Dalam kesederhanaan yang ala kadarnya, Aria langsung dinikahkan dengan Izana di kantor KUA dengan beberapa saksi tentunya Ennie dan Roni hadir.
“Sah?” kata penghulu.
“Sah,” jawab saksi serentak.
Kini Aria berstatus istri Izana dalam hukum Agama, mereka tinggal mengurus buku nikah setelahnya untuk dinyatakan sah secara hukum juga.
Izana tidak menyangka niatnya kabur karena habis membegal motor matic orang malah berakhir singgah di kantor KUA dan dapat bonus gadis cantik.
Mereka kembali ke rumah besar Aria, takdir memang penuh dengan kejutan, Izana ingat terakhir kali ia menginjak rumah ini adalah saat dia merampok dulu, dan sekarang dia datang sebagai menantu. “Oh Tuhan, apa kau sedang tertawa di sana?” gumamNya.
“Aria kau pergilah ke kamar, Izana kau di sini dulu ibu mau berbicara denganmu,” ucap Ennie lemas beserta pening, sedangkan Aria marah dengan ibunya dan tidak ingin berbicara.
Duduklah mereka di sofa bertiga, tatapan Roni seakan tidak suka dengan Izana, sepertinya Roni lupa dengan wajah Izana yang pernah maling di saat dia tidur.
“Izana pekerjaanmu apa?”
“B-bengkel Bu, saya kerja di sana,” jawab Izana asal, tak mungkin dia jawab yang sebenarnya iyakan?
“Ohh begitu.”
“Orang tua Izana di mana?”
“Saya juga tidak tahu Bu, mereka berpisah dan meninggalkan saya begitu saja dengan nenek.”
“Jadi kamu tinggal dengan nenek sekarang?”
“Enggak sih, nenek sudah lama meninggal. Saya tinggal sendiri.”
Ennie merasa kasihan dengan nasib malang Izana, dia pun menyuruh Izana untuk istirahat di kamar bersama Aria, tidak hanya itu bahkan dia sendiri yang mengantarkan Izana hingga ke depan pintu kamar.
Setelah Ennie pergi Izana membuka pintu kamar, terlihat Aria tengah memainkan ponselnya sambil tengkurap, gadis itu tampak santai seolah tak terjadi apa-apa.
“Aria.”
“Hemm.”
“Kau benaran hamil?”
“Enggak, aku berbohong tadi.”
Jawaban Aria membuat Izana kesal, dia merasa ditipu. “Ya karena kebohonganmu kita berakhir menikah.”
“Memang seharusnya begitukan? Kau sudah merenggut keperawananku jadi kau harus bertanggung jawab walaupun aku tidak hamil.”
“Sekarang aku juga harus memikirkan tempat untuk tinggal dan biaya dua kali lipat karena kau sekarang istriku.”
Tiba-tiba Aria berdiri dan menarik Izana untuk duduk di ranjang. “Kita kembali saja ke kota sebelumnya, untuk tempat tinggal jangan khawatir karena aku akan membawamu ke tempat bapak, dia pasti kesepian sekarang.”
“Bapak yang kupukuli waktu itu?”
“Iya, kau harus minta maaf padanya.”
“Woi sudah cukup kau mempermainkan aku! Hari ini aku benar-benar dibuat kebingungan oleh ulahmu.”
“Terima saja sayang, ahahaha.”
Merasa stres dengan tingkah Aria Izana pun merebahkan tubuhnya disusul dengan Aria, Aria berusaha menutupi rasa canggungnya dengan bersikap sesantai mungkin. “Kau tahu kenapa aku senekat ini,” katanya tiba-tiba.
“Kenapa?”
“Perusahaan bangkrut, dan ibu mau menikahkan aku dengan orang yang tak kenal, itu syarat agar orang itu mau membantu perusahaan, tapi aku tidak mau karena aku tidak kenal.”
“Jadi kau lebih memilih begal miskin yang bahkan tidak punya rumah ini?”
“Aku juga tidak tahu mengapa, tapi rasanya aku bisa lebih percaya denganmu. Hei kau carilah pekerjaan yang halal.”
“Ck jangan pikirkan hal itu, lebih baik kau pikirkan bagaimana cara menjelaskan tentang kebohonganmu.”
“Mudah, bilang saja aku keguguran. Maka dari itu kita besok langsung pergi aja dari rumah ini.”
Hanya gelengan kepala saja yang Izana gambarkan bagaimana herannya dia dengan Aria.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 138 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Mending menikah dgn Izana walau kere, Dari harus menikah dgn lelaki yg punya banyak istri..
2023-09-10
0
Devi Handayani
iya dong cari kerja yg halal.... malas sekali izana😠😠😠😠
2023-05-13
0