POV AUTHOR
Dinda! yang baru saja bangun dari tidurnya di kangetkan dengan ketukan pintu keras dari luar, diiringi suara bariton yang mengembarkan seluruh ruangan.
"Dinda....cepat keluar kamu, tidur kayak kebo aja dasar miskin, sudah numpang disini tidur kayak mati aja sudah jam segini juga belum bangun."
Dinda yang mendengar langsung bergegas untuk membukan pintu.
Klekkk klekkk!
Setelah membuka pintu Dinda mendapati kak pertamanya berdiri didepan pintu dengan memasang wajah sinis, Dinda yang melihat itu hanya memasang wajah datar.
"Ada apa kak? masih pagi-pagi begini sudah teriak seperti orang kesetanan" ujar Dinda mengundang emosi Lexza.
"He dasar kamu tak tahu diri sudah numpang disini berani sekali katain aku, kamu beruntung bisa lolos hari ini tapi awas aja kalau nanti..cepat sana mandi terus ganti baju yang bagus dan dandan yang cantik, ibu sudah menunggumu di meja makan. Cepat tidak pakai lama."
"Tumben ibu menyuruhku makan satu meja sama kalian, bukannya selama ini tidak boleh, kenapa hari ini boleh ada apa"? Tanya Dinda.
"Tidak usa banyak tanya, cepat sana mandi sepuluh menik ibu menunggumu awas kalau lama." bentak Lexza langsung berlalu pergi
Dinda hanya nurut saja walaupun ia masih bertanya-tanya, gerangan apa yang membuat sang ibu mengijinkannya makan bersama di meja bersama keluarga besar.
Sedangkan di meja makan masih pagi sudah ada tamu yang entah dari mana, seorang laki-laki yang lumayan tanpan sih tapi kalau dibandingkan dengan Dava lebih gantengan Dava.
"Nak Bayu tunggu sebentar ya tidak apa-apakan? Soalnya biasa anak gadis baru bagun tidur tapi tadi Lexza sudah memanggilnya. Mungkin sebentar lagi juga datang" kila bu Anjani dengan senyum manisnya.
"Oh tidak masalah tante, pokoknya tante tenang aja aku menunggu kok" titah bayu.
Lexza datang dan ikut nibrung duduk tepat di depan ibu Anjani dengan wajah yang tak besahabat.
"Mana Dinda Lex?"
"Biasa bu masih mandi bentar lagi juga datang, oh ya Bayu kamu serius sama Dinda? Kalau kamu serius setelah Dinda menerima kamu mendingan langsung nikah aja, tidak perlu nunggu lama-lama"
"Hehehe iya kak tapi, keluarga saya, kak tahu sendiri keluarga terpandang jadi harus persiapan dan buat pesta besar" ujar Bayu menyombongkan diri.
"bu cocok nih sama Dinda mantu idaman ibu" jelas Lexza.
"Ah kak Lexza biasa aja masih banyak pria diluaran sana yang lebih baik dariku"
"Nak Bayu! memang masih banyak pria diluar sana tapi pilihan tante sudah fiks jatuh ke nak Bayu, karena tante mau hidup Dinda itu cemerlang dan bahagia bisa mengangkat derajat keluarga, apalagi ayah dan ibu nak bayu DPR orang terpandang."
"Ah makasih loh tante" sih Bayu mengulas senyum.
Tak lama Dinda datang, tapi justru membuat semua orang yang ada di meja makan emosi melihatnya terutama bu Anjani syok melihat penampilan Dinda sangat berantakan. karena rambut Dinda masih acak-acakan bahkan ia pake pakian rumah hanya celana pendek dan baju kaos tanpa bedak.
Membuat bu Anjani naik pitan tapi sekuat tenaga bu Anjani menyembunyikan emosinya, padahal walapun Dinda tidak make up, ia tetap cantik alami kulit putih mulus bulu mata lentik dan badan seperti gitar spayol padahal kalau Dinda tidak keguguran sudah punya anak satu.
Dengan tenang bu Anjani bicara dengan Dinda" eh sayang anak ibu sudah datang, kok berpenampilan begini sih ada tamu loh, nak Bayu mau menemui kamu" ujar bu Anjani disambut anggukan oleh semua orang yang ada di meja makan,
Dalam hati Dinda ternyata ibunya menyuruh dia makan di meja, karena ada maksud tertentu, Dinda yang mengeser kursi untuk duduk, tapi ibu Anjani langsung mencegahnya.
"Eh...Dinda kamu mau ngapain sini duduk di dekat nak Bayu biar kita makan dulu barulah kita bahas hubungan kalian."
"Deg..." jadi ternyata ibu menyuruh aku makan disini karena laki-laki ini, enak aja, jangan harap aku mau, aku sudah punya suami akan aku permalukan kalian nanti didepan laki-laki ini" gumam Dinda dalam hati.
Dinda sekarang masih diam dan nurut, tunggu setelah selesai makan dulu, tapi selama mereka makan Dinda mala merasa risi dengan laki-laki yang ada disampingnya itu, yang selalu curi pandang dengannya.
"Eh....risi banget deh..duduk didekat laki-laki ini, apa ia belum tahu kalau aku sudah punya suami, kok mau-mau aja di perdaya oleh ibu"
Setelah mereka semua selesai makan, akhirnya mereka pindah ke ruang tengah dan Dinda turut hadir pastinya. Karena masih pagi jadi semua penghuni rumah masih lengkap semua belum ada yang berangkat kerja.
Hingga sampai di ruang tengah masih dengan posisi yang sama bu Anjani berusaha untuk Dinda duduk didekat Bayu, tapi Dinda menolak.
"Din..kamu duduk disini aja disamping nak Bayu, kamu tahu masih pagi-pagi begini nak Bayu datang kesini hanya untuk bertemu denganmu dan rencana mau melamar kamu Dinda." ujar bu Anjani.
"Bu maaf ya yang ngundang dia kesinikan ibu, jadi biar ibu aja yang duduk disitu, dan apa ibu lupa, kalau Dinda sudah punya suami. Maksud ibu apa mengundang laki-laki datang kesini dan mau menjodohkan denganku sedangkan aku ini masih istri sah mas Dava bu, ibu sebagai ibu kandung tapi tidak punya hati."
"He..Dinda jaga sopan santunmu ini didepan orang kamu bisa melawan ibu." ujar Lexza
"Dinda..dengarkan ibu dulu, ibu hanya mau kamu memiliki kehidupan yang baik dan bisa mendapatkan suami yang sanggup menafkahi kamu, ibu tidak mau kamu sengsara nak" demi apa coba bu Anjani pandai sekali bersandiwara di depan orang.
"Dinda aku tidak masalah kok kalau kamu masih punya suami nanti kita bisa urus surat cerai dan kamu bisa lepas dari laki-laki miskin itu asal kamu mau menerimaku aku akan membuat kamu bahagia."
Demi apa coba melihat keluarga ini penuh dengan sandiwara, kalau bisa mereka semua masuk tv untuk main sinetro boleh juga nih.
"Bu..aku tahu ibu melakukan ini bukan untuk kebahagiaan aku, tapi justru ibu melakukan ini semata untuk kebahagiaan ibu dan semua penghuni rumah ini selain aku. Jadi maaf aku tidak bisa apapun alasannya" Dinda menoleh dan menatap Bayu dengan tajam membuat Bayu seketika nyalinya menciut.
"Dan kamu Bayu, kalau kamu punya harga diri dan tahu etika seperti yang kamu bilang tadi kalau keluarga kamu adalah keluarga terpandang, seharusnya kamu tahukan merusak rumah tangga orang lain adalah hal yang jahat, kamu tahu aku sudah menikah tapi kamu masih aja mau menerima dijodohkan denganku, mendingan kamu pulang aja karena aku tidak menerima kamu dan kehadiran kamu disini membuat aku risi."
"Ck...Dinda seharusnya kamu berterimah kasih sama ibu kamu, karena sudah memilih laki-laki yang baik untukmu dasar tidak tahu diuntung" Gibran juga ikut nimbrung.
"Tahu nih masih berintung ibu cariin yang baik mala sok..so,an menolak." tambah Dea.
"Dinda ibu mohon jaga sopan santun kamu."
"Bu, jangan egois, jangan karena harta dunia ibu makin serakah, oh ya aku lupa gimana kalau ibu aja yang menikah dengan Bayu kan ibu yang bawah kesini, kebetulan yang disini hanya ibu yang tidak punya pasangan jadi pas kan" perkataan Dinda membuat semua orang yang ada diruang tengah menahan tawa terkecuwali bu Anjani menahan malu dan amarah
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 458 Episodes
Comments
S H 10
hahaha janda tua tuu.. kok marah yaa.. hahaha
2025-01-21
1
Mazree Gati
POV AJA TERUS SAMPAI NYERAH YG BACA
2024-06-30
1
Nyai Romlah
lier lier kieu maca na teu paruguh
2024-04-03
0