Dava yang awalnya ingin beranjak, diurunkan saat dengar Suara Dinda yang memanggilnya.
"Mas.....sudah kembali? kenapa mas gak bagunkan aku, dari tadi aku nungguin mas" Titah Dinda dengan mata berbinar
"Mas, gak tega bangunin kamu sayang, mas lihat kamu tidurnya nyenyak banget" ujar Dava senyum
Dinda berusaha bagun dari pembaringannya dibantu oleh Dava duduk bersandar ranjang rumah sakit, sambil menelisik mata sang suami." mas tadi dari mana? Katanya pergi hanya sebentar tapi lama"?
"Maafin mas ya sayang, mas belum bisa jadi suami yang baik untukmu, tapi mas janji akan berusaha semampu mas, agar bisa membahagiakan kamu kelak." ujar Dava
"Sayang kenapa mata kamu bengkak, apa kamu baru habis menangis?"
"Maafkan Dinda mas, Dinda sedih punya keluarga yang memiliki segalahnya! tapi, gak ada simpati sedikitpun juga untuk menolong kita. Maafin keluar Dinda ya ,mas sebenarnya Dinda rencana mau hubungi ayah tapi takut ayah sibuk disana"
" sttttt!...jangan bicara begitu sayang, seharusnya mas yang minta maaf. Karena mas belum bisa menjadi suami yang baik yang bisa membahagiakan kamu sayang. Sebelum mas nikah dengan kamu, hidup kamu penuh kebahagiaan. Karena kebutuhan kamu selalu terpenuhi dengan kemewahan. Namun sekarang kamu menderita setelah nikah dengan mas" ujar Dava gak enak hati
"Hahaha...saya memang dilimpahi kemewahan mas, tapi gak ada kebahagiaan didalam keluarga kami, untung ayah masih hidup, jadi mama gak begitu ngelunjak. Dinda hanya takut kalau suatu saat ayah tiada, kita pasti diusir dari rumah itu. Atau bisa jadi mama berusaha memisahkan kita."
"Kita tunggu saja ayah pulang sayang, mas bertahan dirumah itu bukan karena mas gak bisa cari tempat tinggal untuk kita, tapi karena mas menghargai keputusan Ayah."
"Iya mas, oh ya tadi setelah berapa menit mas pergi, ada seseorang datang menjenguk saya ,mas dan ia mengatakan sesuatu kepada saya, kenapa mas, kenapa mas gak mengatakan kepada saya kalau mas masih memiliki orang tua?" tanya Dinda
"Apa kata orang itu sayang?" tanya Dava
"Katanya ia sangat merindukan mas, jadi dia ingin mas pulang menemuinya." ujar Dinda membuat Dava menarik napas panjang.
"Hmmm gak usa dipikirkan sayang lupain aja"
"Mas...tolonglah jujur sama Dinda kenapa mas berbohong, sedangkan mertua Dinda masih hidup dua-duanya. Apa maksud mas menyembunyikan ini semua dari Dinda."
"Maaf sayang ceritanya panjang! Dan ini bukan waktu yang tepat, nanti mas akan jelaskan semua padamu, tapi sekarang kita harus pulang ke rumah" Dava gegas merapikan semua barang milik Dinda dan masukan kedalam tas.
"Kenapa kita harus buru-buru pulang mas, bukankah keluarga ku gak ada yang peduli sama saya? Jadi mau pulang apa gak itu mereka gak akan cari" Dava sedih ia merasa kasian dan iba, melihat istrinya sedih.
"Ada ibumu menunggu dirumah sayang, jadi kita harus segerah pulang, jika nanti kita sampai di rumah aku akan menjelaskan semuanya padamu.
Akhirnya mereka kembali pulang kerumah, mereka datang ke rumah sakit dengan bayi yang masih ada di dalam perut Dinda. Tapi pada saat mereka pulang perut dinda mala sudah rata.
Tak lama taksi yang dipesan Dava datang dan mereka berdua pulang kerumah dengan naik taksi.
Dava dan Dinda sampai dirumah keluarga Winata, Dinda mengandeng tangan suaminya dengan erat dan melangkah masuk kedalam rumah dengan anggun, tanpa merasa gentar sedikitpun
Ternyata di ruang keluarga, semua keluarga besar Winata duduk berkumpul di sana! Dengan tatapan menghina, semua mata tertuju pada Dinda dan Dava.
"Akhirnya kamu bisa membawa pulang istrimu tanpa meminjam uang di mertua dan kak ipar, Dava!" mertua Dava menatap sinis ke Dava dan Dinda.
Kali ini Dinda gak tinggal diam, ia langsung menjawab sindiran sang mama, "maaf ya mah, mas Dava! masih sanggup untuk membiayai uang operasi Dinda, buktinya mama lihat sendirikan? Mas Dava bisa membawa Dinda pulang kerumah, tanpa bantuan dari mama dan yang lain!"
Namun perkataan Dinda mengundang tawa semua isi rumah, termasuk sang mama.
"Hey Dinda! Apakah kamu tidak tahu apa yang dilakukan oleh suami kamu? dia datang dan berlutut dikaki mama untuk meminjam uang! Katanya uang itu untuk biaya operasi kamu." jelas Alexsa kak pertama Dinda yang congkak.
Dinda memang tidak tahu kalau Dava! berani datang meminjam uang pada sang mama, seharusnya tanpa minjam juga sang mama, memberikan uang untuk biaya rumah sakit.
"Memang kenapa kalau suami saya meminjam uang sama mama? saya masih anak mama, selagi suami saya masih ada niat baik dari pada mencuri! ada loh tikus dirumah ini yang suka mencuri uang, mesih bagus suami saya minjam, bukan mencuri" ujar Dinda
Perkataan Dinda langsung ngena dihati sang kak Alexsa, karena memang kak nya itu sering sekali mencuri uang di brangkas.
"Maksud kamu apa Dinda, bicara begitu sama kak kamu sendiri? apa seperti ini didikan dari suami kamu."
"Loh...memangnya saya bicara apa, saya hanya bilang tadi ada tikus yang suka curi uang, kenapa kak merasa? Atau memang kak tikusnya itu! Untung ayah gak ada disini, kalau ayah ada pasti dia kecewa sama kalian semua memperlakukan kami berdua begini, semoga ayah cepat pulang."
"Dan dengar ya kak, memang kalau dilihat dari materi, suami saya gak memilikinya tapi kalau soal ahklak dan etika, suami saya lebih dominan memilikinya di banding kak, atau jangan-jangan etika buruk kak dari didikan suami kak"?
"Mah, lihat tuh anak kurang ajar mama, memang gak ada etikanya sama sekali"
"Sudah! mama gak mau dengar keributan disini, jadi tolong jangan ribut, Anjani menyudahi perdebatan antara kedua putrinya yang bikin kepala pusing.
Anjani menatap ke ara putri bungsunya" Dinda! Tolong jika nanti ayah kamu pulang, jangan beritahu apapun, kamu diam saja"
"Memang kenapa mah? Kenapa mama gak mau Dinda cerita ke ayah, apa mama takut kalau nanti ayah tahu seperti apa kelakukan mama ke Dinda dan suami Dinda"?
Anjani yang malas ladeni Dinda langsung masuk kedalam kamar, disusul oleh Dinda dan Dava. Karena Dinda malas berhadapan dengan kak perempuannya itu yang tak lebih dari singa.
Sampai didalam kamar, Dinda langsung duduk diatas ranjang dan menangis.
"Sayang! Jangan kamu menangis kita tunggu saja ayah pulang, nanti kita minta ijin dan keluar dari tempat ini, mas bisa melihat kamu sedih terus, oh ya memangnya kapan Ayah pulang sayang".
"Waktu ayah pergi kalau Dinda gak salah dengar katanya, dua minggu perginya, besok pas dua minggu bisa jadi besok ayah pulang. Tapi gak tahu juga mas semoga benaran besok Ayah pulang.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 458 Episodes
Comments
Theresia
ceritanya membuat semakin penasan
2024-03-22
1
Hades Riyadi
Lanjuuuuutt Thor 😛😀💪👍🙏
2023-11-25
0
Hades Riyadi
Ibu mertua mulutnya setajam silet... hadeehh...jadi mengingatkan masa kelam gw ajaahh... untunglah hanya masa waktu yang sangatlah pendek...Dava mang laki-laki pecundang....🤔🙄😩😠💪👍👍
2023-11-25
0