Aiden masih setia berada di mobilnya hingga Lyodra menyelesaikan mata kuliahnya malam ini. Namun, ketika gadis itu keluar, dia tidak sendiri sebab Jayden sudah menawarkan diri untuk mengantar sang sahabat.
Pria dengan sorot mata elang itu terdiam sambil terus menatap Lyodra yang mulai naik ke atas motor sport milik Jayden. Melihat itu rasanya Aiden ingin segera pergi dari sana, tetapi lagi-lagi dia kepikiran tentang Lyodra.
"Aku sudah bilang, Jay, tidak usah! Bisa-bisa kamu akan sampai di rumah tengah malam," cerocos Lyodra, sedari tadi dia sudah berusaha menolak, tetapi entah kenapa Jayden menjadi keras kepala.
"Sudahlah, jangan banyak bicara, lebih baik kamu pegang pundakku!" balas Jayden dengan ketus, mulai menyalakan mesin motor.
Dengan bibir mencebik Lyodra pun patuh pada ucapan pemuda itu, hingga akhirnya motor sport itu melandas, membelah jalan raya.
Di belakang sana Aiden mengekor pada keduanya. Dia mengambil jarak aman, agar tidak terlalu kentara bahwa sebenarnya dia menunggu kepulangan Lyodra.
Tidak ada satupun vampir yang berani mengganggu gadis itu, karena sudah jelas bahwa ada Aiden yang menjaganya.
"Jay!" panggil Lyodra saat mereka sudah di pertengahan jalan.
"Ada apa?" balas Jayden, karena menggunakan kecepatan sedang, dia masih mampu mendengar suara Lyodra.
"Aku ingin mengatakan sesuatu."
"Tentang apa?"
"Tapi please, jangan menanggapinya berlebihan. Jujur saja, setelah memakai kalung ini, aku merasa ada sosok yang terus mengawasiku. Bahkan tadi siang, aku melihat mahkluk bertaring seperti vampir saat berada di toilet mall," ujar Lyodra dengan raut wajahnya yang terlihat gelisah, dia tidak bisa memendam ini semua sendirian, karena jika ada apa-apa, Jayden pasti akan sangat merasa bersalah.
Rasanya Jayden ingin menghentikan kendaraannya saat itu juga, tetapi sayang kini mereka terjebak di antara kendaraan lain. "Aku sudah bilang orang itu tidak beres, Lyo. Ini semua pasti ada kaitannya dengan dia!"
"Tidak mungkin, Jay. Karena dia selalu menjadi seseorang yang membantuku, ketika makhluk-makhluk itu datang."
"Dan kau percaya, Lyo? Ini semua akal-akalannya, jangan bodoh, lebih baik kamu berhenti saja!" cetus Jayden, karena dia benar-benar tidak suka jika Lyodra bekerja dengan Aiden. Bukan apa-apa, dia takut jika pada akhirnya Lyodra terluka.
"Ck, ayolah, Jay. Jangan terlalu berpikir negatif padanya." Lyodra mencoba membujuk Jayden, tetapi pemuda itu tetap tak mau dengar. Bagi dia Aiden adalah ancaman.
"Sama halnya denganmu, aku juga ingin keras kepala. Dari awal pikiranku sudah negatif semua!" cetus Jayden yang membuat Lyodra mencebikkan bibirnya.
Akhirnya gadis itu memilih diam, dia harus kembali mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi ketika dia memakai kalung pemberian sang kakek. Kemarin, dia terlalu sembrono, sehingga tak memikirkan bagaimana akibat yang akan dia dapatkan untuk ke depannya.
Sesampainya di rumah Aiden, Lyodra langsung turun, sementara Jayden menunggu sampai gadis itu masuk ke dalam rumah.
"Terima kasih atas tumpangannya, hati-hati di jalan, salam yah untuk Aunty dan Uncle," ucap Lyodra sambil melambaikan tangan.
Jayden mengangguk, lantas setelah itu dia pergi meninggalkan rumah yang memiliki aura gelap itu. Dengan menatapnya saja, Jayden sudah sangat merinding.
Mereka tidak sadar, bahwa ada Lucy yang terus memperhatikan interaksi keduanya. Ketika Jayden pergi, wanita serigala itu langsung menyeringai penuh.
Ketika sampai di kamar, Lyodra langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Namun, bukannya bersiap-siap untuk tidur, Lyodra justru memilih untuk membuka laptop.
Dengan rasa penasaran yang menggunung, dia kembali mencari tahu artikel tentang vampir dan kalung permata yang sedang dipakainya.
Dia tampak sangat serius, hingga kedua matanya terus membaca dengan jeli tiap bait kalimat yang tertulis di sana.
Hingga dia menemukan satu paragraf yang menyebutkan bahwa para vampir akan berusaha menyerang para manusia yang memiliki kalung permata berwarna merah delima, meskipun manusia itu melepaskannya.
Deg!
Lyodra langsung menganga dan reflek menutup mulutnya. Teringat dengan sosok bertaring yang dia temui di toilet mall.
Dari legenda dan gambar yang beredar, seorang vampir memang mirip dengan manusia, hanya saja mereka bisa membunuh dengan sekali menancapkan taring dan menghisap sari pati kehidupan yang ada.
"Jadi, mereka benar-benar masih ada? Dan—aku—aku akan terus diburu sampai mereka bisa mendapatkanku," gumam Lyodra dengan tatapan tak percaya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Ney Maniez
🤦♀️🤦♀️
2023-05-17
0
mama yuhu
lyo terlalu kepo dengan Aiden makanya membahayakan diri sendiri
2023-04-30
3
Aditya HP/bunda lia
aduh aku takut si Lusi celakain Jayden
2023-03-28
3