Perubahan sikap Bagas menjadi lebih baik dan perduli kepada Ajarin.

Setelah beberapa lama akhirnya mereka selesai makan.

"Paman aku istirahat dulu yah." ucap Yolanda dan berpamitan juga yang lain.

"Tidak terasa mereka sudah besar." ucap Bagas.

"Sayang sekali mereka belum bisa bertemu dengan mamah. kalau mereka bertemu dengan Mamah, mamah pasti tidak akan kesepian lagi. Namun kalau melihat mereka Mamah pasti akan mengingat kejadian itu dan membuat dia sakit." batin Bagas.

Bagas menyusul Ajarin ke kamar bibik.

Ajarin melihat Bagas masuk ke kamar dia langsung duduk.

"Tidak perlu duduk."

Bagas duduk di kursi melihat Ajarin.

"Kalau kamu belum sembuh saya akan membawa kamu ke rumah sakit umum."

"Tidak perlu Tuan."

Bagas melihat badan Ajarin yang sangat kurus sekali membuat nya sangat merasa bersalah karena selama tinggal dengan nya Ajarin semakin kurus.

Beberapa hari kemudian akhirnya Ajarin sembuh dan sehat kembali.

"Hore akhirnya Ajarin sembuh, aku sudah sangat merindukan masakan kamu," sorak Yoga dan Yopi.

Ajarin melihat mereka sangat senang dia sembuh membuat dia ikut bahagia ternyata ada yang menginginkan dia sembuh.

"Hari ini kalian mau di masakin apa?" tanya Ajarin.

"Terserah saja, masakan kamu semua nya enak."

Tian dan Bagas hanya diam saja melihat mereka yang sangat heboh.

"Ya sudah kalau begitu sebaiknya kalian pergi lah mandi aku akan memasak." ucap Ajarin.

Ajarin sudah sedikit akrab dengan mereka. Bahkan Ajarin tidak memiliki sungkan yang berlebihan kepada mereka.

Namun hanya kepada Tian dan Bagas, Ajarin sangat segan di tambah lagi sifat dingin Bagas dan juga kegalakan nya.

Sudah hampir Tiga bulan Bagas berada di Rumah singgah milik nya itu. Sekarang waktunya dia kembali ke kota karena orang tua nya sudah sangat merindukan dia.

"Saya akan kembali ke kota besok pagi," ucap Bagas kepada Ajarin yang sedang membersihkan tempat tidur.

Bagas dan Ajarin tidak tidur satu kamar karena ada keponakan Bagas. Jangan sampai keponakan Bagas tau sifat asli Paman nya itu.

Ajarin menoleh ke arah Bagas dan mengangguk.

"Siap kan pakaian saya dan barang-barang yang perlu di bawa."

Ajarin mengangguk.

Bagas melihat Ajarin langsung melakukan Apa yang dia suruh setelah semua nya selesai dia membuat kan kopi untuk Bagas karena lagi kerja.

"Apa Tuan memiliki permintaan yang lain? Ini sudah malam saya mau istirahat."

"Tidur lah di sini malam ini."

"Tapi Tuan."

"Jangan membantah!"

Ajarin tidak bisa menolak nya dia menukar pakaian nya dan tidur di tempat tidur.

Sementara Bagas masih bekerja di sofa. Baru saja berbaring di tempat tidur Ajarin sudah sangat nyenyak tidur.

Karena sudah sangat mengantuk Bagas memutuskan untuk tidur.

Namun saat mau naik ke tempat tidur dia melihat body Ajarin yang tidur menyamping jadi kelihatan melengkung cantik.

"Dia sudah menjadi istri ku kenapa sampai sekarang aku belum pernah meniduri nya? setelah kejadian itu. Bukan kah tujuan awal aku menikah untuk memiliki anak?"

"Bagaimana memiliki anak kalau sampai sekarang aku belum mencoba nya."

Bagas menatap wajah Ajarin.

"Saya tidak tau apa yang terjadi kepada saya sekarang namun setiap kali melihat nya membuat saya tidak tega."

"Saya sudah berhasil mengambil perawan nya namun kenapa harus muncul rasa bersalah dan tidak tega sekarang?"

Bagas menghela nafas panjang.

"Dan Kenapa sampai sekarang dia belum hamil? Apa satu kali saja tidak cukup untuk membuat Janin?"

"Aku memikirkan apa sih? Bagaimana bisa di saat seperti ini aku memikirkan hal seperti ini!" ucap nya dan langsung tidur.

Namun subuh-subuh Ajarin terbangun karena merasa ada sesuatu yang menyentuh badan nya, dia sangat kaget karena melihat Bagas sudah menyentuh nya.

"Tuan."

"Ssttt!! jangan mencoba menolak nya."

"Tuan saya mohon jangan lakukan ini, saya belum siap."

"Kamu sudah menjadi istri saya, bahkan saya sudah pernah melakukan itu jangan mencoba untuk menghindar lagi karena saya ingin memiliki anak." ucap Bagas.

"Tuan..."

"Ajarin.. Saya tidak bisa menahan nya lagi, kamu menggoda saya sepanjang malam, sudah lama saya tidak melakukan nya saya mohon."

Ajarin tidak bisa menolak akhirnya dia berpasrah diri.

"Tunggu Tuan."

"Kenapa?"

"Saya ingin Tuan menggunakan pengaman."

"Kenapa? Apa kamu tidak mau mengandung anak saya?"

"Jangan bilang di Saat pertama kali kita melakukan nya kamu sengaja membuang milik saya diam-diam sehingga tidak menjadi anak."

Ajarin terdiam. "Saya sangat ingin memiliki anak Ajarin, saya mohon berikan saya anak, setelah kamu memberikan saya anak saya berjanji akan melepaskan kamu dan memberikan uang berapapun yang kamu mau."

Mendengar itu Ajarin sedikit tergiur, dia sangat ingin bebas dari tahanan yang melebihi penjara itu.

"Tapi Tuan tidak semudah itu mengandung anak."

"Saya sudah lama menikah dengan istri saya namun dia tidak mau memiliki anak dari saya, ibu saya sudah tua saya ingin mewujudkan mimpi nya memiliki cucu."

Ajarin tidak lagi kaget dari pengakuan Bagas tentang istri nya karena dia sudah tau dari keponakan Bagas.

Mereka juga menceritakan kalau Bagas sangat mencintai istri nya itu sebab nya dia tidak mau bercerai dan sabar bersama istri nya walaupun di balik itu dia bergonta-ganti pasangan.

"Kenapa harus saya Tuan? Kenapa tidak mencari wanita lain saja yang mengandung anak Tuan?"

"Karena kamu pintar."

Ajarin cukup kaget dengan jawaban Bagas.

"Saya tau kamu memiliki nilai yang baik di sekolah dan kamu juga memiliki adik yang pintar, saya yakin keturunan kamu pintar."

Ajarin lagi-lagi kaget dengan jawaban Bagas yang ternyata sudah banyak tau tentang nya.

"Kalau kamu berhasil hamil anak saya, saya akan menjemput adik kamu dan hidup bersama kamu."

"Tuan tidak berbohong?" tanya Ajarin.

Bagas mengangguk.

"Saya tidak pernah membohongi orang lain selain Ibu dan istri saya."

Ajarin menghela nafas panjang dia duduk.

"Kalau begitu saya akan mempersiapkan diri," ucap Ajarin masuk ke kamar mandi terlebih dahulu.

Tidak beberapa lama keluar dengan penampilan yang sangat berbeda membuat Bagas sangat pangling.

Ajarin memakai pakaian yang di sukai oleh Bagas, memakai parfum dan juga menguncir rambut nya membuat kesan seksi dan memperlihatkan tubuh putih mulus milik nya.

Bagas tidak mengedipkan mata nya sama sekali melihat badan Ajarin.

Ajarin mendorong Bagas dan berbaring di tempat tidur.

Ajarin mulai menggoda seperti yang di ajarkan Bibik kepada nya dan buku-buku yang dia baca.

Di sisi lain juga dia cukup bergairah kepada Bagas yang sangat tampan ketika menahan hasrat seperti itu.

Jujur saja wanita mana yang tidak akan menyukai ketampanan Bagas walaupun memiliki kepribadian yang di benci banyak orang.

Dan akhir-akhir ini Ajarin mulai suka kepada Bagas karena Bagas tidak sekejam awal.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!