Jualan Online

2 Bulan kemudian

Utari tetap mengajukan lamaran keberbagai tempat. Sebenarnya sudah ada sekitar 10 pekerjaan yang memanggil Utari, akan tetapi belum bisa Utari terima karena beberapa hal pertimbangan. Hingga akhirnya Utari menerima mengajar less di tempat bergengsi dengan mata pelajaran bahasa inggris.

Alasan utama kenapa Utari tidak bisa pergi mengambil tawaran pekerjaan yang menerimanya karena jujur saja boaya transportasi kesan untuk interview lebih tinggi ketimbang tabungan Utari. Hingga dia di terima di lembaga less dengan gaji lumayan di sekitqr tempat dia tinggal.

Hari ini adalah hari ke 7 Utari mengajar, suasana terlihat seru dan aktif berdiskusi ketika Utari mengajar.

"Baik untuk hari ini kita cukupkan dulu, jika ada pr dan pertanyaan silahkan di konfirmasi ke wa nantinya agar besok bisa kita bahas di pertemuan selanjutnya. Okay kita tutup dengan membaca hamdalah," kata Utari.

"Alhamdulillahirrabil'alamin, assalamu'alaikum wrwb," salam para siswa dan setelahnya semua siswa berhamburan keluar kelas.

Hari ini Utari ada dua kelas mengajar di tempatnya mengajar less. Sekarang sudah selesai kedua kelasnya, Utari berjalan keluar dan duduk di bangku tunggu. Utari meneguk minuman dalam botolnya dengan kasar. Bagaimana tidak, hatinya merasa sedikit sesak.

Ya Utari ingin Ibundanya segera berhenti berdagang keliling, ini sudah 4 bulan sejak dia lulus kuliah. Sungguh Utari tidak ingin lagi melihat sang Ibunda mendorong gerobak ke sekolah tempatnya berjualan. Utari letih, gundah dan juga merasa tidak berguna.

Utari memeriksa saldo tabungannya hasil jualan online selama 4 bulan terakhir yang dia sembunyikan dari Ibunya.

Ya saat Rafika mengatakannnya sebagai pengangguran tidak punya aktifitas Utari semakin giat dan merasa panas hingga membuat Utari gila-gilaan kerja dan juga Ibadah hanya untuk sekedar menenangkan dirinya. Hal ini berdampak positif, tabungan Utari selama dia diam-diam mengerjakan bisnis online selama 4 bulan terakhir sudah sebanyak 24 juta. Kabar bahagianya adalah hutang Utari dan Ibunya saat Utari kuliah dulu juga segitu dengan Utari yang memiliki uang segitu berarti semua hutang sudah bisa di lunasi dan Utari akan mengatakannya pada sang Ibunda setelah nanti hari malam.

"Woi! Melamun aja! Kesambet nanti Miss!" kata Reza.

"Eh Abang Reza, belum pulang? Masih ada jam ngajar kah?" tanya Utari.

"Masih dua kelas lagi, udah beres jam ngajarnya?" kata Reza bertanya.

"Udah, ini bentar lagi mau pulang," kata Utari.

"Oh iya, dengar-dengar kamu lagi cari-cari info untuk melanjutkan S2? Rencananya lanjut di mana?" tanya Reza.

"Di UI atau di UGM atau UPI Bandung?" tanya Reza pada Utari.

"Ngak semuanya sih Bang, target aku itu buat dapetin beasiswa S2 luar negeri. Karenakan aku itu pelajaran bahasa, jadi baiknya praktek langsung di negaranya. Lagi pula kalau lanjut di sini aja aku juga ngak pinya dana Bang," kata Utari.

"Tapi aku salutloh sama kamu, meski ngak punya uang katanya tapi impiannya S2 ke negeri orang," kata Reza dengan senyumnya.

"Kalau kata Jungkook mah gini Bang, 'We are the dreamers and make it happent' jadi yaudah mimpi aja dulu. Urusan di kabul apa ngaknya itu fi tangan Allah, tugas kita hanya berikhtiar dan berdo'a," kata Utari yang berhasil membuat Reza mengangguk-anggukan kepalanya.

"Bang, aku pulang dulu ya! Udah lumayan lama juga aku istirahatnya, aku harus berjalan lagi biar kuat kalau kesandung," kata Utari yang berhasil membuat keduanya tertawa.

"Assalamu'alaikum," kata Utari seraya pergi dari sana.

"Walaikumussalam," kata Reza.

Setibanya di rumah Utari langsung emlakukan tugasnya. Apalagi ya ngebabu, beres-beres dan juga mencuci pakaian. Di sela kegiatannya Utari tetap berdagang pakaian, bahkan Utari sengaja membuat salah satu aku instagram untuk membangun channel youtube dan juga akun olshopnya.

"Assalamu'alaikum," kata Ibu ketika memasuki rumah.

"Eh, udah pulang? Gimana tadi kerjanya? Amankan?" tanya Ibu pada Utari.

"Insyaallah aman," kata Utari.

"Ibu cuma pilnag sholat, bentar lagi Ibu balik lagi jualan di sekolah," kata Ibu yang hanya di angguki saja oleh Utari.

Setelah semuanya selesai Utari kerjakan, jari-jemari Utari menari dengan lincah di jemari ponselnya. Fokus Utari sekarang cuma dua uang dan ibadah, jadi sudah bisa di pastikan apa yang Utari lakukan.

Sekilas Utari melihat peluang menjadi penerjemah dan juga ada peluang menjadi sekretaris di sebuah perusahaan ternama di korea selatan. Jika lulus seleksi surat maka untuk interview bisa di lakukan secara daring melalui online, kabar baiknya lagi jika lulus 100% maka akan di biayai keberangkatan ke sana.

Utari tentu sangat tergiur, tapi bagaimana dengan Ibundanya? Utari tidak ingin terpisah dari sang Ibunda, meski begitu kesempatan bagus tentu sangat sayang di lewatkan bukan? Nekat Utari membuat lamaran dan juga cv berserta semua persyaratan yang di minta kedua perusahaan itu. Kebetulan mereka memberikan fasilitas yang sama, harapan Utari adalah bisa lulus di kedua tempat agar bisa berangkat bersama sang Ibunda, mengenai biaya hidup nanti setelah di sana Utari pikirkan.

Malam suasana terasa tidak terlalu bersemangat karena hanya ada Ibu dan Utari di rumah kecil itu.

"Bu, hutang kita pada Pak Solamet berapa?" tanya Utari pada Ibu.

"Udah kamu jangan terlalu banyak khawatir, fokus saja cari kerja dan lakukan yang terbaik di tempat kamu kerja. Mengenai hutang, udah Ibu angsung walau ngak banyak, tapi insyaallah pasti lunas. Kita ngak boleh berpikiran sempit Allah itu maha kaya," kata Ibu seraya masih menonton televisi yang menyala di kamar mereka.

"Ngak gitu, Utari ada sedikit rezeki jadi Utari mau bantu bayarkan," kata Utari.

"Udah, kamu simpan aja buat keseharian kamu. Lagi pula selama kamu ngak kerja bahkan uang penghasilan jualan dan juga kerja serabutan kamu kasih ke Ibu, kalau sekarang memang lagi ada tabungan di tabung aja. Buat beli kebutuhan kamu, ingat kamu udah 24 tahun. Kalau udah ada jodoh ngak ada salahnya di kenalkan ke Ibu," kata Ibu tampa melihat wajah Utari.

"Memangnya hutang sama Pak Solamet ada berapa Bu? Aku serius mengatakan ini, insyaallah aku ada rezeki lebih dari cukup untuk bayar hutang," kata Utari.

"Hutang kitakan 26 juta 800 ribu kemarin, tapi sudah Ibu angsur 2,8 jt. Jadi sekarang sisa hutang ada 24 juta, ngak usah di bawa stress Nak! Ibu ngak mau kamu kepikiran," kata Ibu yang tahu betul bagaimana karakter Utari.

"Ibu, besok temanin Utari ke rumah Pak Solamet, Utari alhamdulillah ada uang cash 24 jt di tabungan," kata utari yang berhasil buat Ibu shock.

"Dari mana uang sebanyak itu Nak? Ya Allah, kamu bahkan baru kerja Nak?" tanya Ibu panik duluan.

"Ibu ini uang hasil jualan online, Utari jual pakaian dan juga make up melalui online. Sebenarnya sudah 4 bulan ini hasilnya lumayan cuma Utari sengaja sembunyikan dari Ibu agar bisa kasih Ibu kejutan," kata Utari pada sang Ibu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!