Bab 17. Dia Seperti Candu

Prima dan Lyodra terus berjalan menyusuri gedung pusat perbelanjaan untuk membeli bahan-bahan pokok. Kini mereka sedang berada di depan freezer untuk berbelanja daging segar, Prima mengambilnya cukup banyak untuk persediaan makanan Lucy dan juga beberapa ekor serigala di rumah tuannya.

"Banyak sekali, Bu, untuk berapa lama?" tanya Lyodra sambil menghitung irisan daging mentah yang masuk ke dalam troli belanja.

"Aku membelinya cukup banyak, karena peliharaan Tuan juga butuh makan," jawab Prima apa adanya. Dan Lucy adalah salah satunya.

Lyodra tampak melongo, ternyata selain hewan peliharaan pria itu tidak wajar, ternyata Aiden juga menghabiskan uang banyak untuk sekedar memberi mereka makan. Ya, tentu Lyodra tahu kalau daging itu termasuk yang paling mahal.

Melihat reaksi Lyodra, diam-diam Prima mengulum senyum tipis. Dia yakin gadis itu sedang menghitung berapa banyak uang yang Aiden keluarkan untuk memelihara serigala di rumahnya.

"Sepertinya lebih dari gajiku sebulan," gumam Lyodra dengan helaan nafas kasar, menyayangkan uang yang habis dengan sia-sia.

Dia kembali mengekor pada Prima sambil mendorong troli belanja. Dan di saat itu Lyodra mulai merasa dirinya sedang diawasi. Lyodra menghentikan langkah. Namun, ketika dia melirik ke sana ke mari, dia tidak melihat sesuatu apapun yang mencurigakan.

Lyodra mencoba menghilangkan pikiran negatifnya, mungkin karena suasana yang cukup ramai, maka dari itu dia merasa sedang ditatap oleh seseorang.

"Ada apa, Lyo?" tanya Prima, karena menyadari langkah Lyodra yang mulai menjauh darinya.

Tak ingin membuat Prima ikut berpikir yang tidak-tidak, Lyodra menggelengkan kepalanya. "Tidak ada, Bu. Lebih baik kita langsung pergi beli sayuran dan buah, supaya cepat pulang."

Prima tak ambil pusing, dia langsung setuju dan mengikuti saran Lyodra. Mereka kembali melanjutkan langkah, hingga akhirnya waktu berbelanja telah selesai.

Namun, sebelum pulang Prima mengajak Lyodra untuk makan siang terlebih dahulu, di salah satu tempat makan yang ada di gedung tersebut.

"Bu, aku ke toilet dulu yah," pamit Lyodra pada Prima dan wanita itu pun langsung mengangguk.

Awalnya gadis cantik itu tak merasa curiga. Karena dia berpikir bahwa tidak akan ada seseorang yang mencelakainya di keramaian seperti ini, apalagi yang mengganggunya adalah sosok yang tak kasat mata.

Hingga dia tiba di toilet, beberapa pintu mengantri dan Lyodra berdiri untuk menunggu giliran. Tak ingin merasa bosan, Lyodra memilih untuk membuka ponselnya, tetapi lagi-lagi dia merasa ada seseorang yang sedang menatap ke arahnya.

Lyodra menoleh dengan cepat, dan yang dia lihat adalah orang-orang yang sedang sibuk dengan aktivitas masing-masing. Ada yang sedang bercermin, ada yang sedang membenahi make up. Hingga tak terasa kalau sekarang adalah gilirannya untuk masuk ke dalam toilet.

"Aku berharap sosok yang menghantuiku segera menunjukkan wujud aslinya!" gumam Lyodra karena merasa kesal, dia seperti sedang dipermainkan.

Gadis cantik itu menunaikan hajatnya hingga dia benar-benar merasa lega. Namun, ketika dia membuka pintu, dia tidak melihat siapapun di sana.

Toilet yang dia singgahi tampak lenggang, hingga kini hanya ada dia seorang. Perasaan Lyodra kembali tak enak, dia mengepalkan tangannya yang reflek mengeluarkan keringat dingin.

"Aku tidak boleh takut pada apapun, aku yakin kalung pemberian Kakek bisa melindungiku," gumam Lyodra sambil menggerakkan kakinya untuk melangkah. Namun, dia dibuat terkejut ketika lampu berkedip-kedip, karena terus hidup dan mati secara berkala.

Lyodra tak ingin merasa gentar, tetapi reaksi tubuhnya tak bisa bohong, bulu kuduk Lyodra meremang kala merasakan sesuatu yang dingin di belakang tengkuknya. Gadis itu mulai meraaba leher.

Dan ... Deg!

Gadis cantik itu langsung menahan nafas ketika melihat bayangan seorang pria di depan cermin, sementara lampu tak berhenti untuk berkedip-kedip. Hingga akhirnya padam dengan sempurna.

Namun, tak berapa lama dari itu, lampu kembali menyala dan mengejutkan Lyodra. Karena dia melihat sosok bertaring di belakang tubuhnya melalui cermin di depan sana.

"Arghh!" Gadis cantik itu berteriak kencang, dia langsung berlari terbirit-birit untuk keluar dari toilet, hingga menjadi pusat perhatian semua orang.

Bahkan tanpa sengaja Lyodra menubruk bahu seorang pria asing. Dia terhuyung karena tak dapat menyeimbangkan tubuh, tetapi sebelum jatuh ke lantai, pria itu lebih dulu menangkapnya.

"Maaf, Tuan," ucap Lyodra kembali menegakkan tubuhnya. Dia terlihat masih shock, karena baru saja melihat sosok yang baru pernah dia lihat untuk seumur hidupnya.

"Kau tidak apa-apa, Nona? Wajahmu pucat," tanya pria itu sambil memperhatikan wajah Lyodra.

Gadis itu menggeleng cepat, ingin segera pergi dari sana. "Saya baik-baik saja, Tuan. Kalau begitu permisi."

Karena saking buru-burunya Lyodra tidak sadar, jika pria yang baru saja menolongnya adalah makhluk penghisap darah, dia adalah Edge—pimpinan dari golongan vampir lain. Pria itu merasa tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Aiden tentang Lyodra yang tidak berbahaya. Karena dia merasa, Aiden tengah mengambil keuntungan.

"Aku akan menyingkirkan kalung itu, dan merasakan darahnya yang manis," gumam Edge dengan seringai penuh. Baik dia dan vampir lain tidak bisa asal menggigit Lyodra, karena ada kalung permata yang melingkar di leher gadis cantik itu.

Sementara di sisi lain, Aiden tak berhenti untuk memikirkan Lyodra dan aroma tubuh gadis itu. Seperti sesuatu yang terikat, Aiden ingin terus menempelkan bibirnya di leher Lyodra.

"Dia seperti candu," gumamnya, teringat kejadian tadi pagi.

Terpopuler

Comments

Ney Maniez

Ney Maniez

waduhhhh

2024-04-03

0

mama yuhu

mama yuhu

waduhhh...

2023-04-30

2

Aminah Adam

Aminah Adam

lanjut

2023-03-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jangan Menyesal!
2 Bab 2. Jangan Halangi Aku
3 Bab 3. Menjadi Pelayan
4 Bab 4. Dua Kali Lipat
5 Bab 5. Aku Pasti Bisa
6 Bab 6. Dia Istimewa
7 Bab 7. Frustasi
8 Bab 8. Tugas Baru
9 Bab 9. Botol Ramuan
10 Bab 10. Bagaimana Kalau Benar?
11 Bab 11. Aku Suka
12 Bab 12. Kalung Permata
13 Bab 13. Milik Aiden
14 Bab 14. Sosok Pengganggu
15 Bab 15. Kau Akan Segera Sembuh
16 Bab 16. Tidak Memiliki Tetangga
17 Bab 17. Dia Seperti Candu
18 Bab 18. Dasar Lemah
19 Bab 19. Lehermu Jadi Lebih Cantik
20 Bab 20. Benar-benar Masih Ada
21 Bab 21. Diserang
22 Bab 22. Berbohong
23 Bab 23. Bagaimana Kalau Begini?
24 Bab 24. Aku Setuju
25 Bab 25. Meninggalkan Rumah
26 Bab 26. Bimbang
27 Bab 27. Dia Telah Kembali
28 Bab 28. Tidak Akan Selamat
29 Bab 29. Itukan Yang Kau Mau?
30 Bab 30. Maafkan Aku Daddy
31 Bab 31. Tidak Ada Bayangan
32 Bab 32. Bulan Purnama
33 Bab 33. Panggilan Dari Jayden
34 Bab 34. Sebuah Gedung
35 Bab 35. Anggap Aku Sebagai Musuh
36 Bab 36. Pengkhianatan
37 Bab 37. Aiden, Kembali!
38 Bab 38. Kita Berbeda
39 Bab 39. Tidak Bisa
40 Bab 40. Matre Sejak Lahir
41 Bab 41. Tidak Bersalah Sepenuhnya
42 Bab 42. Tanganmu Nakal
43 My Beautiful Police by Lunoxs
44 Bab 43. Ayah Mertua
45 Bab 44. Menjenguk Jayden
46 Bab 45. Purnama Tiba
47 Bab 46. Menghancurkan Kalung
48 Bab 47. Jiwanya Hilang
49 Bab 48. Buka Matamu!
50 Bab 49. Menjadi Manusia
51 Bab 50. Bayi Manusia
52 New Novel
53 New Novel
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1. Jangan Menyesal!
2
Bab 2. Jangan Halangi Aku
3
Bab 3. Menjadi Pelayan
4
Bab 4. Dua Kali Lipat
5
Bab 5. Aku Pasti Bisa
6
Bab 6. Dia Istimewa
7
Bab 7. Frustasi
8
Bab 8. Tugas Baru
9
Bab 9. Botol Ramuan
10
Bab 10. Bagaimana Kalau Benar?
11
Bab 11. Aku Suka
12
Bab 12. Kalung Permata
13
Bab 13. Milik Aiden
14
Bab 14. Sosok Pengganggu
15
Bab 15. Kau Akan Segera Sembuh
16
Bab 16. Tidak Memiliki Tetangga
17
Bab 17. Dia Seperti Candu
18
Bab 18. Dasar Lemah
19
Bab 19. Lehermu Jadi Lebih Cantik
20
Bab 20. Benar-benar Masih Ada
21
Bab 21. Diserang
22
Bab 22. Berbohong
23
Bab 23. Bagaimana Kalau Begini?
24
Bab 24. Aku Setuju
25
Bab 25. Meninggalkan Rumah
26
Bab 26. Bimbang
27
Bab 27. Dia Telah Kembali
28
Bab 28. Tidak Akan Selamat
29
Bab 29. Itukan Yang Kau Mau?
30
Bab 30. Maafkan Aku Daddy
31
Bab 31. Tidak Ada Bayangan
32
Bab 32. Bulan Purnama
33
Bab 33. Panggilan Dari Jayden
34
Bab 34. Sebuah Gedung
35
Bab 35. Anggap Aku Sebagai Musuh
36
Bab 36. Pengkhianatan
37
Bab 37. Aiden, Kembali!
38
Bab 38. Kita Berbeda
39
Bab 39. Tidak Bisa
40
Bab 40. Matre Sejak Lahir
41
Bab 41. Tidak Bersalah Sepenuhnya
42
Bab 42. Tanganmu Nakal
43
My Beautiful Police by Lunoxs
44
Bab 43. Ayah Mertua
45
Bab 44. Menjenguk Jayden
46
Bab 45. Purnama Tiba
47
Bab 46. Menghancurkan Kalung
48
Bab 47. Jiwanya Hilang
49
Bab 48. Buka Matamu!
50
Bab 49. Menjadi Manusia
51
Bab 50. Bayi Manusia
52
New Novel
53
New Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!