“Jangan ada satu pun dari kalian yang keluar dari mobil!” ucap Joe menyisir pandangannya ke segala arah. Sepasang matanya mengamati seseorang yang awalnya bersembunyi di antara keramaian orang, sedangkan di sisi lainnya ada beberapa orang yang tampak juga mengamati rumah tersebut.
Joe lantas mengambil ponselnya guna menghubungi seseorang. “Bawa satu orang itu padaku!” ucapnya pada seseorang di ujung panggilan.
Suasana di dalam mobil terasa begitu menegangkan, sedangkan Becca hanya bisa menatap bingung kepada Luna yang juga memintanya untuk tenang sebentar. Mungkinkah hanya dia yang bodoh dan tidak mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi.
Cukup lama mereka mengamati, setelah semuanya selesai dan api yang membakar rumah mereka berhasil di padamkan, serta orang-orang yang mengawasi sebelumnya sudah pergi, barulah Becca mulai membuka mulutnya. “Jelaskan padaku! Apa yang sesungguhnya terjadi dan kenapa kalian terlihat biasa saja?” tanya Becca tegas.
“Biar dia yang menjelaskan,” kata Joe.
Luna menatap Becca dengan seksama, dia mengambil napas terlebih dahulu sebelum mulai berbicara. “Sebenarnya, beberapa hari ini ada orang yang mengincar rumah kita, mereka juga mengikutimu selama kau di rumah sakit. Karena itulah, ketika aku tahu Tuan Joe ingin menikahimu, aku mengatakan hal ini padanya.”
Sontak kedua bola mata Becca hampir keluar dari tempatnya. “Bagaimana bisa kau lebih mempercayainya di bandingkan diriku, Kak?”
“Ini bukan tentang percaya atau tidak Becca. Mereka juga mengikuti Ace ketika dia di sekolahan. Kau pikir orang macam apa yang sudi mengikuti kita yang hanya rakyat biasa ini selama berminggu-minggu lamanya? Mustahil mereka tidak mengincar keselamatanmu dan Ace. Dan Tuan Joe hadir dalam hidupmu di waktu yang tepat, setidaknya dia memiliki kekuasan dan kekuatan untuk melindungimu serta mencari tahu siapa mereka.”
Sebelum menyetujui pernikahan Becca, Luna memang segera mencari tahu seperti apa karakter Jonathan dan keluarganya. Meskipun terkesan menakutkan dan berbahaya. Akan tetapi, di bawah pelindungan keluarga seperti itu akan lebih aman bagi mereka di bandingkan dengan berdiam diri dan tidak melakukan apa pun, sedangkan mereka bisa saja bertindak semakin jauh kapan pun, tanpa bisa di prediksi.
“Tapi, Kak.”
“Apa kau mau melupakan masa lalu? Kau bahkan hampir mati sebelumnya.”
Becca terdiam, terlalu nyaman dengan kehidupannya saat ini membuatnya lupa jika di masa lalu ada sesuatu yang tidak bisa dia lupakan begitu saja. Mereka pasti akan tetap mengerjarnya, karena meskipun dirinya sudah berubah dan berada di tubuh orang lain. Namun, Ace tetaplah bagian dari keturunan mereka, mustahil mereka akan melepaskannya begitu saja. Akan tetapi, benarkah saat ini mereka sudah mengincar Ace.
“Sudahlah, setidaknya cara berpikir Luna lebih cerdas darimu. Meskipun kalian terkesan hanya memanfaatkan aku, dan semua ini juga tidak ada untungnya bagiku. Tapi, tidak masalah, kau bisa membayarnya nanti.” Jonathan mengabaikan perdebatan Luna dan Becca, dia mulai menyalakan mesin dan hendak bergerak meninggalkan lokasi.
“Kenapa kita pergi? Rumah kami di sana,” ucap Becca.
“Apanya yang rumah? Semua itu sudah berubah menjadi abu seperti yang kau lihat. Jika kau memiliki benda berharga yang tidak bisa terbakar, kita ambil saja nanti. Sekarang sebaiknya kita menyambut tamu spesial terlebih dahulu.”
Mobil melaju dengan sangat cepat membelah jalanan. Cukup lama mereka berkendara, hingga tidak terasa matahari sudah menampakkan sinarnya. Hingga tidak lama kemudian, mereka tiba di sebuah kediaman yang hanya terlihat pagarnya saja.
Jonathan membunyikan klakson, sesaat kemudian pintu gerbang besi yang tinggi dan kokoh perlahan mulai terbuka. Namun, apa yang ada di dalamnya belum terlihat, karena mereka tampak seperti melewati hutan, dan setelah melalui perjalanan panjang, barulah mereka tiba di sebuah pelataran.
“Di mana kita?” tanya Becca dan Luna secara bersamaan.
“Rumah keluarga Besarku. Ayo turun, kita bisa melewatkan waktu sarapan kalau sampai terlambat.” Joe segera membuka pintu dan melangkah keluar. Dia berjalan hendak memasuki rumah, tetapi Becca tampak masih bergeming dan tampak sangat kebingungan. “Ayolah! Kau mungkin terkejut dengan semua kejadian hari ini. Tapi, perutmu juga harus di isi supaya kau bisa berpikir jernih.”
Tanpa ragu Joe menghampiri Becca dan meraih tangan wanita tersebut. Mereka berjalan bergandengan ke dalam rumah, sedangkan Luna tampak mengikuti di belakangnya.
“Mommy.” Ace yang awalnya duduk di ruang makan langsung berlari ke arah sang ibu dan memeluknya.
Becca lantas melepaskan genggaman tangan Joe dan menggendong sang putra. “Apa Ace baik-baik saja?” Dengan erat Becca memeluk sang putra. Tidak bisa dia bayangkan bagaiamana jika pagi ini Joe tidak mengajaknya menikah di pagi buta. Mungkin keluarga kecilnya sudah tewas dalam kebakaran tadi dan menjadi manusia panggang yang akan membuat mereka senang. Setidaknya Becca harus bersyukur, karena apa yang dilakukan Jonathan, lagi-lagi memberinya kesempatan kedua untuk tetap hidup.
“Kalian sudah datang. Ayo kita sarapan!” Jesslyn yang duduk di meja makan lantas mengajak menantu barunya itu makan bersama. Dia mengisyaratkan kepada pelayan agar mempersiapkan beberapa set alat makan baru untuk mereka.
Dengan sedikit malu dan masih menggendong Ace, Becca pun mulai mendekat, sementara Jonathan tampak sudah memenuhi piringnya sendiri dengan berbagai menu sarapan pagi itu.
“Dasar pria tidak tahu diri, sudah tahu istrimu masih malu-malu kucing. Kau malah hanya memikirkan perutmu sendiri,” sindir Jessica di samping sang ibu.
“Dia hanya akan malu-malu kucing beberapa hari. Setelah menjadi bagian dari kalian, dia pasti akan mempermalukanku setiap hari, seperti kau dan Mommy,” ucap Joe cuek dan mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
“Ish. Kalian ini, selalu saja tidak pernah bisa akur.” Jesslyn merentangkan kedua tangannya. Dia hendak mengambil Ace dari sang ibu dengan penuh kasih sayang. “Ace, Ace ikut dengan Nenek terlebih dahulu ya. Biarkan Mommy sarapan sebentar, Ace juga harus menghabiskan sarapan.”
“Tidak usah, Mom. Biar saya saja,” kata Becca sedikit canggung.
“Tidak apa-apa. Mommy sudah selesai. Kalian makanlah terlebih dahulu, biar Mommy yang menyuapi Ace.” Ace malah tampak tidak canggung dengan Jesslyn, bocah itu langsung merengkuh tubuhnya dan mau di suapi oleh sang nenek. Sebuah perasaan diperhatikan serta keramaian yang utuh sebuah keluarga seperti apa ayan ada di dalam bayangan Ace selama ini.
Mau tidak mau, Becca dan Luna pun ikut bergabung di meja makan, sedangkan Jonathan tampak sudah menghabiskan isi piringnya yang menggunung tadi. “Mom, apa Rey sudah kemari?”
“Mereka ada di belakang,” jawab Jesslyn.
“Kalian anggap saja di sini sebagai rumah sendiri. Kau bisa meminta bantuan pada Jessica jika memerlukan sesuatu. Aku akan pergi dulu.” Setelah meninggalkan pesan, Jonathan pun bergerak ke taman belakang untuk menemui sahabatnya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Mus Limah
lanjut thor,ceriranya seru bgt
2023-02-18
0