"Baiklah, aku setuju. Tapi ingat, ketika kamu sudah bekerja di sini, kamu tidak akan bisa berhenti begitu saja," bisik Aiden yang terdengar seperti ancaman, nafas pria itu berhembus pelan mengenai tengkuk Lyodra membuat wanita itu semakin meremang.
Deg!
Bukan hanya kalimat yang keluar dari mulut Aiden yang membuat Lyodra terkejut dan membeku. Akan tetapi sesuatu yang dia genggam. Ya, dia baru sadar kalau tangan Aiden sangat dingin dan jauh dari suhu tubuh manusia normal. Dia seperti sedang memegang es.
Aiden langsung menarik tangannya, karena dia tahu Lyodra mulai sadar. Sehingga membuat gadis itu berjengit, dia mengangkat kepala lalu menatap wajah Aiden yang senantiasa menunjukkan aura misterius.
"Siapa namamu?" tanya Aiden sambil menatap lekat.
Karena gugup Lyodra tidak sempat memperkenalkan dirinya, dia menjawab dengan sedikit tergagap. "Lyodra, Tuan. Panggil saja saya Lyo."
Aiden mengangkat satu alisnya, seperti sedang memikirkan sesuatu yang entah apa. Tatapan Aiden benar-benar tak bisa dibaca oleh Lyodra.
"Berapa uang yang harus aku keluarkan untuk menggajimu?" tanya Aiden, terdengar seperti sebuah tawaran bagus. Lyodra tidak tahu, bahwa sebentar lagi, dirinya akan semakin terjerat dengan makhluk penghisap darah.
Lyodra pun langsung bersemangat. Dia bisa memanfaatkan ini semua untuk memeras harta Aiden. Ya, hitung-hitung ganti rugi perusahaan ayahnya, yang sudah dihancurkan oleh pria itu.
"Sepuluh juta saya rasa cukup, Tuan," jawab Lyodra dengan senyum mengembang. Mendengar kata uang, dia jadi lupa dengan apa yang sebelumnya dia pikirkan. Yaitu tentang tubuh Aiden.
Aiden terlihat menyeringai, seperti meremehkan nominal yang baru saja disebutkan oleh gadis yang ada di depannya. "Kau yakin itu cukup?"
Lyodra menganggukkan kepala cepat.
"Ku beri dua kali lipat, jadilah pelayan pribadiku," kata Aiden memberikan tawaran, yang membuat Lyodra langsung terperangah. Dia menutup mulutnya yang menganga, tak percaya jika Aiden akan memberikan gaji yang sangat banyak untuk dirinya.
"Berarti aku akan dapat dua puluh juta dalam sebulan?" tanya Lyodra untuk memastikan.
"Benar." Aiden menjentikkan jarinya. Sementara di balik dinding, Lucy berdiri sambil menguping pembicaraan mereka berdua. Dia tidak tahu apa tujuan Aiden memperkerjakan manusia itu.
"Apakah yang anda ucapkan itu benar, Tuan? Apa tidak terlalu banyak?" Lyodra terus memberikan pertanyaan, seolah ragu.
"Tentu. Apa yang keluar dari mulutku tidak bisa ditarik kembali, lagi pula aku lebih suka membayar pekerjaku dengan mahal, dari pada harus membayar pajak. Karena uang tersebut tidak akan kembali ke rakyat," balas Aiden mencibir.
Dia terus memberikan tatapan nyalang. Namun, gadis yang ada di hadapannya seperti tak gentar. Berbeda dengan orang-orang yang biasa ditemuinya, dengan berpapasan saja, mereka tidak akan berani untuk mengangkat kepala.
Dia cukup menarik. Batin pria itu mulai berkomentar.
"Ya Tuhan ... mimpi apa aku semalam? Terima kasih banyak, Tuan. Saya akan berkerja dengan baik. Tapi untuk hari ini, bolehkah saya pulang dulu untuk meminta izin pada ayah saya?"
Kedua bola mata Lyodra tampak berbinar, karena dia merasa bersyukur bisa masuk ke rumah Aiden, bahkan dibayar dengan gaji yang besar. Sepertinya dia harus membuat pria ini senang, supaya Aiden lebih mudah memberikan uang.
Aiden menggerakan kepalanya, tanda setuju. Dan hal tersebut membuat senyum Lyodra mengembang.
"Sekali lagi terima kasih, Tuan. Saya akan kembali lagi nanti sore," kata Lyodra sambil meraih tas selempangnya yang tergeletak di sofa, lalu dia pun pamit.
Aiden menemaninya hingga di teras rumah, pria itu terus memperhatikan Lyodra yang berjalan semakin jauh. Sementara Lucy tiba-tiba berdiri di belakangnya.
"Apa maksudmu memperkerjakan dia? Bukankah sudah banyak pelayan di rumah ini, lagi pula aku adalah asistenmu!" tanya Lucy dengan nada menuntut.
Namun, lagi-lagi Aiden menyeringai tipis. Dia berbalik untuk masuk kembali ke dalam rumah. Sebelum melangkah, dia berbisik di telinga Lucy.
"Aku sudah bilang. Aku akan mengurus pekerjaanku."
Lantas setelah itu, Aiden melanjutkan langkah. Sementara Lucy menautkan kedua alisnya, firasat dia mengatakan bahwa Lyodra tidak sekedar ingin mendapatkan pekerjaan.
"Ck, kenapa Aiden jadi menyebalkan?!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Ney 🐌
curiga sm lucy
2024-04-02
0
Ida Ulfiana
wah katanya lahirnya lucy bisa bikin perdamaian kyaknya enggak deh pasti nnt bakal jd licik krna cinta sepihak
2023-10-15
0
Healer
harap Lucy tak mcm ibunya dan bapanya Aron...jahat!!!!
2023-08-18
0