Titik Ngak Pake Koma

Utari merasa sangat bahagia hari ini. Bahkan Utari sibuk bergulingan di atas ranjangnya seraya memandangi foto yang berhasil di ambilnya saat bertemu dengan sang idola Park Jimin.

"Aaaaaaaaaaaaa! Jimin Oppa!" teriak Utari dan langsung loncat-loncat dari kasurnya.

"Ya.... di malam minggu tretetet... Kamu datang padaku..." kata Utari berlagu sambil menari-nari tidak karuan.

Ya Utari melupakan starusnya sebagai seorang Dosen di universitas ternama dan juga sebagai Mahasiswi S2 jalur beasiswa.

Hingga notifikasi dari ponsel Utari mengalihkan perhatiannya. Ya itu adalah notifikasi deadline salah satu novelnya yang akan di terbitkan.

"Alhamdulillah, ya Allah." Utari menatap bahagia dan langsung membuka laptop khusus menulisnya.

Utari yang tadi sedang crazy sekarang mulai mengambil langkah 1000 untuk kewarasannya.

"Pokoknya ini harus selesai cepat sebelum aku gila beneran karena deadline yang lebih serem dari pada Anable. Tapi duitnya sangat menyenangkan seperti Yoongi Oppa sebelum di kutuk Elsa jadi es. Oppa, Yoongi marry me!" kata Utari kembali crazy mode on.

Setelahnya Utari hanya fokus pada ketikan dan juga kopi hitam yang menemaninya. Karena lusa dia harus mengajar kembali, jadi tidak ada waktu untuk bermain-main.

Hari sudah larut malam, sudah jam 12 malam. Utari menutup laptopnya dan juga berlalu ke kamar mandi untuk berwudhu dan menunaikan sholat sunnah witir.

Tidak membutuhkan waktu lama Utari menyelesaikan sholatnya, setelahnya Utari membaringkan tubuhnya di tempat tidur.

"Ya Allah tolong bangunkan aku di sepertiga malammu ya Allah, aku ingin bercerita dan aku ingin merindukan bercerita panjang lebar denganmu ya Allah. Karena aku tahu, hanya engkaulah tempat terbaik dan ternyaman untuk bercerita. Jujur saja Ya Allah engkau maha tahu apa yang Hamba kerjakan, baik yang Hamba sembunyikan maupun yang Hamba tampakkan. Ya Allah, bantu hamba, tuntun hamba menuju ketaatan. Ya Allah bimbing hamba agar mampu merasakan nikmatnya taat," kata Utari lalu melanjutkan do'a sebelum tidur, tiga kul dan ayat kursi.

Hari ini Utari enggan keluar kamar, selain ada deadline novel di luar tengah hujan deras. Utari hanya menikmati secangkir teh hangat dan juga bunyi ketukan jarinya di atas laptop kesayangannya yang di belakangnya ada gambar Oppa kesayangan Jimin Oppa.

Utari berdiri dan berputar-putar, kehabisan ide ceritanya. Utari melakukan pemanasan seperti akan berolah raga, setelahnya duduk kembali di kursinya.

"Udah ah, Allahumma paksain aja. Paksain aja walau ngak tau mau buat apa! Asikin aja walau bingung mau nulis apa! Ya Allah gini amat, amat aja gak gini loh," kata Utari crazy mode on.

Setelahnya Utari kembali mode batu dia serius dengan laptopnya dan mengetik apapun yang terlintas di otaknya. Satu jam berlalu tidak terasa, dua jam berlalu juga tidak terasa, dua jam kemudian baru Utari menyadari jika hujan sudah berhenti dan deadline sudah selesai. Utari mengganti pakaiannya untuk menikmati lingkungan sekitar.

Ya tempat wisata yang Utari datangi banyak pepohonan dan Utari sangat menyukai itu. Utari bersiap memasukkan hal-hal yang dia perlukan salah satunya laptop kesayangan yang biasa dia gunakan untuk menulis dan juga kamera yang di kalungkan di lehernya.

Di telinganya Utari menggunakan earphone untuk mendengarkan lagu-lagu favoritnya. Bibir Utari selalu tersenyum menikmati keindahan alam dan mengagumi setiap lekukan hujau kuasa Allah pada makhluknya.

"Andai Ibu sudah di sini pasti lebih asik karena bisa healing bareng sama Ibu," kata Utari.

Setelahnya Utari melihat ada tempat duduk dan di sekitar sana ada orang menjual minuman kaffein yang memang menjadi candu untuknya kerena dia sering bergadang. Utari tidak begadang seperti kebanyakan orang-orang, limit yang selalu Utari batasi pada dirinya adalah jam 12 malam itu adah paling terlambat dia tidur.

Hingga panggilan masuk dari seseorang yang ternyata adalah sahabat baiknya ketika di bangku sekolah menengah atas.

"Assalamu'alaikum," kata pertama yang Utari katakan begitu mengangkat panggilan masuk itu.

"Walaikumussalam, kamu sibukkah hari ini?" tanya Rafika pada Utari.

"Tidak juga, ada apa?" tanya Utari sembari menyeruput minumannya.

"Aku mau ngajak kamu keluar dan juga mengenalkan kamu pada seseorang yang spesial untukku. Kamu ada waktukan hari ini?" tanya Rafika pada Utari.

"Maaf tapi aku ngak bisa Rafika," kata Utari dengan nada merasa tidak enak.

"Ngak cuma aku dan dia, Sintia dan Dion juga akan datang. Kamu jangan karena masih ngambel jadi ngak mau ketemu sama aku. Tolonglah jangan kekanak-kanakan. Hal itu sudah berlalu berbulan-bulan dan kamu selalu menolak untuk berkumpul, kamu itu kenapa sih?" tanya Rafika kesal.

"Aku memang tidak bisa hadir ke sana walaupun aku ingin Rafika. Karena aku tidak di Indonesia, aku sekarang di Korea Selatan untuk melanjutkan kuliah S2 di sini dan juga bekerja di sini," kata Utari dengan suara ceria dan berhasil membuat Rafika terbengong sesaat.

"Kamu jangan bercanda terus ah, ngak seru. Masa kamu bohong cuma mau menghindari acara aku? Ini mah namanya ngak sportif!" kata Rafika dengan wajah kesal.

"Kamu ngak percaya?" tanya Utari.

"Iya aku ngak percaya! Paling juga kamu lagi membual," kata Rafika pada Utari.

"Kamu butuh buktinya ngak Fika?" tanya Utari dengan cepat.

"Mana?" kata Rafika sewot.

Utari 5 video saat awal dia tiba di kota seoul yang kebetulan tengah turun salju. Utari juga mengirimkan video saat di bawah menara namsan dan juga di gembok cinta. Utari juga mengirim foto ketika dia berada di jembatan sungai Han. Tidak cukup sampai di sana Utari menunjukkan identitasnya sebagai Dosen tetap di Universitas X tempat dia mengajar.

"Astaga ini beneran? Utari kamu pergi ke negara orang ngak ngajak-ngajak! Aaaaaaa, kamu kebangetan tau!" teriak Rafika dengan histeris yang di balas tawa oleh Utari.

"Selamat sahabatku! Aku bangga padamu! Pastikan kamu gaet Oppa Korea yang tampan untuk menjadi pasanganmu! Aku ngak mau tau, titik ngak pake koma!" kata Rafika yang ngotot sendiri dan membuat kedua sahabat lama itu tertawa bersama walau beda negara.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!