Karena aku tidak melihat perubahan apapun dari ibu, aku berniat keluar dari ruang dan berikan waktu untuk ayah, karena waktu yang diberikan dokter hanya satu jam, aku pakai tiga puluh menit dan tiga puluh menit lagi untuk ayah. Saat aku hendak melangkah keluar tiba-tiba alat monitor jantung yang terpasang di tubuh ibu berbunyi...tikkkkkkk...tikkkkkkk....
Aku panik dan langsung Panggilkan dokter.
"Dokterrrrr.....dokterrrrrr tolong ibu saya dok..." tidak lama dokter dan suster langsung menerobos masuk dan menyuruh aku keluar. Rasanya kaki ini tidak kuat melangkah keluar tapi harus aku lakukan demi ibu.
"Maaf Tuan! tolong keluar dulu biar saya bisa menangani nyonya dengan baik" titah dokter aku hanya anggukan kepala tanda setuju
Langkah ini sangat berat keluar dari pintu. Ya Tuhan selamatkan ibu, kalau terjadi apa-apa sama ibu, aku orang yang pertama yang patut disalahkan karena aku, ibu seperti ini.
Pas aku sampai di depan pintu, tampak disana ayah dan pak Erik. Sedangkan Andy sudah tidak kelihatan entah dia sudah pulang atau kemana aku tidak menghiraukan lagi. Pikiranku saat ini sangat kacau masalah kenapa datang bertubi-tubi menghampiriku.
Aku berjalan mendekati ayah yang menatap aku dengan tatapan sedih, dengan mata senduhnya aku tahu seperti apa hancurnya hati ayah saat ini.
Aku langsung buang diri disamping ayah "Yah..maafin Dava..semua ini salah Dava yah. Tapi jika ayah ingin marahin Dava silakan Dava terimah yah Dava anak durhaka yah hiks.....hiks..... Aku tidak peduli pak Erik distu masa bodoh kalau aku dibilang laki-laki cengeng. Sebenarnya laki-laki juga bisa rapuh dan juga menangis untuk saat-saat tertentu.
Ayah merangkul tubuhku sembari berkata lirih" tidak ada yang perlu disalahkan disini nak, kita hanya berdoa semoga ibu sehat. Percayalah sama Tuhan. Untuk apa ayah marah sama kamu, ini bukan kesalahan kamu tapi sudah digariskan oleh Allah."
Sekitar lima belas menit dokter didalam ruangan ibu, aku dan ayah menunggu diluar harap-harap cemas.
Tidak selang lama, pintu ruangan terbuka muncul dokter dan suster yang menangani ibu tadi, aku langsung bangkit berdiri dan berlarih mendekati dokter.
"Dokter bagaimana dengan kondisi ibu ku dokter, ibu baik-baik saja kan"?
Dokter menatapku dengan senyum sembari berkata" Tuan tenang ya, jantung nyonya sudah kembali normal dan kondisinya juga sudah ada kemajuan. Kita hanya berdoa dan berharap mungkin tidak lama lagi nyonya akan sadar."
"Syukurlah dok makasih sudah membantu ibu" ujarku
"Sama-sama Tuan!0 tapi memang ini sudah tugas dan tanggung jawab saya yang sepantasnya saya lakukan. Saya parmisi dulu Tuan."
Setelah aku mendengar penjelasan dari dokter aku sedikit merasa legah. Dan kini aku berpikir untuk pergi ke rumah mertu aku mau memberikan sedikit pelajaran kepada mereka.
Akhirnya aku memberanikan diri untuk pamit sama ayah.
"Ayah..boleh Dava injin sebentar, nanti kalau urusan sudah selesai Dava langsung pulang" kilahku
"Memangnya kamu mau kemana nak, kalau nanti setelah kamu pergi ibu kamu sadar terus mencari kamu gimana"
"Nanti kalau ibu sadar, ayah bilang sama ibu aku akan cepat kembali setelah selesai urusan"
"Kamu mau kemana rupanya nak?"
"Aku mau pergi sebentar kerumah mertuaku ayah, sepertinya mereka harus diberi sedikit pelajaran."
"Yaudah kalau begitu pergilah tapi sama Erik aja."
Setelah dapat ijin dari ayah aku dan pak Erik langsung bergegas pergi, pak Erik akan mengantarkan aku ke rumah mertua, karena tadi hp yang aku minta sudah di kirim oleh anak buah pak Erik jadi aku langsung mempergunakan hp itu, rencana satunya lagi buat istriku.
Setelah sampai di parkiran kami langsung masuk kedalam mobil, aku belum lihat Andy..karena penasaran aku langsung bertanya sama pak Erik. menanyakan keberadaan Andy teman baikku itu.
"Pak teman aku tadi kemana ya, kok tidak ada setelah aku keluar dari ruangan"?
"Oh iya maaf Tuan muda! Saya lupa beritahu kalau teman Tuan muda sudah pulang sejak tadi, karena katanya ditelpon sama mandor, tadi juga dia titip pesan katanya Tuan Dava kuat dan sabar pasti nyonya sehat."
Memang Andy adalah temanku yang paling baik, aku rencana kalau nanti setelah aku kembali ke perusahaan, akan aku berikan dia pekerjaan. Karena ternyata Andy lulusan S1 juga.
"Tuan muda yakin mau kerumah mertua?" tanya pak Erik tiba-tiba.
"Iya pak, aku yakin memangnya kenpa?"
"Tidak ada apa-apa Tuan! Hanya saja, tadi saya dapat telpon dari pelayan yang ada dirumah itu, katanya keluarga nona Dinda semua pada berkumpul disana karena panik nona Dinda tiba-tiba kabur. Apalagi Tuan tahu sendiri nyonya Anjani adalah perempuan yang menjunjung tinggi harga dirinya. Jadi dia tidak tenang kalau nona Dinda masih berkeliaran diluar, kalau publik tahu kebusukan sediki saja dalam keluarga mereka itu akan mencoreng nama bai keluarga Winata."
" Nah sekarang nona Dinda kabur jadi mereka takut nanti media menemukan nona Dinda, terus mewawancarainya dan kalau sampai nona Danda jujur bisa hancur reputasi keluarga Winata."
"Dan kalau tidak salah, ada salah satu kak ipar nona Dinda yang rencana akan mengikuti caleg juga, jadi mereka takut itu akan berimbas ke reputasi dan nama baik orang itu. Dan menjadi masalah besar dan rakyat tidak akan mempercayainya lagi"
" Saat ini mereka pada berkumpul untuk mencari nona Dinda Tuan, jangan sampai mereka ketemu nona Dinda sebelum suruhan saya duluan ketemu."Jelas pak Erik membuat emosiku tak terkendalikan, aku harus kasih mereka pelajaran.
"Tidak masalah pak Erik aku percaya dengan kemampuan anak buat pak Erik, aku yakin mereka pasti akan membawah istriku pulang dengan selamat amin"
"Amin Tuan"
Aku dan pak Erik langsung menuju rumah mertua. Kali ini aku sengaja pura-pura belum tahu kalau Dinda hilang, dan aku datang menjemput istriku, aku mau lihat reaksi mereka seperti apa, tapi aku tidak mau mereka tahu kalau aku datang sama pak Erik aku akan turun di tempat yang agak sedikit jauh nanti baru jalan kaki aja.
Sepanjang perjalanan ke rumah mertua, aku sudah menyusun rencana kalau mereka macam-macam akan aku ancam mereka dengan video yang ada, dasar manusia biadab tidak punya hati, masa Dinda sudah punya suami sah dimata agama dan negara, tapi mereka masih memaksa Dinda agar menikah lagi dengan pilihan mereka.
"Pak Erik, kalau nanti kita sudah mau mendekati turunkan aku di jalan depan aja ya, jangan sampai aku di depan gerbang nanti mereka malah tahu siapa aku sebenarnya.
"Tapi Tuan itu masih jauh kalau jalan kaki memang tidak bisa lebih dekat sedikit lagi? biar saya juga bisa pantau dari jauh takutnya mereka main kasar dengan tuan gimana,? nanti Tuan besar marah sama saya."
"Pak Erik tenang aja aku pastikan aku baik-baik saja" jelas aku
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 458 Episodes
Comments
Sumiati Suludani
lanjut
2023-11-21
2
GZone Reborn
go go go
2023-10-18
0
Rita Hendrayani
lanjut thor,semangat
2023-09-22
0