Utari saat ini tengah duduk di dalam kamarnya. Lengkap dengan laptop yanh di buka.
"Utari bisa kita ketemu ngak sore ini?" tanya Bang Reza pada Utari melalu vn wa.
"Ada apa Bang?" tanya Utari kembali.
"Datang aja dulu, ada rezeki dan kabar baik untuk kamu," kata Reza pada Utari .
"Oke Bang, aku siap-siap dulu," kata Utari sebelum memgakhiri pesan wa dan mulai berkemas.
Utari langsung bersiap dengan menggunakan gamis hitam dan jilbab lebar berwarna hitam, di lengkapi dengan tas hitam. Ya Utari menyukai pakaian dan barang berwarna gelap.
Utari langsung memesan maxim melalui ponsel genggamnya.
"Ibu, Utari pergi keluar dulu ya. Assalamu'alaikum," kata Utari setelah dia mencuri ciuman di pipi sang Ibunda.
"Walaikumussalam," kata Ibu seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Utari-Utari, sudah dewasa juga ngak berubah. Ya Allah, semoga anakku selalu di jalanmu dan mudahkan lah rezeki anakku ya Allah," kata Ibu seraya menatap pintu yang tertutup.
Ibu masih berjualan di sekolah, walau sudah 10 bulan Utari lulus kuliah. Kenapa? Karena Ibu merasa pendapatan Utari masih belum cukup mengcover semuanya. Ibu akan berhenti berdagang kalau sudah mampu membeli rumah yang di bawahnya ada ruko.
Tidak membutuhkan waktu lama Utari sudah sampai ke tempat yang di sebutkan Reza. Ya Love Story Cafe, Utari langsung masuk ke dalam cafe dan di sana sudah ada Reza dan seorang perempuan yang terlihat seperti keturunan China.
"Assalamu'alaikum," kata Utari mengucap salam.
"Walaikumussalam, silahkan duduk Utari," kata Reza dan seseorang yang di sampingnya tersenyum serta menganggukkan kepala pada Utari.
"Ada apa ini Bang Reza? Tumben nih, biasanyakan kita juga bertemu di tempat ngajar?" kata Utari. Ya memang Reza dan Utari masih mengajar di tempat les yang sama meski Utari sudah mendapatkan tempat mengajar yang bagus.
"Begini Utari, ini sahabat ku Kim Hana dari Korea selatan. Dia seorang Dosen di Universitas X di Korea Selatan, akan tetapi dia harus berhenti karena suaminya akan pindah tugas ke Indonesia. Sedangkan Hana belum mendapat penggantinya, makanya aku langsung kepikiran sama kamu," kata Reza mengawali perkataannya.
"Aduh Bang, ini mah rezeki nomplok namanya. Tapi aku belum kuliah S2 Bang, gimana ceritanya aku jadi Dosen? Minimal kalau jadi Dosenkan harus kuliah S2 dulu?" kata Utari yang merasa bingung sendiri.
"Kabar baiknya di Universitas tempatku mengajar sedang membuka S2 untuk program beasiswa. Aku juga ada beberap soal yang bisa kamu bahas selama proses untuk mempersiapkan diri untuk ujian. Ujiannya akan di adakan 1 bulan lagi, jadi H-7 aku akan membiayai kamu untuk berangkat ke sana, mengenai uang ongkosnya nanti bisa kamu kembalikan saat kamu sudah mendapatkan beasiswanya. Mendengar dari Reza bagaimana karaktermu aku yakin kamu bisa mendapat beasiswa penuh," kata Hana pada Utari.
Wajah Utari langsung terdiam dan matanya berkaca-kaca. Ya Allah, sungguh rencanamu maha indah. Utari bahkan tidak pernah menyangka bisa mendapatkan tawaran sebaik ini.
"Utari, kesempatan ngak datang dua kali. Kali juga setelah bekerja dan mulai kuliah bisa ajak Ibu ke sana, pasrahkan saja semuanya sama Allah. Jangan banyak pikir ambil dulu kesempatannya, aku waktu Hana berbicara hal ini aku langsung ke ingat kamu," kata Reza pada Utari.
"Makasih banyak Bang, aku bahagia banget dengarnya." kata Utari bahkan tidak mampu menahan air matanya lagi.
"Aku mau Hana Eonni, aku mau. Tapi bagaimana ketika aku di sana? Di mana aku bisa tinggal?" tanya Utari pada Hana.
"Kamu bisa tinggal di rumah ku semesntara Utari, aku dengar kamu juga bisa berbahasa Korea?" tanya Hana pada Utari.
"Nde Eonni, tapi aku hanya bisa sedikit," kata Utari dengan senyum malu-malu.
"Tidak apa Utari, itu sudah modal utama kamu. Dengan begitu, kamu bisa setidaknya mendapat pekerjaan sampingan sebelum kamu di terima menjadi mahasiswi di sana," kata Hana.
"Baiklah, sepertinya kita sudah bercerita panjang kali lrbar kali tinggi, sekarang ayo kita makan. Ini makanannya sudah di anggurin dari tadi," kata Reza.
"Abang ngak kepikiran ke sana juga?" tanya Utari pada Reza.
"Abang masih nyaman di sini Utari, lagi pula Olivia sebentar lagi akan lulus kuliah. Abang rencananya akan melamar Olivia dan kami akan menikah dalam waktu dekat," kata Reza pada Utari.
"Cie yang udah kebelet nikah," kata Utari dengan senyumannya.
"Cie yang sebentar lagi tinggal di negara yang sama dengan Park Jimin. Semoga bisa ketemu beneran ya sama suami halunya," kata Reza dengan tawanya.
"Jangan salah Abang, kalau memang Jimin Oppa takdirku gimanaa?" tanya Utari dengan pedenya.
"Iya yang waras ngalah," kata Reza yang mendapat timpukan dari Kim Hana dan Utari bersamaan.
"Jadi kamu Kpop lovers juga?" tanya Kim Hana.
"Parah dia mah! Parah banget Hana, setiap ada yang comblangin sama laki-laki dunia nyata bilangnya selalu begini, 'Aku ngak bisa, suamiku sedang di Korea Selatan dan sebentar lagi akan pulang!' parah dia mah, ngalahin anak sekolahan," kata Reza sambil tertawa.
"Biarin yang penting aku bahagia!" celetuk Utari pada Reza.
"Iya deh, yang bahagia. Nanti kalau do'anya jadi kenyataan jangan lupa undang aku ya!" kata Reza.
Lalu ketiganya makan dengan hikmat.
1 bulan kemudian
Selama 1 bulan ini Utari selalu membimbingkan sang Ibu mengambil uang ATM agar Ibu tidak canggung saat Utari tidak ada di Indonesia. Utari sudah mengatakan perihal dia mendapat tawaran mengajar di Korea Selatan sekaligus melanjutkan S2 di sana. Meski awalnya sempat takut melepaskan anak semata wayangnya tapi Ibu berusaha berbesar hati untuk melepaskan Utari ke negeri orang. Terlebih kuliah S2 adalah impian Utari.
Hari ini Utari mengurus surat cuti untuk waktu 1 bulan selama dia melakukan test di Korea Selatan. Utari beralasan pada rekan kerjanya jika dia ada kegiatan penting di luar kota, sedangkan pada atasannya Utari mengatakan alasan yang sebenarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments