Dava sudah berlalu pergi, tapi mulut kak iparnya tidak berhenti" Seharusnya sebagai laki-laki bisa menafkahi istri dan cari biaya sendiri untuk bisa membayar biaya operasi istrinya, ini mala datang minjam sama mertua, dasar mantu miskin gak punya tata krama ." Timpal kak ipar Dava dengan suara emosi.
Memang, keluarga Dinda adalah keluarga terpandang, keluarga terkaya nomor dua du negara itu, tapi sifat sopan dan tata krama yang baik tidak ada dikeluarga itu. Mereka memandang rendah rakyat jelata, sehingga pada saat Dinda memilih menikah dengan Dava, semua orang menentang! Kecuali ayahnya Dinda yang menyetujuinya.
Namum sayangnya ayah mertua Dava, pergi keluar negeri karena ada pekerjaan yang gak bisa di handle orang lain. Setelah mertua Dava pergi mulailah keluarga Dinda menyiksa dan menghina Dava dan Dinda, sampai Dinda keguguran karena kerja ibu mertua yang meberikan obat kepada Dinda, tanpa Dinda tahu.
Seluruh keluarga Dinda mengingikan, kehancuran rumah tangga Dava dan Dinda. Tapi Dinda sama sekali gak mau berpisah dari dava. Sampai pada akhirnya Dinda masuk rumah sakit, jangankan menjenguk, hanya sekedar nanya kabar anaknya dan adiknya saja ibu mertua dan kak ipar Dava gak sudi.
Mereka sudah gak menganggap Dinda sebagai anak dan adik dirumah besar itu. Bahkan selama papa mertua Dava pergi, Dinda dan Dava gak perna diajak makan di meja makan.
Hal itu yang membuat Dava sakit hati, dan ia berjanji pada dirinya sendiri, ia akan membalas semua hinaan mertua dan kak iparnya nanti.
Keluarga besar Dinda, sekarang pada berkumpul semua di ruang keluarga, pas Dava datang. Tapi sayangnya gak ada satu orang pun yang berpihak kepada Dava, sampai Dava pergi mereka masih menghinanya.
Akhirnya Dava pergi dari sana karena, usahanya sia-sia tak ada satu orang pun tang mau meminjamkan uangnya untuk membayar operasi istrinya, sehingga dengan kecewa Dava pergi.
Namun sebelum Dava pergi, ia sempat minta maaf pada sang mertua. Karena sudah menyinggungnya. "Maafkan Dava bu, karena sudah membuat ibu marah, saya permisi." ujar Dava sopan
Dava yang sudah membalikan badan dan bersiap untuk pergi, namun ada yang memangilnya.
"Dava! Kamu maukan uang lima juta? saya bisa memberikan uang itu untuk kamu. Tapi ada syaratnya! Jika kamu mau, sekarang juga akan saya berikan." titah ibu mertua membuat Dava menaikan kedua alisnya.
"Syarat apa itu bu? Kalau saya bisa memenuhinya saya akan lakukan, namun jika tidak maaf bu saya gak bisa". Titah Dava
"Gampang aja, setelah Dinda keluar dari rumah sakit kamu harus pergi meninggalkannya, dan ceraikan dia. Kamu tahukan kami adalah keluarga besar dan yang terhormat dinegara ini, semua kak ipar Dinda adalah orang terpandang.
Tapi sayangnya Dinda dapat sampah seperti kamu yang gak cocok bersanding dengan anak saya, dan masuk ke keluarga terhormat ini. Bentak ibu mertua sedangkan yang lain sibuk dengan gelak tawa. Mereka tertawa melihat Dava sudah mulai emosi, tapi harus ditahan
Dava merasa hatinya seperti tertusuk duri, tapi Dava menahannya. Dia sebagai laki-laki harus memiliki harga diri, apalagi Dava sangat mencintai Dinda. Dalam hati Dava, ia merasa gak berguna sama sekali sebagai suami, tapi Dava juga gak mau kehilangan Dinda. Biarlah dia menelan semua hinaan itu karena suatu saat ia akan menutup semua mulut yang perna menghinanya denga kesuksesan.
"Maaf bu, saya gak bisa meninggalkan Dinda karena kami berdua saling mencintai, jadi kalau itu syarat yang ibu berikan pada saya, maaf saya gak mau. Saya juga bisa cari uang untuk mengeluarkan istri saya dari rumah sakit!" ujar Dava begitu tegas membuat bu mertua emosi dan matanya merah menyalah.
"Wah....lihat tuh bu! Menantu miskin ibu sudah mulai angkat kepala, berani melawan ibu ya. Mau cari uang dimana? Kerjaan aja gak jelaa begitu, mau nafkahi Dinda pakai apa coba." ujar kak ipar
Dava keluar dari rumah besar itu, dan ia kembali ke rumah sakit walau dalam hati Dava merasa kuatir. Karena ia gak tahu cari ambil uang dari mana, gaji dari nguli saja gak cukup apalagi bayar uang rumah sakit.
Memang Dava sangat membutuhkan uang, tapi Dava gak mau mengorbankan kebahagiaan Dinda hanya karena uang lima juta. Dalam hati dalam bersumpah akan membahagiakan istrinya kelak dan Dava akan tunjukan kesemua keluarga besar Dinda kalau Dinda bisa bahagia hidup bersama dengannya.
Dava kembali pulang ke rumah sakit dengan kondisinya yang frustasi, Dava tiba di rumah sakit sekitar satu jam, laki-laki yang umur 27 tahu itu, langsung menuju kebagian administrasi. Ia ingin meminta pertambahan waktu sampai ia mendapatkan uang. Karena sampai saat ini ia belum ada uang.
Saat Dava sampai diruang administrasi, seorang wanita cantik dengan ramah menyapa Dava" ada yang bisa saya bantu, Tuan ujarnya sopan
"Saya Dava Permadi suami dari Dinda Andinita Adipura. Ingin meminta perpanjang waktu pembayaran sampai besok malam, karena sampai saat ini saya belum dapat pinjaman." ujar Dava jujur
"Ok baik Tuan, tunggu sebentar saya cek dulu apakah sudah dibayar atau belum, karena seingat saya sudah gak ada lagi tinggakan atas nana nyonya Dinda." ujar wanita cantik itu sembari tangannya bekerja di layar komputer
Wanita tersebut segera periksa data pasien ternyata didalam data , atas nama nyonya Dinda gak ada tunggakan sama sekali alias sudah di bayar lunas oleh seseorang yang gak dikenal" Maaf Tuan, dalam data pasien gak ada lagi tunggakan, jadi Tuan, bisa boleh pulang" ujar wanita cantik itu dengan sopan.
Dava mengerutkan dahinya dengan binggung" bagaimana bisa? Sayakan belum bayar apa-apa, Siapa malaikat Tuhan yang sudah berbaik hati melunasi tunggakan dirumah sakit ini ya Tuhan makasih banyak, engkau mendengar seruan isi hatiku" ujar Dava sambil mengelus dadanya
Dava yang penasaran ia segerah bertanya kepada wanita cantik itu" Nona apakah kau tahu, siapa yang sudah melunasi tunggakan itu? Coba periksa pasti ada atas nama yang sudah melunasi tunggakan saya.
Wanita cantik tersebut kembali mengecek komputer" maaf Tuan, saya gak bisa beritahu, karena saya sudah diperintahkan agar saya saya merahasiakan ini dari Tuan, karena ini menyangkut rahasia seseorang jadi sekali lagi saya minta maaf Tuan, saya gak bisa bantu tapi coba, Tuan tanya sama istri Tuan mungkin ia tahu"
Karena Dava gak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari wanita cantik itu. Dava bergegas masuk kedalam ruangan tempat istrinya dirawat, ternyata Dinda masih terlelap. Mungkin karena kecapean karena semalam gak bisa tidur.
Dava langsung kengecup kening istrinya dengan lembut dan mesra" maafkan mas ya sayang, mas belum bisa membahagiakan kamu. Tapi mas janji. Mas akan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk kamu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 458 Episodes
Comments
Selvanus Sengiang
jos lanjut thor
2024-07-13
2
Theresia
semakin menarik
2024-03-22
1
Hades Riyadi
Lanjuuuuutt Thor 😛😀💪👍🙏
2023-11-25
0