Malam harinya.
Lyodra pergi ke kampus untuk berkuliah. Kelas malamnya dimulai pukul tujuh hingga pukul sembilan. Dia pergi lebih awal, dan bertemu Jayden di sana.
Namun, Lyodra tidak bisa fokus dalam belajar, karena terus memikirkan Aiden. Dia merangkai keanehan demi keanehan, hingga setelah jam kuliahnya habis, Lyodra mengajak Jayden untuk bicara sebentar.
Mereka duduk di kursi taman, kebetulan di sana masih banyak mahasiswa yang sedang mengambil beberapa bahan penelitian di perpustakaan.
"Ada apa? Perasaanku selalu tidak enak saat kamu ingin mengajakku bicara!" cetus Jayden dengan bola mata yang terlihat kuyu. Karena sebenarnya dia masih tidak terima jika Lyodra mengambil langkah untuk menjadi pelayan Aiden.
Lyodra menarik nafas, lalu membuangnya secara perlahan. Dia menatap Jayden yang terlihat jengah menghadapinya. "Jangan bersikap seperti itu padaku. Karena aku tidak tahu harus dengan siapa aku berbagi."
Mendengar itu, Jayden jadi merasa sedikit bersalah. Dia mendesahkan nafas, lalu mencoba untuk tersenyum. "Baiklah, sekarang katakan, ada apa? Dari tadi aku perhatikan kamu tidak fokus."
"Jay, aku menemukan banyak keanehan di rumah itu, padahal aku baru satu hari tinggal di sana," ujar Lyodra apa adanya. Dia terus menebak-nebak, tetapi masih belum menemukan jawaban yang tepat.
"Keanehan seperti apa yang kamu maksud?" tanya Jayden dengan kening yang berkerut.
Lyodra pun menyebutkan satu persatu yang membuatnya merasa janggal, dari tangan Aiden yang terasa dingin, lolongan serigala, ramuan, warna baju Aiden, dan juga tentang keluarga Aiden yang tidak menyukai aroma bawang putih.
"Aku jadi berpikir bahwa dia bermain-main dengan hal mistis, agar orang-orang takut padanya," pungkas Lyodra.
Namun, Jayden justru terdiam, dia seperti tak setuju dengan klaim Lyodra mengenai Aiden. Sehingga dia memilih untuk menyalakan laptop dan men-searching sesuatu di internet.
Lyodra memperhatikan Jayden yang tengah membaca beberapa artikel. Pemuda itu tampak sangat serius, hingga tak berapa lama kemudian, mereka sama-sama mengangkat kepala dengan mulut yang menganga.
Karena beberapa artikel menunjukkan bahwa ciri-ciri tersebut dimiliki oleh makhluk penghisap darah.
"Jay," panggil Lyodra nampak tak percaya dengan apa yang dibacanya. Sementara Jayden menoleh dengan kening yang berlipat-lipat.
"Bagaimana, Lyo? Bagaimana jika benar dia adalah seorang vampir?"
Deg!
Gadis itu terhenyak, tetapi dia tak ingin langsung percaya begitu saja. Mereka hidup di zaman yang sudah sangat canggih, jadi tidak akan mungkin ada makhluk seperti itu.
Akhirnya Lyodra pun tertawa, berbeda dengan Jayden yang semakin khawatir dengan nasib gadis cantik itu.
"Hei, hentikan! Ini bukan lelucon, bagaimana jika benar?!" sentak Jayden, yang membuat tawa Lyodra langsung berhenti seketika. Gadis cantik itu berusaha bersikap biasa saja, karena jika belum terbukti, maka dia tidak akan percaya.
"Pikiranmu kuno sekali, Jay. Kalau iya, mungkin dia sudah menggigit aku dan Daddy. Bahkan kau!" cetus Lyodra sambil menuding wajah Jayden dan akhirnya gadis itu memilih bangkit. "Sudahlah, jangan dipikirkan, lebih baik kita pulang."
"Lyo, tapi—"
Lyodra segera menahan ucapan Jayden dengan jari telunjuk yang menempel di mulut. "Kamu tenang saja. Aku akan berhati-hati."
Lantas setelah itu, Lyodra berlari ke arah gerbang karena melihat taksi. Sementara Jayden meninju udara dengan gerakan kasar. "Kau adalah gadis paling keras kepala yang pernah aku jumpai, Lyo!"
***
Meskipun di depan Jayden dia mencoba untuk tidak peduli, tetapi pada kenyataannya sepanjang perjalanan Lyodra terus memikirkan tentang jati diri Aiden.
"Apakah dia benar-benar makhluk yang seperti itu?" gumam Lyodra, dan dalam pikirannya terbayang wajah tampan Aiden yang nyaris tak pernah menampakkan senyum.
Hingga saat tiba di rumah Aiden, Lyodra langsung masuk ke dalam, karena kebetulan gerbang tidak kunci. Gadis itu melangkah dengan perlahan, hingga dia mendengar suara bising dari arah belakang.
Gadis cantik itu melongok dengan langkah hati-hati. Jiwa penasaran Lyodra kian membuncah, dan dia memilih untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Lyodra bersembunyi di balik tanaman yang memiliki daun rimbun, kepalanya menyembul perlahan, hingga dia bisa melihat beberapa orang sedang mengemas barang, yang entah isinya apa.
Lyodra benar-benar tidak tahu, bahwa sebenarnya orang-orang itu tengah membawa darah segar masuk ke dalam rumah Aiden.
Kedua mata gadis itu menyipit, mencoba untuk menembus apa yang tengah mereka bawa, tetapi sebuah tepukan di bahu mengejutkannya.
"Sedang apa kau di sini?!" cetus Lucy, yang melihat aksi lancang Lyodra.
Glek!
Mendengar suara gadis serigala itu, Lyodra langsung meneguk ludah, dia menoleh dan melihat Lucy yang sudah melayangkan tatapan penuh permusuhan padanya.
"A-aku, aku baru saja pulang dari kampus dan tak sengaja melihat mereka. Aku tidak bermaksud untuk mengintip," jelas Lyodra dengan tergagap.
Namun, Lucy seperti tak ingin mendengarkan omong kosong gadis yang ada di hadapannya, sehingga dia mengusir Lyodra. "Enyahlah!"
Lyodra kembali mengangkat pandangannya, melihat tatapan Lucy, dia tahu bahwa wanita itu sedang marah. Hingga akhirnya Lyodra memilih untuk patuh, dia pun pamit dengan menundukkan kepala.
Sementara Lucy terus memperhatikan punggung gadis itu hingga masuk ke dalam rumah. Dia semakin yakin, bahwa Lyodra memiliki maksud lain.
"Aku tidak akan segan untuk menyingkirkanmu, jika kamu berbuat macam-macam!" gumam Lucy dengan tatapan tajam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Ney 🐌
galak amt lucy
2024-04-03
0
Anna maria Simbolon
vampir ini ada di dunia nyata ga si?
2023-04-29
1
ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋 𝚠𝚊𝚔𝚝𝚞 𝐀⃝🥀
lucy km cemburu ya sama lyo, kok marah2 mulu sih bawaannya, gamungkin kn km datang bulan 🤣🤣
2023-02-25
1