Bab 10. Bagaimana Kalau Benar?

Malam harinya.

Lyodra pergi ke kampus untuk berkuliah. Kelas malamnya dimulai pukul tujuh hingga pukul sembilan. Dia pergi lebih awal, dan bertemu Jayden di sana.

Namun, Lyodra tidak bisa fokus dalam belajar, karena terus memikirkan Aiden. Dia merangkai keanehan demi keanehan, hingga setelah jam kuliahnya habis, Lyodra mengajak Jayden untuk bicara sebentar.

Mereka duduk di kursi taman, kebetulan di sana masih banyak mahasiswa yang sedang mengambil beberapa bahan penelitian di perpustakaan.

"Ada apa? Perasaanku selalu tidak enak saat kamu ingin mengajakku bicara!" cetus Jayden dengan bola mata yang terlihat kuyu. Karena sebenarnya dia masih tidak terima jika Lyodra mengambil langkah untuk menjadi pelayan Aiden.

Lyodra menarik nafas, lalu membuangnya secara perlahan. Dia menatap Jayden yang terlihat jengah menghadapinya. "Jangan bersikap seperti itu padaku. Karena aku tidak tahu harus dengan siapa aku berbagi."

Mendengar itu, Jayden jadi merasa sedikit bersalah. Dia mendesahkan nafas, lalu mencoba untuk tersenyum. "Baiklah, sekarang katakan, ada apa? Dari tadi aku perhatikan kamu tidak fokus."

"Jay, aku menemukan banyak keanehan di rumah itu, padahal aku baru satu hari tinggal di sana," ujar Lyodra apa adanya. Dia terus menebak-nebak, tetapi masih belum menemukan jawaban yang tepat.

"Keanehan seperti apa yang kamu maksud?" tanya Jayden dengan kening yang berkerut.

Lyodra pun menyebutkan satu persatu yang membuatnya merasa janggal, dari tangan Aiden yang terasa dingin, lolongan serigala, ramuan, warna baju Aiden, dan juga tentang keluarga Aiden yang tidak menyukai aroma bawang putih.

"Aku jadi berpikir bahwa dia bermain-main dengan hal mistis, agar orang-orang takut padanya," pungkas Lyodra.

Namun, Jayden justru terdiam, dia seperti tak setuju dengan klaim Lyodra mengenai Aiden. Sehingga dia memilih untuk menyalakan laptop dan men-searching sesuatu di internet.

Lyodra memperhatikan Jayden yang tengah membaca beberapa artikel. Pemuda itu tampak sangat serius, hingga tak berapa lama kemudian, mereka sama-sama mengangkat kepala dengan mulut yang menganga.

Karena beberapa artikel menunjukkan bahwa ciri-ciri tersebut dimiliki oleh makhluk penghisap darah.

"Jay," panggil Lyodra nampak tak percaya dengan apa yang dibacanya. Sementara Jayden menoleh dengan kening yang berlipat-lipat.

"Bagaimana, Lyo? Bagaimana jika benar dia adalah seorang vampir?"

Deg!

Gadis itu terhenyak, tetapi dia tak ingin langsung percaya begitu saja. Mereka hidup di zaman yang sudah sangat canggih, jadi tidak akan mungkin ada makhluk seperti itu.

Akhirnya Lyodra pun tertawa, berbeda dengan Jayden yang semakin khawatir dengan nasib gadis cantik itu.

"Hei, hentikan! Ini bukan lelucon, bagaimana jika benar?!" sentak Jayden, yang membuat tawa Lyodra langsung berhenti seketika. Gadis cantik itu berusaha bersikap biasa saja, karena jika belum terbukti, maka dia tidak akan percaya.

"Pikiranmu kuno sekali, Jay. Kalau iya, mungkin dia sudah menggigit aku dan Daddy. Bahkan kau!" cetus Lyodra sambil menuding wajah Jayden dan akhirnya gadis itu memilih bangkit. "Sudahlah, jangan dipikirkan, lebih baik kita pulang."

"Lyo, tapi—"

Lyodra segera menahan ucapan Jayden dengan jari telunjuk yang menempel di mulut. "Kamu tenang saja. Aku akan berhati-hati."

Lantas setelah itu, Lyodra berlari ke arah gerbang karena melihat taksi. Sementara Jayden meninju udara dengan gerakan kasar. "Kau adalah gadis paling keras kepala yang pernah aku jumpai, Lyo!"

***

Meskipun di depan Jayden dia mencoba untuk tidak peduli, tetapi pada kenyataannya sepanjang perjalanan Lyodra terus memikirkan tentang jati diri Aiden.

"Apakah dia benar-benar makhluk yang seperti itu?" gumam Lyodra, dan dalam pikirannya terbayang wajah tampan Aiden yang nyaris tak pernah menampakkan senyum.

Hingga saat tiba di rumah Aiden, Lyodra langsung masuk ke dalam, karena kebetulan gerbang tidak kunci. Gadis itu melangkah dengan perlahan, hingga dia mendengar suara bising dari arah belakang.

Gadis cantik itu melongok dengan langkah hati-hati. Jiwa penasaran Lyodra kian membuncah, dan dia memilih untuk melihat apa yang sedang terjadi.

Lyodra bersembunyi di balik tanaman yang memiliki daun rimbun, kepalanya menyembul perlahan, hingga dia bisa melihat beberapa orang sedang mengemas barang, yang entah isinya apa.

Lyodra benar-benar tidak tahu, bahwa sebenarnya orang-orang itu tengah membawa darah segar masuk ke dalam rumah Aiden.

Kedua mata gadis itu menyipit, mencoba untuk menembus apa yang tengah mereka bawa, tetapi sebuah tepukan di bahu mengejutkannya.

"Sedang apa kau di sini?!" cetus Lucy, yang melihat aksi lancang Lyodra.

Glek!

Mendengar suara gadis serigala itu, Lyodra langsung meneguk ludah, dia menoleh dan melihat Lucy yang sudah melayangkan tatapan penuh permusuhan padanya.

"A-aku, aku baru saja pulang dari kampus dan tak sengaja melihat mereka. Aku tidak bermaksud untuk mengintip," jelas Lyodra dengan tergagap.

Namun, Lucy seperti tak ingin mendengarkan omong kosong gadis yang ada di hadapannya, sehingga dia mengusir Lyodra. "Enyahlah!"

Lyodra kembali mengangkat pandangannya, melihat tatapan Lucy, dia tahu bahwa wanita itu sedang marah. Hingga akhirnya Lyodra memilih untuk patuh, dia pun pamit dengan menundukkan kepala.

Sementara Lucy terus memperhatikan punggung gadis itu hingga masuk ke dalam rumah. Dia semakin yakin, bahwa Lyodra memiliki maksud lain.

"Aku tidak akan segan untuk menyingkirkanmu, jika kamu berbuat macam-macam!" gumam Lucy dengan tatapan tajam.

Terpopuler

Comments

Ney 🐌

Ney 🐌

galak amt lucy

2024-04-03

0

Anna maria Simbolon

Anna maria Simbolon

vampir ini ada di dunia nyata ga si?

2023-04-29

1

ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋 𝚠𝚊𝚔𝚝𝚞 𝐀⃝🥀

ᶯᵗ⃝🐍𝚖𝚋 𝚠𝚊𝚔𝚝𝚞 𝐀⃝🥀

lucy km cemburu ya sama lyo, kok marah2 mulu sih bawaannya, gamungkin kn km datang bulan 🤣🤣

2023-02-25

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jangan Menyesal!
2 Bab 2. Jangan Halangi Aku
3 Bab 3. Menjadi Pelayan
4 Bab 4. Dua Kali Lipat
5 Bab 5. Aku Pasti Bisa
6 Bab 6. Dia Istimewa
7 Bab 7. Frustasi
8 Bab 8. Tugas Baru
9 Bab 9. Botol Ramuan
10 Bab 10. Bagaimana Kalau Benar?
11 Bab 11. Aku Suka
12 Bab 12. Kalung Permata
13 Bab 13. Milik Aiden
14 Bab 14. Sosok Pengganggu
15 Bab 15. Kau Akan Segera Sembuh
16 Bab 16. Tidak Memiliki Tetangga
17 Bab 17. Dia Seperti Candu
18 Bab 18. Dasar Lemah
19 Bab 19. Lehermu Jadi Lebih Cantik
20 Bab 20. Benar-benar Masih Ada
21 Bab 21. Diserang
22 Bab 22. Berbohong
23 Bab 23. Bagaimana Kalau Begini?
24 Bab 24. Aku Setuju
25 Bab 25. Meninggalkan Rumah
26 Bab 26. Bimbang
27 Bab 27. Dia Telah Kembali
28 Bab 28. Tidak Akan Selamat
29 Bab 29. Itukan Yang Kau Mau?
30 Bab 30. Maafkan Aku Daddy
31 Bab 31. Tidak Ada Bayangan
32 Bab 32. Bulan Purnama
33 Bab 33. Panggilan Dari Jayden
34 Bab 34. Sebuah Gedung
35 Bab 35. Anggap Aku Sebagai Musuh
36 Bab 36. Pengkhianatan
37 Bab 37. Aiden, Kembali!
38 Bab 38. Kita Berbeda
39 Bab 39. Tidak Bisa
40 Bab 40. Matre Sejak Lahir
41 Bab 41. Tidak Bersalah Sepenuhnya
42 Bab 42. Tanganmu Nakal
43 My Beautiful Police by Lunoxs
44 Bab 43. Ayah Mertua
45 Bab 44. Menjenguk Jayden
46 Bab 45. Purnama Tiba
47 Bab 46. Menghancurkan Kalung
48 Bab 47. Jiwanya Hilang
49 Bab 48. Buka Matamu!
50 Bab 49. Menjadi Manusia
51 Bab 50. Bayi Manusia
52 New Novel
53 New Novel
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1. Jangan Menyesal!
2
Bab 2. Jangan Halangi Aku
3
Bab 3. Menjadi Pelayan
4
Bab 4. Dua Kali Lipat
5
Bab 5. Aku Pasti Bisa
6
Bab 6. Dia Istimewa
7
Bab 7. Frustasi
8
Bab 8. Tugas Baru
9
Bab 9. Botol Ramuan
10
Bab 10. Bagaimana Kalau Benar?
11
Bab 11. Aku Suka
12
Bab 12. Kalung Permata
13
Bab 13. Milik Aiden
14
Bab 14. Sosok Pengganggu
15
Bab 15. Kau Akan Segera Sembuh
16
Bab 16. Tidak Memiliki Tetangga
17
Bab 17. Dia Seperti Candu
18
Bab 18. Dasar Lemah
19
Bab 19. Lehermu Jadi Lebih Cantik
20
Bab 20. Benar-benar Masih Ada
21
Bab 21. Diserang
22
Bab 22. Berbohong
23
Bab 23. Bagaimana Kalau Begini?
24
Bab 24. Aku Setuju
25
Bab 25. Meninggalkan Rumah
26
Bab 26. Bimbang
27
Bab 27. Dia Telah Kembali
28
Bab 28. Tidak Akan Selamat
29
Bab 29. Itukan Yang Kau Mau?
30
Bab 30. Maafkan Aku Daddy
31
Bab 31. Tidak Ada Bayangan
32
Bab 32. Bulan Purnama
33
Bab 33. Panggilan Dari Jayden
34
Bab 34. Sebuah Gedung
35
Bab 35. Anggap Aku Sebagai Musuh
36
Bab 36. Pengkhianatan
37
Bab 37. Aiden, Kembali!
38
Bab 38. Kita Berbeda
39
Bab 39. Tidak Bisa
40
Bab 40. Matre Sejak Lahir
41
Bab 41. Tidak Bersalah Sepenuhnya
42
Bab 42. Tanganmu Nakal
43
My Beautiful Police by Lunoxs
44
Bab 43. Ayah Mertua
45
Bab 44. Menjenguk Jayden
46
Bab 45. Purnama Tiba
47
Bab 46. Menghancurkan Kalung
48
Bab 47. Jiwanya Hilang
49
Bab 48. Buka Matamu!
50
Bab 49. Menjadi Manusia
51
Bab 50. Bayi Manusia
52
New Novel
53
New Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!