Dengan menaiki bus Aria berhasil datang tepat waktu, untung saja, kalau sampai telat gajinya pasti akan dipotong.
“Pagi Moon,” sapanya, ketika melihat Moon tengah memasak air.
“Pagi Aria, kau sudah sarapan?”
“Belum sih.”
“Sudah ku duga, tuh di atas meja ada nasi lemak kau makanlah dulu, aku sengaja membelikannya untukmu.”
“Terima kasih Moon, kau sangat pengertian. Kalau begitu ini ku makan ya.” Selagi gratis Aria dengan senang hati menerimanya, Dia makan dengan lahap, melihat nasi ini membuatnya ingat dengan bapak, dia sudah makan belum ya?
Setelah selesai makan, Aria masih duduk santai karena belum ada pelanggan di pagi ini, ya kata Moon biasanya pelanggan baru ada sekitar jam sembilan lebih, sedangkan sekarang baru jam setengah sembilan. Dia tidak bersih-bersih karena semalam sebelum pulang Aria sudah membersihkan semuanya.
Kring~
“Astaga ku pikir aku bisa leha-leha lebih lama lagi, ternyata belum jam sembilan pelanggan pertama datang,” benaknya.
“Mbak,” panggil pembeli memanggil Aria.
Dengan senyuman yang dibuat seseorang mungkin Aria datang memberikan buku menu pada sepasang kekasih itu, ini hari minggu wajar saja banyak pasangan yang menghabiskan waktu weekendnya bersama.
“Ihh sayang kamu kok lihat in dia begitu sih?” tegur si cewek karena cowoknya sampai melongo melihat Aria, tidak heran sih, karena Aria itu cantik.
“Enggak sayang, mbaknya menunggu tuh cepat pilih apa yang kamu mau,” kata si cowok mengalihkan pembicaraan.
.
.
Aria kewalahan memenuhi panggilan pelanggan, ini sudah waktunya makan siang namun orang-orang terus berdatangan.
“Mbak.”
“Dek.”
“Kak.”
Bermacam-macam sebutan dari pelanggan hingga akhirnya pukul tiga sore hanya ada beberapa orang yang duduk di sana, Aria bisa duduk dengan tenang juga akhirnya.
Tak sengaja dia mendengar pembicaraan pelanggan yang menarik perhatiannya, Aria pun mulai menguping.
“Kau dengar? Ada siswa SMA yang di begal tadi malam.”
“Iya aku dengar, kalau enggak salah daerah sini enggak sih? Kasihan padahal masih muda tapi dia kehilangan tangannya.”
“Kronologinya bagaimana sih?”
“Katanya tuh anak balik dari tugas kelompok bareng teman-temannya, eh malah dibegal pas pulangnya.”
“Siapa sih pelakunya?”
Mendengar pembicaraan mereka di dalam otaknya hanya terpikirkan satu orang, Izana. Mungkin karena pria itu satu satunya begal yang ia kenal maka dari itu Aria memikirkan pemuda itu.
“Izana bukan sih? Lihat saja jika aku bertemu dengannya lagi aku akan memukulnya tutus membalaskan dendam bapak,” ucapnya dalam hati.
Sudah pukul sepuluh malam, sudah waktunya Aria untuk pulang. Dia memulai perjalanannya dengan jalan kaki, Aria tahu tujuannya jauh tapi dia tak punya pilihan lain selain berjalan kaki, uang yang diberikan bapak hanya cukup untuk menaiki bus satu kali, kehidupannya tidak sama lagi dengan sebelumnya, Aria harus banyak bersyukur mulai sekarang.
Walaupun jalan kaki Aria sangat senang, karena hari ini dia membawa tentengan di tangannya hari ini, Moon memberikan Aria bekal tadi sebab ada kelebihan yang kalau tak dimakan bakal basi besok. Aria membawa tiga bungkus karena Moon memberinya tiga.
Di tengah perjalanan gadis itu malah dihadang oleh orang yang tentunya dia kenal. Sial sekali, Aria jadi takut setelah mendengar cerita dari pelanggan siang tadi.
“Aku tidak punya uang,” ucapnya langsung saja, yang dia tahu pria di hadapannya itu menginginkan uang.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 138 Episodes
Comments