Hari ini adalah hari terakhir Utari di kampung halaman. Ibu akan tinggal selama proses renovasi rumah dan akan kembali ke Seoul, Korea Selatan begitu renovasi rumah selesai. Perkara surat Utaripun sudah mengurusnya pada Notaris, sehingga semuanya sekarang atas nama Ibu.
Utari sendiri sekarang tengah di bandara untuk penerbangan ke Korea Selatan. Yang mengantar Utari ke Korea Selatan bukan hanya Ibu sendiri tapi di temani dengan Maknin dan Tante Maknin.
"Maknin, Tari titip Ibu ya selama renovasi rumah. Nanti setelah selesai renovasi rumah, Maknin tolong temani Ibu ke bandara. Utari ngak mau jauh-jauh dari Ibu," kata Utari yang di angguki oleh Maknin.
"Ibu jaga kesehatan, jangan suka marah. Nanti tensi Ibu naik, Utari ngak ada di rumah!" kata Utari memeluk Ibunya dan menangis dalam pelukan Ibunya. Utari juga mengecupi seluruh wajah Ibunya.
"Do'akan selalu Utari ya Ibu, handphone Ibu jangan lupa di charger. Utari ngak ada di kampung, ngak akan ada yang mencharger hp Ibu kalau Ibu lupa. Jangan begadang nonton drama Lee Minho, Ibu harus jaga kesehatan. Utari sayang Ibu," kata Tati dan langsung memeluk Ibunya lagi.
"Kamu jaga Tari, Ibu ngak mau kamu terlalu memforsir tenaga dan waktu kamu buat bekerja! Hutang kita sudah lunas, rumah juga kamu sudah ada Nak. Jangan terlalu keras pada dirimu, jangan lewatkan jam makanmu. Kamu punya magh dan Ibu ngak mau kamu sampai sakit sendirian di sana. Ya udah Ibu, Utari masuk dulu. Peringatannya sudah terdengar, Assalamu'alaikum," kata Utari dan berlalu menuju pesawat.
Utari menahan tangis, sebenarnya Utari tidak ingin berangkat sendiri tapi apa yang Ibunya katakan benar. Utari terikat pekerjaan, sedangkan rumah yang sedang di renovasi tidak akan baik jika tidak ada Ibu yang memenejemen semuanya.
Utari duduk memandang awan dari samping jendela tempat duduknya di pesawat. Besok akan jadi hari yang sunyi ketika Utari di rumah. Karena biasanya ketika pulang dari bekerja Utari akan menemukan sang Ibu tengah menonton drama kesayangannya yang di perankan oleh aktor favorit sang Ibu yaitu Lee Minho.
Perjalanan panjang banyak Utari habiskan dengan tidur dan berzikir. Utari tudak terlalu memperhatikan sekitar, selain malas Utari juga kehilangan semangat untuk melakukan hal yang berbau dengan ekstrovert. Karena saat ini yang ingin Utari lakukan hanyalah berdiam diri.
Lama-lama Utari merasa kesulitan untuk tidur, ingin menulis ide untuk novel selanjutnya tapi Utari tidak bisa menulis di kendaraan karena itu membuat kepalanya merasa pusing.
Waktu cepat berputar, Utari sudah tiba di apartement yang sudah di kosongkan selama 2 minggu ketika dia pulang ke kampung halaman.
"Assalamu'alaikum, my sweet home!" teriak Utari begitu masuk ke dalam apartment miliknya.
Utari langsung membersihkan rumahnya, setelah sibuk membersihkan rumah Utari duduk di deoan televisi besar yang belum menyala.
Dalam diamnya, Utari memikirkan perkataan keluarga besarnya mengenai pernikahan. Utari sebenarnya sudah ingin berumah tangga, tapi Utari belum menemukan sosok yang tepat. Utari tidak suka laki-laki yang kasar dan suka main tangan. Jangankan main tangan, meninggikan suara saja Utari tidak suka dengan pria yang seperti itu, Utari berasal dari keluarga yang pecah di mana bentakan dan teriakan adalah makanan sehari-hari.
Tapi apakah Utari harus mengulang sejarah dan membuat bentakan dan teriakan jadi makanan sehari-hari lagi? Demi Allah, Utari tidak ingin.
Utari pernah hampir jatuh terlalu dalam akan kekaguman kepada seorang pria. Sifatnya, tutur katanya dan semua yang ada pada diri pria itu adalah yang Utari cari, tapi tembok besar menghalangi Utari dan dia.
Bohong jika Utari tidak ingin menikah dan punya anak. Jujur saja melihat teman-teman seumuran apalagi teman-teman semasa SMA sudah punya anak 3 bahkan ada yang anak 4. Tapi ya sudahlah Utari malas berpusing-pusing sendiri.
Utari bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah membersihkan diri, Utari melihat isi kulkas dan ternyata amasih ada alat untuk membuat satu buah cake cokelat. Utari segera mengolahnya. Dalam diam Utari menggunakan mixer elektronik agar pekerjaannya siap.
Setelah memasukkan adonan ke dalam oven, Utari membersihkan sisa pekerjaannya hingga suara bel berbunyi membuat Utari segera meninggalkan dapurnya.
Utari melihat di layar intercom yang ada di dalam rumah untuk melihat siapa tamu yang datang. Ternyata yang datang adalah Ha Joon, Ahreum, Hyejung, Hyeji, Taekwang, Hawon. Mereka semua teman Utari masa kuliah dan beberap teman mengajar di Universitas X.
"Tari-ah!" teriak Ahreum langsung memeluk Utari dengan erat begitu Utari membuka pintu rumahnya.
"Oh Sayangku! Ada hal apa, hei kenapa kamu menangis?" tanya Tari begitu melihat Ahreum mengeluarkan air matanya.
"Ayah Ahreum kita baru berjumpa dengan Tari setelah dua minggu, ngak seru ah masa langsung nangis-nangisan?" kata Hawon yang ikut menimbali.
"Aku kangen sama kamu!" kata Ahreum.
"Cup cup cup, kesayangannya Tari jangan nangis lagi ya," kata Tari masih dalam posisi berdiri di depan pintu.
"Tari-shi? Apakah kita sudah boleh masuk?" tanya Ha Joon dengan memasang wajah seolah dia sangat lelah.
"O Ya Allah, aku sampai lupa! Ayo silahkan masuk semuanya," kata Utari.
"Silahkan duduk, aku baru saja pulang dari kampung halaman. Jadi ya beginilah keadaan rumah hanya seadanya saja," kata Utari dan saat Ha Joon ingin menanggapi.
Tuttttttttt
Suara Oven berbunyi menandaka jika cake cokelat buatan Utari sudah matang.
"Guys, aku tinggal dulu ya! Cake yang aku masak kayaknya sudah matang!" kata Utari dan berlari ke arah dapur.
Ternyata Utari ke dapur di ikuti oleh Ahreum.
"Chagiya!" kata Ahreum dan memeluk Utari yang tengah menyajikan cake di atas piring.
"Eh kenapa? Jangan nangis ada masalah? Ayo cerita sama aku," kata Utari memeluk Ahreum.
Ahreum semakin keras menangis dan Utati membiarkannya hingga Hawon datang ke dapur dan Utari mengkode agar Hawon segera membawa kue dan meinuman ke luar karena kondisi Ahreum tidak dalam kondisi baik-baik saja.
"Dia ada yang lain, kami akan segera berpisah Tari-ah. Aku takut bagaimana aku bisa membesarkan Daehoon sendirian, aku rasanya mau mati saja," kata Ahreum dengan putus asa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments