidak bisa ngapa-ngapain, dia hanya terbaring kaku di tempat tidur rumah sakit.

"Ya Allah sembuh kan lah ibu ku, angkat penyakit nya." dia tidak berhenti berdoa. Ibu nya melihat Ajarin yang tidak berhenti memohon kepada Allah agar dia sembuh.

Seketika dia mengingat semua kejahatan nya kepada Ajarin. Dia mengingat semua nya dengan jelas tanpa sadar Air mata nya keluar.

Ajarin baru saja selesai sholat.

"Ibu sudah bangun? Apa ibu mau minum?" tanya Ajarin langsung beranjak dan membuka mukenah nya.

Ibu nya menatap wajah Ajarin.

"Loh kok Ibu nangis? Ada yang sakit yah?" tanya Ajarin jadi semakin khawatir.

Ibu nya menggeleng kan kepala nya. Perlahan dia mengangkat tangan nya. Ajarin masih bingung dia tidak tau ibu nya mau apa.

"Ada apa ibu?" tanya Ajarin. Ibu nya meletakkan tangan nya di pipi Ajarin.

Ajarin cukup kaget. Untuk pertama kalinya ibu nya menyentuh pipi nya dengan lembut karena biasanya selalu kasar.

"I-ibu mi-minta maaf sa-sama kamu." ucap ibu nya dengan terbata-bata dan cukup banyak tenaga untuk mengucapkan itu.

"Untuk apa ibu minta maaf, sekarang ibu tidak boleh memikirkan banyak hal, ibu harus sembuh." ucap Ajarin.

Tiba-tiba Akbar datang.

Akbar berdiri di belakang Ajarin.

"U-umur ibu tidak akan lama lagi, ibu me-memiliki banyak kesalahan kepada kalian berdua. Ibu mohon Maafin ibu." ucap Ibu nya.

"Kami sudah memaafkan ibu, ibu harus sembuh yah."

Ibu nya menangis.

"Ibu mohon sama kamu jaga adik kamu baik-baik." ucap ibu nya.

"Bu jangan berbicara seperti itu." ucap Ajarin. Namun tiba-tiba Ibu nya sesak nafas. Dia sudah sangat pucat.

"Bu ngucap, ayo ikuti aku Bu." Ajarin sambil menahan Air mata menuntun ibu nya.

Setelah selesai membaca doa Ibu nya meninggal dunia tepat di depan mata nya dan adiknya.

Dia sangat kaget dia tidak tau harus ngapain. Dia memeluk adik nya.

Tidak beberapa lama dokter datang dan memeriksa memastikan kembali.

"Ibu Anda sudah meninggal dunia." ucap dokter.

Mereka berdua semakin sedih, sekarang mereka hanya tinggal berdua saja.

"Bagaimana Ibu?" tanya Bapak nya baru saja datang dan melihat Ajarin dan Akbar duduk di depan ruangan Ibu nya.

"Ayah kemana saja? Kenapa Ayah baru datang?" tanya Akbar. "Sekarang ibu sudah tiada dia sudah meninggal dunia." ucap Akbar.

Akbar kaget dia memeriksa ke dalam dan ternyata istri nya sudah di tutup dengan selimut.

Almarhum di bawa kembali ke rumah. Mereka yasinan namun tidak banyak yang datang. Hati Ajarin semakin sangat sedih.

Dua hari kepergian ibu nya dia belum juga berselera makan, Akbar sudah sangat sulit untuk membujuk Ajarin namun tidak kunjung bisa.

Di malam hari nya...

Ajarin tidur dengan nyenyak karena seharian dia sangat lelah harus menahan sakit hati, pikiran. dan kesedihan nya.

Dia tiba-tiba terbangun karena merasa badan nya dingin dia membuka mata dan sangat kaget melihat Bapak tiri nya sudah membuka celana nya dan dia melihat Bapak nya tidak menggunakan busana.

Dia berteriak namun seperti biasa bapak nya mengancam.

"Jangan coba-coba Kam berteriak! Percuma saja kamu minta tolong karena tidak akan ada lagi yang bisa mendengar nya..Ibu mu sudah pergi. Dan sekarang kamu harus mengganti kan nya." ucap Bapak nya.

"Aku tidak mau, aku sangat benci kepada Bapak." ucap Ajarin menendang Bapak nya dan kembali memasang celana nya.

Dia mencari Akbar yang juga tidak ada di sana.

Terpopuler

Comments

Ismi Rianti

Ismi Rianti

astaghfirullah

2023-07-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!