Bab 4. Dua Kali Lipat

"Baiklah, aku setuju. Tapi ingat, ketika kamu sudah bekerja di sini, kamu tidak akan bisa berhenti begitu saja," bisik Aiden yang terdengar seperti ancaman, nafas pria itu berhembus pelan mengenai tengkuk Lyodra membuat wanita itu semakin meremang.

Deg!

Bukan hanya kalimat yang keluar dari mulut Aiden yang membuat Lyodra terkejut dan membeku. Akan tetapi sesuatu yang dia genggam. Ya, dia baru sadar kalau tangan Aiden sangat dingin dan jauh dari suhu tubuh manusia normal. Dia seperti sedang memegang es.

Aiden langsung menarik tangannya, karena dia tahu Lyodra mulai sadar. Sehingga membuat gadis itu berjengit, dia mengangkat kepala lalu menatap wajah Aiden yang senantiasa menunjukkan aura misterius.

"Siapa namamu?" tanya Aiden sambil menatap lekat.

Karena gugup Lyodra tidak sempat memperkenalkan dirinya, dia menjawab dengan sedikit tergagap. "Lyodra, Tuan. Panggil saja saya Lyo."

Aiden mengangkat satu alisnya, seperti sedang memikirkan sesuatu yang entah apa. Tatapan Aiden benar-benar tak bisa dibaca oleh Lyodra.

"Berapa uang yang harus aku keluarkan untuk menggajimu?" tanya Aiden, terdengar seperti sebuah tawaran bagus. Lyodra tidak tahu, bahwa sebentar lagi, dirinya akan semakin terjerat dengan makhluk penghisap darah.

Lyodra pun langsung bersemangat. Dia bisa memanfaatkan ini semua untuk memeras harta Aiden. Ya, hitung-hitung ganti rugi perusahaan ayahnya, yang sudah dihancurkan oleh pria itu.

"Sepuluh juta saya rasa cukup, Tuan," jawab Lyodra dengan senyum mengembang. Mendengar kata uang, dia jadi lupa dengan apa yang sebelumnya dia pikirkan. Yaitu tentang tubuh Aiden.

Aiden terlihat menyeringai, seperti meremehkan nominal yang baru saja disebutkan oleh gadis yang ada di depannya. "Kau yakin itu cukup?"

Lyodra menganggukkan kepala cepat.

"Ku beri dua kali lipat, jadilah pelayan pribadiku," kata Aiden memberikan tawaran, yang membuat Lyodra langsung terperangah. Dia menutup mulutnya yang menganga, tak percaya jika Aiden akan memberikan gaji yang sangat banyak untuk dirinya.

"Berarti aku akan dapat dua puluh juta dalam sebulan?" tanya Lyodra untuk memastikan.

"Benar." Aiden menjentikkan jarinya. Sementara di balik dinding, Lucy berdiri sambil menguping pembicaraan mereka berdua. Dia tidak tahu apa tujuan Aiden memperkerjakan manusia itu.

"Apakah yang anda ucapkan itu benar, Tuan? Apa tidak terlalu banyak?" Lyodra terus memberikan pertanyaan, seolah ragu.

"Tentu. Apa yang keluar dari mulutku tidak bisa ditarik kembali, lagi pula aku lebih suka membayar pekerjaku dengan mahal, dari pada harus membayar pajak. Karena uang tersebut tidak akan kembali ke rakyat," balas Aiden mencibir.

Dia terus memberikan tatapan nyalang. Namun, gadis yang ada di hadapannya seperti tak gentar. Berbeda dengan orang-orang yang biasa ditemuinya, dengan berpapasan saja, mereka tidak akan berani untuk mengangkat kepala.

Dia cukup menarik. Batin pria itu mulai berkomentar.

"Ya Tuhan ... mimpi apa aku semalam? Terima kasih banyak, Tuan. Saya akan berkerja dengan baik. Tapi untuk hari ini, bolehkah saya pulang dulu untuk meminta izin pada ayah saya?"

Kedua bola mata Lyodra tampak berbinar, karena dia merasa bersyukur bisa masuk ke rumah Aiden, bahkan dibayar dengan gaji yang besar. Sepertinya dia harus membuat pria ini senang, supaya Aiden lebih mudah memberikan uang.

Aiden menggerakan kepalanya, tanda setuju. Dan hal tersebut membuat senyum Lyodra mengembang.

"Sekali lagi terima kasih, Tuan. Saya akan kembali lagi nanti sore," kata Lyodra sambil meraih tas selempangnya yang tergeletak di sofa, lalu dia pun pamit.

Aiden menemaninya hingga di teras rumah, pria itu terus memperhatikan Lyodra yang berjalan semakin jauh. Sementara Lucy tiba-tiba berdiri di belakangnya.

"Apa maksudmu memperkerjakan dia? Bukankah sudah banyak pelayan di rumah ini, lagi pula aku adalah asistenmu!" tanya Lucy dengan nada menuntut.

Namun, lagi-lagi Aiden menyeringai tipis. Dia berbalik untuk masuk kembali ke dalam rumah. Sebelum melangkah, dia berbisik di telinga Lucy.

"Aku sudah bilang. Aku akan mengurus pekerjaanku."

Lantas setelah itu, Aiden melanjutkan langkah. Sementara Lucy menautkan kedua alisnya, firasat dia mengatakan bahwa Lyodra tidak sekedar ingin mendapatkan pekerjaan.

"Ck, kenapa Aiden jadi menyebalkan?!"

Terpopuler

Comments

Ney 🐌

Ney 🐌

curiga sm lucy

2024-04-02

0

Ida Ulfiana

Ida Ulfiana

wah katanya lahirnya lucy bisa bikin perdamaian kyaknya enggak deh pasti nnt bakal jd licik krna cinta sepihak

2023-10-15

0

Healer

Healer

harap Lucy tak mcm ibunya dan bapanya Aron...jahat!!!!

2023-08-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jangan Menyesal!
2 Bab 2. Jangan Halangi Aku
3 Bab 3. Menjadi Pelayan
4 Bab 4. Dua Kali Lipat
5 Bab 5. Aku Pasti Bisa
6 Bab 6. Dia Istimewa
7 Bab 7. Frustasi
8 Bab 8. Tugas Baru
9 Bab 9. Botol Ramuan
10 Bab 10. Bagaimana Kalau Benar?
11 Bab 11. Aku Suka
12 Bab 12. Kalung Permata
13 Bab 13. Milik Aiden
14 Bab 14. Sosok Pengganggu
15 Bab 15. Kau Akan Segera Sembuh
16 Bab 16. Tidak Memiliki Tetangga
17 Bab 17. Dia Seperti Candu
18 Bab 18. Dasar Lemah
19 Bab 19. Lehermu Jadi Lebih Cantik
20 Bab 20. Benar-benar Masih Ada
21 Bab 21. Diserang
22 Bab 22. Berbohong
23 Bab 23. Bagaimana Kalau Begini?
24 Bab 24. Aku Setuju
25 Bab 25. Meninggalkan Rumah
26 Bab 26. Bimbang
27 Bab 27. Dia Telah Kembali
28 Bab 28. Tidak Akan Selamat
29 Bab 29. Itukan Yang Kau Mau?
30 Bab 30. Maafkan Aku Daddy
31 Bab 31. Tidak Ada Bayangan
32 Bab 32. Bulan Purnama
33 Bab 33. Panggilan Dari Jayden
34 Bab 34. Sebuah Gedung
35 Bab 35. Anggap Aku Sebagai Musuh
36 Bab 36. Pengkhianatan
37 Bab 37. Aiden, Kembali!
38 Bab 38. Kita Berbeda
39 Bab 39. Tidak Bisa
40 Bab 40. Matre Sejak Lahir
41 Bab 41. Tidak Bersalah Sepenuhnya
42 Bab 42. Tanganmu Nakal
43 My Beautiful Police by Lunoxs
44 Bab 43. Ayah Mertua
45 Bab 44. Menjenguk Jayden
46 Bab 45. Purnama Tiba
47 Bab 46. Menghancurkan Kalung
48 Bab 47. Jiwanya Hilang
49 Bab 48. Buka Matamu!
50 Bab 49. Menjadi Manusia
51 Bab 50. Bayi Manusia
52 New Novel
53 New Novel
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1. Jangan Menyesal!
2
Bab 2. Jangan Halangi Aku
3
Bab 3. Menjadi Pelayan
4
Bab 4. Dua Kali Lipat
5
Bab 5. Aku Pasti Bisa
6
Bab 6. Dia Istimewa
7
Bab 7. Frustasi
8
Bab 8. Tugas Baru
9
Bab 9. Botol Ramuan
10
Bab 10. Bagaimana Kalau Benar?
11
Bab 11. Aku Suka
12
Bab 12. Kalung Permata
13
Bab 13. Milik Aiden
14
Bab 14. Sosok Pengganggu
15
Bab 15. Kau Akan Segera Sembuh
16
Bab 16. Tidak Memiliki Tetangga
17
Bab 17. Dia Seperti Candu
18
Bab 18. Dasar Lemah
19
Bab 19. Lehermu Jadi Lebih Cantik
20
Bab 20. Benar-benar Masih Ada
21
Bab 21. Diserang
22
Bab 22. Berbohong
23
Bab 23. Bagaimana Kalau Begini?
24
Bab 24. Aku Setuju
25
Bab 25. Meninggalkan Rumah
26
Bab 26. Bimbang
27
Bab 27. Dia Telah Kembali
28
Bab 28. Tidak Akan Selamat
29
Bab 29. Itukan Yang Kau Mau?
30
Bab 30. Maafkan Aku Daddy
31
Bab 31. Tidak Ada Bayangan
32
Bab 32. Bulan Purnama
33
Bab 33. Panggilan Dari Jayden
34
Bab 34. Sebuah Gedung
35
Bab 35. Anggap Aku Sebagai Musuh
36
Bab 36. Pengkhianatan
37
Bab 37. Aiden, Kembali!
38
Bab 38. Kita Berbeda
39
Bab 39. Tidak Bisa
40
Bab 40. Matre Sejak Lahir
41
Bab 41. Tidak Bersalah Sepenuhnya
42
Bab 42. Tanganmu Nakal
43
My Beautiful Police by Lunoxs
44
Bab 43. Ayah Mertua
45
Bab 44. Menjenguk Jayden
46
Bab 45. Purnama Tiba
47
Bab 46. Menghancurkan Kalung
48
Bab 47. Jiwanya Hilang
49
Bab 48. Buka Matamu!
50
Bab 49. Menjadi Manusia
51
Bab 50. Bayi Manusia
52
New Novel
53
New Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!