Pernikahan Ajarin dengan Bagas.

Dia lega Bagas tidak ada di sana.

Tidak beberapa lama Pelayan masuk.

Ajarin menarik selimutnya menutupi dada nya.

"Selamat sore non." ucap pelayan. Ajarin mengangguk.

"Ini ada obat untuk non makan, saya takut terjadi apa-apa sama non." ucap Pelayan.

"Terimakasih banyak Bik." ucap Ajarin.

"Oh iya non tadi Tuan berpesan kalau dia akan makan malam di sini, kalau Non tidak bisa saya akan menyiapkan nya." ucap Bibik.

"Saya bisa kok." ucap Ajarin. Bibik tersenyum. "Ya udah kalau begitu saya keluar dulu.

Ajarin berusaha untuk duduk. Namun badan nya sangat sakit apalagi di bagian ************ nya.

Kaki nya sangat sulit di gerakkan. Air mata nya kembali keluar.

Di tempat lain di Ruangan yang sangat dingin, hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk ke sana.

Bagas sedang menjalankan bisnis nya. Cukup lama dia berbicara dengan rekan nya di sana sampai akhir nya selesai.

Bagas tinggal dengan Farel di sana.

"Apa perempuan itu sudah bangun?" tanya Bagas.

"Sudah Tuan." jawab Farel.

"Saya akan menikahi nya secara Sirih." ucap Bagas. Farel bernafas lega akhirnya Bos nya tidak marah lagi.

Kalau Bagas sudah mau menikahi perempuan itu berarti dia menerima nya karena itu tidak terjadi hanya sekali.

Farel mengingat Sore tadi dia bangun.

"Tidur siang ku sangat nyaman dan nyenyak sekali." ucap Bagas dia melihat di samping nya Ajarin.

Bagas turun dari kasur, dia tidak sengaja melihat bekas bercak merah di kasur.

Senyuman nya tertarik ke atas.

"Saya sangat suka dengan seperti ini." ucap Bagas.

Setelah beberapa lama akhirnya dia sampai di rumah yang hanya ada Ajarin dan Pelayan di sana.

Rumah khusus hanya untuk simpanan Bagas.

"Selamat malam Tuan. Silahkan duduk makanan sudah siap." ucap pelayan.

Bagas duduk, dia makan begitu lahap sekali.

"Kemana perempuan itu?" tanya Bagas.

"Ada di dapur Tuan."

"Panggil dia ke sini!"

Tidak beberapa lama Ajarin datang.

"Saya sedang makan, kenapa kamu di dapur?" tanya Bagas.

"Maaf Tuan."

"Saya tidak butuh maaf mu!"

Ajarin bingung harus melakukan apa.

"Bersihkan tempat tidur, Siap kan baju ganti saya." ucap Bagas.

Ajarin menginyakan dan langsung ke kamar. Di dalam kamar dia terkulai lemas.

Dia belum bisa banyak bergerak namun sudah memaksakan diri nya.

Sebelum Bagas datang dia harus membersihkan kamar itu. Ajarin melihat bekas merah di kasur.

"Berarti keperawanan ku tidak di ambil oleh ayah." ucap Ajarin.

"Aku tidak tau apa kesalahan yang aku lakukan sebelum nya sehingga hidup ku seperti ini. Aku sudah tidak berguna lagi." ucap Ajarin.

Tiba-tiba Bagas datang.

"Apa-apaan ini? Kenapa belum selesai?" tanya Bagas meninggikan suara nya.

"Maafkan saya Tuan, saya akan segera membersihkan nya.

"Saya tidak suka dengan wajah murung mu itu!" ucap Bagas menarik rambut Ajarin.

"Saya memberikan kehidupan yang layak, saya memberikan tempat tinggal jangan mencoba-coba untuk berfikir yang aneh-aneh." ucap Bagas.

Ajarin hanya bisa memasang wajah menahan sakit.

"Selesaikan! Setelah saya keluar dari kamar mandi ini semua sudah rapi."

Bagas mendorong kepala Ajarin ke Kasur.

Tidak beberapa lama akhirnya selesai dia menyiapkan pakaian Bagas untuk tidur.

Bagas keluar dari kamar mandi hanya menggunakan Handuk di pinggang nya. Ajarin langsung memalingkan pandangannya.

"Ada apa dengan mu? Apa kamu tidak suka dengan saya?" tanya Bagas..

"Bukan seperti itu Tuan, sebaiknya tuan memakai baju dulu." ucap Ajarin memberikan baju kepada Bagas.

Waktu nya istirahat.

"Saya akan tidur di sofa, agar Tuan bisa tidur dengan nyenyak." ucap Ajarin.

"Siapa yang mengijinkan kamu tidur di sofa?" ucap Bagas.

Ajarin terdiam. Bagas Menarik tangan Ajarin dan mendorong nya ke kasur.

"Aaa!!" Dia menjerit karena sakit.

"Kenapa? Kamu masih kesakitan?" tanya Bagas naik ke kasur juga.

"Tuan saya mohon jangan lakukan itu lagi, saya mohon.." ajarin memohon dan terus mundur ke sudut kasur.

"Kamu tidak suka dengan permainan saya? Apa menurut kamu masih kurang lama? Atau kurang kasar?" ucap Bagas.

Ajarin menggeleng kan kepala nya.

"Biasanya anak seusia kamu ini sangat suka dengan yang besar dan juga tahan lama kan?" ucap Bagas.

Ajarin menggeleng kan kepala nya.

"Kamu harus tau kalau saya akan datang selama satu bulan dua kali. Dan paling lama saya di sini dua hari. Dan selama dua hari itu kamu tidak boleh menolak di saat saya meminta nya." ucap Bagas.

Ajarin terdiam, mendengar nya saja sudah membuat nya hampir pingsan.

"Oh iya saya akan menikah dengan kamu besok." ucap Bagas.

Ajarin kaget dia menatap Bagas.

"Saya ingin kamu memberikan saya anak, saya menginginkan anak untuk penerus saya." ucap Bagas.

Ajarin menggeleng kan kepala nya.

"Tidak mungkin Tuan, saya tidak ingin melakukan nya." ucap Ajarin.

"Kamu berani membantah saya?" tanya Bagas.

"Kalau kamu tidak berhasil memberikan saya anak kamu akan tau akibat nya." ucap Bagas.

Mendengar itu Ajarin semakin takut.

"Untuk malam ini saya tidak akan melakukan nya, saya hanya berharap kalau benih yang saya keluarkan tadi siang menjadi anak dan kalau pun tidak jadi saya akan melakukan nya terus menerus sampai di perut kamu ada penerus dari perusahaan dirgantara." ucap Bagas.

"Dan satu hal lagi yang harus kamu tau, kalau kamu ingin cepat berpisah dengan saya segera lah mengandung anak Saya dan melahirkan nya dengan selamat setelah itu saya akan memberikan kamu bagian mu dan pergi lah sejauh mungkin." ucap Bagas.

Bagas tidur di samping Ajarin membelakangi nya. Ajarin juga tidur, walaupun takut dia tetap berusaha untuk tidur.

Keesokan harinya Bagas mengucapkan ijab qobul dengan benar dan sekarang mereka sudah resmi menjadi suami istri.

Bagas tidak ingin anak nya nanti menjadi anak di luar nikah. Dan dia menikahi Ajarin karena sudah tau Ajarin perawan itu arti nya Ajarin perempuan baik-baik dan itu tentu sangat berpengaruh kepada anak nya nanti.

Di malam hari nya Ajarin keluar dari kamar nya.

"Bik.."

Pelayan menghampiri Ajarin.

"Iyah Non."

"Kemana Tuan Bagas? Kenapa dia tidak ada dari tadi siang setelah acara itu?" tanya Ajarin.

"Oohh Tuan Bagas sudah kembali ke kota Non." ucap pelayan.

"Kota?" tanya Ajarin.

"Iyah Non, di sini hanya transaksi bisnis nya saja. Dan juga penyimpanan perempuan simpanan nya." ucap pelayan.

"Apa sebelum nya Tuan Bagas juga sudah memiliki perempuan di sini?" tanya Ajarin.

"Sudah ada Tiga orang Termasuk Non Ajarin. Namun yang di nikahin hanya satu yaitu non Ajarin saja." ucap Pelayan.

Ajarin bingung kenapa hanya dia yang di nikahin sementara pelayan lain nya sudah tau apa jawaban nya.

Terpopuler

Comments

Ismi Rianti

Ismi Rianti

Alhamdulillah semoga Allah melindungi mu ajarin

2023-07-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!