Bagas tersenyum dia langsung memeluk Mamah nya.
"Terimakasih banyak mah sudah banyak mengerti aku dengan Cindy."
"Bagaimana? apa kamu sudah memikirkan memilih mamah atau aku?" tanya Cindy di kamar.
Bagas menghela nafas panjang.
"Baiklah aku akan mengantar kan Mamah keluar dari rumah ini agar kamu puas dengan satu syarat dengan secepat nya kita harus memiliki anak."
"Bisa berhenti memikirkan mempunyai anak gak? Aku tidak akan hamil!"
"Kenapa Cindy? Bukan kah tujuan kita menikah untuk memiliki anak?"
"Itu tujuan kamu bukan tujuan aku, kamu hanya memikirkan apa yang di inginkan orang tua kamu."
Bagas menghela nafas panjang.
"Baiklah kalau begitu aku akan menikah lagi."
"Maksud kamu apa?"
"Aku ingin memiliki anak, kalau kamu tidak bisa memberikan aku anak aku akan menikah lagi."
Cindy diam menatap Bagas.
"Jadi hanya karena anak kamu mau menceraikan aku dan menikah dengan orang lain?"
"Aku tidak bilang kalau kita akan bercerai, aku akan menikah namun atas persetujuan kamu."
"Aku tidak rela di madu."
"Kalau begitu ceraikan saja aku!" ucap Cindy.
Bagas terdiam.
"Kenapa kamu diam? Bukan kah ini yang kamu mau?"
"Aku tau kok kalau sebenarnya kamu juga sudah bosan dengan ku dan kamu sudah mengejar wanita lain di luar sana."
"Sudah lah, aku tidak ingin berdebat."
Bagas keluar dari kamar.
Keesokan harinya di saat Bagas dalam perjalanan menemui klien nya tidak sengaja dia seperti melihat Cindy bersama Pria.
Dia mencoba untuk tidak berfikir aneh-aneh mungkin bisa jadi dia salah lihat.
Di rumah mereka sama sekali tidak berbicara satu sama lain membuat mamah nya Bagas sangat sedih.
Tidak ada kehangatan sama sekali tidak keluarga itu.
Mamah Bagas semakin hari semakin sedih dan kesepian, dia tidak berani mengganggu Bagas yang terlihat sangat pusing.
Bagas melihat handphone istri nya di atas meja karena berbunyi. Dia kaget melihat nama kontak yang menelpon nya.
Cindy keluar dari kamar mandi dia melihat handphone nya sudah di jawab oleh suami nya.
"kamu apa-apaan sih ikut campur sama urusan aku!"
Ucap Cindy sambil merampas handphone nya.
"Siapa pria itu?"
"Bukan siapa-siapa."
"Kenapa kamu menyimpan kontak nya dengan nama sayang?"
"Hanya rekan kerja."
"Cindy jangan berbohong!"
"Berarti prasangka aku terhadap kamu benar yah, kamu memiliki pria lain kan?"
"Kamu sudah tau, Kenapa kamu diam saja? kenapa tidak menceraikan aku?"
"Tidak semudah itu Cindy, aku bersama kamu sudah bertahun-tahun, aku mencintai kamu."
"Kalau kamu mencintai aku kamu tidak akan bermain dengan wanita lain di luar sana, kamu pikir aku tidak tau?"
"Kalau kamu mencintai aku, kamu tidak akan memaksa aku memberikan kamu anak karena aku tidak mau punya anak."
Bagas semakin pusing dia mau marah tapi itu istri nya.
"Katakan siapa Pria itu!"
"Kamu tidak perlu tau! Aku ingin kita bercerai."
Bagas menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak mau, bagaimana tanggapan keluarga dan semua orang kalau kita bercerai."
"Aku tidak mencintai kamu lagi, aku ingin kita cerai karena aku mencintai Pria lain."
"Cindy jangan seperti ini, Mamah akan sedih mengetahui hubungan kita seperti ini. Bagaimana dengan orang tua dan keluarga kamu."
"Terserah, kalau kamu tidak mau aku akan mengurus nya sendiri."
Cindy pergi karena sudah di jemput oleh kekasih nya.
Bagas menghela nafas panjang dia sangat pusing memutuskan untuk keluar mencari tempat yang tenang.
"Aaarrggghhh!!!!" dia sangat marah sehingga mabuk dari malam sampai pagi membuat mamah nya khawatir sekali.
Bagas melihat istrinya mengirim kan foto diri nya dan pria selingkuhan nya di dalam kamar hotel.
Bagas semakin emosi karena ternyata selingkuhan istri nya adalah musuh nya sendiri.
Keesokan harinya...
"Bagas kita mau kemana? Bagaimana dengan Cindy? Apa dia tau kita akan pergi?"
"Mamah ikut saja, sudah tidak ada harapan lagi kita di sini." ucap Bagas karena ternyata rumah itu diam-diam sudah di balik nama oleh Cindy.
Bagas tidak merasa rugi hanya saja dia sangat sedih karena rumah itu adalah hasil dari mereka berdua, saksi cinta mereka dulu namun sekarang sudah tidak ada artinya lagi.
Bagas dan Mamah nya keluar namun ternyata Cindy sudah di depan rumah.
Cindy memberikan surat kepada Bagas.
"Apa ini nak?"
"Surat cerai." jawab Cindy.
Bagas mengambil nya dan langsung pergi.
"Nak ada apa? Ada apa dengan kalian?"
"Mah kita harus pergi dari sini, Mamah harus bahagia aku tidak ingin mamah sedih hanya karena aku dengan Cindy.
"Nak Mamah tidak ingin kamu bercerai dengan Cindy.
Bagas meminta mamah nya mengikuti keputusan nya saja karena itu demi kebahagiaan Mamah nya.
Satu hari di perjalanan akhirnya Bagas sampai di Rumah singgah tempat kelahiran nya dan juga rumah orang tua nya dulu.
Aba-aba Bagas datang sudah terdengar semua orang berkumpul termasuk Ajarin yang sudah menyiapkan diri menyambut suami nya.
Ketika melihat keadaan tempat itu mamah nya Bagas sangat Sedih karena mengingat semua nya.
"Mamah harus janji kalau di sini Mamah gak boleh sakit dan juga sedih."
"Mamah pasti sedih karena tempat ini memiliki banyak kenangan."
Mobil Bagas memasukkan halaman rumah singgah.
"Loh kenapa kamu membangun rumah di belakang nak?"
"Aku menjadikan rumah utama menjadi markas mah, kantor untuk membahas pekerjaan dan rumah ini adalah rumah untuk aku istirahat."
"Sangat cantik sekali,"
"Ini seperti rumah yang mamah mau dulu. Kali ini Papah tidak melarang aku membangun rumah seperti ini, ini rumah Hadiah untuk Mamah."
"Kamu sangat jahat membawa mamah ke sini setelah rumah ini sudah lama berdiri."
Bagas melihat Ajarin dari dalam mobil.
Mamah nya heran kenapa mata Bagas seperti menatap seseorang.
"Kamu memperkerjakan wanita muda di sini nak?" tanya Mamah nya melihat Ajarin.
"Iyah mah, dia membutuhkan uang."
"Kenapa wajah gadis itu sangat cantik? Dan wajah nya begitu familiar."
"Ayo turun Mah."
Mereka turun.
Semua pelayan terkejut melihat Bagas tidak datang sendiri melainkan bersama mamah nya.
Semua pelayan sudah tau itu orang tua Bagas, namun Ajarin tidak tau.
Ini pertama kali nya dia bertemu dengan ibu mertua nya.
Mereka di sambut dengan sangat hangat. Mamah nya Bagas juga sangat ramah kepada mereka karena dulu mereka masih sangat muda-muda di tinggal oleh Mamah nya Bagas.
"Saya tidak menyangka kalau ibu akan kembali ke kota ini, selamat datang kembali Bu, kamu sangat senang ibu mau datang ke sini lagi."
"Ya ampun kamu masih di sini, kita sudah hampir seumuran. saya juga sangat senang bertemu dengan kalian semua."
Ajarin kebingungan, gugup, takut.
"Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan, Mamah nya Tuan tidak boleh tau aku istri simpanan Tuan Bagas." batin Ajarin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments