"Kamu kerja kan ke sana? kamu juga harus mengurus pekerjaan kamu yang ada di sana, aku tidak mau mengganggu pekerjaan kamu." ucap Cindy.
Bagas menghela nafas panjang.
"Ya sudah kalau begitu aku titip mamah, kabarin aku kalau terjadi apa-apa." ucap Bagas Mencium kening Cindy memeluk nya dan pergi.
Bagas mengendarai mobil sendiri dan di kawal dua mobil dari belakang.
Kali ini dia ingin meluapkan semua isi pikiran nya dengan cara berkendara sendiri.
Di subuh hari dia baru saja sampai di Markas. Semua Pengawal dan juga Pelayan menyambut nya dengan baik.
"Tuan kenapa datang mendadak? Tuan datang sendirian?" tanya Farel kaget.
Bagas tidak menjawab nya dia tidak mengatakan apapun.
"Apakah Tuan mau ke rumah?" tanya Farel.
"Saya ingin istirahat sebentar." ucap Bagas. Farel mengerti dengan cara melihat Wajah Bagas.
Wajah nya terlihat sangat lelah sekali namun mata nya tidak bisa berbohong kalau dia sedang sedih dan memikirkan banyak hal.
Farel melihat Pengawal Bagas baru saja datang.
"Ada apa dengan Tuan Bagas?" tanya Farel kepada Pengawal yang baru saja datang.
"Kami juga tidak tau Pak." jawab mereka.
Farel melihat Bagas beranjak dari tempat Duduknya.
"Apa Bapak mau kembali ke rumah?" tanya Farel memaksudkan rumah persinggahan nya itu.
Bagas mengangguk. "Kalian di sini saja, saya bisa Sendiri." ucap Bagas.
Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di rumah itu. Seperti biasa walaupun sudah hampir pagi semua pelayan masih berdiri menunggu dan menyambut nya.
"Selamat datang Tuan." ucap semua nya. Bagas sama sekali tidak merespon dia memasang wajah datar dan terus berjalan masuk.
Dari pintu masuk dia melihat Ajarin yang menunggu di ujung.
Melihat nya namun ketika Bagas Menatap nya dia langsung menunduk kan kepala nya.
Ajarin mendekati Bagas yang berhenti tepat di depan nya.
Semua orang kaget karena Ajarin menyalim tangan Bagas.
"Selamat datang Tuan, saya sudah menyiapkan makanan dan juga minuman untuk Tuan." ucap Ajarin karena itu sudah tugas nya melayani Bagas.
"Saya tidak berselera mau makan, saya mau istirahat."
Ajarin hanya diam. Namun melihat makanan di atas meja makan membuat nya lapar.
Dari tadi sore dia belum makan sama sekali.
"Baiklah saya akan makan, tolong siap kan."
Bagas makan di temanin oleh Ajarin yang hanya diam saja di depan nya. "Sebaiknya kamu pergi dari hadapan saya! Melihat mu membuat saya muak dan tidak berselera untuk makan." ucap Bagas.
"Baik Tuan." Ajarin langsung pergi dari sana.
"Non sebaiknya non menyiapkan pakaian malam untuk Tuan Bagas. Dan jangan lupa untuk memakai baju yang sudah saya beli sebelum nya." ucap Bibik.
Ajarin mengangguk.
Dia berjalan ke kamar dia membuka paper bag.. Melihat itu membuat nya sangat terkejut sekali.
"Apa mungkin pakaian ini bisa di pakai? Aku sama sekali tidak yakin." ucap Ajarin melihat pakaian seksi itu.
Tidak beberapa lama Bagas datang. "Apa yang kamu lakukan? Mana pakaian saya?" tanya Bagas.
"Sebentar Tuan, saya akan mengambil nya."
"Tidak perlu! Kamu sama sekali tidak bisa di andalkan, dasar perempuan murahan dan sangat bodoh!" ucap Bagas tiba-tiba saja marah.
Ajarin yang di dorong ke dinding hanya bisa diam saja.
Bagas segera mandi. Dia keluar dari kamar mandi dia melihat Ajarin sudah duduk dengan pakaian seksi nya.
Dia meringkuk karena sangat malu.
"Kalau kamu berniat menggoda saya sebaiknya kamu membersihkan badan mu! Saya sangat jijik melihat nya. Saya akan tidur di kamar yang lain hari ini." ucap Bagas.
Ajarin Terdiam. Dia melihat Bagas keluar dari kamar itu.
"Ya Allah Lindungilah aku, aku sangat takut sekali." ucap Ajarin.
Dia tidak berhenti berdoa, dia tidak berhenti memohon perlindungan kepada Allah.
Jantung nya tidak bisa berhenti berdetak. Mendengar Bagas datang dia sudah tidak bisa tidur. Dia belum tidur sama sekali.
Pagi hari nya..
"Brak!!!" Tiba-tiba Pintu terbuka dengan sangat keras.
Ajarin yang masih tidur kaget dia melihat Bagas dan dua pengawal berdiri di belakang nya.
"Apa-apaan ini! Kamu di sini bukan untuk santai-santai saja, bangun!" ucap Bagas.
Ajarin langsung duduk dia berdiri.
Bagas mendekati ajarin dia mencekram rahang Ajarin dengan sangat keras sekali.
"Ngapain kamu jam segini masih tidur?" tanya Bagas.
"Saya minta maaf Tuan. Saya ketiduran." ucap Ajarin.
"Saya tidak butuh permintaan maaf kamu, sekarang siap kan Air mandi saya!" ucap Bagas mendorong Ajarin.
Ajarin langsung bangun dan pergi ke kamar mandi. Tidak beberapa lama Bagas masuk.
"Kenapa sangat lama?" tanya Bagas.
"Sebentar lagi selesai Tuan."
"Sangat lama sekali!" ucap Bagas.
Dia masuk ke dalam bathtub namun Air nya masih panas dia sangat marah.
Dia memaksa Ajarin masuk ke dalam. Dan ternyata Air itu lupa di campur dengan Air dingin.
Bagas kaget melihat Air itu tiba-tiba ada bercak hitam.
Dia menyentuh kulit Ajarin dan tangan nya hitam.
Bagas mencoba membersihkan lagi dan ternyata kulit Ajarin sudah berubah menjadi putih.
"kamu membohongi saya? Apa maksud kamu dengan semua ini?" tanya Bagas menggenggam lengan Ajarin dengan sangat keras.
"Maafkan saya Tuan."
"Untuk apa kamu melakukan ini? Kamu membohongi saya dengan cara seperti ini untuk apa? jawab!" Bagas sangat marah.
Ajarin hanya bisa menangis dan menahan sakit.
"Jawab!" plak!" tamparan di wajah Ajarin.
"Kenapa kamu membohongi saya? Apa kamu berfikir saya akan melepaskan kamu karena kamu seperti ini?"
"Saya tidak akan pernah melepaskan kamu sampai kapan pun itu, ini adalah hukuman untuk kamu." ucap Bagas.
Setelah beberapa lama akhirnya dia selesai mandi.
Dia melihat Ajarin di meja makan menyiapkan sarapan.
"Non tidak apa-apa kan?" tanya Bibik karena Putri terlihat sangat berbeda hari ini.
Bagas mendekati Ajarin.
"Kenapa kamu masih berpura-pura? Apa perlu saya membongkar kebohongan mu di sini?" tanya Bagas.
"Saya tidak ingin kamu berkulit seperti ini!" ucap Bagas.
Semua Heran dengan apa yang di maksud oleh Bagas.
Bagas makan sendirian di meja makan. Ajarin ke kamar dia melihat diri nya di cermin.
Dia menangis sampai Hitam di wajah nya luntur.
"Percuma saja aku seperti ini, justru ini membuat aku semakin di siksa." ucap Ajarin.
Bagas setelah selesai sarapan dia pergi ke markas untuk memeriksa pekerjaan nya.
Sampai di sana dia juga marah-marah, semua orang bingung apa yang membuat bos nya marah.
"Tuan permisi, ada telpon dari Orang tua Tuan." ucap Farel.
Bagas menghela nafas panjang. "Semua nya kembali bekerja." ucap Bagas dia membawa handphone nya ke ruangan nya dan berbicara dengan Ibu nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
Ismi Rianti
ternyata benar jadi bos itu bodoh wanita polos selalu dikeraskan seharusnya berbuat baik kepada wanita itu sama seperti ibu
2023-07-04
0