Karena bu Anjani tidak terimah perkataan Dinda yang yang dinilai tidak sopan, ditambah lagi semua orang yang diruangan itu menertawakannya.
Seketika sandiwara bu Anjani tiba-tiba hilang wibawanya. Di depan Bayu dan yang lain bu Anjani tidak bisa mengendalikan emosinya, karena memang dasarnya bu Anjani selalu menjunjungi tinggu harga diri dan derejat, tapi tadi perkataan Dinda seolah merendahkan harga dirinya dan tidak ada sedikitpun Dinda menghormatinya di depan orang lain.
"Diam....." siapa yang mengijinkan kalian tertawa disini, bisa-bisanya kalian tertawa pada saat anak kurang ajar ini berani menghina saya." tutur bu Anjani membentak semua orang yang ada diruangan itu langsung terkejut dan diam seketikan.
Lain hal dengan Dinda sudah berlalu pergi masuk kedalam kamar, dan membanting pintu kamar dengan kerasa.
Bumkkkkkk..!
Membuat semua orang yang mendengarnya terkejut termasuk Bayu. Karena Bayu melihat kondisi saat ini makin memanas jadi laki-laki biang dari masalah justru pamit pulang, karena dia tidak mau terlibat dalam masalah keluarga itu.
"Tante maaf! saya harus pamit pulang karena masih ada kerjaan yang harus saya selesaikan, saya minta maaf karena gara-gara saya keluarga tante jadi berantakan, salam buat Dinda ya tante saya parmisi dulu." tutur Bayu berlalu pergi meninggalkan keluarga Winata.
Namun justru kepergian Bayu membawah bencana untuk Dinda. Dinda dalam masalah besar. Bu Anjani murka dengan perkataan Dinda dan setip hinaan yang dilontarkan oleh Dinda menurut bu Anjani. Dinda sudah sangat keterlaluan.
"Lexza, Dea cepat pergi kekamar anak durhaka itu dan seret dia kesini, kurang ajar sekali anak itu, bisa-bisanya dia mempermalukan aku didepan Bayu"
"Siap bu" Lexza dan Dea segera menuju ke kamar Dinda.
Sedangkan Dinda setelah masuk kedalam kamar ia langsung membaringkan tubuhnya diatas. Ranjang rasanya bukan badannya yang lelah dan sakit tapi pikiran dan hatinya juga turut sakit! Menyaksikan keluarganya begitu keji. Terutama sang ibunya yang tidak punya hati dan perasaan sedikitpun terhadap Dinda!. Yang notabene adalahnya anak kandung bu Anjani sendiri.
Tapi kenapa Dinda diperlakukan berbedah dari kedua kaknya, apa hanya karena Dinda tidak mau kerja di perusahaan ayahnya, atau karena Dinda tidak mau melanjutkan bisnis keluarganya. Sehingga ibunya bisa sebenci dan semarah itu.
Dinda yang tengelam dalam pikirannya terperejat dari tempat tidurnya karena me dengar teriakan dan gedoran pintu dari luar, Dinda yang emosi mengerutuh bangun dari pembaringannya dan gegas kepintu.
"Apalagi sih mau manusia ini, tidak tenang hidupku kalau tinggal dirumah ini bisa mati berdiri aku."
Brakkkk brakkkk...Dinda buka pintunya, Dinda....
Dinda gegas membuka pintu.
Glekkkkk. .
Dinda langsung memutar bola matanya pas melihat kedua kak ruba betinanya ada didepan pintu dengan tatapan mematikan,
"He..yuk ikut! ..cepat di panggil ibu, tamat riwayatmu kali ini adik sialan, berani sekali kamu membantah ibu jadi sekarang terimah akibatnya."
Lexza menarik kasar tangan Dinda dan menyeretnya ke depan. Dinda tidak terima di tarik paksa seperti itu jadi dia berusaha merontah tapi sayangnya kekuatan kedua kaknya lumayan kuat.
"Lepaskan aku kak jangan kasar dong tariknya" teriak Dinda tapi tidak dihiraukan. Pas sampai di depan dengan tidak punya hati dengan kasar Lexza dan Dea mendorong Dinda sampai tersungkur di lantai tepat di tengah-tengah mereka
Bukkkkk...
"Argah sakit kak" Dinda mengaduhkan sakit tapi bukannya kasian, jusrtu perkataan Dinda mengundang tawa.
"Tuh ibu, anak yang tidak tahu diri, sudah berani membantah dan mempermalukan ibu didepan Bayu" titah Dea.
Bu Anjani menatap Dinda dengan tatapan datar tapi penuh emosi, tiba-tiba kaki ibu Anjani melayang dan menghantam perut Dinda, sampai dinda mengaduhkan sakit yang luar biasa apa lagi belum lama ini Dinda baru selessi operasi.
"Aduh...bu sakit..."teriak Dinda menahan sakitnya tidak sampai disitu bu Anjani kembali melayangkan tamparan keras di pipi Dinda tiba-tiba air kental berwarna merah mengalir dari bibir Dinda.
" Itulah akibat anak durhaka terhadap orang tuanya dan tidak menghargai orang tuannya sedikitpun. Sekarang giliran kalian siksa dia asal jangan sampai di kehilangan nyawa.
Lexza bangkit dari duduknya dan berikan dua tamparan mendarat di pipi Dinda, belum sampai disitu Lekza juga menjambak rambut Dinda sampai berantakan.
Dinda sampai menohon ampun dia sampai bersujud di kaki ibu Anjani, tapi memang orang tua hati iblis jadi tidak memiliki belas kasihan sedikitpun terhadap Dinda anaknya sendiri.
"Bangun kamu, biasanya kamu kuat dasar parasit di rumah ini" teriak Dea
Dea maju dan menendang Dinda dari belakang membuat Dinda tersungkur kelantai, akhirnya satu persatu mengkroyok Dinda
Ya ampun ini keluarga Winata tidak punya hati nurani sedikitpun! Padahal Dinda adalah darah danging bu Anjani dan adiknya Lexza dan Dea tapi kok bisa ya, Dinda memilik keluarga yang tidak punya adabnya. Sama sekali tidak punya belas kasihan terhadap Dinda. Dinda sudah tidak di anggap dirumahnya sendiri sekarang mala disiksa hanya karena alasan suaminya Dinda, yaitu Dava seorang laki-laki yang miskin.
Hanya karena harta jadi keluarga Dinda terutama Bu Anjani gelap mata, takutnya kalian akan menyesal karena sudah berani melakukan kekerasa fisik terhadap menantu orang terkaya nomor satu dinegara ini.
Dinda sudah tidak berdaya di lantai, namun ternyata diam-diam pelayan yang baru masuk atas nama Maya, videokan semua perlakuan mereka terhadapa Dinda dan Maya langsung melaporkan kepada Erik yang notabene adalah orang kepercayaan Tuan Adinata.
Setelah mereka puas dengan menyiksa Dinda, bu Anjani menghina Dinda, kalau Dinda anak yang tidak berguna dan tidak di inginkan lagi di keluarga Winata.
"Biar kamu tahu ya, hanya Lexza Dan Dea yang aku anggap putryku! Karena mereka selalu mengikuti semua perintahku dan mereka punya popularitas tersendiri, aku bisa membawa mereka kemana-mana karena aku bangga dengan kinerja mereka,"
"Sedangkan kamu, bisa apa? Kamu hanya bisanya tahu membangkang dan melawan saya, di kasih calon suami yang baik justru kamu menghinaku, dan menyuruhku menikahinya, dasar anak kurang aja mati aja kamu".
Prakkkkk!
Dinda yang masih terduduk di bawah lantai di hajar sekali lagi oleh bu Anjani.
"Lexza, Dea bawah dia pergi masukin dia kekamar mandi belakang dan kunci dari luar kurung dia disitu,"
"Bu kenapa gak kita kurung diruang bawah tanah aja?"
"Jangan enakan dia disana biarkan di kamar mandi dia mencuum bau disana dan biarkan dia tidur disana saja".
Dinda berusaha bangun dan menatap mereka satu persatu" ingat mulai sekarang kalian semua bukan siapa-siapaku lagi dan aku akan pastikan kalian akan menanggung apa yang sudah kalian perbuat kepadaku, tidak masalah sekarang kalian menang, tapi tidak untuk nanti, dan untuk anda", Dinda menunjukan jarinya kek bu Anjani sambil menatapnya dengan tajam. "Kalau seandainya aku disuruh memilih antar dilahirkan atau tidam, mungkin lebih baik aku tidak perlu dilahirkan dari rahim seorang ibu jahat seperti anda.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 458 Episodes
Comments
S H 10
/Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Panic/
2025-01-21
0
grace naomi
thor knp ya doyan bnget menambahkan huruf H pada kata yg harusnya ga berakhiran H.. emg ga ngerti cara penulisan kata tsb yg benar atau gmn? nilai bahasa indonesianya pas sekolah brp sih?
2023-10-21
1
GZone Reborn
sereeemmmm
2023-10-18
0