Aria kini berada di dalam kereta, tujuannya adalah sebuah tempat yang damai. Dia tidak memikirkan tentang pendidikan lagi, yang terpenting sekarang adalah ketenangan jiwa dan raga.
Setelah pemberhentian Aria pun turun, dia tidak tahu di mana dia sekarang. Namun di tempat inilah dia akan memutuskan untuk memulai hidup baru.
“Uang ku sudah habis untuk beli tiket kereta tadi, jadi sekarang aku harus bagaimana ya?”
Dia pun mulai berjalan dan terus berjalan hingga lelah. Rasanya dia sudah berjalan selama berjam-jam sambil berpikir apa yang harus dia lakukan.
Aria melihat sekeliling dan ternyata dia berada di depan kafe dengan jendela kaca yang besar, dapat ia lihat orang-orang tengah makan di dalam sana, Aria jadi ikutan lapar dibuatnya.
Tiba-tiba atensi Aria teralihkah pada brosur yang melekat di kaca bertuliskan butuh karyawan.
“Sepertinya aku bisa mencoba kerja di situ.”
Kring~
Aria masuk dan menemui salah satu karyawan di sana. “Ehem permisi,” tegurnya.
“Iya mbak mau pesan apa?”
“Enggak, itu aku tertarik dengan penawaran brosur yang melekat di sana.” Tunjuk Aria diikuti oleh mata karyawan kafe.
“Oh Anda ingin melamar kerja, baiklah ikuti saya.” Aria pun dibawa ke suatu ruangan yang jaraknya tidak jauh.
“Nona Sesil ini ada orang yang mau melamar jadi karyawan.”
“Sudah langsung terima aja, lagian kita memang sangat butuh,” katanya to the poin. “Oh iya siapa namamu?”
“Aria, Kak.”
“Untuk gaji per bulan kau tanyakan saja pada Moon, satu lagi karyawan di sini harus tertib, itu artinya kau tidak boleh telat atau gajimu akan kupotong.”
Belum juga mulai kerja Aria sudah sangat kesal dengan wanita yang di depannya itu, dia sangat judes dan sok-sokan. Moon langsung membawa Aria untuk memberi tahu apa saja yang harus ia lakukan.
“Aria kerja di sini harus sabar ya, Sesil itu memang judes dan pelit bahkan banyak orang yang keluar masuk kerja di sini, itu semua gara-gara dia,” jelas Moon.
“Hm iya, jadi apa yang harus aku lakukan?”
“Mencuci piring, mengelap meja, dan mengantarkan pesanan. Sisanya serahkan saja padaku.”
“Ok, eh tapi aku boleh makan enggak sih? Soalnya aku lapar banget.”
“Bagaimana, ya? Sesil itu sangat pelit kalau kau ingin makan di sini harus bayar seperti pelanggan lainnya tergantung apa yang kau makan.”
“Gila pelit banget! Cih dia tidak tahu saja aku ini putri tunggal kaya raya.”
Aria pun mulai melakukan pekerjaannya, memang sangat melelahkan karena mengingat ini baru pertama kali ia melakukan pekerjaan seperti ini, Aria sangat berhari hati agar piring yang dicucinya tidak pecah, dia juga memastikan meja selalu bersih. Ini adalah hari pertamanya setidaknya tinggal kan kesan yang baik.
“Shut Aria,” panggil Moon datang sambil membawa piring.
“Ada apa, Moon?”
“Ini makanlah, aku ada menyisakan untukmu sedikit.”
“Bagaimana kalau kak Sesil tahu?”
“Kita bisa makan diam-diam, selama ini itulah yang kulakukan. Tidak apa-apa makanlah.”
“Terima kasih, Moon.”
Aria dengan senang hati menerima sepiring makanan, sepertinya memang harus pandai-pandai mencuri kesempatan. Apakah ini sama dengan mencuri? Tidak tahu! Yang jelas sebenarnya kewajiban bos memberi makan karyawan apalagi kerjanya dari pagi sampai malam pukul 22.00.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 138 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Bodoh apa emang Bego sih nih anak, Uang dikasih ke pembegal semua, Dia hidup kayak gembel,Hadeeuuh 🤦🏻♀️🤦🏻♀️
2023-09-10
0