Bab 7. Frustasi

Foto itu adalah foto masa kecil Lyodra bersama kakek dan keluarga ayahnya. Aiden mengambil foto tersebut sebelum perusahaan David terbakar. Karena ternyata Aiden sudah melihat foto itu ketika dia sedang menawarkan kerja sama.

Mata tajamnya menangkap dengan baik, hingga dia bisa mengklaim sesuatu dengan satu kali tatap.

Sementara batu berwarna merah delima yang melingkar di leher Lyodra itu adalah senjata penangkal vampir. Sebab leluhur gadis itu dikenal sebagai pemburu makhluk penghisap darah seperti dirinya.

Namun, ada yang lebih menarik dari itu semua. Karena Aiden menyukai sikap pemberani yang dimiliki Lyodra. Ya, bukankah para pemburu vampir memang tidak memiliki rasa takut sedikitpun? Dan sepertinya sifat tersebut menurun pada gadis cantik itu.

"Jadi, itu yang membuatmu tertarik?" tanya Kaisar dan Aiden langsung menganggukkan kepala.

"Dia terlihat berbeda di mataku. Dan sepertinya kalung itu warisan dari Kakeknya," ucap Aiden. Karena dia yakin, ayah Lyodra sudah tidak percaya dengan keberadaan makhluk-makhluk astral. Peradaban vampir hampir saja musnah atau manusia memang tidak sadar dengan keberadaan mereka.

"Apa sampai sekarang dia masih memakainya?"

"Tidak, Dad. Aku yakin dia hanya menyimpannya untuk jaga-jaga. Tapi dia tidak akan tahu, kalau benda itu tidak akan mempan padaku. Aku adalah vampir yang terlahir dari ibu berdarah suci, dan aku makhluk abadi," jawab Aiden dengan gamblang. Dia ingin tahu sejauh mana Lyodra akan bermain-main dengannya.

"Tapi kamu harus tetap berhati-hati, legenda bisa saja berubah ketika akhirnya kamu bisa ditaklukkan!" ujar Kaisar menasihati putranya.

Sementara di sisi lain, Lyodra baru saja mengemas barang-barangnya. Dia memasukkan beberapa baju ke dalam lemari, sambil mengecek ada sesuatu yang mencurigakan atau tidak.

Namun, dia tidak menemukan apapun. Lantas setelah itu, Lyodra pun pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci wajah.

"Semuanya terlihat normal, tetapi kenapa aku selalu merasakan hawa dingin di sekitar sini," gumam Lyodra dengan suara yang hanya mampu didengar oleh telinganya sendiri.

Dia pun bergegas karena tak ingin membuang-buang waktu. Setelah semuanya beres, Lyodra langsung berbaring di atas ranjang dengan selimut yang menutupnya hingga ke dada.

Gadis itu mencoba memejamkan mata. Akan tetapi sepanjang waktu bergulir, Lyodra tidak bisa terlelap dengan nyenyak.

"Mungkin karena belum terbiasa," batin Lyodra mulai berasumsi. Dia pun mencoba untuk memiringkan tubuhnya ke arah kanan. Namun, tetap saja dia merasa tidak nyaman. Dia terus seperti itu, hingga waktu menunjukkan pukul 2 dini hari.

Hah! Lyodra mendesahkan nafasnya dengan kasar. Akhirnya dia menyerah, dia membuka mata dan melihat ke arah jam dinding. "Astaga, sudah jam dua dan aku belum bisa tidur. Bagaimana kalau besok pagi aku kesiangan? Ini adalah hari pertamaku bekerja, masa langsung dipecat sih?"

Lyodra memutuskan untuk bangkit dan mengambil air minum. Mungkin dengan begitu dia akan bisa tidur. Namun, baru saja dia mengangkat kepala, tiba-tiba suara lolongan serigala terdengar sangat jelas. Seperti ada di sebelah kamarnya.

Sontak saja hal tersebut membuat Lyodra terkejut. Sehingga dia langsung menutup wajahnya menggunakan bantal guling.

"Ya Tuhan ... ujian apalagi ini?" gumam Lyodra sambil merengek ketakutan. Sementara di luar sana, lolongan itu terus menggelar, seperti dia berada di tengah-tengah hutan.

Lyodra mencengkram bantal dengan sangat kuat, sementara keringat mulai memenuhi kening gadis itu.

"Itu bukan suara serigala 'kan? Ya sepertinya bukan, pasti itu suara anjing. Tapi kenapa harus malam-malam begini sih?" keluh Lyodra dengan jantung yang berdebar-debar. Bahkan nyaris terlepas ketika ia mendengar suara ketukan.

Tok Tok Tok ...

Keberanian Lyodra seolah raib. Dia semakin memeluk gulingnya erat, tak bisa tenang sedikitpun. Namun, semakin dia biarkan, suara ketukan itu malah semakin terdengar keras.

Mulut Lyodra mulai komat-kamit, dia melakukan apapun yang dia bisa. Karena takut jika sosok yang ada di luar sana adalah hantu.

Namun, ternyata upaya yang dia lakukan tidak berhasil hingga dia merasa frutasi. Dan ditengah kecemasannya Lyodra kembali mendengar ada seseorang yang memanggil namanya.

Lyo ...

"Astaga, sepertinya bukan majikanku yang menakutkan. Tapi rumah ini, kenapa baru menginap semalam saja aku sudah sangat frustasi!"

Lyodra kembali memasang telinga, dan benar saja ada seseorang yang terus memanggil namanya. Hingga akhirnya dia perlahan-lahan membuka mata.

Ceklek!

Pintu terbuka dan pada saat itu Lyodra langsung berteriak kencang. "Argh! Jangan mendekat!"

"Aku bilang jangan mendekat!" ketus Lyodra saat merasakan langkah kaki yang mulai masuk ke dalam kamarnya. Aiden menarik sudut bibirnya ke atas, merasa lucu dengan tingkah gadis itu.

"Buka selimutmu! Dan sadari kelakuan kurang ajarmu itu," cetus Aiden, yang membuat kelopak mata Lyodra terbuka sempurna. Gadis itu merasakan bahwa suara serigala itu sudah menghilang, sementara yang ada di kamarnya adalah Aiden.

Sontak saja Lyodra langsung bangkit sambil membuka selimutnya. Dia terduduk dan menatap Aiden yang mengernyit. "Aku sudah mengetuk pintu dan memanggilmu beberapa kali. Tapi kau seperti tidak punya telinga. Jadi, aku memutuskan untuk membuka pintu menggunakan kunci cadangan."

"Maaf, Tuan, tapi tadi—" Lyodra menunjuk ke arah jendela.

"Benar, Prima sepertinya lupa mengatakannya padamu. Kalau malam memang banyak suara serigala melolong. Itu peliharaanku," jelas Aiden, yang membuat Lyodra menganga.

"Jadi, benar itu suara serigala?" tanya Lyodra dengan kening yang berlipat-lipat. Dan Aiden langsung mengangguk sebagai jawaban.

"Mereka tidak berbahaya dan mulai malam ini kau harus terbiasa mendengarnya. Tidurlah ... kalau ada apa-apa langsung pergi ke kamarku saja," ucap Aiden yang entah kenapa membuat Lyodra merasa sedikit tenang.

Akhirnya gadis itu menganggukkan kepala. Aiden keluar dan Lyodra kembali berbaring. Dia menghela nafas panjang dan berusaha menciptakan pikiran yang positif.

"Oke, anggap saja bahwa serigala itu adalah hewan yang manis. Buktinya semua orang yang ada di sini tidak apa-apa. Ya, aku harus tenang, dan menjalankan misiku dengan baik," gumam Lyodra meyakinkan dirinya.

Sementara Aiden mengulum senyum tipis saat mendengar gumaman itu.

Terpopuler

Comments

Ney 🐌

Ney 🐌

🙄😲😲

2024-04-02

0

Lyn

Lyn

lucu bangett, Lyo harus nganggap serigala yg notabenenya makhluk mengerikan sebagai hewan yg manis. wkwk

2023-05-08

2

mama yuhu

mama yuhu

suara lucy lg cari mkaan🤭

2023-04-30

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jangan Menyesal!
2 Bab 2. Jangan Halangi Aku
3 Bab 3. Menjadi Pelayan
4 Bab 4. Dua Kali Lipat
5 Bab 5. Aku Pasti Bisa
6 Bab 6. Dia Istimewa
7 Bab 7. Frustasi
8 Bab 8. Tugas Baru
9 Bab 9. Botol Ramuan
10 Bab 10. Bagaimana Kalau Benar?
11 Bab 11. Aku Suka
12 Bab 12. Kalung Permata
13 Bab 13. Milik Aiden
14 Bab 14. Sosok Pengganggu
15 Bab 15. Kau Akan Segera Sembuh
16 Bab 16. Tidak Memiliki Tetangga
17 Bab 17. Dia Seperti Candu
18 Bab 18. Dasar Lemah
19 Bab 19. Lehermu Jadi Lebih Cantik
20 Bab 20. Benar-benar Masih Ada
21 Bab 21. Diserang
22 Bab 22. Berbohong
23 Bab 23. Bagaimana Kalau Begini?
24 Bab 24. Aku Setuju
25 Bab 25. Meninggalkan Rumah
26 Bab 26. Bimbang
27 Bab 27. Dia Telah Kembali
28 Bab 28. Tidak Akan Selamat
29 Bab 29. Itukan Yang Kau Mau?
30 Bab 30. Maafkan Aku Daddy
31 Bab 31. Tidak Ada Bayangan
32 Bab 32. Bulan Purnama
33 Bab 33. Panggilan Dari Jayden
34 Bab 34. Sebuah Gedung
35 Bab 35. Anggap Aku Sebagai Musuh
36 Bab 36. Pengkhianatan
37 Bab 37. Aiden, Kembali!
38 Bab 38. Kita Berbeda
39 Bab 39. Tidak Bisa
40 Bab 40. Matre Sejak Lahir
41 Bab 41. Tidak Bersalah Sepenuhnya
42 Bab 42. Tanganmu Nakal
43 My Beautiful Police by Lunoxs
44 Bab 43. Ayah Mertua
45 Bab 44. Menjenguk Jayden
46 Bab 45. Purnama Tiba
47 Bab 46. Menghancurkan Kalung
48 Bab 47. Jiwanya Hilang
49 Bab 48. Buka Matamu!
50 Bab 49. Menjadi Manusia
51 Bab 50. Bayi Manusia
52 New Novel
53 New Novel
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1. Jangan Menyesal!
2
Bab 2. Jangan Halangi Aku
3
Bab 3. Menjadi Pelayan
4
Bab 4. Dua Kali Lipat
5
Bab 5. Aku Pasti Bisa
6
Bab 6. Dia Istimewa
7
Bab 7. Frustasi
8
Bab 8. Tugas Baru
9
Bab 9. Botol Ramuan
10
Bab 10. Bagaimana Kalau Benar?
11
Bab 11. Aku Suka
12
Bab 12. Kalung Permata
13
Bab 13. Milik Aiden
14
Bab 14. Sosok Pengganggu
15
Bab 15. Kau Akan Segera Sembuh
16
Bab 16. Tidak Memiliki Tetangga
17
Bab 17. Dia Seperti Candu
18
Bab 18. Dasar Lemah
19
Bab 19. Lehermu Jadi Lebih Cantik
20
Bab 20. Benar-benar Masih Ada
21
Bab 21. Diserang
22
Bab 22. Berbohong
23
Bab 23. Bagaimana Kalau Begini?
24
Bab 24. Aku Setuju
25
Bab 25. Meninggalkan Rumah
26
Bab 26. Bimbang
27
Bab 27. Dia Telah Kembali
28
Bab 28. Tidak Akan Selamat
29
Bab 29. Itukan Yang Kau Mau?
30
Bab 30. Maafkan Aku Daddy
31
Bab 31. Tidak Ada Bayangan
32
Bab 32. Bulan Purnama
33
Bab 33. Panggilan Dari Jayden
34
Bab 34. Sebuah Gedung
35
Bab 35. Anggap Aku Sebagai Musuh
36
Bab 36. Pengkhianatan
37
Bab 37. Aiden, Kembali!
38
Bab 38. Kita Berbeda
39
Bab 39. Tidak Bisa
40
Bab 40. Matre Sejak Lahir
41
Bab 41. Tidak Bersalah Sepenuhnya
42
Bab 42. Tanganmu Nakal
43
My Beautiful Police by Lunoxs
44
Bab 43. Ayah Mertua
45
Bab 44. Menjenguk Jayden
46
Bab 45. Purnama Tiba
47
Bab 46. Menghancurkan Kalung
48
Bab 47. Jiwanya Hilang
49
Bab 48. Buka Matamu!
50
Bab 49. Menjadi Manusia
51
Bab 50. Bayi Manusia
52
New Novel
53
New Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!