Benar saja, lagi-lagi Rebecca harus memijit pria yang selalu saja membuat moodnya hancur. Dia bahkan harus berpura-pura tuli jika berhadapan dengannya.
"Bagaimana kabarmu, Sayang? Apa kau merindukanku?" ucap pria itu tanpa malu melepaskan tali kimono yang membelit tubuhnya, menampakkan tubuh sempurna, tetapi tidak dengan senjata kebanggaannya.
"Silakan berbaring, Tuan!" jawab Becca masih berusaha sopan.
Setelah menyeringai genit, pria itu merebahkan diri di atas ranjang besar bak hotel berbintang. Karena dia juga tamu yang tidak kalah spesial layaknya Joe. Pria yang berani merogoh kocek lebih dalam hanya untuk merasakan pijatan dari jemari lentik seorang Rebecca.
"Kenapa kau begitu menyukai pekerjaan ini? Bagaimana kalau kau menjadi istri simpananku saja? Aku janji akan membuat hidupmu bergelimang harta dengan segala kemewahan yang kau inginkan." Lagi-lagi Billy menawarkan sesuatu hal yang jelas tak ingin Becca tanggapi, bahkan untuk mendengarnya saja dia enggan.
Rebecca selalu bisa menjaga perasaannya agar tidak mudah terbawa perasaan dengan rayuan maut para lelaki hidung belang, berkepala hitam. Dia sudah cukup bahagia dengan kehidupannya saat ini. Memiliki keluarga kecil seperti Luna dan Ace. Dia tidak ingin lagi mengulang kesalahanyang sma dan memilih untuk menikmati hidupnya saat ini.
Jemari Becca semakin lihai menari di atas punggung Billy, lalu merambat ke kepala dan melakukan chiropractic, hingga mengeluarkan bunyi kretek yang lumayan keras di leher Billy.
Namun, pria itu tidak mengaduh kesakitan, malah melenguh keenakan. "Inilah yang paling aku suka darimu. Kau selalu bisa memuaskan aku dengan caramu sendiri."
Entah itu sebuah pujian atau hinaan bagi Becca. Sayangnya, dia cukup tahu diri siapa Billy sebenarnya. Hanya seorang pria muda yang menikahi janda kaya, tetapi lagaknya sudah seperti bos besar yang kekayaannya tidak ada habisnya saja.
Bermodalkan tampang yang tak seberapa, Billy mampu menggaet wanita yang usianya jauh lebih tua darinya itu. Namun sayang, tidak ada yang sempurna karena ternyata adiknya enggan untuk berdiri ketika menghadapi sang istri. Karena itulah, Billy harus melakukan terapi sebelum nanti malam istrinya mengamuk karena tidak puaskan.
Setelah beberapa jam Becca memijit, akhirnya tugas pun selesai. Hari juga sudah semakin larut. Dia keluar dari area kerjanya selepas berganti pakaian biasa. "Akh, lelahnya," ucap Becca sambil menaikkan kedua tangan ke atas dan menggerakkan tubuh ke kanan dan kiri.
Tiba-tiba sebuah mobil supercar berhenti tepat di saat Becca berniat melangkah pergi. Wanita itu mengernyitkan dahi melihat sosok di balik kaca merupakan pelanggannya tadi. "Masuklah!"
"Kenapa?"
"Aku tidak mau dianggap penculik karena membawamu secara paksa. Lebih baik cepatlah! Aku hanya perlu bicara sebentar denganmu."
Merasa tidak ada yang salah dengan kalimat pria itu. Lagi pula apalagi hal buruk yang bisa terjadi di sini. Segala keburukan sudah Becca alami sebelumnya. Dia pun segera membuka pintu dan duduk di samping kemudi, lalu sang pria membawanya melesat entah ke mana.
“Katakan apa yang ingin Anda bicarakan?” tanya Becca tanpa basa-basi pada pria tampan di sampingnya yang tidak lain adalah Jonathan.
Joe berdecak sekali, rupa-rupanya wanita di sampingnya benar-benar tidak suka berbasa-basi. Dia pun lantas menghentikan laju kendaraan di tepi jalan dan menyerahkan sebuah amplop coklat pada wanita yang kini menjadi incarannya itu. “Jadilah wanitaku! Aku akan memberikan apa pun yang kau inginkan! Semua fasilitas mewah, mobil, rumah, tas branded, dan apa pun itu akan dengan mudah kau dapatkan dariku. Asalkan kau bersedia menjadi wanitaku.”
Sontak Becca melebarkan mata hingga membulat sempurna mendengar penuturan Joe. “Sepertinya Anda baru saja salah minum obat. Sebaiknya jangan mengemudi sendirian dan lekaslah beristirahat agar kesehatan mental Anda segera pulih.”
Tanpa ragu, Becca segera membuka pintu dan berjalan ke luar begitu saja. Dia bahkan tidak berniat membuka amplop yang diberikan Joe sama sekali. Entah bagaimana cara berpikir pria kaya di negara ini. Tampaknya semua orang berharap uang bisa memudahkan segala keinginan mereka.
Sementara itu, Joe yang di tinggalkan seorang diri tidak bisa untuk tidak terkejut akan perlakuan penghinaan secara tidak langsung yang pertama kali dia terima. Apakah pesonanya sudah luntur, kenapa wanita tersebut sama sekali tidak tertarik dengannya, di saat semua wanita lainnya berharap bisa merangkak ke pangkuannya.
“Dia hanya jual mahal. Lihat saja nanti bagaimana kau akan bertekuk lutut di bawah kakiku!” gumam Joe melihat kepergian Rebecca yang semakin melangkah jauh.
Dengan kesal Becca merebahkan tubuh di atas ranjang setibanya di rumah. Di ambang pintu kamarnya, Luna tampak tengah menggendong Ace dalam dekapannya. “Kau sudah pulang.”
“Iya, apa Ace rewel hari ini?” Tanya Becca langsung mengambil alih bocah mungil itu dari gendongan Luna. “Astaga, dia demam?”
Selama tiga tahun ini, Rebecca dan Luna saling bergantian menjaga Ace. Pekerjaan Becca bukanlah sesuatu yang dilakukan sejak pagi, sehingga ketika Luna bekerja dialah yang menjaga Ace dan begitu pun sebaliknya.
“Aku sudah memberinya paracetamol tadi. Hanya saja aku ada urusan sekarang. Bisakah kau menjaganya?”
“Pergilah. Aku akan menjaganya,” ucap Becca sambil menimang sang anak yang kini sudah tumbuh menjadi sosok balita yang lucu.
Keesokan harinya, Joe yang tengah berada di perusahaan, tampak frustrasi dengan beberapa berkas di hadapannya saat ini. Terlebih lagi penolakan dari Becca terus saja terngiang dalam benaknya menambah emosi yang awalnya sudah tidak terkendali semakin memburuk saja. “Apa hanya ini cara kalian bekerja, hah?” bentaknya di ruang meeting saat beberapa staf tampak mengajukan laporan pekerjaan mereka.
Tidak ada satu pun dari mereka yang berani menjawab apa yang saat ini Joe lontarkan. Semua orang yang duduk di ruangan tersebut tampak menundukkan kepala menerima kemarahan sang cassanova yang begitu gila kerja. “Jika kalian tidak memberikan aku hasil yang memuaskan besok. Serahkan saja surat pengunduran diri kalian ke bagian personalia, aku tidak ingin memiliki banyak karyawan yang berotak dangkal!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Vyrne S W
joe kejar donk jgn hnya mengandalkan emosi ja
2023-02-25
0