I Love BTS - Tamat

Malamnya semua teman Utari telah pulang kecuali Ahreum. Ahreum duduk di sofa dengan pandangan kosong dan air mata yang masih mengalir.

"Ahreum-ah, kamu jangan putus as begini! Kalau kamu lemah begini bagaimana dengan Putramu Daehoon? Apa kamu tidak berpikir, bagaimana kondisinya saat ini? Apakah Daehoon sudah makan? Apa Daehoon sudah minum susu?" coba pikirkan semuanya Ahreum-ah..." Utari menghela nafas sejenak.

"Aku memang tidak tahu bagaimana sulitnya membesarkan anak tanpa suami, tapi aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri bagaimana kerasnya perjuangan Ibuku untuk membesarkan aku. Ibuku membesarkan aku tanpa ada Ayah di sisinya dan Ibuku juga bukanlah perempuan berpendidikan tinggi, Ibuku hanya sekolah sebatas sekolah menengah atas," kata Utari seraya menerawang.

"Aku sering melihat Ibuku kebingungan karena uang, tidak seki tapi berkali-kali Ibuku berpikir apakah besok kami masih bisa berteduh di rumah yang kami sewa karena tidak sanggup mengumpulkan uang untuk biaya sewa," kata Utari kembali.

"Tapi satu hal yang aku peajari dari Ibuku adalah jangan pernah mundur. Jika itu terjadi pada kita mungkin memang sudah jalannya, lagi pula dirimu punya pekerjaan yang bagus dan penghasilan tetap lantas mengapa khawatir berlebihan. Daehoon pasti akan menjadi Putra yang membahagiakan dan membanggakan dirimu sebagai Ibu kesayangannya," kata Utari menatap pada Ahreum.

"Aku bukan ingin mengusirmu dari sini, tapi jangan sampai dia sudah kehilangan soskk Ayahnya lalu kau ikut meninggalkannya juga. Jadi jika kamu memang butuh waktu untuk menyendiri, maka silahkan lakukan. Setidaknya bawalah anakmu kemari atau kau bisa titipkan sejenak pada keluargamu," kata Utari.

"Keluargaku tidak akan mau menerima Daehoon, karena aku menikah dengan Yoonjae Oppa tidak mendapat restu dari kedua orang tuaku, Tari-ah," kata Ahreum kembali menangis dan memeluk sahabatnya itu.

"Lalu sekarang dimana Daehoon?" tanya Tari.

"Aku meninggalkan Daehoon di rumah bersama Yoonjae Oppa setelah aku marah dan bertengkar dengannya. Aku tidak tahu apakah pria bejat itu membawa Daehoon ikut serta bersamanya atau tidak, karena sejauh ini dia tidak pernah mau peduli pada Daehoon," kata Ahreum.

"Astagfirullah Ahreum! Ya Allah, Neo jinja Ahreum ah!" kata Utari menatap kesal pada sahabatnya yang tengah menangis.

"Baiklah, ayo sekarang kita ke rumahmu. Ini sudah jam 9 malam dan kau meninggalkan anak sekecil itu sendirian di rumah," kata Utari kesal.

"Dia tidak sendirian Tari, ada Yoon jae Oppa saat aku pergi tadi," kata Ahreum membela diri.

"Siapa yang bisa menjamin jika pria itu membawa Daehoon saat dia meninggalkan kediaman kelian. Kau tahu sendiri seperti apa proses Dae hokn hadir kedunia ini, bahkan karena butanya kau tidak mendengarkan perkataan orang tuamu sendiri hingga berakhir hamil 3 bulan sebelum menikah. Jangan lupakan satu hal penting lainnya, pada saat itu kau adalah salah satu Dosen yang biasanya berprestasi menjadi hampir di pecat gara-gara lupa akan tugas-tugasmu di kampus," kata Utari mengingatkan kegilaan-kegilaan Ahreum saat akan menikah dengan Yoonjae.

Keduanya bergegas ke arah basement, Ahreum yang memang tidak membawa mobil hanya bisa mengandalkan mobil Utari. Dengan cepat Utari mengemudi ke arah kediaman Ahreum. Saat tiba di sana, suasana terlihat sangat gelap tidak ada cahaya sama sekali.

"Apa rumahmu kedap suara?" tanya Utari pada Ahreum dan Ahreum menganggukkan kepala. Hal ini kian membuat Utari sakit kepala.

Ahreum memasukkan sandi rumahnya dengan raut cemas dan ternyata kondisi rumah sudah seperti kemalingan. Jangan lupakan Daehoon yang sudah terpuruk di balik meja, dengan air mata yang sudah mengering dan memegangi perutnya.

"Eomma!" Daehoon pada saat menatap Ahreum.

Ahreum menangis melihat kondisi anaknya, wanita 38 tahun itu memeluk Daehoon erat.

"Maafkan Eomma, Daehoon-ah. Mian-ah!" kata Ahreum dengan tangisannya memeluk anak usia 5,5 tahun itu.

"Eomma, Daehoon lapar. Ayah tadi pergi dengan Tante pemarah setelah mengambil beberapa surat dari kamar Eomma," kata Daehoon dengan mata berkaca-kaca.

"Lalu kenapa kesayangannya Ibu menangis?" tanya Ahreum.

"Tante jahat mencubit dan juga memukulku Eomma, tapi Appa tidak memarahinya. Kata Appa itu karena aku selalu merengek dan menyusahkan orang lain. Bahkan Eomma tidak menginginkan aku lagi karena aku ini merepotkan dan juga menyusahkan," kata Daehoon.

"Sayang dengar itu tidaklah benar, semua orang menyayangi Daehoon. Ayo kita pergi dari sini," kata Utari dan menggendong Daehoon.

Setelah melewati beberapa waktu di perjalanan Utari berhenti di minimarket unyuk membeli makanan dan cemilan khas anak-anak usia 5 tahun sedangkan Ahreum tetap di mobil seraya memeluk Daehoon yang tertidur karena lelah menangis.

Tuk

Suara pintu mobil di tutup, Utari masuk membawa beberapa cemilan balita dan juga susu siap minum serta roti kukus.

"Coba bangunkan dulu Daehoon untuk makan Ahreum-ah. Aku yakin dia sangat kelaparan," kata Utari karena hari sudah menunjukkan pukul 11 malam.

Ahreum membangunkan Daehoon dan menyuapi Daehoon minuman dan makanan pada saat sang anak terbangun. Tidak cukup sampai di sana, Ahreum menatap pada Utari lama.

"Wae?" tanya Utari pada Ahreum.

"Gomawo Chingu ya, aku tidak tahu bagaimana jadinya jika aku tidak punya tempat untuk bercerita. Terima kasih selalu sabar mendengar ceritaku selama ini," kata Ahreum.

Utari tersenyum dan mengusap pipi Daehoon dengan tangannya.

8 kemudian

"Sayanng coba dulu testnya, jangan takut ada aku. Aku tidak masalah jika memang kita belim di kasih sama Allah, mungkin Allah masih ingin kita pacaran dulu dan juga memantaskan diri untuk menjadi orang tua. Jadi kamu tidak perlu khawatir ya," kata pria itu seraya mengecup kening istrinya.

"Keundae Oppa?" si wanita masih tetap ragu, karena ini bukan kali pertama mereka memeriksa kehamilan tapi sudah 2 kali di bulan ini dan hasilnya sama.

"Coba aja dulu," kata Pria itu meyakinkan istrinya.

Dengan perasaan khawatir tingkat tinggi, wanita itu melakukan test kehamilan. Bahkan setelah mengujinya seraya menunggu hasil wanita cantik itu menolak melihat hasilnya.

"Gimana sayang?" tanya Lee Ha Joon pada sang Istri.

"Aku ngak mau lihat Oppa," kata Utari yang malah memeluk suaminya erat dan belum siap melihat hasilnya.

"Sayang!" teriak Ha Joon bahagia dan memeluk erat Utari.

"Kita akan segera jadi orang tua, kamu hamil Sayang," kata Ha Joon pada Utari.

Utari tidak bisa berkata-kata lagi ketika melihat hasil itu.

Paginya sebagai wujud dari rasa syukur, Utari dan Lee Ha Joon mengundang teman-temannya. Di antara yang datang tentu saja ada Ahreum dan suami barunya. Cepatkah Ahreum menikah kembali? Ya tentu saja, karena jodoh Ahreum sekarang adalah sahabat masa kecilnya yang di jodohkan oleh orangtua dengan Ahreum.

Utari memandangi foto sang Idola kesayangan semasa dia belum punya suami dahulu, walau sekarang masih sangat menyukai BTS.

"Oppa, sekarang aku sudah menemukan Mr right yang dahulu aku cari. Terima kasih untuk tawa dan motivasi yang selalu mengingatkan aku dan menguatkan aku ketika berda di titik terendahku. Sukses selalu kesayangan Army, I love BTS," kata Utari dari dalam hatinya seraya tersenyum.

"Ibu hamil muda senyum-senyum sendiri, ayo gabung dengan yang lain," kata Ibu dari Utari yang menghampiri Utari dan mengajak bergabung dengan yang lain.

...Selesai...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!