Di parkiran rumah sakit.
"Lyo, aku tidak yakin ini akan berhasil, karena ada resiko yang harus kamu tanggung. Kalau dia tahu kamu adalah anak Uncle David, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu," ucap Jayden panjang lebar. Dia masih kukuh untuk menolak ide yang tercetus dari mulut Lyodra.
Ya, semalaman mereka terus berpikir bagaimana caranya bisa masuk ke perusahaan ataupun rumah Aiden. Dan hasilnya, Lyodra memilih untuk menjadi seorang pelayan di keluarga itu.
Akan tetapi Jayden tidak setuju, sebab dia takut terjadi sesuatu pada sahabatnya. Apalagi Aiden terkenal kejam, dan tak memberi ampun pada setiap orang yang mencari gara-gara dengannya.
"Aku akan tetap pergi!" cetus Lyodra, si keras kepala, yang tak ingin mendengar pendapat siapapun.
Dia berpikir rencana yang telah disusunnya akan berjalan dengan mulus. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
"Astaga, Lyodra Dawson! Kamu benar-benar ingin menyumbangkan nyawamu?"
Jayden menyugar rambutnya ke belakang, merasa sangat frustasi. Dia tak tahu bagaimana caranya menghentikan niat Lyodra. Terlebih gadis itu sudah sangat menggebu-gebu.
Lyodra hanya menghela nafas lalu tersenyum tipis. Dia mengangkat tangan untuk menepuk salah satu dada Jayden berulang kali. "Tenanglah, aku ini seperti kucing yang memiliki sembilan nyawa. Aku tidak akan mudah mati, Jay. Kalaupun itu terjadi, berjanjilah untuk tidak menangis."
Mendengar itu, Jayden hanya bisa menganga. Dari tatapannya, Lyodra seolah tak memiliki rasa takut sedikitpun. Berbeda dengan dirinya yang sudah ketar-ketir sedari tadi.
"Argh, kenapa harus aku yang merasa sangat cemas padanya. Sementara dia terlihat sangat santai," rutuk Jayden sambil memperhatikan Lyodra yang melangkah masuk ke dalam rumah sakit. Sebelum pergi ke rumah Aiden, Lyodra ingin menjenguk ayahnya terlebih dahulu.
Dan ketika dia masuk ke dalam ruangan David, ternyata sudah ada sang nenek, Margaretha, yang menemani pria paruh baya itu.
***
Hari itu Lyodra benar-benar pergi ke rumah Aiden. Sebelumnya dia telah mencari alamat rumah tersebut di internet, dan beruntung dia dapat menemukannya. Dengan penampilan seperti gadis biasa pada umumnya, Lyodra berdiri sambil menelisik bangunan mewah yang ada di hadapannya.
Dia mengernyitkan dahi, karena merasa bahwa rumah Aiden cukup menakutkan. Aura gelap seolah menyelimuti bangunan tersebut, sementara aroma dupa ada di mana-mana.
Tiba-tiba nyali Lyodra jadi menciut. Namun, dia tidak akan mungkin memilih untuk mundur.
Pandangan mata Lyodra berhenti ketika dia melihat pos security. Dia pun memberanikan diri untuk memencet bel, hingga seorang pria menghampirinya.
"Ada yang bisa kami bantu, Nona?" tanya security tersebut.
"Aku—aku ingin bertemu pemilik rumah ini, aku butuh pekerjaan, Pak," jawab Lyodra dengan tergagap.
"Kalau begitu mari ikuti langkah saya."
Seperti sudah ditunggu kedatangannya, Lyodra dipersilahkan untuk masuk. Entah kenapa kaki Lyodra mendadak gemetar, hingga ia melangkah perlahan-lahan.
Namun, meskipun begitu akhirnya Lyodra sampai di ruang tamu. Dia kembali menelisik apa saja yang dilewatinya, dan yang mencuri perhatiannya adalah lukisan kelelawar raksasa bermata merah.
Haish, sepertinya orang ini benar-benar menyeramkan. Batin Lyodra menebak.
"Duduk dulu saja, Nona. Saya akan panggilkan Tuan, kebetulan beliau belum pergi ke perusahaan," kata security dengan sopan. Lyodra pun menganggukkan kepala.
"Baik, Pak."
Patuh, dia duduk di sofa yang tersedia. Dia tidak tahu kalau sedari tadi ada sepasang mata yang terus menatapnya dengan sinis.
Hingga tak berapa lama kemudian, Aiden datang dengan Lucy. Namun, ketika hendak duduk, pria itu meminta agar Lucy meninggalkan mereka berdua.
"Urus saja pekerjaanmu. Di sini aku akan mengurus pekerjaanku," kata Aiden ambigu, yang membuat Lyodra meneguk ludah.
Jujur saja, Lyodra pikir Aiden memiliki wajah yang sangat menyeramkan. Akan tetapi pemikirannya salah. Pria itu sangat tampan, dan memiliki tatapan setajam elang.
Rahang tegas itu terlihat sangat sempurna, apalagi saat Aiden menatap lurus dengan tubuh tegap. Pria itu nyaris tak memiliki cacat sedikitpun.
"Ada apa?" tanya Aiden singkat, padat dan jelas.
Mendapat pertanyaan seperti itu tentu membuat Lyodra langsung gelagapan. Kenapa dia malah terpesona? Seharusnya dia marah, karena orang yang ada di hadapannya adalah sosok yang telah menghancurkan perusahaan ayahnya.
"Maaf, Tuan. Sebenarnya saya datang ke mari untuk mencari pekerjaan. Karena saya melihat anda dan keluarga baru saja pindahan," ujar Lyodra mulai membicarakan tujuannya.
Aiden menarik sudut bibirnya sedikit sambil memperhatikan tangan Lyodra yang saling bertautan. "Aku tidak butuh!"
Lyodra langsung mengangkat kepala, dan dia mulai melakukan aktingnya dengan menunjukkan raut memelas. "Tapi, Tuan. Saya benar-benar butuh pekerjaan. Saya siap menjadi pelayan di rumah ini, asal saya mendapatkan uang."
"Untuk?"
"Kelurga saya terlilit hutang di Bank, rumah saya terancam diambil karena menjadi jaminan, sementara saya belum bayar uang kuliah. Saya mohon, Tuan ...."
Lyodra menunduk dalam, berharap usahanya bisa membuahkan hasil. Dia yakin meskipun terlihat bengis, Aiden masih memiliki sisi kemanusiaan.
Dan ternyata tebakan Lyodra salah. Aiden tetap menggelengkan kepala. "Aku tidak mau!"
Lyodra langsung mengepalkan tangannya di bawah sana. Merasa kesal dengan sikap Aiden. Namun, dia tidak menyerah, dia terus memohon pada pria itu, hingga membuat Aiden merasa jengah.
Pria itu akhirnya bangkit tanpa memedulikan kehadiran Lyodra. Dia hendak pergi, tetapi Lyodra segera menahan dengan memegang salah satu tangan Aiden.
"Tuan, saya mohon ... saya sangat butuh pekerjaan ini," kata Lyodra dengan mata yang berkaca-kaca, siap menumpahkan air mata buayanya.
Aiden melirik ke bawah, tepat ke arah tangan mereka yang saling bersentuhan. Lalu pandangannya naik, hingga dia bisa melihat mata dua manik mata Lyodra. Aiden memangkas jarak, hingga kepalanya berada di ceruk leher gadis itu.
Aiden memejamkan mata, menghirup dalam aroma tubuh Lyodra yang sangat manis. Dan hal tersebut tentu membuat Lyodra meremang seketika. Dia gemetar.
Sementara Aiden mulai menyeringai, dia pun berbisik. "Baiklah, aku setuju. Tapi ingat, ketika kamu sudah bekerja di sini, kamu tidak akan bisa berhenti begitu saja."
Deg!
***
Visual ada igeh ya ges @nitamelia05 💃💃
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Ita rahmawati
mungkinkah aiden sudah tau siapa lyodra 🤔
2024-07-15
0
Ney 🐌
langsung terpana
2024-04-02
0
Ney Maniez
lyo 💪💪💪
2023-05-16
1