Jimin Oppa

Hari ini Utari akan berangkat ke Korea Selatan, karena satu minggu lagi dia akan test untuk masuk universitas.

"Ibu Utari pamit ya, do'akan Utari agar segera bisa jemput Ibu. Utari ngak mau jauh dari Ibu, tapi sekarang kita harus berpisah sementara maka dari itu Utari tetap meminta Ibu untuk menemani langkah Utari tapi melalui do'a Ibu," kata Utari yang saat iyu di bandara bersama Ibu, di sana ada Reza dan Olivia juga.

Utari menangis di pelukan sang Ibunda, bagaimanapun Utari tidak tahu kehidupan seperti apa yang akan dia hadapi di Korea sana nanti, tapi Utari yakin dan percaya kalau Allah akan selalu menemani langkah Utari. Jadi Utari tidak ingin berburuk sangka apalagi takut tanpa alasan.

"Yaudah Utari pamit, Bang Reza! Olivia! Aku titip Ibu sementara, sebelum aku bisa jemput Ibu," kata Utari pada kedua sahabatnya itu.

"Kamu tenang aja Utari, insyaallah Ibu akan baik-baik saja. Lagi pula ada aku dan Olivia yang menjaga Ibu di sini sementara, kamu fokus di sana agar kamu benar-benar bisa lulus kuliah dengan beasiswa penuh dan di tambah uang saku. Pr kedua yang harus kamu kerjakan adalah interview menjadi Dosen pengganti, agar kamu bisa menjadi Dosen tetap di sana," kata Reza pada Utari yang hanya Utari balas dengan anggukan saja.

"Iya Kak, aku juga bahagia banget dengan kesempatan yang kamu dapat. Kamu harus lulus Kak, ingat impian kamu buat bahagiain Ibu sudah di depan mata," kata Olivia pada Utari.

"Iya terima kasih semunya," Utari memeluk Olivia sebelum berangkat.

Peringatan jika pesawat akan segera lepas landas mengakhiri sesi tangis-tangisn mereka semua. Utari berbalik pergi dengan koper di tangannya.

Utari semakin jauh dari pandangan Ibu, Utari memilih tidak berbalik karena Utari akan merasa lemah ketika melihat wajah sang Ibu. Maka dari itu Utari hanya berjalan maju ke depan.

Saat ini Utari sudah berada di dalam pesawat, istigfar dan sholawat tidak terputus dari mulut Utari yang bersembunyi di balik masker hitamnya.

"Ya Allah, aku berlindung pada semua kemungkinan buruk dan juga hal-hal buruk, karena sesungguhnya engkaulah yang maha memberikan perlindungan ya Allah," kata Utari dari dalam hatinya.

Seseorang menggunakan pakaian serba hitam dan juga topi kebesaran sampai menutup mata dan jangan lupakan menggunakan masker untuk menutup wajahnya di lengkapi dengan kaca mata juga. Sepertinya dia adalah seorang pria, tapi seperri sedang melakukan penyamaran. Beruntungnya Utari adalah wanita yang bodo amat sehingga meski pria itu sudah tidak terlihat seperti apa rupanya Utari tetap tidak penasaran sama sekali. Tapi jika orang melihat jemarinya maka orang akan menyadari jika dia sangatlah putih seperti kulit Oppa-Oppa Korea.

Utari tertidur lelap setelah lama beristigfar. Tanpa Utari sadari di sebelahnya ada orang yang begitu ingin dia temui walau hanya sering di ucapkan melalui mulut saja. Ya yang menggunakan pakaian serba hitam adalah Park Jimin. Ada yang penasaran kenapa seorang bintang dunia menyamar dan naik pesawat di kursi yang umum? Itu semua karena Jimin sedang berlibur dengan menyamar. Jimin ingin berlibur sejenak tanpa menggunakan nama besarnya sebagai seorang Park Jimin BTS.

"Apakah dia seorang Army?" hati Jimin bertanya saat melihat mainan tas yang tersangkut di tas Utari yang melambangkan jika itu milik BTS dan juga ada nama BTS di sana terukir indah.

"Ya Tuhan dunia ini memang sempit, aku ingin cari aman sehingga duduk berpakaian seperti tumpukan kain hitam tapi tetap di pertemukan debgan seorang Army. Lebih parahnya Army dari seorang muslim," kata Jimin bergumam dalam hatinya.

Utari terbangun saat memasuki waktu sholat zuhur, Utari langsung berusaha mengaupkan kesadarannya. Setelah Utari merasa sudah bisa berdiri tegak, Utari baru menyadari jika ada orang misterius berada di sebelahnya. Meski begitu Utari tidak ambil pusing.

"Permisi Tuan, bolehkah saya menumpang lewat?" kata Utari dengan bahasa inggris yang fasih.

"Oh, sure!" kata Jimin dan memberikan ruang agar Utari bisa keluar. Tapi sesaat setelah keluar Utari berhenti dan melihat ke arah pria berpakaian serba hitam itu.

"Kok suaranya kayak suara Jimin Oppa? Apa aku lagi berhalusinasi? Ya Allah, Utari! Pergi ke Korea Selatan bukan berarti Jimin Oppa dalam jangkauan. Ingat meski masih di bawah langit yang sama Jimin Oppa tetap sebuah kemustahilan, lagi pula Jimin Oppa atau siapapun itu bukanlah tujuanmu. Ingat kata Jin Oppa, berjanjilah pada diri sendiri untuk mengejar impian meski tidak bisa secepat orang-orang. Karena jalan orang lain bukanlah jalanmu," dumel Utari menggunakan bahasa Korea yang fasih karena di pesawat ini banyak orang Indonesia yang rata-rata menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

"Apa ini? Jimin oppa sebuah kemustahilan?" kata Jimin dengan suara kecil.

Tanpa Utari sadari Jimin Oppa yang selalu dia katakan itu tengah tersenyum di balik maskernya mendengar ocehan salah satu penggemarnya.

Setelah Utari berwudhu Utari menunaikan kewajibannya sebagai umat islam yaitu sholat zuhur. Setelah selesai menunaikan ibadah Utari kembali ke kursinya. Utari yang merasa bosan mengambil al-qur'an kecil yang memang selalu di bawanya kemana-mana di dalam tas kecilnya. Dengan suara lirih Utari membaca al-qur'an untuk mencari ketenangan karena jujur saja Utari tidak kenal siapapun di Korea sana kecuali Kim Hana yang kemarin bertemu dengannya.

Tidak terasa waktu cepat berlalu, sadar atau tidak Utari sedari tadi duduk berdampingan dengan sang Idol kesayangan. Tapi bukan itu pointnya, ayolah ini bukan dunia fiksi di mana seorang wanita biasa jauh dari standar orang kebanyakan mana mungkin berakhir dengan Park Jimin. Utari hanya berharap dia bisa berbakti pada Ibunya, bisa bahagiakan Ibunya dan oerkara jodoh Utari selalu meminta pada Allah, Utari ingin pria yang baik agamanya.

Bukan maksud terlalu memilih, tapi jika Allah saja berani dia tinggalkan lalu bagaimana Utari yang jauh dari kata sempurna, bagaimana Utari yang lemah dan tidak berdaya. Karena itu Utari mengunci pintu hatinya rapat-rapat untuk memperbaiki dirinya. Agar suatu hari nanti Allah pertemukan dia dengan Mr right yang telah Allah pilihkan untuknya.

"당신은 한국어를 말할 수 있습니까?" tanya Jimin pada Utari

"그래, 하지만 난 조금 밖에 할 수 없어" jawab Utari dengan gugup karena sungguh dia tidak menyangka jika ada orang korea di samping dirinya.

"내 이름은 지민이야 소개," kata Jimin masih menggunakan bahasanya tapi menggunakan suara yang pelan.

"방탄소년단 내 아이돌 이름처럼 너무 낯익은 너의 이름," kata Utari pada Jimin.

"오 예 만나서 반갑습니다, 당신의 이름은 무엇입니까" Jimin bertanya kembali.

"우타리, 그렇게 불러도 돼," kata Utari.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!