Ayah yang sangat bejat

Dia menangis meminta pertolongan namun tidak ada yang bisa menolong nya dia membuka pintu namun ternyata pintu sudah di kunci oleh ayah nya itu.

Ayah nya mendekati dia. "Kamu tidak akan bisa kabur ke mana-mana lagi. Kamu harus melayani saya." ucap ayah nya.

"Ayah aku mohon lepas kan aku Ayah. Jangan Ayah." ucap nya tidak berhenti menangis.

"Sebentar lagi kamu akan menjadi pelacur di rumah bos saya, tidak mungkin saya memberikan kamu dengan utuh kepada nya." ucap Ayah nya.

Ajarin tidak bisa melawan lagi Ayah nya memaksa nya dengan sangat kasar. Dia tidak perduli sekarang Perawan Ajarin berhasil di ambil oleh ayah tiri nya itu.

Hanya sekali karena warga mendengar suara teriakan Ajarin mereka langsung datang dan menggedor pintu.

Namun Ayah nya tidak jujur. Mereka semua malah di usir.

Keesokan harinya Ajarin sangat sedih dia baru saja selesai mandi dan segera sholat.

Dia tidak berani keluar kemana-mana, dia tidak bisa berhenti membayangkan wajah ayahnya yang benar-benar sudah membuat nya menderita.

Ajarin sadar kalau adiknya tidak ada di rumah dari kemarin. Dia mencari nya namun tidak ada.

Ajarin berusaha mencari ke sekolah namun tidak ada juga.

"Akbar kemana? Kenapa dia tidak ada, Akbar jangan membuat kakak khawatir." ucap nya. Ajarin.

Dia terus mencari namun Tidak kunjung ketemu.

Ajarin pulang dia berharap sekali Adik Nya sudah di rumah. Dan harapan nya terjadi.

Adik nya sudah di rumah bersama Ayah nya.

"Dari mana saja kamu?" tanya Ayah nya. Ajarin tidak menjawab.

"Jangan coba-coba untuk melarikan diri yah, nih pergi lah ke alamat ini." ucap Ayah nya sambil melempar kan surat-surat kepada Ajarin.

Ajarin mengambil nya dia melihat alamat itu.

"Saya sudah menjual kamu ke sana." ucap Ayah nya.

"Aku tidak mau." ucap Ajarin.

"Jangan berani-berani kamu melawan nya! Kalau kamu tidak mau pergi saya akan membuang adik kamu." ucap ayah nya.

"Jangan Ayah." ucap Ajarin langsung takut.

"Baiklah aku akan pergi." ucap Ajarin.

Ayah nya langsung pergi. Ajarin sangat benci dengan ayah nya dia akhirnya memutuskan untuk kabur dengan adiknya sore ini.

Tapi Ayah nya mengetahui rencana nya dia tidak bisa kabur.

Keesokan harinya Ajarin berpamitan kepada Adik nya.

"Kakak pergi dulu yah dek, do'akan kakak di sana baik-baik saja." ucap Ajarin.

"Iyah kak, aku selalu berdoa yang terbaik untuk kakak. Aku minta maaf karena aku kakak harus seperti ini." ucap Akbar.

Ajarin menggeleng kan kepala nya.

"Ini semua tidak ada salah kamu dek. Jangan berfikir seperti itu yah." ucap Ajarin.

"Tunggu apa lagi? Kenapa masih lama?" tanya ayah nya dari luar karena Anggota suruhan bos nya sudah menunggu di luar.

Ajarin memeluk adik nya cukup lama setelah itu dia pun pergi.

Sebelum nya Ajarin sudah mengubah penampilan nya menjadi sangat buruk. Dia sengaja menghitam kan kulit nya agar nanti bos ayah nya tidak menerima dia.

Melihat mobil hitam yang besar serta empat pria yang besar-besar membuat nya takut.

Dia tidak pamitan kepada ayah nya dan langsung masuk ke dalam mobil.

Selama perjalanan dia tidak berhenti khawatir, dia juga sangat sedih sampai badan nya terasa Lemas.

Cukup lama di perjalanan. Ajarin heran karena sudah berjam-jam di perjalanan tidak sampai.

Tempat yang mereka lewati sama sekali tidak pernah dia lewati sebelum nya.

"Kalian semua membawa aku ke mana? Kenapa ke hutan seperti ini?" tanya Ajarin.

"Sudah jangan banyak tanya, Duduk saja dengan tenang." ucap Pria yang di belakang nya. Mendengar mereka berbicara saja sudah membuat Ajarin takut.

Ajarin melihat jalanan yang begitu rindang. Dia baru tau lokasi yang sangat tenang itu.

Akhirnya dia pun tertidur karena angin yang sangat sejuk.

Dia merasa baru saja tertidur namun mobil sudah berhenti. Dia terjaga dari tidur nya.

Pintu sudah di buka kan untuk nya.

"Kita sudah sampai di mana?" tanya Ajarin.

"Silahkan turun." Ucap pria itu. Ajarin turun dia melihat Rumah Bak istana di depan nya.

Rumah yang di kelilingi banyak pengawal.

"Apa ini adalah rumah bos Ayah?" ucap Ajarin.

Dia melihat satu pria berkemeja putih menghampiri nya.

"Apa dia adalah pria itu? tapi tidak mungkin dia terlihat masih muda." ucap Ajarin.

Karena setau nya pria yang sudah membeli nya adalah orang yang sudah lanjut usia.

Pria itu berdiri di depan Ajarin dia memerhatikan penampilan Ajarin yang membuat nya menatap dengan aneh.

"Perkenalkan nama Saya Farel. Saya adalah sekertaris Tuan Bagas." ucap Farel.

"Tuan Bagas?" ucap Ajarin.

"Tuan Bagas adalah bos saya, dan saya yang membeli kamu untuk dia." ucap Farel.

Ajarin terdiam sejenak. "Kenapa tidak sesuai ekspektasi? Sebelum nya Ayah nya bilang kalau dia cantik namun Kenapa sangat jelek." batin Farel.

"Apa yang harus saya lakukan Pak? Apa saya harus menemui Tuan Bagas sekarang?" tanya Ajarin.

"Tidak perlu, dia sedang berada di luar kota, dia akan datang tiga hari lagi, sebaik nya kamu istirahat mempersiapkan diri." ucap Farel.

Ajarin Mengangguk. "Oh iya jangan lupa untuk perawatan karena kalau tuan Bagas tau kamu sangat jelek seperti ini akan membuat nya marah." ucap Farel.

"Saya sudah seperti ini dari lahir Pak." ucap Ajarin. Farel sudah bingung harus berbuat apa dia tidak bisa melakukan apapun agar Ajarin bisa cantik.

Melihat yang di foto sama yang asli sangat jauh berbeda.

Dia menelpon Ayah Ajarin dan marah-marah. Tapi ayah Ajarin sama sekali tidak perduli.

Ajarin baru saja di antar kan oleh kedua bodyguard farel ke kamar nya.

"Ini adalah kamar Tempat Non istirahat." ucap bodyguard itu.

"Apa ini tidak salah? Kamar ini Sabtu mewah sekali." ucap Bodyguard nya.

"Ini adalah kamar Tuan Bagas, beliau memesan kan kepada kami agar perempuan nya di ijinkan tidur di sini." ucap bodyguard nya.

Mendengar itu Ajarin semakin takut.

"Baiklah kalau begitu selamat beristirahat Non, kami mohon diri."

Ajarin mengangguk dia duduk di sofa. "Setelah ini apa yang akan terjadi kepada kehidupan ku?" ucap nya.

Karena lelah berfikir dia ketiduran di sofa. Tidak terasa hari sudah pagi pintu kamar ada yang mengetuk.

Ajarin membuka nya.

"Non kamu sudah menyiapkan perawatan di lantai bawah." ucap Bodyguard.

"Perawatan?" ucap Ajarin.

"Iyah non, tidak mungkin non seperti ini bertemu dengan tuan Bagas." ucap bodyguard nya.

"Huff aku harus bagaimana? Aku tidak ingin kebohongan ku Terbongkar, hanya dengan cara ini aku bisa di lepaskan dari sini." ucap Ajarin dalam hati.

Terpopuler

Comments

Ismi Rianti

Ismi Rianti

saya setuju banget ide ajarin

2023-07-04

0

Ismi Rianti

Ismi Rianti

subhanallah

2023-07-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!