Park Jimin

"Baiklah, saya rasa kelas kita hari ini cukup sampai di sini! Pastikan saudara semua mengumpulkan tugas tepat waktu, lewat dari 1 menit maka tugas saya anggap hangus. Ada pertanyaan?" tanya Utari pada semua Mahasiswa yang ada di kelasnya.

"Tidak Miss," kata para Mahasiswi itu serentak.

Setelah mengakhiri kelasnya Utari segera bergegas meninggalkan kampus tempatnya mengajar. Kabar baiknya taksi sudah di pesannya sehingga tidak ada drama menunggu terlalu lama, hari ini Utari kuliah hingga sore.

Ya pagi hingga siang dia mengajar, siang hingga petang Utari kuliah. Saat ini Utari baru saja tiba di kampusnya, lalu seorang teman memanggil Utari.

"Utari!" panggil seseorang dari belakang.

"Jihye? Kau kuliah siang juga?" tanya Utari.

"Iya, kita satu kelas hari ini. Ayo kita bersama, Mr Charles tidak menerima keterlambatan!" kata Jihye yang di iyakan oleh Utari.

"Tufas dari Mr Charles apakah kamu sudah menyelesaikannya?" tanya Jihye pada Utari.

"Sudah, apa ada hal yang harus di rubah dan di tambahkan?" tanya Utari.

"Oh sial! Permasalahannya aku lupa mengerjakannya Utari! Kau tahu kuliah di usiaku ini tidaklah mudah, di tambah harus bekerja dan juga mengurus suami yang bertingkah layaknya anakku! Kau beruntung bisa melanjutkan pendidikanmu di usia muda," kata Jihye, sedangkan Utari hanya menganggukkan kepala saja seraya tetap berjalan.

"Utari aku dengar kau penerima beasiswa penuh dari kampus ya? Wah kau beruntung sekali, padahal banyak mahasiswi pintar di kelas bahkan harus tetap membayar uang kuliah. Aku dengar-dengar kau juga di beri uang saku dan seharusnya tinggal di asrama bukan?" tanya Jihye dan bertepatan mereka tiba di dalam ruangan kelas mereka.

"Apakah aman memasuki kelas Mr Charles tanpa memenuhi tugas yang beliau berikan?" tanya Utari yang berhasil membuat Jihye membeku. Dia sempat lupa karena sibuk mengorek kehidupan wanita yang usianya jauh di bawahnya ini. Ya Jihye berusia 38 tahun, sedangkan Utari 25 tahun.

"Yah, semoga saja pria tua itu lupa," kata Jihye yang mulai sulit tersenyum.

"Selamat siang semuanya! Baik semua tugas yang saya berikan pekan lalu silahkan di kumpul ke depan!" kata Mr Charles.

Semua mahasiswi mengumpulkan bahan secara serentak, Mr Charles menghitung cepat jumlah tugas yang ada. Hingga kening pria paruh baya itu berkerut.

"Ada tiga orang yang tidak mengumpulkan tugas, kita semua berjumlah 40 orang. Apakah semuanya hadir?" tanya Mr Charles.

"Semuanya hadir Mr," kata Utari setelah selesai menghitung.

"Baik, sepertinya 3 orang ini srdang butuh healing dan tidak seharusnya memaksakan diri memasuki kelas saya. Baik sebelum saya panggil siapa namanya, silahkan keluar dari kelas saya! Saya hitung sampai 3! 3 2 1!" ketiga mahasiswa yang tidak mengumpulkan tugas berlari keluar ruangan.

Ya mereka adalah, Jihye, Rosaline, Anne.

"Baiklah, sebelum memulai kelas mari kita meninjau sebentar materi kita minggu lalu. Siapa yang bisa menjelaskan materi kuta minggu lalu secara singkat, padat dan jelas!" kata Mr Charles mengawali kelasnya.

Hari yang padat berlalu dengan cepat, saat ini Utari tengah meminum kopi hitam pekatnya di temani dengan roti kukua di depan kedai. Seseorang datang di hadapannya.

"Apakah aku boleh duduk di sini?" tanya seseorang yang menggunakan masker putih dangan topi putih.

"Oh iya silahkan!" kata Utari dengan santai, sedang tanggannya masih sibuk dengan ponsel sesekali menyusut roti kukus itu ke mulutnya.

"Ajummha, aku pesan jajangmyeon dan teh hangat. Juga 5 roti kukus," kata Pria itu.

"Kau tidak terlihat asli orang sini?" tanya pria itu masih menggunakan maskernya.

"Aku asli Indonesia," kata Utari hanya melihat lawan bicaranya dan juga tersenyum sekilas.

"Indonesia, aku beberapa kali ke sana. Indonesia negara yang indah dan punya pesona yang menenangkan," kata pria itu.

"Kenapa suaranya kayak familiar ya, adauh Utari jaga hati jaga mata. Ingat laki-laki real life itu hanya menyakitkan hati, mending ngehaluin Jimin Oppa dan Yoongi Oppa," kata Utari mengsugesti dirinya.

"Silahkan di nikmati Tuan!" kata seorang Bibi yang membawa makanan pesanan pria itu. Lengkap dengan roti kukus pesanannya dan juga roti kukus pesanannya.

Utari sekarang sedang tidak di pusat kota seoul, dia sedang berada di sebuah destinasi wisata dekat pusat kota seoul. Bukan tanpa alasan Utari ke sini, dia ada janji dengan salah satu seniornya sebagai Dosen di tempat mengajar yang juga teman Kim Hana, yang kebetulan tinggal menetap di wilayah itu.

"Khamsahamnida Ajumha," kata pria itu, setelah sang Bibi pergi dari sana pria itu membuka maskernya dan bertepatan Utari ingin menyuapkan roti kukusnya ke mulutnya malah roti itu jatuh dan Utari langsung serasa tremor.

"Ini ngak mimpi bukan? Ini bukan hantu bukan?" kata Utari dan langsung mencubit tangannya hingga Utari mengaduh.

"Jimin Shi?" kata Utari pelan dan wajah yang sulit di artikan.

"Ya Allah ini beneran Jimin BTS?" batin Utari

"Ini ngak mimpikan?" tanya Utari kembali dalam hati.

"Jimin Oppa? Jinja Jimin dari BTS?" tanya Utari spontan pada pria di hadapannya.

"Aku sangat mengagumimu sejak aku di sekolah menengah atas, ini tidak mimpi bukan?" tanya Utari yang tidak lagi fokus pada makanan ataupun minumannya.

"jeongmalyo?" tanya Jimin dengan wajah tersenyum.

"Iya, masyaallah ini benar-benat seperti keajaiban. Bolehkah aku meminta foto dan tanda tangan setelah Jimin shi makan nanti?" tanya Utari hati-hati. Jujur saja Utari merasa tidak enak hati ketika mengganggu.

Jimin yang ingin menyeruput tehnya menjadi berhenti dan jangan lupakan yang sedari tadi membuat Jimin geli sendiri adalah belakang layar dari laptop yang di gunakan Utari adalah gambar dirinya yang tengah tersenyum lebar. Jadi bisa di pastikan jika yang duduk di hadapannya adalah Army garis keras.

"Jika Oppa merasa terganggu ada baiknya tidak usah. Silahkan makan dan minum dengan tenang," kata Utari yang merasa gugup sendiri ketika di tatap oleh Park Jimin kesayangannya.

"Tentu saja boleh," kata Jimin dengan senyuman.

Selama Jimin makan dan minum Utari menjadi salah tingkah sendiri. Bahkan kopi yang di minumpun terkadang membuat tangannya bergetar karena gugup, tingkah malu-malu dan gugup Utari menjadi salah satu hiburan yang lucu bagi Jimin.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!