POV DINDA
Aku. Adalah putri bungsu dari keluarga terpandang, nomor dua di negara ini.
Karena orang tua ku terkenal dimana-mana, jadi ibuku selalu menjunjung tinggi harga diri dan martabat itu nomor satu. Tapi kerukunan dalam kekeluargaan nomor kesekian.
Aku, menjalani hari-hariku seperti di penjara! karena selama ini orang tua ku tidak perna memperkenalkan aku kepublik, hanya kedua kak kandungku, yaitu kak Dea dan kak Alexsa.
Menurut ibu, aku tidak punya skil apapun yang bisa membanggakan mereka, karena setelah aku lulus S2 aku tidak mau kerja diperusahaan orang tua. Aku menentang keinginan ibuku, kalau ayah, ia selalu mendukung kebahagiaanku. Jadi aku cari kerja di tempat lain
Ibu Selalu berusaha, membawa beberapa laki-laki yang katanya dari keluarga terpandang! Untuk menjodohkan aku denga mereka, tapi aku dengan tergas selalu menolak. Itu yang membuat ibu murka dan benci sama aku dan memblokir aku dari semua perusahaan.
Satu ketika aku! keluar mencari kerja, tidak sengaja aku bertemu dengan seorang pria, dia berpenampilan sangat sederhana, tapi sangat sopan dan dia menghargaiku. Dari setiap tutur katanya dia terlihat sangat berwibawa.
Selama aku hidup di keluarga besarku aku sangat tertekan, memang aku hidup bergelimang harta, tapi itu gak membuat aku bahagia. Karena aku sering di ganggu oleh kak iparku yaitu Kenedy suami kak Alexsa, aku juga sudah perna mengaduhkan ke ibu, dan Alexsa! tapi justru aku yang kena hinaan dari ibu dan Alexsa karena aku belum menikah jadi aku di kira mengoda suaminya.
"Miris sekali bukan?....... Seorang anak gadis, yang dilahirkan oleh seorang ibu. Tapi tidak sedikitpun mendapatkan perhatian, dari ibunya sendiri. Mala mendapatkan perlakuan yang tak terpuji.
Apalagi pas Alexsa! bertanya pada Kenedy mala ia membalikan fakta dan memfitnah aku.
Singkat cerita kami berkenalan dan akhirnya pacaran, dan setahu aku, dia bekerja sebagai kuli bagunan tapi aku tidak peduli. Sekarang ini yang aku cari adalah kebahagiaan dan kedamaian tambah perhatian. Bukan kekayaan.
Toh memiliki banyak harta, tapi kalau tidak bahagia buat apa.
Tiga bulan kami pacaran akhirnya pria itu berkata kepadaku, bagaimana kalau kami berdua menikah dan dia siap bertemu dengan keluargaku.
"Dinda!...bagaimana kalau kita menikah saja" titahnya membuat aku seketika terkejut
"Boleh, tapi kamu harus datang menemui keluargaku." jelasku
"Ok aku akan datang, menemui mereka" dengan lantangnya ia menjawab
Seketika aku tercengang, karena aku tahu watak dan karakter setiap keluargaku! terutama ibu dan kedua kak perempuanku.
Aku memberanikan diri untuk membawa Dava kerumah, dengan penampilan seadanya. Aku mau lihat seperti apa reaksi semua orang yang ada dirumah bak istana tapi dalamnya seperti neraka.
Tanpa pikir panjang kami langsung pulang ke rumah sore itu juga, namun betapa terkejutnya aku, pada saat kami sampai di rumah, di runag tegah sudah terkumpul semua keluarga besarku. Termasuk ayah juga hadir.
Tanpa kata, aku langsung mengandeng tangan Dava. Dan melangkah masuk kedalam rumah, dengan jantung berdegup kencang. aku harus berani menghadapi kenyataan ini. Aku melihat tatapan mematikan dari kedua kak ku terutama ibu.
"Bodoh amat pikirku"
"Dinda! Masuk kamar" titah ibu. Aku tahu maksud ibu, Tapi untung langsung di cegah oleh ayah
"Dinda! Duduk kamu," jelas ayah
Kalau aku disuruh memilih, lebih mendengar perkataan ayah atau ibu. Jelas aku lebih memilih mendengar ayah! dari pada ibu.
Karena sifat ayah lembut, dan sangat menghargai keputusan seseorang. Tapi kalau ibu beda bagaikan singa yang siap menerkam mangsa, lebih mementingkan harga diri dari pada memikirkan perasaan orang.
Akhirnya aku kembali duduk di samping mas Dava. Aku tahu jantung mas Dava sudah tidak aman, aku duduk di sampingnya saja sudah mendengarkan dentakan jantungnya seperti lari maraton.
"Dinda! Jelaskan pada ayah siapa pria ini dan apa tujuannya kamu bawah kesini?" dengan lembut ayah bertanya, tapi penuh penekanan.
"Deg....." jantungku ikut berlari, sebenarnya aku gak perna takut baik itu ibu maupun kak ku yang dua itu.
Aku mengangkat wajahku. Dan menatap satu persatu manusia planet yang ada dalam ruang itu, dengan berani dan lantang aku menjawab ayah. Terserah ayah! Mau marah silakan! yang penting aku menyampaikan isi hatiku.
"Ini mas Dava ayah, pacarku, kami berdua kesini karena ingin meminta restu dari ayah untuk merencanakan pernikahan kami." aku sengaja gak sebut nama ibu karena jelas ibu gak bakal kasih restu.
"Apa.....pacar?....nikah? Kamu sudah gila Dinda, gak! sampai kapan pun, ibu gak akan berikan restu"? Bentak ibu spontan
Tuh..kan aku bilang juga apa, singa sudah mengaum. Tinggal selakan lagi sudah siap menerkam.
"Astaga, Dinda!...kamu pungut sampah masyarakat ini dari mana? mau mengotori kehidupan keluarga kita yang terpandang ini, kamu mau mempermalukan ayah sama ibu, jangankan ayah dan ibu aku aja oga! gak sudi punya adik ipar rakyat jelata." jelas kak Alexsa
"Deg..."Rasanya sakit kali hati ini mendengar hinaan dari ibu dan kak pertamaku.
"Diam....siapa yang mengijinkan kalian bicara ha,"
Baru kali ini aku mendengar sendiri kemarahan ayah. Padahal selama ini ayah orang yang lembut dan gak perna marah. Karena kemarahan ayah. Akhirnya mereka berhenti berdebat.
"Dava!..." Ayah memanggil mas Dava dengan lembut. Membuat mas Dava langsung menatap ayah.
"Ya Tuan"
"Apa benar yang di katakan putri saya, kalau memang benar kamu tinggal jawab Ya, kalau tidak kamu tinggal jawab tidak."
Aku melihat mas Dava menarik nafasnya gugup.
"Ya Tuan, aku mencintai putri anda, jika Tuan berkenan ijinkan aku meminang putri anda Tuan, tapi aku minta maaf Tuan, aku gak punya apa-apa untuk memberikan untuk Tuan, karena aku hanya seorang pekerja kuli bangunan"
Telihat jelas di wajah ibu sangat menentang. Tapi kali ini ibu gak berani bicara, kalau ayah sudah marah bahaya.
Sedangkan kak Dea dan kak Alexsa. Dan kedua kak iparku! yaitu Tahir dan Kenedy ada juga turut hadir pamanku beserta istrinya. Mereka terlihat terkejut tapi juga menatap dengan tatapan me menghina.
"Ok baiklah karena kamu sudah datang kesini dengan niat baikmu, saya sebagai ayah kandung Dinda setuju kamu nikahi anak saya. Dengan syarat kamu harus berikan kebahagiaan kepada putriku. Dan yang kedua kamu harus tinggal disini."
Aku benar-benar terkejut langsung menatap, ayah, aku gak percaya kalau ayah secepat itu menyetujui pernikahan kami.
"Tidak ....ibu tidak setuju Dinda menikah dengan laki-laki miskin itu, ayah kenapa dengan gampangnya merestui mereka, keluarga kita, keluarga terpandang ayah, kalau semua orang tahu putri bungsu dari keluarga Winata menikah denga laki-laki gembel, nama baik kita gak tercoreng ayah."
Ayah menatap mata ibu dengan tatapan emosi, " kamu lebih mementingkan harga diri dan kehormatan, tapi perna gak kamu tahu perasaan Dinda seperti apa, bu....sudahlah...selama ini kamu selalu mengurung Dinda di rumah ini sampai kamu juga dengan teganya memblokir semua pekerjaan Dinda, jangan mentang-mentang ayah diam saja jadi ibu mulai ngelunjak." bentak ayah
"Saya kepala keluarga di tempat ini, jadi keputusan ayah sudah bulat, tidak ada bantahan. Ayah percaya Dava, laki-laki yang baik yang mampu membahagiakan Dinda. Lagian ini pilihan Dinda! Jadi kita harus terimah, satu lagi bu. Jangan memandang seseorang dari kastanya, karena roda ini selalu berputar, adakalanya kita diatas dan orang lain di bawah, tapi ada kalanya kita dibawah dan orang lain di atas."
Pas aku melihat kebaikan ayah, aku sangat terharu, semoga Tuhan memberikan panjang umur untuk ayah, jangan Tuhan ambil dulu dariku, aku belum iklas.
"Baiklah Dava persiapkan diri kalian, besok kalian menikah, tak perlu undang banyak orang akad aja dulu. Nanti resepsi belakangan"
Akhirnya keputusan ayah sudah final aku juga sebenarnya kaget, kenapa kami menikah seperti ini padahal, waktu kedua kak ku menikah acara selama tiga hari tapi pas aku, jangankan acara kumpul keluarga aja gak ada. Setelah selesai akad kami tidur begitu saja, sama sekali gak ada acara."
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 458 Episodes
Comments
S H 10
sang ayah pendukung terbesar bagi dinda kini sudah tiada.. sabar la jika didepan ibumu ituu/Grimace//Grimace//Grimace//Grimace/
2025-01-21
0
jang
terharu😔😔
2024-01-22
1
Praised94
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2023-10-18
0