Bab 6. Dia Istimewa

Lyodra masuk ke dalam rumah Aiden dengan hati yang mantap. Di ambang pintu dia disambut oleh satu orang pelayan wanita yang memiliki usia berkisar empat puluh tahun, Lyodra pun memberi salam dengan menundukkan kepala.

"Perkenalkan Nona, nama saya Prima, saya kepala pelayan di sini," ucap wanita itu, membalas salam Lyodra dengan hangat.

"Aku Lyodra. Panggil saja Lyo, Bu," balas Lyodra dengan senyum mengembang.

"Baiklah, kalau begitu mari biar saya antar ke kamarmu. Tadi siang Tuan sudah memberitahu saya kalau ada pelayan baru yang akan tinggal di rumah ini," ujar Prima sambil melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah.

Sementara Lyodra mengekor di belakang wanita itu. Dia kembali melihat-lihat apa saja yang dilewatinya, dan dia merasa bahwa aura dingin semakin menyentuh tengkuknya.

Lyodra sedikit terkejut ketika Prima tiba-tiba menghentikan langkah. Dia berjengit dan hampir saja menyentuh punggung wanita itu. "Ma—maaf, Bu." Kata Lyodra dengan terbata.

"Saya adalah orang yang bertanggung jawab atas apa yang dilakukan oleh seluruh pelayan di rumah ini. Jadi, mohon kerja samanya ya, Lyo. Jangan sampai kamu membuat ulah. Kalau kamu ingin melakukan sesuatu, tolong izin dulu padaku," jelas Prima dengan mimik wajah yang terlihat serius. Lantas setelah itu, dia membuka satu pintu yang tak jauh dari kamar milik Aiden.

"Ini kamarmu. Malam ini kamu langsung beristirahat saja. Karena kita akan mulai bekerja besok pagi," sambung wanita itu, berharap Lyodra mematuhi semua ucapannya.

"Bu, tapi kan aku masih kuliah. Jadi, sepertinya mulai besok malam aku akan pulang sedikit larut. Tidak apa-apa 'kan?" tanya Lyodra meminta persetujuan. Kalau Prima tidak setuju otomatis dia akan sulit untuk membagi waktu.

Namun, ternyata pikiran Lyodra salah. Prima menganggukkan kepala sambil menepuk salah satu bahu Lyodra. "Tidak masalah. Yang penting kamu hubungi saya. Karena biasanya, penghuni rumah sudah beristirahat semua. Nanti saya yang akan membukakan pintu untuk kamu."

Senyum Lyodra mengembang, dia tidak menyangka ternyata ada seseorang yang bisa dia andalkan di rumah ini. Yah, setidaknya dia bisa menjadikan Prima sebagai teman bicara.

"Terima kasih ya, Bu."

"Sama-sama, silahkan masuk. Tidurlah dengan nyenyak, supaya besok pagi kamu bangun dengan tubuh yang lebih fresh," ucap Prima, dan Lyodra langsung mengangguk patuh.

Dia masuk ke dalam kamarnya tanpa ragu. Membuat seseorang yang tengah berdiri di depan jendela, langsung menyeringai penuh.

Tanpa Lyodra sadari sedari tadi Aiden mendengar percakapan mereka. Vampir tampan itu kian tertarik pada Lyodra, karena gadis itu memiliki keberanian yang tidak bisa diremehkan.

Pintu kamar Aiden tiba-tiba terbuka, menampilkan Prima yang senantiasa memberikan hormat padanya. "Apakah saya perlu mengawasinya, Tuan?"

"Tidak! Dia pelayan pribadiku, jadi dia akan lebih banyak berinteraksi denganku. Itu sudah cukup, dia tidak akan macam-macam," balas Aiden tanpa menoleh ke arah Prima.

Wanita itu pun menganggukkan kepala. Sama seperti Lucy, dia merasa khawatir jika Lyodra akan mengambil keuntungan karena berhasil menjadi pelayan di keluarga vampir.

Namun, selama Aiden tidak memberi perintah, Prima pun tidak bisa bertindak gegabah. Dia akan mengikuti apa kata sang tuan, meski dalam hatinya bertentangan.

"Kalau begitu saya pamit, Tuan," ucap Prima, kembali meninggalkan Aiden sendiri. Sebagai seorang vampir, Aiden tidak pernah tidur. Karena tubuhnya tidak butuh beristirahat layaknya manusia.

Kecuali ada sesuatu yang menyerangnya. Maka Aiden membutuhkan pemulihan dengan meminum banyak darah.

Semalaman pria itu terjaga, hingga tiba-tiba sekelebat bayangan menghampirinya. Dan ternyata bayangan itu adalah milik Kaisar—ayahnya.

Kaisar benar-benar tak berubah, dari dulu hingga sekarang wajah pria itu tak menua sama halnya dengan Aiden. Mereka sama-sama berhenti mengalami perubahan, setelah terlihat seperti manusia yang berusia 25 tahun.

"Ada apa, Dad?" tanya Aiden, dia tahu jika ayahnya datang, maka ada sesuatu yang ingin dibicarakan oleh pria itu.

"Siapa gadis itu? Lucy bilang kau yang memperkerjakannya?" tanya Kaisar dengan tatapan menyelidik. Bola mata yang tampak memerah itu terlihat sangat jelas, karena Kaisar tak memakai kontak lensa.

Aiden menghela nafas, lalu berbalik untuk menatap ayahnya. "Benar. Apakah Daddy juga penasaran dengannya?"

"Tentu saja, dia berhasil membuatmu tertarik. Daddy jadi ingin tahu, apa kelebihannya?"

"Tidak ada. Dia hanya gadis pemberani yang ingin berurusan denganku. Jadi, aku menjadikan dia sebagai pelayan pribadiku," jelas Aiden dengan gamblang.

Kaisar terdiam dengan mata yang menyipit. "Kau memiliki alasan lain, dan Daddy tahu itu."

"Kalau begitu untuk apa Daddy bertanya?"

Mungkin di depan semua orang mereka dikenal sebagai sosok yang irit bicara. Namun, jika sudah berdebat, ayah dan anak ini seperti tak mau kalah.

"Kau membakar perusahaan ayahnya, agar dia datang padamu?" tebak Kaisar. Namun, Aiden tak langsung menjawab. Dia justru mengulurkan tangannya, dengan kekuatan yang ia punya, dia membuka laci kemudian menarik sesuatu dari dalam sana.

Kini satu lembar foto sudah ada di tangan Aiden. Dia menyerahkannya pada Kaisar sambil berkata. "Aku merasa dia istimewa."

Kaisar memperhatikan sosok yang ada di dalam foto tersebut. Di sana ada seorang balita yang sedang digendong oleh kakek tua dan beberapa orang lainnya. Namun, bukan itu fokusnya. Melainkan sesuatu yang melingkar di leher gadis kecil itu. Sebuah kalung dengan permata berwarna merah delima.

Kaisar menoleh ke arah putranya, dan Aiden langsung tersenyum tipis.

Terpopuler

Comments

Ita rahmawati

Ita rahmawati

apakah foto lyo

2024-07-15

0

Ney🐌🍒⃞⃟🦅

Ney🐌🍒⃞⃟🦅

itu lyo

2024-04-02

0

Ney Maniez

Ney Maniez

🤔🤔🤔🤔

2023-05-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jangan Menyesal!
2 Bab 2. Jangan Halangi Aku
3 Bab 3. Menjadi Pelayan
4 Bab 4. Dua Kali Lipat
5 Bab 5. Aku Pasti Bisa
6 Bab 6. Dia Istimewa
7 Bab 7. Frustasi
8 Bab 8. Tugas Baru
9 Bab 9. Botol Ramuan
10 Bab 10. Bagaimana Kalau Benar?
11 Bab 11. Aku Suka
12 Bab 12. Kalung Permata
13 Bab 13. Milik Aiden
14 Bab 14. Sosok Pengganggu
15 Bab 15. Kau Akan Segera Sembuh
16 Bab 16. Tidak Memiliki Tetangga
17 Bab 17. Dia Seperti Candu
18 Bab 18. Dasar Lemah
19 Bab 19. Lehermu Jadi Lebih Cantik
20 Bab 20. Benar-benar Masih Ada
21 Bab 21. Diserang
22 Bab 22. Berbohong
23 Bab 23. Bagaimana Kalau Begini?
24 Bab 24. Aku Setuju
25 Bab 25. Meninggalkan Rumah
26 Bab 26. Bimbang
27 Bab 27. Dia Telah Kembali
28 Bab 28. Tidak Akan Selamat
29 Bab 29. Itukan Yang Kau Mau?
30 Bab 30. Maafkan Aku Daddy
31 Bab 31. Tidak Ada Bayangan
32 Bab 32. Bulan Purnama
33 Bab 33. Panggilan Dari Jayden
34 Bab 34. Sebuah Gedung
35 Bab 35. Anggap Aku Sebagai Musuh
36 Bab 36. Pengkhianatan
37 Bab 37. Aiden, Kembali!
38 Bab 38. Kita Berbeda
39 Bab 39. Tidak Bisa
40 Bab 40. Matre Sejak Lahir
41 Bab 41. Tidak Bersalah Sepenuhnya
42 Bab 42. Tanganmu Nakal
43 My Beautiful Police by Lunoxs
44 Bab 43. Ayah Mertua
45 Bab 44. Menjenguk Jayden
46 Bab 45. Purnama Tiba
47 Bab 46. Menghancurkan Kalung
48 Bab 47. Jiwanya Hilang
49 Bab 48. Buka Matamu!
50 Bab 49. Menjadi Manusia
51 Bab 50. Bayi Manusia
52 New Novel
53 New Novel
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1. Jangan Menyesal!
2
Bab 2. Jangan Halangi Aku
3
Bab 3. Menjadi Pelayan
4
Bab 4. Dua Kali Lipat
5
Bab 5. Aku Pasti Bisa
6
Bab 6. Dia Istimewa
7
Bab 7. Frustasi
8
Bab 8. Tugas Baru
9
Bab 9. Botol Ramuan
10
Bab 10. Bagaimana Kalau Benar?
11
Bab 11. Aku Suka
12
Bab 12. Kalung Permata
13
Bab 13. Milik Aiden
14
Bab 14. Sosok Pengganggu
15
Bab 15. Kau Akan Segera Sembuh
16
Bab 16. Tidak Memiliki Tetangga
17
Bab 17. Dia Seperti Candu
18
Bab 18. Dasar Lemah
19
Bab 19. Lehermu Jadi Lebih Cantik
20
Bab 20. Benar-benar Masih Ada
21
Bab 21. Diserang
22
Bab 22. Berbohong
23
Bab 23. Bagaimana Kalau Begini?
24
Bab 24. Aku Setuju
25
Bab 25. Meninggalkan Rumah
26
Bab 26. Bimbang
27
Bab 27. Dia Telah Kembali
28
Bab 28. Tidak Akan Selamat
29
Bab 29. Itukan Yang Kau Mau?
30
Bab 30. Maafkan Aku Daddy
31
Bab 31. Tidak Ada Bayangan
32
Bab 32. Bulan Purnama
33
Bab 33. Panggilan Dari Jayden
34
Bab 34. Sebuah Gedung
35
Bab 35. Anggap Aku Sebagai Musuh
36
Bab 36. Pengkhianatan
37
Bab 37. Aiden, Kembali!
38
Bab 38. Kita Berbeda
39
Bab 39. Tidak Bisa
40
Bab 40. Matre Sejak Lahir
41
Bab 41. Tidak Bersalah Sepenuhnya
42
Bab 42. Tanganmu Nakal
43
My Beautiful Police by Lunoxs
44
Bab 43. Ayah Mertua
45
Bab 44. Menjenguk Jayden
46
Bab 45. Purnama Tiba
47
Bab 46. Menghancurkan Kalung
48
Bab 47. Jiwanya Hilang
49
Bab 48. Buka Matamu!
50
Bab 49. Menjadi Manusia
51
Bab 50. Bayi Manusia
52
New Novel
53
New Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!