Bab 19. Lehermu Jadi Lebih Cantik

Ketika Lyodra hendak pergi kuliah, Aiden kembali menyiapkan mobil. Pria itu berdiri sambil bersandar, menunggu Lyodra keluar rumah, karena dia ingin mengantar gadis itu sampai ke kampus.

"Naiklah, aku akan mengantarmu!" cetus Aiden ketika melihat Lyodra sudah rapih dengan setelan kasualnya.

Sontak saja hal tersebut membuat Lyodra melebarkan kelopak mata. Sebab dari hari ke hari sikap Aiden semakin berubah, wajahnya memang nampak datar, tetapi perhatian pria itu selalu membuat jantung Lyodra berdebar-debar.

"Saya bisa naik taksi, Tuan. Anda adalah majikan saya, tidak etis kan kalau anda yang malah melayani saya?" tolak Lyodra, karena dari sudut lain dia melihat Lucy yang sedang menatap tajam ke arahnya.

Entah kebencian sebesar apa yang dipelihara wanita itu, sehingga mereka tampak seperti musuh.

"Aku ada urusan di tempat lain, kebetulan lewat kampusmu. Jadi segeralah naik, karena aku tidak suka menunggu," ujar Aiden memberi alasan, padahal dia selalu ingin mengawasi Lyodra. Takut terjadi sesuatu pada gadis itu saat dia tidak ada.

"Tapi—"

Lyodra ingin membantah lagi tetapi Aiden sudah membuka pintu dengan keras, menandakan bahwa dia tidak menerima penolakan.

Haish, dia juga pemaksa ternyata.

Lyodra melirik sekilas ke arah Lucy yang sudah mengepalkan tangannya dengan kuat. Gadis itu merasa serba salah, tetapi ia yakin di samping Aiden, Lucy tidak akan bisa berbuat macam-macam padanya.

Akhirnya Lyodra masuk ke dalam mobil dengan Aiden yang duduk di kursi kemudi. Kendaraan roda empat itu melandas, menyisakan kekesalan di hati wanita serigala yang terus bergeming di tempatnya.

"Apakah ada sesuatu yang dimiliki gadis itu, sehingga Aiden terus melakukan hal-hal konyol untuknya?" gumam Lucy dengan tatapan penuh api cemburu.

Dia sudah berdiri di sisi Aiden sejak dia dilahirkan, maka sangat wajar ketika dia takut posisinya tergantikan oleh manusia bodoh seperti Lyodra. Apalagi sikap Aiden terlihat sangat berbeda.

"Kau memang harus disingkirkan Lyodra!" cetus Lucy, kemudian melesat entah kemana. Sebab dia ingin meluapkan amarah di dadanya.

Sementara di dalam mobil, Aiden fokus menyetir. Sesekali dia melirik ke arah Lyodra, dan gadis itu hanya mampu menundukkan kepala.

"Jangan pernah lepaskan kalung itu," ucap Aiden secara tiba-tiba membuat Lyodra merasa sedikit terkejut. Gadis cantik itu menoleh, tak mengerti apa maksud dan tujuan Aiden bicara seperti itu.

"Memangnya kenapa, Tuan?" tanya Lyodra dengan tatapan menyelidik. Apakah Aiden mulai sadar bahwa sesuatu yang melingkar di lehernya sekarang adalah senjata penangkal vampir?

Akan tetapi kenapa Aiden malah menyuruh dia untuk tetap memakainya? Terdengar sangat aneh bukan?

"Kalung itu indah, lehermu jadi lebih cantik," jawab Aiden, terdengar seperti pujian, tetapi tak ada ekspresi apapun yang dikeluarkan pria itu. Karena sebenarnya Aiden tidak ingin membuat Lyodra mengambil resiko, akan sangat bahaya jika pada akhirnya Lyodra melepas benda tersebut dari tubuhnya.

Meskipun Aiden mengatakannya dengan datar, tetapi hal itu sukses membuat bibirnya berkedut dengan pipi yang bersemu.

Apa katanya? Cantik? Tidak-tidak, ini pasti salah. Kenapa dia malah memujiku cantik? Seharusnya dia marah aku memakai kalung ini, ayo dong marah! Ish, kesal ....

Hingga tak berapa lama kemudian, akhirnya mereka sampai di kampus. Ketika Lyodra turun dari mobil mewah milik Aiden, semua mata tertuju ke arahnya, termasuk mata milik Jayden.

Pemuda itu nampak terkejut karena Lyodra malah diantar oleh Aiden. Dia langsung menghampiri Lyodra dan menarik lengan gadis cantik itu.

"Ayo masuk!" cetus Jayden sambil melirik ke arah Aiden dengan tatapan tak suka. Sementara Lyodra nampak pasrah, karena tarikan Jayden terasa cukup kuat.

Saat mereka tiba di depan kelas, Lyodra langsung menghempaskan tangan Jayden hingga terlepas. Dia menatap sebal sambil berkata. "Sakit tahu, Jay!"

"Maaf, tapi kenapa kamu bisa diantar sama dia sih? Bukankah katanya dia itu jahat?"

Lyodra menghela nafas panjang, awalnya dia juga berpikir begitu, tetapi semakin ke sini Aiden selalu menunjukkan bahwa dia bukan sosok yang seperti orang-orang pikirkan.

"Dia ada urusan, Jay. Kebetulan lewat sini jadi aku menumpang padanya. Lagi pula dia tidak seperti yang kita pikirkan, Jay," ujar Lyodra sambil melangkah masuk ke dalam kelas, dan berakhir duduk di kursinya. Begitupun juga dengan Jayden.

"Apa maksudmu, Lyo? Terakhir kita menebak bahwa dia adalah makhluk penghisap darah, apa kamu lupa?!" cetus Jayden dengan suaranya yang nyaris berbisik, karena tidak ingin teman-temannya mendengar pembicaraan mereka berdua.

"Aku ingat, Jay, aku ingat. Aku sudah membuktikannya, bahkan kamu lihat! Aku memakai kalung warisan dari kakek. Tapi selama aku di sana, dia tidak pernah menunjukkan wujud aslinya, ya meskipun aku selalu dihantui rasa curiga. Aku rasa dia tidak bahaya, bahkan dia lebih manis dari apa yang aku bayangkan," lirih Lyodra di ujung kalimatnya, mengingat saat Aiden memberikan perhatian kecil padanya.

"Apa katamu?!" sentak Jayden, karena dia mendengar Lyodra mengatakan kalau Aiden itu manis.

"Tidak ada, lupakan saja. Anggap kalau dia memang majikanku," jawab Lyodra dengan cepat, tak ingin membuat Jayden membahas masalah Aiden terus-menerus.

Dan percakapan di antara mereka benar-benar terputus, karena dosen datang tepat waktu. Sementara di luar sana, Aiden menunggu Lyodra hingga gadis itu selesai kuliah.

"Cih, Aiden benar-benar melindungi gadis itu," gumam Edge saat melihat Aiden yang berada di mobilnya.

Terpopuler

Comments

Ita rahmawati

Ita rahmawati

pada akhirnya lucy akan sm seperti emaknya yg busuk hatinya

2024-07-16

0

Farni Damin

Farni Damin

buah jatuh memang tdk jauh dri pohonx... sifat iri dengki dan kecemburuan jane mengalir pada Lucy

2023-09-11

1

Yanjoon KIM🔰

Yanjoon KIM🔰

sepertinya sampai akhirpun kluarga vampire n srigala tidak bisa damai,takut takut bacanya thoor deg2 aj gtuu🤌🤌

2023-03-25

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jangan Menyesal!
2 Bab 2. Jangan Halangi Aku
3 Bab 3. Menjadi Pelayan
4 Bab 4. Dua Kali Lipat
5 Bab 5. Aku Pasti Bisa
6 Bab 6. Dia Istimewa
7 Bab 7. Frustasi
8 Bab 8. Tugas Baru
9 Bab 9. Botol Ramuan
10 Bab 10. Bagaimana Kalau Benar?
11 Bab 11. Aku Suka
12 Bab 12. Kalung Permata
13 Bab 13. Milik Aiden
14 Bab 14. Sosok Pengganggu
15 Bab 15. Kau Akan Segera Sembuh
16 Bab 16. Tidak Memiliki Tetangga
17 Bab 17. Dia Seperti Candu
18 Bab 18. Dasar Lemah
19 Bab 19. Lehermu Jadi Lebih Cantik
20 Bab 20. Benar-benar Masih Ada
21 Bab 21. Diserang
22 Bab 22. Berbohong
23 Bab 23. Bagaimana Kalau Begini?
24 Bab 24. Aku Setuju
25 Bab 25. Meninggalkan Rumah
26 Bab 26. Bimbang
27 Bab 27. Dia Telah Kembali
28 Bab 28. Tidak Akan Selamat
29 Bab 29. Itukan Yang Kau Mau?
30 Bab 30. Maafkan Aku Daddy
31 Bab 31. Tidak Ada Bayangan
32 Bab 32. Bulan Purnama
33 Bab 33. Panggilan Dari Jayden
34 Bab 34. Sebuah Gedung
35 Bab 35. Anggap Aku Sebagai Musuh
36 Bab 36. Pengkhianatan
37 Bab 37. Aiden, Kembali!
38 Bab 38. Kita Berbeda
39 Bab 39. Tidak Bisa
40 Bab 40. Matre Sejak Lahir
41 Bab 41. Tidak Bersalah Sepenuhnya
42 Bab 42. Tanganmu Nakal
43 My Beautiful Police by Lunoxs
44 Bab 43. Ayah Mertua
45 Bab 44. Menjenguk Jayden
46 Bab 45. Purnama Tiba
47 Bab 46. Menghancurkan Kalung
48 Bab 47. Jiwanya Hilang
49 Bab 48. Buka Matamu!
50 Bab 49. Menjadi Manusia
51 Bab 50. Bayi Manusia
52 New Novel
53 New Novel
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1. Jangan Menyesal!
2
Bab 2. Jangan Halangi Aku
3
Bab 3. Menjadi Pelayan
4
Bab 4. Dua Kali Lipat
5
Bab 5. Aku Pasti Bisa
6
Bab 6. Dia Istimewa
7
Bab 7. Frustasi
8
Bab 8. Tugas Baru
9
Bab 9. Botol Ramuan
10
Bab 10. Bagaimana Kalau Benar?
11
Bab 11. Aku Suka
12
Bab 12. Kalung Permata
13
Bab 13. Milik Aiden
14
Bab 14. Sosok Pengganggu
15
Bab 15. Kau Akan Segera Sembuh
16
Bab 16. Tidak Memiliki Tetangga
17
Bab 17. Dia Seperti Candu
18
Bab 18. Dasar Lemah
19
Bab 19. Lehermu Jadi Lebih Cantik
20
Bab 20. Benar-benar Masih Ada
21
Bab 21. Diserang
22
Bab 22. Berbohong
23
Bab 23. Bagaimana Kalau Begini?
24
Bab 24. Aku Setuju
25
Bab 25. Meninggalkan Rumah
26
Bab 26. Bimbang
27
Bab 27. Dia Telah Kembali
28
Bab 28. Tidak Akan Selamat
29
Bab 29. Itukan Yang Kau Mau?
30
Bab 30. Maafkan Aku Daddy
31
Bab 31. Tidak Ada Bayangan
32
Bab 32. Bulan Purnama
33
Bab 33. Panggilan Dari Jayden
34
Bab 34. Sebuah Gedung
35
Bab 35. Anggap Aku Sebagai Musuh
36
Bab 36. Pengkhianatan
37
Bab 37. Aiden, Kembali!
38
Bab 38. Kita Berbeda
39
Bab 39. Tidak Bisa
40
Bab 40. Matre Sejak Lahir
41
Bab 41. Tidak Bersalah Sepenuhnya
42
Bab 42. Tanganmu Nakal
43
My Beautiful Police by Lunoxs
44
Bab 43. Ayah Mertua
45
Bab 44. Menjenguk Jayden
46
Bab 45. Purnama Tiba
47
Bab 46. Menghancurkan Kalung
48
Bab 47. Jiwanya Hilang
49
Bab 48. Buka Matamu!
50
Bab 49. Menjadi Manusia
51
Bab 50. Bayi Manusia
52
New Novel
53
New Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!