Bab 20

“Aku tidak akan mengusik kalian. Jika kau tidak mengusikku terlebih dahulu.” Tanpa permisi Luna dengan berani mendorong tubuh sang mantan mertua yang menghalangi jalannya. Dia melangkah dengan pasti semakin dalam sambil berteriak memanggil rivalnya. “Flower! Keluar kau!”

Suara teriakan Luna menggema di seluruh ruangan. Dia terus berteriak memanggil Luna di kediaman tersebut dengan sangat brutal. “Flower, keluar kau!”

“Hei! Apa kau menganggap rumah ini hutan?” teriak mantan mertua Luna. Dia berusaha menghalangi Luna agar tindak bertindak semakin jauh. Hingga tidak lama kemudian, dua orang yang di cari tampak perlahan menuruni tangga.

“Luna, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Cedrick.

Sayangnya, Luna tidak menjawab pertanyaan itu. Dia melangkah mendekati keduanya dengan pasti di saat mereka sudah tiba di ujung tangga. “Dasar wanita iblis!” Sebuah tamparan keras sontak mendarat di pipi Flowers. Luna meluapkan kekesalan yang selama ini dia pendam tanpa berniat menahannya lebih jauh, apalagi mentolerir tindakan Flower yang kelewat kejam kali ini.

Baik Cedrik, maupun ibunya tercengang. Luna tidak pernah bertindak sekasar ini sebelumnya, tetapi kini sudah berani membuat keributan di kediaman tersebut.

“Beraninya kau!” Flower yang tersungkur sambil memegang pipinya merasa seperti di injak-injak saat itu. Dia bangkit dan hendak membalas Luna. Namun, tangan Luna dengan sigap menahannya dan malah lagi-lagi mendaratkan satu tamparan di pipi bagian lain rivalnya itu.

“Luna, apa yang kau lakukan?” Cedrick yang melihat istrinya tersungkur kesakitan berusaha untuk membantu. Dia tidak menyangka jika mantan istrinya mampu bertindak seperti ini.

“Sebaiknya kau tanyakan langsung pada istrimu, apa yang sudah dia lakukan padaku!” tatapan nyalang penuh kebencian kini Luna lontarkan kepada Cedrick. Tidak ada lagi setitik cinta yang tersisa di dalam hatinya kali ini. “Tidak cukupkah uang yang kami berikan kepada kalian? Kenapa kau masih harus membakar rumahku? Apa kau berniat memanggangku hidup-hidup?”

“Jangan asal menuduh, Luna! Flower itu wanita baik-baik.” Ibunya Cedrick yang sedari tadi hanya diam dan menyaksikan kini mulai membela menantunya. “Aku bisa menuntutmu karena membuat keributan di rumah orang lain.”

“Kalau begitu bolehkah aku menuntutnya atas tindakan percobaan pembunuhan berencana?” tanya Luna sengit.

“Tidak bisakah kita bicarakan hal ini baik-baik? Mungkin kau hanya salah paham,” kata Cedrick.

Luna mencebik, tidak menyangka setelah sekian lama berlalu sosok Cedrick masih sama saja. Tidak memiliki ketegasan sebagai seorang pria dan masih membiarkan orang tua mencampuri urusan rumah tangganya.

“Aku tidak butuh berbicara baik pada orang yang tidak tahu diri. Jangan kau pikir selama ini aku diam berarti mudah untuk kau tindas, Flower! Kalau sampai aku melihatmu mengusik hidupku lagi, akan aku pastikan pembalasanku kali ini bukan hanya sebuah tamparan.” tegas Luna. Dia lantas meletakkan ponselnya yang masih terhubung dengan Rey di samping telinga. “Bisakah kau membawanya ke mari?” ucapnya.

Tidak butuh waktu lama, dua orang pria tampak berjalan mendekati mereka, dengan satu otang yang sudah babak belur dan penuh dengan luka.

Flowers yang mengenali pria tersebut sontak membelalakkan matanya. Tidak mengangka dia akan dengan bodohnya di tangkap oleh Luna.

“Aku hanya ingin mengembalikan apa yang kau kirimkan padaku. Mungkin kali ini hanya dia yang mengalami penyiksaan. Tapi, jika kau masih berani berindak jahat padaku, akan aku pastikan kaulah orang selanjutnya yang akan mengalami nasib yang sama.” Luna mendorong orang yang terluka tersebut ke arah Flower dan Cedrick. Dia lantas berbalik dan hendak melangkah pergi. Akan tetapi, lagi-lagi Luna berbalik. “Aku lupa memberitahumu Cedrick. Bukan aku yang memiliki masalah tentang kesuburan. Jadi sebaiknya kau periksakan kesuburanmu sendiri, mungkin dari sana kau akan mengerti, siapa ayah biologis dari cucu yang begitu di banggakan dalam keluarga ini.”

Setelah mengatakan hal itu, Luna benar-benar melangkah pergi bersama Rey. Dia tidak lagi memedulikan bagaimana reaksi orang-orang yang ada did kediaman tersebut. Lagi pula kini semua itu tidak ada hubungan dengannya.

Setibanya di mobil, Rey yang melihat Luna tampak bergetar dan gugup memberikan sebotol air mineral. “Minumlah! Kau pasti sudah melewati banyak hal hingga mampu bertindak seperti itu.”

“Apakah menurutmu tadi itu kejam?” tanya Luna.

Rey menggeleng perlahan. “Kau melakukan hal yang benar. Jika kau memiliki rasa sakit dan parasit di hatimu. Maka kau harus berani untuk meluapkannya. Jangan biarkan rasa takut perlahan menggerogoti dirimu sendiri.”

“Terima kasih.” Mereka lantas meninggalkan kediaman tersebut dengan segera.

Di sisi lain, di suatu tempat yang mewah seorang wanita tengah melakukan sesi pemotretan. Tubuhnya yang ramping berbalut dengan pakaian mewah menambah kesan elegan sekaligus arogan melekat dalam dirinya. Ponsel di tangan asistennya berdering, menyebabkan sang asisten melambaikan tangan dan memberikan isyarat.

Wanita itu lantas meminta izin sebentar dan mengambil ponselnya. “Ada apa?” tanyanya pada seseorang di ujung sambungan.

“Pagi ini rumah mereka terbakar. Tapi, kami tidak melihat mereka dan tidak ada juga korban kebakaran dalam peristiwa tersebut,” lapor seseorang dari ujung sambungan.

“Cari tahu ke mana mereka bersebunyi. Dan pastikan jika anak itu benar-benar dia.”

“Baik. Nyonya.” Setelah memberikan perintah, wanita tersebut mematikan ponsel dan kembali duduk di depan sebuah meja rias.

Dia melihat wajahnya sendiri di cermin sambil sesekali meraba kulitnya yang begitu halus. “Astaga sepertinya ada kerutan halus di bawah mataku. Menjijikkan sekali. Tolong hubungi kakakku! Aku harus menjadwalkan perawatan selanjutnya secepat mungkin.” ucap wanita tersebut pada asistennya.

Setelah memberikan perintah pada sang asisten, wanita tersebut menatap diri sendiri dengan tatapan yang tidak biasa. Dia seolah mengagumi diri sendiri yang tampak harus sempurna dan tetap cantik, meskipun di makan usia. “kaulah kecantikan yang sesungguhnya,” ucapnya pada dirinya sendiri yang terlihat dari pantulan cermin, dengan lengkungan senyum mengerikan.

Terpopuler

Comments

Vyrne S W

Vyrne S W

lanjut thor...

2023-02-26

0

Vyrne S W

Vyrne S W

sip ya.....

2023-02-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!