Akhirnya malam itu Lyodra pulang bersama Aiden. Dan di sepanjang perjalanan gadis itu terus bertanya-tanya kenapa tidak ada reaksi apapun yang terjadi pada tubuh Aiden, padahal dia sudah memakai kalung pemberian kakeknya.
Bukankah seharusnya Aiden berubah ke wujud aslinya? Atau melakukan sesuatu yang membuat dia merasa curiga.
Lyodra melirik ke samping, di mana Aiden sedang menyetir. Seperti biasa pria itu tak pernah menunjukkan ekspresi apapun, membuat Lyodra tak dapat membacanya.
Apakah tebakanku dan Jayden salah? Tapi semua ciri-ciri itu sudah sangat jelas kalau dia adalah seorang vampir. Dan anehnya, aku tidak pernah ingin mundur untuk membuktikannya.
Lyodra membatin sambil terus menatap Aiden, dia tidak sadar jika Aiden mengetahui segala gerak-geriknya. Hingga tiba-tiba satu buah pertanyaan melayang, membuat Lyodra segera tersadar.
"Apakah aku terlalu tampan hingga kau menatapku seperti itu?"
Kedua bola mata Lyodra langsung membulat sempurna. Dia bergerak salah tingkah, karena merasa tertangkap basah oleh Aiden.
"Maaf, Tuan ...," ujar gadis itu sambil menundukkan kepala, agar Aiden tidak menganggapnya kurang ajar. Namun, tanpa Lyodra ketahui pria itu menarik salah satu sudut bibirnya.
"Kadar ketampananku sudah tidak bisa dimaafkan, jadi tidak perlu merasa bersalah," jawab Aiden dengan suara datar. Namun, hal tersebut membuat Lyodra mengerutkan pangkal hidungnya. Dalam sekejap dia berhenti salah tingkah.
Kenapa Aiden malah jadi narsis? Apakah pria satu ini sedang mengajaknya bercanda?
Lyodra bergeming dan memilih untuk menatap objek lain. Akan tetapi apa yang dia lakukan sepertinya tidak tepat. Karena Aiden malah menuntut jawaban.
"Benarkan?!" tanyanya sambil mencengkram kemudi.
Lyodra langsung menoleh ke arah pria itu dengan tatapan penuh tanya. "Apanya yang benar, Tuan?"
Ck!
Suara decakan itu terdengar sangat keras, Aiden melirik Lyodra dengan kedua alis yang menyatu dan tatapan sebal. Dia ingin Lyodra mengakui kalau dia tampan, tapi dia tidak mau mengatakannya.
"Lupakan!" ketus Aiden, lalu kembali fokus ke jalanan.
Lyodra tampak melongo, semakin tak paham dengan maksud pria yang ada di sampingnya. Kadang berubah manis, kadang marah-marah, bahkan terkadang bisa terlihat sangat menyeramkan.
Dia ini kenapa sih?!
Akhirnya mereka sama-sama bungkam, hingga tiba di lampu merah, Aiden melihat segerombolan vampir sedang menatap ke arah mobilnya. Menyadari itu, dia langsung mencegah Lyodra yang hendak menoleh ke samping dengan satu kalimat perintah.
"Tatap aku!"
Lyodra yang terkejut sontak menatap ke arah Aiden. Dia benar-benar tak paham dengan apa yang Aiden inginkan.
"Ada apa, Tuan?" tanya Lyodra dengan kening yang berlipat-lipat.
"Tidak ada, aku hanya ingin kau menatapku saja sepanjang jalan. Karena aku membayarmu untuk itu!" jawab Aiden dengan sesuatu yang tak masuk akal. Lyodra merasa aneh, tapi entah kenapa dia tidak bisa membantah ucapan pria itu.
Hah, uang dua puluh jutaku bisa hilang kalau aku tidak patuh. Lebih baik aku ikuti saja, lagi pula apa salahnya menatap pria tampan. Batin Lyodra, perasaan kesal yang menggunung tiba-tiba luruh ketika dia mengingat tentang uang.
"Baik, saya akan menatap anda sepanjang jalan, Tuan," ujar Lyodra sambil mengulum senyum. Dia tidak tahu, jika di luar sana seluruh makhluk penghisap darah tengah mengintainya.
Heuh, mereka meremehkan ucapanku? Batin Aiden.
***
Setibanya di rumah, mereka langsung masuk ke kamar masing-masing. Sementara sedari tadi Lucy terus memperhatikan interaksi mereka dari balik jendela yang ada di lantai dua, ya, di situlah kamarnya.
"Apakah Aiden sengaja menjemput gadis itu?" gumam Lucy, karena tidak biasanya Aiden mengendarai mobil sendirian. Andai pun pergi, pria itu pasti memilih untuk menggunakan kekuatannya. Bukan bertindak layaknya manusia.
Tanpa sadar tangan Lucy terkepal, hingga malam semakin pekat, serigala mulai melolong panjang.
Lyodra yang sudah berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungannya, akhirnya tak memedulikan suara-suara itu. Namun, selalu ada hal yang mengejutkan Lyodra. Karena tiba-tiba ada sosok yang mengetuk kaca jendela kamarnya.
Tok ... Tok ... Tok
Lyodra yang belum terlalu nyenyak akhirnya kembali membuka mata. Karena ruangan itu hanya diisi oleh cahaya lampu tidur, Lyodra bisa melihat dengan jelas, ada bayangan yang melintas di samping jendela. Namun, bukan sesosok manusia.
Deg!
Gadis itu langsung terduduk, dia ingin menyalakan lampu, agar pencahayaan lebih terang, tetapi sayangnya lampu tidur malah ikut mati secara tiba-tiba.
Nafas Lyodra langsung memburu, dari sana dia yakin, kalau ada sosok yang tengah mengganggunya. Di atas ranjang, Lyodra berusaha untuk mengumpulkan keberaniannya, dia melirik ke sana ke mari meskipun matanya tak dapat menangkap apapun.
Hingga dia merasakan sesuatu yang aneh di belakang tubuhnya. "Siapa kau?" tanya Lyodra. Dia mencengkram kuat sprei, mencoba untuk bertahan.
Namun, tiba-tiba terdengar helaan nafas kasar, seperti binatang buas yang siap menerkamnya. Lyodra hendak menoleh ke belakang untuk memastikan makhluk apa yang sedang menganggunya, tetapi sebelum itu terjadi pintu kamarnya terbuka diiringi lampu yang menyala.
Deg!
"Tuan?" panggil Lyodra secara reflek ketika melihat Aiden di ambang pintu. Dia melihat ke sana ke mari seperti orang linglung, karena tidak mendapati siapapun selain mereka berdua.
Menyadari itu, Lyodra pun kembali melayangkan pertanyaan pada Aiden. "Apakah anda membutuhkan sesuatu."
"Hem, aku bisa tidak bisa tidur. Temani aku untuk minum kopi," jawab Aiden, dan Lyodra pun langsung setuju, dia turun dari ranjang dan keluar bersama Aiden.
Sebelum menutup pintu, Aiden melirik ke arah jendela dengan tatapan menyelidik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Ney Maniez
di ganggu
2024-04-03
0
Rr Ecih Hao Khan
sepertinya lama kelamaan lyodra dan Andien saling jatuh cinta....😍😍😍 ceritanya semakin seru teringat film Edward dan Bella...
2023-06-16
0
Ney Maniez
🤔🤔🤔🤔
2023-05-17
0