"Shiit! Kenapa kau selalu tidak mengetuk pintu dulu sebelum masuk?" Dengan kesal seorang pria mengumpat sambil memukul meja di sampingnya.
Sang wanita di bawah kungkungan pria itu segera merapikan pakaiannya yang terbuka, dan beranjak dari posisinya.
Sementara itu, pria yang menerobos ruangan sahabatnya hanya menyeringai melihat tingkah keduanya dan tanpa rasa bersalah duduk begitu saja.
"Pergilah!" ucap pria itu pada sang wanita.
"Tapi, Sayang—" Wanita itu enggan untuk pergi.
Namun, dengan segera pria di hadapannya meraih ponsel dan mengirimkan sejumlah uang ke akun wanita tersebut, sehingga membuatnya tersenyum lebar setelah menerima notifikasi dana yang masuk.
"Baiklah. Aku pergi dulu. Kabari aku jika kau merindukanku!" Wanita tersebut berniat mencium pipi pria di hadapannya. Namun, pria itu segera mengalihkan pandangan.
"Untuk apa aku mengetuk pintu? Lagian tidak akan rugi juga bagiku melihatmu dalam keadaan tanpa busana. Tapi lihat! Kau masih berpakaian lengkap," ejek Rey, pria yang baru saja menerobos ruangan Joe.
Dialah Jonathan Bannerick, putra kedua dari pasangan Jesslyn dan Nicholas. Meskipun berusia hampir kepala tiga, tetapi dia tidak kunjung berumah tangga. Padahal adiknya sudah memiliki momongan terlebih dahulu.
"Cih, terus saja menghinaku seenak jidatmu." Dengan kesal Joe melemparkan pena pada sahabatnya yang kini duduk di sofa ruang kerjanya. Bukan rahasia memang bagi seorang sahabat mengetahui rahasia dari temannya.
"Tapi, ngomong-ngomong wanita mana lagi yang kau bawa tadi. Apa kau tidak lelah mendengar ocehan ibumu setiap hari? Seluruh karyawan di perusahaan ini bahkan sudah berubah menjadi perempuan seksi semua. Tapi, sepertinya tidak ada satu pun yang bertahan lama denganmu," tanya pria yang kini duduk di sofa.
"Aku lelah. Tapi mau bagaimana lagi?" Dengan santai Joe beralih pada lemari berisikan minuman beralkohol di bagian samping meja kerjanya.
"Kau masih tidak memiliki hasrat pada perempuan?" tanya Rey langsung.
Joe hanya menggeleng kecil. Meskipun terkenal sebagai seorang playboy yang suka bergonta-ganti pasangan sejak dulu. Nyatanya pria itu memiliki kelainan, yaitu lemah syahwat. Bukan hanya memiliki durasi singkat, kejantanan bahkan tidak pernah bersedia berdiri tegak, walaupun berhadapan dengan wanita tanpa busana, kecuali lima tahun yang lalu.
Entah apa yang terjadi padanya, padahal dia sudah menjalani segala pengobatan tanpa terlewatkan sedikit pun. Namun, tetap saja tidak membuahkan hasil sama sekali karena menurut pemeriksaan, tidak ada yang salah pada dirinya.
"Coba saja kau lepas pakaianmu di depanku! Mungkin si Johny bersedia berdiri nantinya," ejek Joe sambil menyerahkan gelas berisikan minuman pada sahabatnya.
"Cih, aku masih normal."
"Tapi, tetap saja kau perjaka tua. Siapa tahu ternyata kita sama-sama bengkok. Tak perlu mencari wanita lagi, cukup mencari cara agar bisa memiliki anak nantinya." Kalimat bercanda, tetapi memiliki kesan mengerikan dari mulut Joe, sontak menyebabkan Rey tersedak.
Pria mana yang tidak akan bergidik ngeri mendengar kata-kata Joe yang terlalu frontal dan mengerikan. "Aku masih normal. Jangan pernah berpikir aku sama denganmu!"
Joe hanya mencebikkan bibir. Siapa juga yang tidak mengenal Reynold. Pecinta wanita yang lebih tua, padahal usianya sendiri juga tidak muda lagi.
"Cukup basa-basinya. Kenapa kau kemari?" tanya Joe.
Rey lantas meletakkan kembali gelas ke atas meja. "Ikut aku sekarang."
Ingat akan tujuan utamanya datang ke Light Holdings, Reynold segera menarik tangan Jonathan begitu saja tanpa ragu.
"Hei! Kita mau ke mana?"
"Sudah ikut saja! Jangan banyak bicara!"
Keduanya pun bergerak meninggalkan perusahaan. Mereka menuju sebuah restoran tempat di mana seorang wanita cantik telah menunggu kedatangannya.
"****! Kenapa membawaku bertemu dengannya?" umpat Joe melihat siapa yang ternyata telah menunggu mereka.
"Diamlah! Aku juga lelah jika dia terus datang ke kantor setiap hari hanya untuk merengek dan minta bertemu denganmu." Rey menyeret paksa Joe.
Sayangnya, pandangan Jonathan yang mengarah ke luar mendapati sosok wanita yang tiba-tiba membuat hatinya bergetar. Dia bergeming untuk sesaat, kibaran rambut seorang wanita yang berjalan dengan mendorong sebuah troli, menyebabkan Joe bergegas pergi. Ingatan akan seorang wanita yang pernah dia cari kembali hadir setelah sekian lama.
Joe berlari, menyeberangi jalan yang dilalui wanita itu seolah terhipnotis untuk beberapa saat. Dia bahkan nyaris tertabrak mobil karena rambu yang telah berubah. Sayangnya, perempuan yang hanya sekilas terlihat wajahnya itu menghilang di balik kerumunan orang.
Meskipun Joe menoleh ke sana ke mari, dia tetap tidak menemukan sosok yang baru saja berhasil menghipnotisnya menghilang entah ke mana.
"Siapa yang kau cari?" tanya Rey sambil terengah-engah karena mengejar Joe.
"Berikan rekaman CCTV itu padaku!"
"Apa yang ingin kau lakukan?"
"Jangan banyak tanya! Aku pergi dulu." Tanpa banyak berpikir Joe bergegas pergi meninggalkan lokasi, sedangkan Rey harus menghela napas berat karena seorang wanita yang telah menunggu keduanya di restoran, kini tampak berkacak pinggang di seberang.
"Wanita malang mana lagi kali ini yang ingin kau permainkan," gumam Rey menggeleng kecil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Vyrne S W
thor semangat ya nulisya
2023-02-25
0