Aku yang masih frustasi dengan kondisi ibu. Pak Erik yang duduk di sebelahku. Tiba-tiba hpnya berdering. Kuat banget lagi biking kanget
Drrtttttt drrrttttt!
Pak Erik! Terlihat tengang dan langsung mengangkat terlponnya , aku lihat dari eskpresinya sepertinya dari anak buahnya memberikan kabar yang agak buruk sehingga kelihatan ada kepanikan di wajah.
"Apa.....Cari Nona sampai dapat, jangan sampai nona kenapa-kenapa." aku mendengar perkataan pak Erik! seketika perasaan gak enak. Tapi bukan tertujuh pada ibu melainkan ke istriku yang ada di rumah besar itu.
"Ada apa ya perasaanku gak enak."
Setelah selesai telpon pak Erik kembali mendekat ke samping tempat dudukku. Tapi terlihat tidak tenang. Karena aku penasaran akhirnya aku bertanya." ada apa pak Erik, kelihat pak Erik gelisa sekali, apa ada masalah!" bukan nya pak Erik menjawab mala ia menatap aku.
"I..i..tu..i..tu Tuan muda." aduh jawabnya terbata-bata lagi ada apa sih.
"Itu apa? bicara yang jelas pak Erik" heran bukannya diberitahu, tapi seperti ketakutan.
"I, itu nona Dinda Tuan, nona Dinda disiksa dirumahnya. Sama ibu dan kedua kaknya."
"Deg....." jantungku berdengup kencang! mendengar nama istriku. Kekuatan ku hilang seketika. Rasanya langit mau runtuh. Ya Tuhan tolong lindungilah istriku, aku takut dia kenapa-kenapa
"Pak Erik tahu dari mana, coba ceritakan semuanya dengan terperinci. Aku mau mendengarnya"
"Jadi begini Tuan muda, selama ini aku kirim seorang mata-mata di rumah mertua Anda Tuan muda. Pelayana wanita yang baru masuk. Terus ada juga seorang pria dia bagian didepan gerbang. Tadi pelayan ini memberikan kabar kalau, tadi pagi. Nyonya Anjani kedatangan tamu, seorang pria muda yang akan di jodohkan oleh nyonya Anjani ke nona Dinda"
"Tapi sayangnya, nona Dinda gak mau dan ia marah, melihat itu nyonya Anjani merasa harga dirinya diinjak-injak oleh nona Dinda! Dan tidak me menghargainya. Jadi nyonya Anjani dan kedua kaknya nona Dinda marah besar. Dan setelah laki-laki itu pulang nona Dinda disiksa oleh mereka bahkan, paman dan kedua kak iparnya juga turut ikut menyiksa. Sampai banyak luka di tubuh Nona Dinda. Bukan hanya itu, sebelum nona Dinda kabur nona Dinda sempat di kurung di kamar mandi. Tapi untung diam-diam pelayan suruhanku membuka kamar mandinya dan menyuruh nona Dinda kabur.
"Apa, Tuan muda mau lihat videonya. Ini ada kiriman video full dari pelayan itu Tuan."
Setelah penjelasan pak Erik rasanya dunia ku hancur berkeping-keping kenapa aku dihadapkan dengan kondisi seperti ini. Pada saat ibu masuk rumah sakit, mala istri tercintaku disiksa dan dan dikurung dan sekarang aku tidak tahu dimana dia. sedangkan aku gak bisa menolongnya. Aku suami gak berguna yang gak bisa menjaga istriku.
"Pak boleh aku lihat videonya." pak Erik menyodorkan hpnya dan aku langsung membuka video itu, betapa terkejutnya aku. Melihat istriku dikeroyok, kayak penjahat yang ketangkap basah oleh masa karena baru selesai maling. Gak terasan air mataku lolos tanpa perintah. Ditambah hatiku mulai menyimpan kebencian terhadap keluarga itu, mereka tedang, sampai menjambak rambutnya apa lagi kedua kak ipar dan pamannya turut Andil menyiksa istriku.
Belum sampai disitu, istriku diseret masuk kedalam kamar mandi oleh suaminya Lexza.
"Kalian benar-benar biadap! Tidak punya hati sama sekali. Tunggu aja balasku. Aku menghapus air mataku dengan kasar, aku harus cari istriku tapi cari dimana, kasian dia."
Aku kembalikan hp pak Erik. "pak tolong simpang video ini, ya. Jangan sampai terhapus dan tolong belikan aku hp baru dua yang merek keluaran baru. Oh ya Pak boleh aku titip ibu, aku mau pergi cari istriku dulu."
Namun aku dicegah sama pak Erik" Tuan muda tidak usa risau, mendingan Tuan muda disini aja karena pengawal sudah saya arahkan. Mereka mencari nona Dinda! nanti kalau sudah ketemu mereka akan segerah membawahnya kesini. Takutnya setelah Tuan muda pergi mereka datang jadi berselisi jalan. Dan nanti kalau nyonya sadar dan mencari Tuan muda! saya harus cari kemana lagi. Saya tahu sekarang Tuan muda sedih dan pikiran tapi kasian nanti kalau nyonya sadar."
Jujur posisiku saat ini sangat terhimpit, mala sudah satu jam disini ayah juga belum kunjung datang lagi, kedua perempuan ini sama-sama penting bagiku dan hari ini juga iman ku diuji.
"Ya Tuhan! apa salah dan dosaku. Sehingga engakau memberikan cobaan melebihi batas kemampuanku. Kuatkan Aku dan pertemukan istriku dengan pengawal ayah, dan berikan kesadaran kesembuhan kepada ibu. Aku gak mau kehilangan mereka Tuhan."
Andy yang masih setia menemani ku dia menepuk pundakku." Kuat dan sabar Dav, aku tahu kamu laki-laki yang kuat, kita berdoa saja. Aku yakin pengawal ayah kamu bisa temukan istrimu.
"Iya Ndi makasih ya kamu teman terbaikku, suatu saat aku punya pekerjaan bagus, akan aku ingat kesetiaan kamu nanti. Karena selama aku kenal kamu, kamu bedah dari pada semua teman yang ada di mes. Makasih ya kebaikan kamu selama ini"
"Aku yang seharusnya bersyukur bisa kenal sama kamu, dan tidak perna menyangka kalau kamu adalah anak orang terpandang di negara ini."
Aku dan Andy terus pak Erik masih menunggu di ruang IGD hampir satu jam lebih kami menunggu., akhirnya pintu ruangan terbukan, keluarlah seorang dokter, gegas kami Menghapir. " Dokter gimana kondisi ibu saya, baik-baik sajakan."
"Tuan Dava boleh kita bicara sebentar, ikut saya." entah apa yang mau dokter bicarakan, namun perasaanku mengatakan kalau, ini sesuatu yang buruk tapi aku berdoa semoga ini hanya perasaanku saja.
Aku mengikuti langkah dokter dan kami masuk kedalam ruangnya. Setelah sampai dokter mempersilahkan aku duduk.
"Jadi begini Tuan Dava, penyakit nyonya Aprilia sudah memasuki staduin tiga. Jadi sekarang nyonya hanya butuh kekuatan, dari orang-orang yang mengasihinya! seperti Tuan Dava dan Tuan Adinata. Selalu berikan suport."
"Baik dok, tolong lakukan yang terbaik untuk ibu saya ya dok sampai sembuh."
"Itu Tuan Dava tidak perlu ragu, tapi kita juga serahkan kembali semuanya kepada sang pencipta."
Setelah selesai aku bicara dengan dokter, aku keluar dari ruangan itu, tapi rasanya gak ada kekuatanku untuk berjalan. Aku langsung bersandar di tembok dan menangis sejadi-jadinya disitu, aku sudah gak peduli orang yang lalu lalang disitu, namun diselah tangisku ada tangan kasar dan berat menyentu bahuku dengan gemetar.
Dan aku sangat tahu siapa pemilik tangan itu. Aku tidak banyak berkata lagi, aku langsung bangkit dari dudukku dan peluknya dengan erat. Rasanya aku gak pengen melepaskan, aku menyesal dengan perbuatanku enam tahu lalu sampai pergi dari rumah.
Aku menangis di pelukannya lama. Dan dia juga memelukku sangat erat sambil mengelus belakangku. Dalam tangisku aku minta maaf kepadanya.
"Maafin Dava ayah, maaf....Dava minta maaf. Gara-gara Dava ibu sakit parah, Dava bukan anak yang baik ayah
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 458 Episodes
Comments
S H 10
terharu /Whimper//Whimper//Grievance//Grievance//Cry//Cry//Cry//Cry/
2025-01-21
0
Saifa Ahmad
sblm jd sinetron indosiar ya jd novel dulu
2023-10-22
1
Mumtazah Qaila
peran suaminya terlalu bodoh udh tau keluarga istrinta gk suka bukan dibawa istrinya malah pergi sendiri ,
2023-10-19
0